Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Emiliana Sri Wahjuni Bekali Ibu-Ibu Ilmu Bangun Usaha Kuliner Dari Nol, Jaga Ketahanan Ekonomi Keluarga Saat Pandemi

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni bersama pengusaha dan trainer Rudyanto Wibisono serta ibu-ibu dalam sharing edukasi “Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol.”

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni menginspirasi dan mengedukasi para ibu-ibu agar menjadi pilar menjaga ketahanan ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Caranya dengan menjadi kreatif, memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk membuka usaha misalnya di sektor kuliner yang bisa dipasarkan secara online lewat berbagai platform yang ada baik di media sosial (seperti Instagram dan Facebook) hingga di Go-Food.

Emiliana Sri Wahjuni pun berbagi ilmu bagaimana mendirikan usaha dan mengelola usaha kuliner dengan menghadirkan pembicara yang merupakan pengusaha dan trainer yakni Rudyanto Wibisono dengan tema “Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol.”

Sharing dan pemberdayaan ibu-ibu ini digelar di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Kerta Dalem Mansion, Desa Sidakarya, Denpasar, Sabtu sore (20/6/2020).

“Selama pandemi Covid-19 saya ajak warga menjaga ketahanan pangan, sekarang saya ajak ibu-ibu bagaimana ikut menjaga ketahanan ekonomi keluarga,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini memberikan motivasi dan memberdayakan para ibu-ibu agar mampu menjaga ketahanan ekonomi keluarga dengan belajar mendirikan usaha walupun skala kecil, rumahan atau UMKM seperti usaha kuliner.

“Banyak yang mengeluh tidak punya penghasilan, kehilangan pekerjaan tapi saya ajak ibu-ibu kembangkan skill, buat usaha, bisnis, dan saya datangkan ahlinya untuk mengajarkan bagaimana memulai usaha dari nol,” ujar Emiliana Sri Wahjuni.

Kenapa yang disasar para ibu-ibu? Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini mengungkapkan ibu-ibu ibaratnya tiang keluarga, tiang bangsa dan juga bisa mengajarkan anak-anaknya menjadi kreatif menyikapi pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga :
Menpora Tinjau Latihan Paskibraka

“Ibu-ibu bisa jadi pilar ekonomi keluarga. Kalau ketahanan ekonomi keluarga kuat maka ketahanan Nasional ekonomi kota juga akan kuat menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Emiliana Sri Wahjuni.

Banyak yang ibu-ibu bisa pelajari di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni ini mengenai bagaimana membangun usaha dari nol. Seperti bagaimana sikap (attitude) dan pola pikir (mindset) yang tetap.

Lalu wajib konsisten, fokus pada usaha yang dirintis. Jangan jualan Senin Kamis. Kembangkan usaha pakai media sosial dengan benar.

“Kunci suksesnya ibu-ibu harus jadi pekerja keras dan gigih serta harus mau terus belajar dan mengembangkan diri. Saya akan support mereka agar tetap kreatif,” tandas Emiliana Sri Wahjuni.

Pengusaha dan trainer  Rudyanto Wibisono mengungkapkan di masa pandemi Covid-19 ini peluang usaha atau bisnis kuliner sangat terbuka lebar.

Tidak perlu harus punya tempat fisiknya berupa restoran, rumah makan atau warung, melainkan bisa dipasarkan/dijual secara online lewat berbagai platform yang ada baik di media sosial (seperti Instagram dan Facebook) hingga di Go-Food.

“Tapi harus punya tujuan yang jelas dan tahu tahapan-tahapannya mau kemana. Para pengusaha pemula tidak bisa berkembang karena tidak punya tujuan yang jelas. Buat rencana-rencana jangka pendek dan pastikan rencana tersebut dikejar,” ujar Rudyanto yang juga founder cek.keuanganku.com, Mega Cahaya Grup (distributor alat-alat listrik dan importir produk dari China), dan De Image Printing.

Bergerak di usaha kuliner tidak hanya harus mampu menciptakan makanan/kuliner yang enak tapi juga bagaimana pengemasan dan tampilannya saat dipromosikan atau dipasarkan di media sosial.

Penting pelaku usaha kuliner membuat postingan gambar produk kuliner agar menarik para netizen atau calon pembeli/pelanggan. Jadi kuncinya perlu memahami teknik mengambil foto makanan agar menarik dan juga menggugah selera.

Baca Juga :
Koster Siap Realisasikan Wantilan di Pantai Padanggalak

“Apapun pekerjaannya harus all out, termasuk di bisnis kuliner. Jadi foto dan postingan produk jangan asal-asalan. Teknik pemasaran dan branding di Instagram juga harus dipelajari betul,” ungkap Rudyanto yang juga owner Rafs Kitchen (kuliner babi bakar, dan rice bowl) ini.

Terkait hal ini, dalam kesempatan sharing di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni ini, Rudyanto juga langsung berbagi tips praktis dan mengajarkan pada ibu-ibu yang hadir bagaimana mengambil foto makanan agar menarik dan bagus untuk diposting di Instagram. (dan)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.