HDI Gelar Program Edukasi untuk Menjadi Pengusaha

Metro Bali
single-image

Jakarta (Metrobali.com)-

High Desert International (HDI), perusahaan social network marketing penyedia produk-produk kesehatan berbasis hasil perlebahan dan madu yang efektif bagi kehidupan modern yang dinamis menegaskan komitmen mendukung penuh masyarakat Indonesia memasuki era kenormalan baru, pasca pandemi COVID-19. Setelah berkolaborasi dengan Kemenkes RI dan ratusan rumah sakit rujukan di seluruh Indonesia memerangi COVID-19, serta menggelar program donasi bagi pejuang medis dan panti asuhan se-Indonesia, kini HDI memfokuskan upaya dukungan pada program edukasi untuk mengembalikan kekuatan ekonomi masyarakat Indonesia yang terdampak COVID-19.

HDI mengajak masyarakat yang roda ekonominya terdampak COVID-19, baik menjadi korban PHK atau mengalami kemandegan usaha untuk bergabung dengan HDI dan mengikuti program edukasi berupa pendidikan dasar Bootcamp dan pendidikan spesialis Elite yang digelar gratis tanpa dipungut biaya. Kedua program edukasi ini bertujuan mentransformasi kehidupan pesertanya, sehingga bisa menjadi wirausahawan atau entrepreneur bersama HDI. Program edukasi ini sebenarnya program reguler HDI yang aslinya diadakan secara luring (offline), tetapi kini program edukasi ini bertransformasi menjadi metode pelatihan virtual secara daring (online). Program edukasi daring ini akan dimulai pada periode Agustus hingga Desember 2020. Untuk program Bootcamp ditargetkan menjaring peserta sebanyak 3.000 orang dan untuk program Elite ditargetkan menjaring 200 orang.

Ditemui saat wawancara virtual yang berlangsung di HDI Hive Menteng (03/08), Brandon Chia, CEO dan Chairman HDI, menuturkan bahwa komitmen HDI mendampingi masyarakat Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi pasca pandemi COVID-19 memang telah berakar dari misi HDI. “Misi utama bisnis HDI adalah memberikan kesempatan bagi jutaan individu untuk memperjuangkan hidup yang lebih baik melalui produk-produk perlebahan HDI yang luar biasa. Oleh karena itu, di masa krisis ini, kami justru menawarkan peluang untuk masyarakat yang masih mau bekerja keras dengan cerdas,” ujar Brandon Chia.

Baca Juga :
Tiga Pilar Kelurahan Rorotan Tertibkan PKL Yang Langgar Ketentuan

Selama ini, sektor bisnis social network marketing, penjualan langsung (direct selling) atau lebih dikenal dengan multi-level marketing sering menjadi korban stigma negatif di masyarakat akibat praktek-praktek money game dengan skema Piramida yang sekilas mirip, namun sangat merugikan.

Money Game menggunakan skema bisnis Piramida yang menawarkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar dengan sedikit usaha. Skema Piramida berjalan dengan cara pembayaran sejumlah uang oleh orang yang berada pada lapisan terbawah dari piramida kepada sejumlah orang yang berada di lapisan piramida teratas. Setiap anggota baru membeli peluang untuk naik ke lapisan teratas dan mendapat keuntungan dari orang lain yang bergabung kemudian. Bisnis Money Game ini telah dijalankan di negara-negara besar, namun sehubungan dengan pengaduan dari para anggotanya, bisnis ini pun kemudian diawasi secara ketat dan dilarang oleh pemerintah setempat karena dianggap merugikan.

Sementara HDI sendiri, telah lebih dari 30 tahun membantu meningkatkan kesehatan masyarakat melalui produk kesehatan perlebahan. HDI merupakan perusahaan Social Network Marketing yang low cost dan low risk, sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Indonesia yang terkena krisis ekonomi, untuk mendapatkan pemasukan sampingan dan bahkan pemasukan utama, dengan cara menjadi pengusaha.

Konsep bisnis HDI memang lebih tepat disebut social network marketing karena merupakan cara memasarkan produk melalui jaringan sosial. HDI membuat setiap orang dapat mengembangkan kerangka bisnis yang digabungkan program insentif menarik dan skema pembagian keuntungan. Beribu-ribu Enterpriser (sebutan bagi member HDI) dan konsumen, tanpa memandang bangsa, warna kulit atau profesi, telah berhasil memiliki kehidupan yang lebih baik dan sehat melalui HDI.

