Jalur Denpasar Gilimanuk Memakan Korban, Dua Hari Dua Nyawa Melayang

Metro Bali
single-image

Jembrana (Metrobali.com)-

Lantaran kurang hati-hati berkendaraan, dua nyawa melayang dalam dua hari di Jalur Denpasar-Gilimanuk. Akibat kecelakaan itu , jalur yang sering disebut jalur setan sempat mengalami macet hingga berjam-jam.

Dilokasi pertama kecelakaan terjadi pada Minggu (25/11) sore sekitar pukul 16.30 wita, kecelakaan antara Truk dengan nomor polsi DR 8639 AB adu jangkrik dengan Ran Pick Up DK 9815 WI. Mulanya kendaaran truk yang dikemudikan oleh Zainudin Padli (29) asal Negara Sakah Cakra Timur Mataram itu melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Dalam arah berlawanan  sebuah mobil pick up dengan nomor polisi DK 9815 WI yang dikemudikan oleh Kadek Wirama (35) asal Banjar Pangkung Languan Mekar, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo-Jembrana itu dengan kecepatan tinggi dan mencoba menyalip kendaraan sepeda motor.

Lantaran kondisi jalan yang turunan dan jalan basah serta  licin setelah turun hujan membuat mobil pick up oleng dan bergeser ke kanan hingga menabrak truk yang melaju normal dari arah barat hingga sopir mobil pick up meninggal diperjalanan saat menuju RSUD Negara karena luka yang cukup serius. Pada mata kiri korban luka, pendarahan pada hidung, dan robek pada kedua telinga dan pipi kiri.

Bahkan seorang penumpang mobil pick up I Putu Mas Nova Pradita (6) selamat, dan hanya mengalami luka pada bagian kening dan mata kiri mengalami bengkak akibat benturan benda tumpul. Sedangkan truk yang ringsek dibagian depan masih berada dilokasi kejadian sedangkan mobil pick up yang ringsk dibagian depan dan belakang dibawa d Utara Polres Jembrana.

Namun kecelakaan dengan motif yang sama juga terjadi di km 78-79 di wilayah Desa Yehembang-Mendoyo, tepatnya didepan pertigaan jalan menuju Pura Dang Kahyanga Rambut Siwi.  Awal mula kecelakaan antara sepeda motor Honda Vario Putih DK 4310 WW dengan truk P 9260 UV yang dikemudikan oleh Budianto (57) dari Jawa Timur itu terjadi ketika motor yang dikemudikan oleh Gusti Ayu Suartini (40) asal Desa Yehembang itu membonceng tetangganya Ni Ketut Nantri (45) melaju dari arah barat ketika hendak menuju Pura karena ditugaskan untuk “ Ngayah “  itu bebarengan diikuti oleh truk yang bermuatan batu alam.

Baca Juga :
Kandang Ayam di Melaya Diprotes Warga

Motor yang hendak menyebrang menuju arah selatan langsung menyalakan lampu sein kanan pertanda akan nyebrang dengan kondisi jalan marka utuh. Namun apadaya sopir truk yang penuh konsentrasi melewati jalan yang agak menanjak tidak mengetahui ada motor didepannya, dan langsung menabrak pantat motor hingga jatuh dan pengendara  motor terseret sejauh 21 meter. “ Jaraknya memang cukup dekat namun saya tidak merasa melindas, dan penyebab korban meninggal mungkin mengenai bemper mobil ,”jelas sopir.

Akibat kecelakaan tersebut kedua korban yang tidak menggunakan helm  yakni Gusti Ayu Ketut Suartini meninggal dunia di TKP karena luka yang dideritanya cukup parah yakni pada leher yang nyaris putus dan hanya tersisia kulit belakang, luka pada  wajah dan luka pada dada kanan. Sedangkan penumpang hanya mengalami luka lecet pada dahi kiri, pipi, perut dan sakit pada pinggul.

Disisi lain pihak keluarga korban ketika dijumpai dirumah duka di Banjar Bale Agung, Desa yehembang mengaku shock terutama sang suami yang juga bertugas sebagai Kelian Adat Desa Yeh Embang itu ketika mengetahui sang istri yang kesehariannya berjualan di warung selatan rumahnya itu pulang dengan kondisi tak bernyawa.

Dikatakan beberapa anggota keluarganya yang sedang berada di rumah duka mengatakan, jika sebelumnya korban yang sempat berpamitan untuk “Ngayah “ dipura tidak menunjukkan firasat apapun dan suaminya pun saat itu hendak mengantarkan anaknya kesekolah. Namun disisi lain sang ipar Wayan Sulantri (24) mengaku dirinya sempat bermimpi aneh, diceritakannya kalau dia sedang menggendong “ Sekah” perwujudan seseorang yang sudah meninggal dengan berbagai rupa pakaian dan bunga itu dan disuruhnya menatarias sekah tersebut, sampai pada akhirnya dirinyamengetahu pagi-pagis ekali jika iparnya sudah pergi untuk selama lamanya. “ Padahal baru saja selesai melaksanakan upacara mamukur mertua saya, dan maunya beberapa hari lagi akan diadakan piodalan dirumah,”jelas Sulan dengan tatapan bersedih.

Baca Juga :
Bus Yoanda Prima VS Truk Tronton di Dharmasraya, Dua Penumpang Tewas

Sementara Kepala Unit Lakalantas Ipda Gede Sedana ketika dijumpai di Polres Jembrana di Unit Lakalantas membenarkan kedua peristiwa tersebu. Kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu  kini kendaraan sudah berada di terminal cargo, dan untuk kecelakaan di Desa Yehembang  korban sudah dipulangkan ke rumah duka untuk dilakukan Pengabenan sedangkan sopir truk masih diamankan di Polres Jembrana. DEW-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.