Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Film Kajeng Kliwon, Kisah Cinta Berbalut Sisi Magis Bali, Lestarikan Kearifan Lokal

Metro Bali
single-image

Foto: Para pemeran Film Kajeng Kliwon saat acara Special Screening dan Press Conference Film “Kajeng Kliwon”, Jumat (8/11/2019) sore di Atrium 1 Trans Studio Mall.

Denpasar (Metrobali.com)-

Satu lagi film karya anak bangsa yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Bali menjadi sebuah tontonan yang apik yakni “Kajeng Kliwon.”

Film bergenre drama misteri ini resmi diperkenalkan di Bali saat acara Special Screening dan Press Conference Film “Kajeng Kliwon”, Jumat (8/11/2019) sore di Atrium 1 Trans Studio Mall.

Dalam press conferense tersebut juga hadir Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali AAN Oka Sutha Diana yang mewakili Wagub Bali.

Film dengan latar belakang tradisi dan budaya Pulau Dewata ini dibintangi oleh Amanda Manopo berperan sebagai Agni seorang dokter cantik berdarah Bali dan Crist laurent sebagai niko yang berprofesi fotografer.

Sebagai sepasang kekasih, perjalanan cinta mereka tidak seindah yang dibayangkan. Sebab Agni memiliki garis keturunan pengleakan. Berbagai kejadian mistispun terus menghantui perjalanan kisah cinta mereka.

Selain Amanda Manopo dan Crist Lauren, film Kajeng Kliwon garapan Applecross dan 9 Advertising Sabah ini juga dibintangi artis gaek seperti Catherine Wilson, Indah Kalalo, Mutia Datau dan artis dari Malaysia Atiqah Suhaemi, aerta bintang lain Vincent, Egy Fadli dan Weda Nanda.

Film besutan sutradara Bambang Drias ini memakan waktu syuting selama kurang lebih 20 hari di 3 daerah berbeda di Bali yaitu Tabanan, Gianyar dan Singaraja . Film ini tidak hanya mampu menampilkan sisi magis di Bali,tapi juga memvisualkan sisi keindahan pulau Dewata.

Sutradara film ini Bambang Drias mengaku senang dengan sambutan masyarakat Bali yang dinilainya luar biasa. Dikatakan Film Kajeng Kliwon sebelumnya berjudul Rangda.

Baca Juga :
Ekspor Kerjaninan Bali ke Australia Meningkat

Karena pertimbangan agar lebih banyak dikenal, makanya namanya menjadi Kajeng Kliwon. Diakui medan yang sulit serta syuting yang dilakukan malam hari menjadi kendala. “Bahkan ada yang kerauhan,” ujarnya.

Eksekutif Produser Film Kajeng Kliwon Watin Ciptawan mengharapkan kehadiran Film Kajeng Kliwon selain menjadi tontonan yang menarik juga kami harapkan mampu mengangkat kearifan lokal baik seni dan budaya Bali sangat dijaga masyarakatnya.

Watin menyampaikan film ini tidak hanya mengenalkan pesona alam Bali, namun juga mengangkat budaya asli Bali. “Kajeng Kliwon ini merupakan budaya yang sangat sakral. Kami ingin mengenalkannya ke dunia internasional melalui film ini,” ujarnya.

Watin menambahkan cerita film ini memiliki kisah yang sangat beragam. Mulai dari kisah kehidupan adat, percintaan, konflik, dan mistis. “Film ini nantinya akan tayang serentak di layar lebar seluruh Indonesia dan Malaysia,” jelasnya.

Dalam produksi film ini, pihaknya juga melibatkan masyarakat Bali dan tokoh agama dari tiga lokasi syuting yakni Tabanan, Gianyar dan Singaraja.

Di Film Kajeng Kliwon ini juga disisipkan pesan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Bali. “Kami ingin Bali tidak hanya dikenal akan alamnya yang indah. Namun di balik itu ada juga budaya yang masih terjaga dan tidak tergerus oleh zaman,” tambahnya.

Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali AAN Oka Sutha Diana mengaku gembira bisa mendukung film ini. Sebab film ini sejalan dengan visi dan misi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.

“Ini film sakral, Bali banyak tempat menarik. Film ini sekaligus sebagai promosi Bali,” harapnya.

Sementara Amanda Manopo yang juga bintang TV ini mengaku senang bisa mengunjungi dan mengenalkan Bali melalui film. “Saya tertarik dengan film ini setelah baca ceritanya,” ujarnya.

Baca Juga :
Di Panggung Artis Bali Ajak Warga Berdonasi Bagi Korban Gempa Lombok

Crist Laurent juga mengaku proses pembuatan film ini sangat seru menyenangkan. “Karena film ini saya bisa keliling di Bali sambil rekreasi. Dan yang saya suka sambal matah, langsung sikat,” ujarnya gembira.

Rekannya yang berperan sebagai Laksmi menjelaskan dalam film ini digambarkan di Bali ada ilmu hitam dan putih yang bisa diwariskan turun menurun. “Saya tak mau ini menurun ke anak saya,” jelasnya.

Pemeran lainnya Weda Deva yang masih remaja ini juga mengaku film ini selain seru juga seram. “Meski sudah gak syuting lagi tapi saya masih teringat dan terbayang. Apalagi lihat pakaian Rangda,” jelasnya.

Lain lagi pengakuan Atiqah Suhaemi. Wanita cantik dari Malaysia yang mengaku baru pertama kali ke Bali menjelaskan dengan main film ini, ia bisa tahu Bali termasuk mengenal tingkatan bahasa.

“Ada yang bahasa halus. Jadi saya harus mempelajarinya,” tambahnya. Di akhir press conference yang mendapat sambutan luar bisa pengunjung itu, peserta juga langsung menyaksikan gala premier Film Kajeng Kliwon. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.