Hari Kedua Pelipatan, 360 Su-Su Pilkada Jembrana Rusak

metrobali
single-image

Keterangan foto: Rabu (18/11) kemarin KPU Jembrana telah melakukan pelipatan sekaligus menyortir Su-Su dengan melibatkan warga sekitar/MB

Jembrana (Metrobali.com)-

Pencoblosan Pilkada Jembrana 9 Desember 2020 semakin dekat. Sejumlah logistik Pilkada Jembrana pun telah berdatangan.

Salah satunya surat suara (Su-Su). Bahkan sejak Rabu (18/11) kemarin KPU Jembrana telah melakukan pelipatan sekaligus menyortir Su-Su dengan melibatkan warga sekitar.

Kegiatan pelipatan dan pensortiran Su-Su dilakukan di gedung Damuhresto di Jalan Sandat, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, bangunan yang disewa KPU Jembrana untuk menyimpan logistik.

Terkait pelipatan dan pensortiran Su-Su, Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan memasuki hari kedua ini dari total 91.771 surat suara yang sudah disortir ditemukan 360 surat suara rusak seperti bercak noda, salah potong dan gambar pasangan calon (paslon) tembus hingga ke belakang. Sedangkan yang kondisinya baik dan sudah dilipat sebanyak 91.411 surat suara.

“Surat suara yang rusak nanti diganti oleh pihak percetakan PT Temprina. Saya sudah komunikasikan. Digantinya nanti setelah pelipatan dan sortir selesai’ ujar Tangkas ditemui di Damuhresto, Kamis (19/11).

Disebutkan di hari pertama kegiatan pelipatan dan sortir surat suara dengan 21 orang tenaga yang bekerja ditemukan 91 surat suara rusak dan 29.781 surat suara baik. Sedangkan di hari kedua ditemukan sebanyak 269 surat suara rusak dan 61.630 dalam kondisi baik dengan melibatkan 24 orang, baik melipat sekaligus mensortir surat suara.

Menurutnya selama tiga hari kedepan dimulai Jumat (20/11) besok kegiatan pelipatan dan sortir surat suara diliburkan. Kegiatan akan dimulai lagi pada hari Senin (23/11) pekan depan. Pasalnya semua komisioner KPU Jembrana akan disibukan dengan kegiatan mempersiapkan debat paslon kedua pada tanggal 21 Nopember mendatang.

Baca Juga :
Danlanud Adisutipto: tiga penumpang helikopter jatuh meninggal dunia

“Kita liburkan karena tidak ada yang mengawasi” imbuh Tangkas yang juga Divisi Keuangan, Umum dan Logistik.

Disisi lain, Komang Risma Ayu Tiandani (21) dari Kelurahan Penden mengaku sudah dua kali turut serta sebagai tenaga melipat dan mensortir Su-Su. Dalam sehari ia mengaku bisa menyelesaikan (melipat dan mensortir) sekitar 1.700 Su-Su.

Berbeda dengan Eva Sudiantari (37) yang juga asal Kelurahan Pendem. Ibu rumah tangga (IRT) ini dalam sehari mampu melipat dan mensortir hingga dua ribu lebih surat suara. Pasalnya ia sudah lima kali ikutserta dalam pekerjaan tersebut.

Kedua ibu rumah tangga ini mengaku turut serta dalam pekerjaan tersebut untuk mengisi waktu luang terlebih dalam situasi pandemi Covid-19. MT

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.