Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Engeline Batuk Darah, Margriet Malah Bawa Kucing ke Dokter

Metro Bali
single-image

Kalista

Kalista di hadapan Ketua Majelis Hakim Edward Harris Sinaga di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 10 Desember 2015.
Denpasar (Metrobali.com)-
Perlakuan sadis Margriet kepada anak angkatnya, Engeline perlahan terus terkuak. Sahabat Margriet, Kalista mengungkap perlakuan janggal Margriet kepada Engeline.

Suatu ketika, Kalista mengaku mendapati Engeline tengah batuk darah. “Waktu itu Engeline batuk darah. Saya suruh keluarkan dahaknya lalu saya lap pakai tisu,” cerita Kalista di hadapan Ketua Majelis Hakim Edward Harris Sinaga di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis 10 Desember 2015.

Pada persidangan pembunuhan Engeline dengan terdakwa Margriet itu ia melanjutkan, kala itu ibu angkat Engeline itu tak terlalu menggubrisnya. Margriet juga tak membawa Engeline ke dokter meski anak angkatnya itu batuk darah. “Waktu saya beritahu Margriet dia bilang, saya ada obat. Bahkan dia menawari saya kalau saya sakit dia ada obat,” katanya.

Sementara itu, selang beberapa lama Margriet mengajak Kalista ke dokter. Bukan untuk memeriksakan Engeline, namun Margriet membawa kucingnya yang tengah kesakitan sedari malam hari karena tengah hamil.

“Kucingnya hamil kesakitan tidak bisa tidur, dibawa ke dokter biaya Rp700 ribu,” terang Kalista.

Tak hanya itu, kala memandikan bocah delapan tahun itu Kalista juga sempat mendapati bagian kelamin Engeline mengalami keputihan. “Bagian kelamin Engeline keputihan. Saya ajari dia cara membersihkannya,” kenang Kalista.

Kalista juga menjelaskan jika tiap kali pergi ke sekolah, baju bocah mungil tersebut tak pernah disetrika. “Saya bilang ke Margriet, anak itu kalau ditanya sebelum lahir belum tentu mau dilahirkan ke dunia. Dia (Margriet) diam saja sambil tertawa,” tuturnya.

Kalista juga mengaku pertama kali Engeline memasuki sekolah taman kanak-kanak ialah yang mengantarkan pergi ke sekolah. “Pertama sekali sekolah waktu TK yang anter saya,” tutup Kalista. RED-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Prof Windia : Subak Pasca-WBD Jangan Korbankan Sawah

Leave a Comment

Your email address will not be published.