Ibu Melahirkan di Arena ”Tajen”

Metro Bali
single-image
Ibu melahirkan di arena tajen
Ilustrasi–dokter sedang membantu kelahiran bayi/MB
Tabanan (Metrobali.com)-
Seorang ibu bernama Ni Luh Seniwi (35) melahirkan anak ketiganya berjenis kelamin laki-laki di arena tajen di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan Sabtu (2/4)
Proses persalinan di bantu oleh beberapa warga yang ada di arena tajen selanjutnya untuk mendapatkan perawatan di ‎Bidan Ni Nyoman Suniti di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Tabanan.
‎Istri dari Adnyana Putra (35) yang tinggal di Bongan Kauh,Tabanan sehari harinya istrinya berjualan bubur di Arena tajen, sebelumya Seniwi yang sudah hamil tua tetap ingin berjualan walaupun kondisinya kurang enak badan, namun tetap juga berjualan,”terang Adnyana.
Menurutnya sekitar pukul 16.30 Wita dirinya mendapatkan telpon bahwa istrinya telah melahirkan di arena tajen selagi berjualan. Begitu mendapat telpon langsung Adnyana langsung menuju tempat arena tajen belum sempat masuk ke arema tajen istri saya sudah di angkut ke dalam mobil di bawa ke Bidan.
‎Lanjutnya untuk proses kelahiran anak ketiga saya tidak melihatnya, sementara untuk nama anaknya sudah di siapkan dengan nama Arenata, di pilihnya nama tersebut karena adanya pesan dari beberapa teman di arena tajen biar ada kaitanya dengan tempat di mana anaknya lahir,”ungkapnya.
Adnyana Putra yang sempat bekerja sebagai sopir ini tidak menduga jika anak ketiganya lahir pada hari ini,dirinya sempat berharap jika lahir anaknya nanti berjenis kelamin perempuan karena dua anaknya laki. ”Saya berharap semoga dengan lahir anak yang ketiga memberikan keberuntungan,”harapnya.
Sekitar dua setengah tahun Luh Seniwi berjualan bubur di Arena tajen sudah biasa dengan mengendarai sepeda motor metic berjualan ke arena tajen walau sedang hamil dengan membonceng daganganya di belakang,”Adnyana Putra.
Sementara itu dari pemeriksaan perkiraan dokter anaknya aka‎n lahir (25/2) silam ternyata perkiraan dokter mudur dan tidak menyangka anaknya lahir di arena tajen. Jika sebelumya dia sempat tidak enak perut tapi tetap nekat berjualan. Sambil menunggu pembeli tiba-tiba perutnya sakit dan anaknya lahir jatuh ke tanah, Bayi yang lahir tersebut dengan berat 2,5 kilogram dengan panjang 3,7 centimeter itu dibawa beserta ari-arinya ke bidan dan di akhirnya di potong,”terang dokter yang tidak mau disebutkan namanya di media. EB-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Pria Rusia cetak rekor keliling dunia gunakan balon udara

Leave a Comment

Your email address will not be published.