Dua pelarian China tersangka korupsi pulang untuk menghadapi dakwaan

Metro Bali
single-image
Map China

China, map (worldmap.com)
Beijing (Metrobali.com)-
Dua warga China, yang lari ke luar negeri setelah dicurigai melakukan korupsi, pulang ke negerinya untuk menghadapi dakwaan, kata lembaga pemantau anti-korupsi China, Jumat (17/7).

Tersangka itu ditangkap melalui kampanye pembersihan oleh pemimpin negeri tersebut, yang bertekat memberantas korupsi dan suap, lapor Reuters.

Salah seorang tersangka itu adalah Zhu Haiping, manajer umum pada industri Shenzhen Yuwei, yang lari ke Amerika Serikat pada 1998 setelah dicurigai melakukan penipuan, kata Komisi Pusat untuk Penegakan Disiplin (CCDI).

Tersangka kedua adalah Guo Liaowu, wakil manajer perusahaan Wuhan, yang membuat besi dan baja, yang lari ke Australia pada 2010 setelah dicurigai melakukan penyuapan, kata komisi tersebut.

“Keduanya memilih untuk pulang secara sukarela,” katanya.

Seorang juru bicara bagi Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, mengatakan bahwa menteri dan kementerian mengetahui bahwa Guo pulang dari Australia ke China.

China bertekad mengejar pelarian ke luar negeri melalui operasi dengan sandi “Serigala Pemburu” guna menangkap pejabat dan pebisnis korup serta aset-aset mereka.

Negeri itu juga mengejar kerjasama ekstradisi dengan sejumlah negara namun negara Barat menampakkan keengganan untuk membantu karena tidak ingin mengirim orang ke negara yang menurut kelompok penyeru Hak Asasi Manusia, dikhawatirkan perlakuannya terhadap tersangka.

CCDI menyatakan lebih dari 381 tersangka telah dipulangkan dari 40 negara.

Tahun lalu China mendesak Amerika Serikat untuk memelai perundingan kerjasama ekstradisi, sesuatu yang enggan dilakukan AS. Sumber : Antara

Bagikan :
Baca Juga :
Telkomsel Hadirkan Kolaborasi Lintas Industri di Gelaran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published.