Selain legal karena telah diakui Undang-Undang dan termasuk dalam APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), HDI juga memiliki produk yang berkualitas dan bersertifikat untuk dipasarkan, biaya pendaftaran yang masuk akal untuk memperoleh Starter Kit, marketing plan yang adil untuk meningkatkan penghasilan Enterpriser yang bekerja, serta rutin menggelar program pembinaan usaha untuk para Enterpriser.

Baca Juga :
Meliá Hotels International Akan Membuka Hotel ME Sitges Terramar di Spanyol

Ditemui di lokasi yang sama, Ellen Suwardi, Key Leader Sales and Marketing HDI mengungkapkan bahwa bisnis HDI berfokus pada pembangunan masyarakat serta menyediakan lingkungan dimana orang-orang dapat hidup, belajar dan mencintai. Dalam bisnis HDI akan ditemui bermacam orang dengan latar belakang berbeda namun saling mendukung satu sama lain. “Kami membantu orang berkembang melalui pengalaman belajar, meningkatkan kesadaran tentang manfaat perlebahan terutama untuk kesehatan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang kurang beruntung,” papar Ellen Suwardi.

Pandemi COVID-19 tidak hanya membawa dampak besar terhadap dunia kesehatan, melainkan juga terhadap dunia ketenagakerjaan dan memukul hampir semua sektor industri di Indonesia. Survei SMRC menemukan sekitar 15.2% warga mengaku menjadi korban PHK selama masa pandemi COVID-19. Artinya, dari 190 juta penduduk dewasa di Indonesia, sekitar 29 juta di antaranya terkena PHK. Sementara jutaan orang lainnya, terhambat usahanya sehingga mengalami kerugian yang cukup besar. Mereka lah yang menjadi sasaran program edukasi yang dilakukan HDI ini.

HDI mengenal dua jenis edukasi yaitu Bootcamp dan Elite. Bootcamp adalah program pelatihan untuk enterpriser baru yang tertarik menjalankan bisnis HDI. Modul pelatihan akan membahas segi bisnis, sosial, hubungan interpersonal dengan orang lain, dan pengembangan diri. Pelatihan ini biasanya dilakukan 3 hari 2 malam secara luring atau 7 kali pertemuan daring (masing-masing 2 jam).

Sementara Elite adalah pendidikan pasukan khusus HDI. Program pelatihan khusus untuk menjadi leader penerus generasi di HDI, yang mempunyai peran untuk mengembangkan enterpriser baru, menggerakkan enterpriser dalam menunjang arahan, visi dan misi perusahaan. Program Elite dimulai tahun 2015, HDI membuka 1 batch Elite setiap tahunnya. Tahun 2020, HDI membuka Elite batch 6, pertama kalinya dilakukan secara daring. Sebagaimana program luring, program daring kali ini tetap berisi 8 level selama 3 tahun. Per level dilakukan kurang lebih 1 bulan pelatihan yang dibagi sekitar 21-30 sesi masing-masing berlangsung selama 2 jam.

Baca Juga :
UP2U Napas Baru Band Rock Indonesia Rilis Single ‘Aku Bukan Untukmu’

Adapun persyaratan untuk mengikuti Bootcamp adalah enterpriser baru yang mendaftar di tahun yang sama. Sementara untuk ikut serta dalam Elite adalah enterpriser yang sudah mencapai level dan sales tertentu. Seluruh proses edukasi ini tidak dipungut biaya dan ditanggung sepenuhnya oleh HDI dan eksekusinya dipercayakan Billionaires team yang dipimpin Julianto Eka Putra, top leader HDI dan peraih penghargaan Kick Andy Hero 2018. Calon peserta hanya perlu mendaftarkan diri menjadi calon enterpriser (member) baru di HDI Hive Jakarta, HDI Center di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, atau menghubungi enterpriser HDI di seluruh Indonesia.

“Kami berharap program edukasi HDI ini dapat mengembalikan kekuatan ekonomi keluarga pasca COVID-19. Bagaimanapun, pelatihan ini sifatnya memberikan bekal agar setiap orang bisa bertransformasi menjadi entrepreneur yang mandiri. Untuk mencapai sukses, para peserta harus menjalankan bekal ini dengan dengan kerja keras, komitmen, kedisiplinan dan konsistensi seperti pada bidang-bidang kerja lain pada umumnya. Kami berharap hal ini bisa memberikan alternatif solusi bagi masyarakat Indonesia yang ekonominya terimbas dampak negatif COVID-19,” pungkas Ellen Suwardi.

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.