Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Inggris Pesimis Tentang Kemungkinan Kesepakatan Brexit

Metro Bali
single-image

Seorang pengunjuk rasa berdiri di luar Mahkamah Agung Inggris setelah sidang dengar pendapat Perdana Menteri Boris Johnson di parlemen menjelang Brexit, di London, 24 September 2019.

Inggris mengatakan kesepakatan Brexit mungkin tidak akan tercapai. Namun, Inggris menegaskan pihaknya masih mengusahakan meskipun tinggal tiga minggu menjelang pengunduran Inggris dari blok itu.

Kantor Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Uni Eropa yang bergeming dengan pendirian telah mengarah pada kebuntuan perundingan. Hal itu memicu pemimpin Uni Eropa untuk memperingatkan agar Inggris jangan “main tuduh secara bodoh.”

Kantor Johnson memberi proyeksi suram itu setelah pembicaraan teleponnya dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada Selasa (8/10) pagi.

Dalam pernyataan kepada media Inggris, Downing Street mengatakan Merkel memberi tahu Johnson bahwa “kesepakatan sangat tidak mungkin” kecuali kalau Inggris setuju untuk membiarkan Irlandia Utara meneruskan peraturan bea cukai Uni Eropa dalam rangka mempertahankan perbatasan terbuka dengan Irlandia.

Hal itu merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima oleh pemerintah Inggris.
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengirim sebuah cuitan pedas, “yang kita pertaruhkan bukanlah memenangkan sebuah permainan menuduh yang bodoh.”

“Yang dipertaruhkan adalah masa depan Eropa dan Inggris, serta juga keamanan dan kepentingan rakyat kita,” katanya. Kepada Johnson dia mengatakan, “Anda tidak mau kesepakatan, Anda tidak mau perpanjangan, Anda tidak mau membatalkan, quo vadis?”, sebuah ungkapan Latin: “Anda mau kemana?”

Pemimpin Uni Eropa menuntut lebih banyak “sikap yang realistis” dari Inggris sebagai tanggapan atas rencana Brexit yang diusulkan Johnson. Blok itu mengatakan, proposal Johnson, yang tetap membutuhkan pemeriksaan bea cukai atas beberapa produk yang bergerak antara Irlandia Utara dan Irlandia, tidak memenuhi komitmen Inggris bagi sebuah perbatasan Irlandia yang terbuka. [jm/pp] (VOA)

Bagikan :
Baca Juga :
Pegadaian Optimis Capai Omset Rp 14 Triliun

Leave a Comment

Your email address will not be published.