Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Empat teroris Surabaya rencanakan bom pos polisi

Metro Bali
single-image
Empat teroris Surabaya rencanakan bom pos polisi

Kadivhumas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar (ANTARA/Wahyu Putro A)
Jakarta (Metrobali.com)-
Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan empat tersangka teroris yang ditangkap di Surabaya merencanakan aksi teror bom dengan target beberapa pos polisi di Surabaya.

“Mereka ingin menyerang negara melalui Kepolisian karena polisi dianggap melakukan kegiatan pemberantasan teror,” kata Irjen Boy, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Boy merinci empat lokasi yang menjadi target aksi teror bom kelompok ini adalah Polres Tanjung Perak Surabaya, Pos Polisi Jalan Darmo, Pos Polisi Jalan Basuki Rahmat dan Pos Polisi Taman Bungkul.

Boy mengatakan empat terduga teroris yang ditangkap di Surabaya, Jawa Timur, pada pekan lalu resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus terorisme.

“Kami sudah tetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya ditahan di Rutan Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat,” katanya.

Keempatnya adalah Priyo Hadi Utomo (PHP), Befri Rahmawan (BR) alias Azis alias Ibnu, Feri Novandi (FN) alias Abu Fahri alias Koceng dan Sali alias Abah (SS).

Priyo, Befri dan Feri ditangkap terlebih dahulu pada Rabu (8/6). PHP ditangkap di Kenjeran, Surabaya. BR ditangkap di Jalan Kalianak, Surabaya. Sementara FN ditangkap di rumahnya yang berada di Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Priyo, Befri dan Feri dijerat dengan Pasal 7 dan Pasal 9 Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Sementara Sali yang ditangkap belakangan dijerat dengan Pasal 7, Pasal 13 huruf B dan C Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

“Sali berperan membuat bahan peledak. Dia juga ikut mengakomodir tempat pembuatan bahan peledak dan mengetahui aksi yang akan dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga :
Bali Butuh Sport TourismĀ 

Boy menyebut bahwa dalam kelompok ini, Priyo memiliki peran utama sebagai pemimpin kelompok dan ahli dalam pembuatan bahan peledak. “Yang merekrut PHP,” katanya.

Sementara Befri berperan mengatur hari pelaksanaan rencana aksi, sebagai penyedia bahan-bahan peledak dan calon eksekutor.

Feri berperan sebagai pembuat rangkaian elektronik menggunakan sensor cahaya. Sumber : Antara

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.