Informasi Terkini Penerbangan Lion Air, Batik Air dan Wings Air

single-image

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group

Palembang (Metrobali.com)-

Lion Air Group memberikan keterangan terkini tentang operasional dari dan ke Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan (PLM) dikarenakan cuaca buruk dengan jarak pandang mencapai 50 meter. Kondisi initidak memenuhi kualifikasi keselamatan dan keamanan penerbangan. Dampak yang terjadi, menyebabkan keterlambatan (delayed) waktu keberangkatan dan kedatangan pesawat.

Hal itu dikatakan Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group., Sabtu (21/4) pada siaran pers yang diterima metrobali.com

Lion Air Group telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak dan terus memperbarui sesuai situasi terkini. Kondisitersebut adalah force majeure, kejadian atau keadaan yang terjadi diluar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan. Lion Air, Batik Airdan Wings Air akan meminimalisir dampak yang timbul pada rute-rute selanjutnya dengan memberikan layanan terbaik.

Lion Air bernomor JT 1340 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng (CGK) tujuan Palembang dengan jadwal keberangkatan 05.20 WIB, telah diterbangkan kembali pada pukul 08.20 WIB. Penerbangan ini menggunakan Boeing 737-900ER beregistrasi PK-LJH, membawa195 penumpang dewasa, empat anak-anak dan satu bayi beserta tujuh kru pesawat.

Jaringan Lion Air dari Palembang ke Cengkareng bernomor  JT 1341 telah diberangkatkan pukul 10.20 WIB dari jadwal pada 07.10 WIB.Penerbangan ini membawa 215 pelanggan dan tujuh awak peasawat, dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJH. Rute berikutnyayang berpotensi terganggu tujuan Cengkareng dan Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat (PDG).

Rute Palembang tujuan Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka (PGK) bernomor JT 142 yang menerbangkan 209 orang dan tujuh krusudah mengudara pukul 07.20 WIB, seharusnya pada 06.10 WIB. Penerbangan ini menggunakan pesawat beregistrasi PK-LFZ, Boeing 737-900ER. Situasi tersebut menyebabkan terganggunya di rute Pangkalpinang ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH).

Baca Juga :
Istri Sopir Pribadi Keluarga Jokowi Meninggal dalam Kecelakaan

Batik Air nomor ID 6870 dari Cengkareng tujuan Palembang, telah diberangkatkan pada 08.05 WIB dari jadwal semula pukul 06.20 WIB, denganmembawa tujuh awak pesawat dan 138 pelanggan. Rute ini dengan Airbus A320-200 CEO registrasi PK-LAQ.

Operasional Palembang ke Cengkareng bernomor ID 6873 yang membawa 151 pelanggan juga terdampak dengan delayed 90 menit. Batik Airtelah menerbangkan kembali pukul 09.40 WIB dari jadwal semula pada 08.10 WIB. Jaringan selanjutnya yang akan terganggu tujuan BandarUdara Internasional Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (BDJ).

Penerbangan nomor ID 6871 dari Palembang ke Cengkareng telah diterbangkan pukul 07.15 WIB dari schedule seharusnya pada 05.50 WIB. Batik Air mengoperasikan Boeing 737-900ER registrasi Pk-LBT yang mengangkut 146 pelanggan. Akibat situasi ini, rute yang terganggu dariCengkareng ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG).

Wings Air bernomor IW 1750 dari Palembang ke Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS) tertunda 70 menit dan sudah menerbangkankembali 49 pelanggan dan empat kru pada 07.10 WIB. Penerbangan ini adalah ATR 72-500 registrasi PK-WFG. Rute yang terganggu tujuanBandar Udara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung (TKG) dan Padang.

Wings Air bernomor IW 1759 dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif II, Pekanbaru, Riau (PKU) ke Palembang telah berangkat pukul 07.50 WIB dari jadwal keberangkatan pada 06.00 WIB. Penerbangan ini membawa 52 pelanggan dan empat awak pesawat, dengan ATR 72-500,registrasi PK-WFT.

Rute Palembang ke Bandar Udara Silampari, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (LKI) bernomor IW 1128 telah lepas landas dengan jadwal terbarupukul 09.55 WIB dari jadwal seharusnya 08.05 WIB. Wings Air membawa 47 pelanggan beserta empat awak pesawat, menggunakan ATR 72-500registrasi PK-WFT. Operasional berikutnya yang terdampak tujuan Palembang dan Bandar Udara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan (PXA).

Baca Juga :
Antara Perubahan Subsidi Listrik Dan 35.000 Megawatt

Keselamatan, keamanan serta kenyamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama. Lion Air Group berhasil menyelesaikanaudit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan airlines kelas dunia. Audit IOSA dirancang untukmenilai manajemen operasional serta sistem kontrol maskapai. Lion Air Group telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA).

Lion Air Group menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP)Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.

Melalui kesempatan ini, Lion Air, Batik Air dan Wings Air menghimbau kepada media, pelanggan dan masyarakat, untuk mengetahuiperkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Lion Air Group.

Editor : Hana Sutiawati

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.

xnxxhd xxx18 hdxxxx xnxx hd