Gubernur Pastika Dukung Kampanye Lindungi Anak Melalui Lantunan Lagu

Metro Bali
single-image
_DSC1627
Kampanye Lindungi Anak Melalui Diskusi Musikal Bersama Simfoni Band, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, pada Minggu (24/04)/MB

Denpasar, (Metrobali.com) –

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi kegiatan kampanye bersama untuk perlindungan yang di prakarsai  oleh Kementrian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  karena kegiatan ini merupakan  bentuk ajakan sekaligus peringatan terkait betapa penting dan strategisnya pemenuhan hak dan perlindungan anak, mengingat anak merupakan modal bagi pembanguann bangsa dan negara. Oleh karena itu, di era kekinian sangat penting untuk membuat suatu kemasan sosialisasi penyampaian pesan terhadap anak yang tidak menoton dan tidak membuat anak bosan saat mendengarkan, salah satu kampanye tersebut dapat dilakukan melalui lantunan lagu yang digandrungi anak-anak sekarang, sehingga pesan tersebut dapat disampaikan secara maksimal. Demikian disampaikannya secara tertulis pada acara  Kampanye Lindungi Anak Melalui Diskusi Musikal Bersama Simfoni Band yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang juga secara resmi dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Susana Yembise, bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, pada Minggu (24/04).

Lebih lanjut berharap melalui  kegiatan kampanye melalui diskusi musikal dengan Simponi Band yang di fasilitasi langsung oleh kementrian ini, para generasi  muda di Bali khususnya anak-anak dapat menyampaikan aspirasinya secara bebas tanpa ada tekanan dari pihak manapun, karena nuansa diskusi yang bersahabat dan sesuai dengan dunia anak-anak saat ini. Selain itu,  diharapkan pula kedepannya melalui metode ini dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan anak-anak terhadap hak yang seharusnya mereka peroleh diantaranya seperti hak untuk hidup, hak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk didengar pendapatnya dan hak untuk mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Sehingga pada akhirnya dengan keterbukaan wawasan yang mereka miliki,  dapat menjadi sumber daya manusia atau generasi penerus yang sehat, cerdas, ceria, unggul dan berkarakter serta dapat melahirkan calon-calon pemimpin dimasa depan. Pastika juga menyampaikan bahwa kegiatan kampanye tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali melalui Program Bali Mandara yang sejak awal sudah membuat kebijakan, program dan kegiatan peduli anak dalam bentuk kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Provinsi Layak Anak (Provila) yang diatur dalam Peratutan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Gubernur Bali mengenai Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), sehingga kegiatan kampanye ini merupakan momentum yang sangat tepat dilaksanakan di Bali mengingat 9 Kabupaten/Kota di Bali telah mekansakan dekranasi menuju Kabupaten/Kota Layak Anak.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Susana Yembise, mengungkapkan bahwa anak merupakan aset bangsa yang perlindungannya wajib menjadi prioritas utama sebuah Negara serta Daerah, karena kualitas anak Indonesia merupakan faktor yang menentukan eksistensi dan kemampuan bangsanya untuk bersaing dnegan Negara lain. Namun, saat ini masih terdapat kasus kekerasan terhadap anak, dimana justru terjadi dalam lingkungan yang pelakunya adalah orang-orang terdekat mereka. Oleh karena itu diperlukan peran aktif keluarga dalam membangun komunikasi yang penuh kasih sayang, mengawasi kegiatan anak dan memberikan ketrampilan pada anak guina menditeksi atau menghadapi kemungkinan kekerasan yang terjadi pada diri meraka. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa maraknya pornografi anak oleh pedofilia juga harus menjadi perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah serta masyarakat. Mekanisme penegakan hukum bagi pera pelaku perlu ditingkatkan untuk menimbulkan efek jera dari pelaku. Selain itu, masyarakat juga dapat berperan serta dengan melakukan pemantauan bersama terhadap proses penegakan hukum serta dalam kedihupan anak sehari-hari. Ia berharap perlindungan pada anak dapat dilakukan secara serentak oleh anak, keluarga, masyarakat dan pemerintah serta dunia usaha, sehingga kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat semakin berkurang. Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini dalam mengkampanyekan perlindungan terhadap anak ini telah mrangkul sebuah group musik/BAND bernama SIMPONI BAND yang merupakan salah satu group musik yang aktif dalam kampanye stop kekerasan terhadap anak.

SIMPONI BAND dalam perjalanan kariernya telah mendapatkan beberapa penghargaan Internasional seperti Juara I Kompetisi Musik di London (Inggris) dan Juara II di Belgia.  Oleh karena itu, diharapkan band ini dapat memberikan suasana baru kepada anak-anak dalam menerima sosialisasi dari Pemerintah terhadap “stop kekerasan kepada anak”, sehingga informasi dapat diterima lebih maksimal.

Pada momentum tersebut, dilakukan diskusi bersama oleh SIMPONI BAND dengan lantunan-lantunan lagu stop kekerasan anaknya yang Indah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provini Bali Ni Luh Putu Praharsini, serta siswa siswi SMP,SMA serta SMK dari di Lingkungan Kota Denpasar. AD-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Sisa 1.600, Pemprov Ajak Kabupaten dan Kota Tuntaskan Bedah Rumah

Leave a Comment

Your email address will not be published.