Heboh Beredarnya, Persetubuhan Anak Dibawah Umur Direkam Video HP

Metro Bali
single-image
foto pelaku berita video porno, buleleng
 
Buleleng (Metrobali.com)-
Sungguh mengejutkan peristiwa memalukan yang terjadi di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Pasalnya pada bulan Agustus 2014 lalu, pasangan kekasih saat melakukan persetubuhan di counter Hp Desa Musi, direcam melalui video handphone (Hp) berdurasi 21 detik dan disebarkan. Pasangan kekasih itu, pelaku I Gd. SD (26) dan korban kita sebut namanya Bunga (16). Tak pelak dari peristiwa persetubuhan dan penyebaran video porno ini , membuat orang tua korban menjadi kelabakan dan melaporkannya ke polisi pada 7 Oktober 2014. Laporan orang tua korban terkait membuat dan menyebarkan video porno dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, disikapi dengan sigap oleh pihak kepolisian dengan menangkap pelaku pada Senin (15/12).
Barang bukti yang disita, satu unit komputer, satu buah Hp Samsung Galaxy, satu buah Hp Sony Ericson dan satu buah plashdish warna putih.
Saat pelaku I Gd. SD di wawancarai para awak media, pelaku mengaku baru pacaran selama seminggu. Dan masalah dilakukannya rekaman video porno oleh pelaku, menurutnya hal itu atas permintaan korban.”Saya pacaran baru seminggu. Pacar saya yang meminta untuk direkam” ujarnya berdalih.
Kronologis peristiwa
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP. Adnyana Teja, seijin Kapolres Buleleng AKBP. Kurniadi, Senin (22/12) menerangkan bahwa pada awal bulan agustus 2014 lalu, sekitar pukul 16.00 Wita, pelaku dan korban yang masih dibawah umur ini melakukan persetubuhan di konter Hp milik palaku yang berada dirumah pelaku yang beralamat di Banjar Dinas Musi, Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Pada saat persetubuhan berlangsung, pelaku merekan dengan menggunakan video Hp. Setelah direkam selama 21 detik, selanjutnya rekaman tersebut ditransfer dan disimpan dikomputer milik pelaku. Uniknya, pada saat teman pelaku bernama Kadek Putra Antara meminta data gamekepada pelaku, saat itu juga pelaku menyuruh temannya untuk mengambil rekaman persetubuhan yang dilakukannya dengan korban. Berawal dari inilah, rekaman video porno tersebut akhirnya beredar dilingkungan sekolah. Beredarnya rekaman ini, didengar oleh orang tua korban. Akhirnya orang tua korban tidak terima dan melaporkannya ke polisi. “Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat hukum dengan pasal 29 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi dan pasal 287 ayat (1) KUHP” pungkas Adnyana Teja. GS-MB

activate javascript

Bagikan :
Baca Juga :
Mendagri lantik anggota Majelis rakyat Papua

Leave a Comment

Your email address will not be published.