Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Fraksi PDIP Gianyar Minta Bupati Gratiskan Biaya Rapid Test Kepada Pekerja Pariwisata

Metro Bali
single-image
Ketua Fraksi PDIP Gianyar, Ketut Sudarsana.
Gianyar (Metrobali.com)-
Adanya surat dari Dinas Pariwisata Pemprov Bali yang mewajibkan pekerja pariwisata melakukan rapid tes mandiri mendapat tanggapan dari pelaku pariwisata dan Fraksi PDIP Gianyar. Mengingat melakukan rapid tes secara mandiri, pelaku dan pekerja pariwisata tidak siap, mengingat selama ini, mereka tidak mendapat pemasukan.
Ketua Fraksi PDIP Gianyar, Ketut Sudarsana menanggapi persoalan tersebut yang bahkan ramai dibahas di medsos, memberi tanggapan. Ketut Sudarsana bahkan meminta kepada Bupati Gianyar untuk menggratiskan biaya rapid tes kepada pekerja pariwisata. “Dengan catatan rapid tes yang digratiskan adalah obyek pariwisata yang dijadikan pilot project dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan,” jelas Ketut Sudarsana, Rabu (1/7/2020).
Dikatakan Sudarsana lagi, dalam pembukaan obyek wisata, tidak semua obyek wisata di Gianyar yang akan dibuka. Sedangkan Gianyar sendiri obyek wisata yang disiapkan adalah Monkey Forest, Ubud dan Pura Tirta Empul, Tampaksiring. “Sehingga rapid tes untuk pekerja pariwisata di dua lokus tersebut, Pemkab Gianyar masih mampu membiayai rapid tes untuk pilot projek new normal pariwisata,” tambahnya. Sudarsana sendiri memahami keluhan pelaku dan pekerja pariwisata yang keberatan rapid tes mandiri, karena mereka selama dirumahkan tidak memiliki penghasilan.
Sudarsana juga mempredikai, ketika obyek wisata dibuka, pariwisata Bali tidak serta merta langsung ramai. Dikatakannya, wisatawan lokal dan asing juga masih melihat kondisi wilayah yang akan dikunjungi. “Disisi lain, wisatawan juga selektif memilih obyek wisata yang akan dikunjungi, yang dicari yang benar-benar aman,” bebernya.
Pemkab Gianyar sendiri menurut Ketut Sudarsana dipastikan selektif membuka destinasi wisata dan yang dibuka yang benar-benar siap dan sudah memenuhi persyaratan protokol kesehatan. Diprediksinya, pariwisata di Tahun 2020 ini baru menggeliat sekitar 30%, sehingga pelaku usaha sudah bisa mempersiapkan diri menyambut new normal pariwisata yang akan dibuka 9 Juli mendatang. “Mari sambut new normal dan melaksanakan protokol kesehatan, bukan hanya untuk pariwisata tapi di semua lini, sehingga segera terbebas dari covid 19,” tutupnya.
Pewarta : Catur
Editor : Hana Sutiawati
Bagikan :
Baca Juga :
Di Jembrana Kasus PDP Bertambah Satu

Leave a Comment

Your email address will not be published.