Emiliana Sri Wahjuni Bagikan Masker Dukung Aksi Donor Darah Yayasan Cahaya Bintang Timur

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni membagikan masker dalam aksi donor darah, Minggu (26/7/2020).

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Emiliana Sri Wahjuni terus bergerak menunjukkan solidaritas membantu pemerintah dan masyarakat menangani berbagai dampak pandemi Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Kali ini Minggu (26/7/2020) Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini ikut mendukung aksi kemanusiaan donor darah yang digelar di Yayasan Cahaya Bintang Timur, Jalan Raya Sesetan No. 221 ABC, Denpasar.

Dalam kesempatan ini Emiliana Sri Wahjuni membagikan masker kepada warga yang ikut donor darah sambil tetap mengedukasi warga agar menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ian pun mengapresiasi pihak yayasan dan warga yang mendukung ketersediaan darah meringankan beban PMI (Palang Merah Indonesia) untuk menjaga pasokan darah saat pandemi Covid-19.

“PMI butuh darah banyak. Saat pandemi jika kita tidak bisa berbagi uang, sembako atau materi lainnya, mari kita berbagi dengan donor darah,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Aksi kemanusiaan donor darah di Yayasan Bintang Timur ini digelar dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan.

Srikandi DPRD Kota Denpasar ini juga mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat jangan takut donor darah sepanjang mengutamakan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Anggota DPRD Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari PSI ini mengungkapkan dirinya bersama kader-kader PSI akan terus terus merawat solidaritas dan mempertebal rasa kemanusiaan, simpati dan empati membantu meringankan beban masyarakat dan membantu berbagai kebutuhan masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga :
Sambut HUT RI ke-74 dan Hari Jadi ke-58 : ST. EDC Yangbatu Kauh Tanam Pohon Kelapa Upakara

Salah satunya dengan membantu menjaga ketersediaan stok darah dimana saat masa pandemi Covid-19 mobilitas warga untuk melakukan donor darah juga terhambat dan ada kekhawatiran mereka berpotensi terpapar atau tertular Covid-19.

Karenanya dalam waktu dekat ia akan menggelar donor darah di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Kerta Dalem Mansion, Sidakarya, Denpasar Selatan.

“Setetes darah kita sangat berarti bagi yang membutuhkan. Apalagi dalam pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain ini.

Emiliana Sri Wahjuni juga mengajak masyarakat mengedepankan hidup sehat sebagai benteng menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya donor darah ini sebagai bagian untuk menjaga kesehatan tubuh dengan menjaga peredaran darah menjadi lebih lancar dan organ tubuh jadi lebih sehat.

“Kalau kita rajin donor darah itu jadi bagian pola hidup sehat. Apalagi donor darah dapat sembako, vitamin, snack dari PMI,” ujarnya.

Ia pun berharap aksi kemanusiaan donor darah darah bisa digelar oleh berbagai pihak berkelanjutan sesuai kebutuhan dan situasi stok darah di Bali.

Ada sejumlah kriteria bagi calon pendonor darah. Pertama, sebelumnya harus tidur minimal 6 jam. Kurang dari itu tidak diperbolehkan donor. Kedua, berat badan minimal 55 kg dengan tanpa batasan maksimal.

Ketiga, tensi atau tekanan darah jangan lebih tinggi dari 160/100 atau minimal 110/70. Ini agar calon pendonor benar-benar fit.

Selanjutnya Hb (hemoglobin) atau kekentalan darah minimal 12,5 g/dl. Tidak sedang minum obat dan kondisi harus fit dan selama 6 bulan terakhir tidak sedang menderita penyakit berat.
Tidak boleh juga donor darah ketika baru selesai vaksinasi.

Baca Juga :
Kodam Terima Calon Perwira Prajurit Karier (PA PK) TNI Tenaga Kesehatan

Untuk wanita yang sedang menstruasi, hamil atau menyusui tidak diperkenankan donor darah. Jeda waktu donor kalau laki-laki dua bulan, wanita minimal tiga bulan. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.