Emiliana Sri Wahjuni Gelar Workshop Ini, Harapkan Lahir Banyak Entrepreneur Tangguh Bangkitkan Perekonomian

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari PSI Emiliana Sri Wahjuni (kiri) bersama narasumber dan peserta workshop “Langkah Jitu Memilih Jenis Usaha Bagi Pemula.”

Denpasar (Metrobali.com)

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni kembali semakin gencar menggulirkan progam-program pemberdayaan masyarakat khususnya membangun semangat juang kewirausahaan di masa pandemi Covid-19.

Kali ini program pemberdayan dilakukan Srikandi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini melalui workshop bertajuk “Langkah Jitu Memilih Jenis Usaha Bagi Pemula.”

Workshop yang diikuti generasi muda (milenial) hingga para ibu-ibu ini menghadirkan pembicara Rudyanto Wibisono yang merupakan pengusaha dan trainer.

Workshop digelar di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Kerta Dalem Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar, Sabtu sore (17/10/2020). Workshop ini sangat cocok bagi pengusa pemula dan bagi yang berencana untuk memulai usaha baru.

Dalam workshop yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan dan keceriaan ini para peserta workshop diajak belajar menentukan tujuan dan menemukan sumber daya yang dapat membantu mencapai tujuan.

“Presiden Jokowi menginginkan masyarakat tidak hanya sekedar menjadi pegawai tetapi Jokowi  menginginkan semakin banyak warga bisa menjadi pengusaha. Karenanya kami ajak anak-anak muda hingga para ibu-ibu belajar menjadi berwirausaha,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Ia juga berharap dan berpesan kepada pengusaha pemula ini agar tidak menyerah dan berputus asa dan jangan terlalu berharap serta menunggu akan adanya lowongan pekerjaan dari pihak pemerintah maupun swasta.

“Di masa pandemi sekarang ini, kita sama-sama saling menguatkan dan sama-sama berjuang. Kita ingin lebih banyak lahir enterpreneur tangguh untuk bersama-sama menghadapi pandemi dan bangkitkan perekonomian,” ungkap Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Baca Juga :
PBNU minta Pilkada 2020 ditunda demi kesehatan rakyat

Namun untuk menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan dibutuhkan skill, modal dan pengetahuan. Karenanya kedatangan narasumber Rudyanto Wibisono yang merupakan seorang yang sudah mempunyai pengalaman dan sudah memiliki skill, pengetahuan dan sudah merasakan bagaimana pengalaman menjadi seorang pengusaha diharapkan mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi peserta workshop.

Dalam kesempatan ini Rudyanto mengatakan kalau berbisnis itu jangan tanggung-tanggung  dan juga mempunyai tujuh habit (kebiasaan) atau sikap sebagai seorang pengusaha.

Yakni harus memiliki hasrat dan tekad, menghargai waktu, menerima kritik, bertanggung jawab, memiliki komitmen, menghormati rekan, penampilan dan lainnya.

Ia menambahkan di masa pandemi Covid-19 ini peluang usaha atau bisnis kuliner sangat terbuka lebar.  Tidak perlu harus punya tempat fisiknya berupa restoran, rumah makan atau warung, melainkan bisa dipasarkan/dijual secara online lewat berbagai platform yang ada baik di media sosial (seperti Instagram dan Facebook) hingga di Go-Food.

“Tapi harus punya tujuan yang jelas dan tahu tahapan-tahapannya mau kemana. Para pengusaha pemula tidak bisa berkembang karena tidak punya tujuan yang jelas. Buat rencana-rencana jangka pendek dan pastikan rencana tersebut dikejar,” ujar Rudyanto.

Rudyanto juga membuka mindset para enterpreneur (wirausaha) pemula ini agar juga memperhatikan aspek branding usahanya hingga dari sisi legalitas usaha.

Terlebih peserta yang hadir dalam workshop ini memang berasal dari pelaku UMKM seperti gerai sosis, toko madu dan pengelohan ayam yang berkeinginan juga untuk membuka franchise.

Terkait dengan hal ini Rudyanto menegaskan dalam berbisnis seperti kuliner yang bakal diproyeksikan masuk waralaba (franchise) memang harus mempunyai perizinan dan juga terdaftar di BPOM.

“Jadi bukan hanya sekedar membuka usaha namun tidak tahu akan metode serta mekanisme untuk membuka usaha tersebut,” ujar Rudyanto yang juga founder cek.keuanganku.com, Mega Cahaya Grup (distributor alat-alat listrik dan importir produk dari China), dan De Image Printing.

Baca Juga :
Survei Capres : ''Tampang'' dan ''Tajir'' Bukan Pilihan

Rudyanto juga mengingatkan jangan hanya berjualan di zona yang nyaman tetapi carilah konsumen baru ke tempat-tempat baru atau dengan kata lain harus memperluas jaringan pasar/konsumen dan menggarap segmen pasar baru. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.