Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hospitality Talks Leaders: Ini Momentum Bali Serius Wujudkan Quality Tourism Menuju Bali Era Baru

Metro Bali
single-image

Foto: Para pembicara dan undangan VVIP saat acara Hospitality Talks Leader di Gedung Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (12/2/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Pariwisata Bali sedang mengalami tantangan di tengah merebahkan wabah Corona di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. Kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali juga ajlok padahal wisatawan Tiongkok juga merupakan wisatawan terbanyak kedua setelah Australia.

Namun di sisi lain kondisi ini dianggap momentum yang tepat bagi Bali untuk menguatkan komitmen, keseriusan dan upaya riil serta strategis mewujudkan quality tourism dan suistainable tourim (pariwisata berkualitas dan pariwisata berkelanjutan).

Stakeholder pariwisata Bali pun menyikapi hal ini dengan menggelar Hospitality Talks Leader dengan tema utama “QUALITY & SUSTAINABILITY: a New Paradigm of
Bali Cultural Tourism” di Gedung Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali, Rabu (12/2/2020).

Acara ini digelar  Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, IDOLA PARISUDA (Ikatan Doktor Alumni Pariwisata Udayana), PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) BPD Bali  dan BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Badung.

Hospitality Leaders Talks ini dibuka langsung Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan diikuti oleh 130 orang undangan yang terdiri dari berbagai stakeholders kepariwisataan yakni guru besar kepariwisataan dan akademisi lainnya, praktisi, pengusaha, pemerintah, asosiasi serta tokoh masyarakat.

I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E.,M.BA., sebagai Ketua Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa sudah saatnya Bali untuk mengambil tindakan serius dalam mewujudkan berbagai wacana seputar pariwisata berkualitas yang sudah banyak diselenggarakan selama ini.

“Bali telah hampir 50 tahun menjadi andalan
pariwisata nasional. Pariwisata saat ini dijadikan core business bagi Indonesia sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, Bali harus menguatkan posisinya menjadi barometer dan ujung tombak pariwisata di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Agung Rai Surya ini.

Baca Juga :
Sekda Bali Temui Mendagri Tanyakan Penjabat Bupati : Teneng Diusulkan di Badung, Rohcineng di Denpasar

Ditambahkannya, ada 10 destinasi baru dan 5 destinasi super prioritas yang dibentuk pemerintah pusat masih akan tergantung dari Bali mengingat Bali adalah central hub and connection antar semua destinasi tersebut.

“Sebagai gerbang utama wisatawan mancanegara, Bali telah mencanangkan program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang perlu diakselarasi realisasi dan aktualisasinya” kata Rai Suryawijaya yang juga Ketua PHRI BPC Badung dan BPPD Badung ini.

Menurutnya, secara internal bagi Bali, pariwisata berkualitas ini adalah legacy bagi generasi penerus bagi masyarakat Bali. Sehingga kebermanfaataan dari industri pariwisata yang tidak akan pernah habis ini harus dinikmati seluas-luasnya demi kesejahteraan masyarakat.

Quality and Sustainability Tourism merupakan arah atau direction yang dibutuhkan Bali ditengah terpaan excesses dari industri itu sendiri. Seperti alih fungsi lahan, kemacetan, isu kebersihan dan pencemaran lingkungan, tingkat kriminalitas termasuk peredaran narkoba jejaring internasional bahkan hingga cadangan dan debit sumber air yang semakin berkurang.

Dengan penerapan program pariwisata berkualitas dan berkelanjutan maka komitmen insan pariwisata semakin kuat dalam mendukung program pemerintah provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

Yakni menuju Bali era baru yang memperhatikan berbagai aspek pendukung kehidupan di Bali secara demografi, geografi serta psikografi seperti jana kerthi, atma kerthi, danu kerthi, wana kerthi, segara kerthi dan jagat kerthi.

Pada laporannya disampaikan pula bahwa paradigma baru untuk pariwisata Bali harus disosiasilisasikan terus menerus oleh semua pihak, agar menjadi new direction Pariwisata Bali era baru termasuk hal yang ditunggu-tunggu sebagai regulasi kepariwisataan Bali.

Hal ini sejalan dengan apa yang dirancang dalam Rapergub tentang Tata Kelola / Standarisasi Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Usaha Pariwisata.

“Kami yakin standarisasi dan tata kelola yang terdapat dalam Pergub tersebut akan mampu
mengakselerasi action plan kita dalam mewujudkan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis budaya dan kerakyataan” pungkas Rai Surya Wijaya.

Baca Juga :
Mesir Hukum Mati Empat Terdakwa Pembunuhan

Wakil Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Made Ramia Adnyana, S.E.,M.M.,CHA., menambahkan acara yang digagas PHRI Bali dan IDOLA PARISUDA juga sebagai bentuk menyikapi isu virus Corona serta mencari berbagai solusi agar masalah ini tidak berdampak serius dan berkepanjangan bagi pariwisata Bali.

“Kami ingin menggali masukan dan pemikiran para pakar tentang quality tourism untuk mewujudkan sustainable tourism sebagai paradigma baru pariwisata Bali agar sesuai dengan visi Pak Gubernur Bali dan mewujudkan era Bali baru,” kata Ramia Adnyana yang juga General Manager (GM) H Sovereign Bali ini.

Terlebih lagi pengembangan quality tourism atau pariwisata berkualitas juga sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pariwisata yang digariskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Strategi pengembangan pariwisata  dari Kemenparekraf adalah kualitas bukan kuantitas. Jadi pariwisata Bali harus di jalur yang tepat mewujudkan quality tourism,” pungkas Ramia Adnyana yang juga Wakil Ketua BPPD (Badan Promosi Pariwisata Daerah) Kabupaten Badung ini.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho juga menegaskan bahwa BI mendukung penuh upaya Bali mewujudkan quality tourism.

“Quality dan sustainable tourism adalah memyasar wisman yang cukup banyak spending seperti wisatawan Eropa, Australia, Singapura, India. Itu yang harus kita bidik,” kata Trisno Nugroho.

Ditambahkan Bank Indonesia juga ikut mengkaji
Bali pariwisata menuju quality tourism yang juga berkaitan dengan green tourism yang menjadi trend pariwisata global dan  diapresiasi masyarakat internasional. “Kami juga apresiasi langkah-langkah Pak Gubernur untuk mewujudkan quality tourism di Bali,” pungkasnya. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.