Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dukung Bali United Go Public, Rai Wirajaya Harapkan Bali Jadi Kiblat Sepak Bola Asia

Metro Bali
single-image

Foto: Anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E.,M.M., mendukung Bali United go public.

Denpasar (Metrobali.com)-

Langkah manajemen Bali United untuk menjadikan klub sepak bola ini go public atau melantai di bursa saham didukung dan diapresiasi banyak kalangan. Salah satunya Anggota DPR RI dapil Bali periode 2014-2019, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E.,M.M.

“Bali United ini go public sangat bagus. Ini bisa mendorong menjadi klub sepak bola profesional dan munculnya generasi atltet sepak bola andal dari Bali,” kata Rai Wirajaya di Denpasar, Senin (13/5/2019).

Rai Wirajaya yang kini masih duduk Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan ini mengaku bangga Bali punya klub yang mampu melantai di bursa saham.

Bahkan Bali United yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar ini menjadi klub pertama di Asia Tenggara dan kedua di Asia yang go public, serta tentunya yang pertama di Indonesia.

Dengan adanya klub sepak bola go public ini, politisi PDI Perjuangan yang kembali terpilih keempat kalinya DPR RI pada Pileg 2019 ini setelah mengantongi 103.947 suara ini berharap agar Bali bisa jadi kiblat sepak bola nasional dan internasional khususnya di Asia.

Terlebih nama Bali sudah terkenal ke dunia internasional sebagai destinasi pariwisata kelas dunia. Maka ini modal dasar untuk juga lebih memperkenalkan sepak bola Bali.

“Jangan sampai sepak bola Bali posisinya underdog terus. Kita harus membawa sepak bola Bali ke dunia internasional. Kalau tidak di era sekarang kapan lagi. Sebab sepak bola ini adalah sebuah prestise dan mampu mengangkat nama daerah,” imbuh Rai Wirajaya.

Bangkitkan Industri Sepak Bola Indonesia

Baca Juga :
Tidak "Permisi", Pembangunan Rumah Dihentikan Warga

Ia pun menilai langkah Bali United go public menjadi momentum untuk membangkitkan industri sepak bola di tanah air. Sebab “industri olahraga sejuta umat” ini harus mulai mengarah ke profesional.

“Salah satunya bisa dengan klub sepak bola mulai go public. Makin cepat makin bagus. Ini agar manajemennya juga bisa diawasi oleh masyarakat banyak. Termasuk ada motivasi lebih kuat semua stakeholder memajukan sepak bola,” kata Anggota DPR RI yang telah tiga periode mengabdi untuk Bali (periode 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019).

Pihak pengelola atau manajemen klub sepak bola apalagi yang sudah melantai di bursa saham diharapkan harus profesional. Sebab banyak yang bisa ikut mengawasi baik pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) termasuk juga para pemegang saham dan publik secara umum.

“Pengelolaannya harus tertib dan disiplin sesuai standar pengelolaan perusahaan yang go public,” tandas politisi PDI Perjuangan asal Peguyangan, Denpasar ini.

Selain itu banyak manfaat juga bisa diperoleh Bali United dengan go public. Seperti meningkatkan image atau citra klub, meningkatkan valuasi atau nilai perusahaan.

Lalu manajemen klub bisa mendapatkan tambahan dana segar untuk berbagai pengembangan baik dari sisi bisnis maupun fasilitas termasuk untuk belanja pemain bintang.

IPO Bali United Rp 155 hingga Rp175 per Lembar Saham

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (”Perseroan”), perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepakbola profesional Liga 1 Indonesia ”Bali United”, siap untuk melepas sebanyak-banyaknya 2 miliar Iembar saham atau 33, 33% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum Perdana Saham (IPO).

Kisaran harga penawaran pada IPO ini antara Rp155 hingga Rp175 per saham. Rencana Perseroan tersebut juga menandai pertama kalinya sebuah klub sepak bola go public di Asia Tenggara.

Baca Juga :
Astaga..!! Tiga Wanita ini ''Dijual'' di Kafe Jln.Danau Poso

Menurut CEO Bali United Yabes Tanuri, Perseroan telah menunjuk PT Buana Capital Sekuritas (terafiliasi) dan PT Kresna Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam IPO ini.

Perseroan berencana untuk menggunakan sekitar 19,1% dari hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure), sekitar 20,4% untuk memperkuat struktur permodalan kepada Entitas Anak, dan 60,5% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.