Diterjang Ombak, Satu Rumah di Pesisir Gilimanuk Hancur

Metro Bali
single-image

Salah satu kawasan di pantai Jineng Agung yang rusak Akibat diterjang ombak

Jembrana (Metrobali.com)-

Ombak besar terjadi, Sabtu (14/6) di kawasan pesisir pantai Gilimanuk. Akibatnya rumah milik Ketut Jejet (51) warga yang tinggal di lingkungan Jineng Agung Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya, porak poranda.  

Selain memporakporandakan rumah warga, ombak dengan ketinggian 3 meter yang terjadi sekitar pukul 09.00 hingga pukul 13.00 Wita ini, juga menghancurkan kandang babi dan tembok penyengker rumah warga.

Ditemui, Sabtu (14/6), Jejet mengaku baru kali ini melihat ombak dengan ketinggian lebih dari 3 meter. “Saya sudah 26 tahun tinggal disini (di Jineng Agung), ombaknya paling tinggi 1 meter. Tapi tadi ombaknya sangat besar” terangnya.

Menurutnya puncaknya sekitar pukul 09.00, karena air laut naik hingga ke halaman rumahnya. Sehingga di bagian belakang rumahnya jebol dan hancur. Ombak besar juga menghancurkan tembok penyengker rumah milik Ibu Komang Gigi (80). Selain itu juga merusak pos kambling dan kandang babi milik Kadek Sutama.

“Sejak tahun 2000, ombak besar memang sering terjadi, biasanya di bulan Juni sampai Agustus. tapi biasanya tidak mencapai 3 meter. Yang tadi siang itu paling besar” ujar Ketua RT 06 Lingkungan Jineng Agung, Made Supandi.

Menurutnya sedikitnya terdapat 14 rumah di RT 06 yang rawan terkena abrasi akibat ombak besar, belum lagi di RT 07. Ia perkirakan di RT 07 terdapat 15 rumah rawan terkena abrasi. Tahun 2001 lalu masyarakat pernah memasang buis bantuan, namun tidak mampu menahan gempuran ombak. 
Lurah Gilimanuk Gede Ngurah Widiada saat dikonfirmasi mengaku sudah bersurat ke Bupati dan Dinas PU terkait abrasi di wilayahnya ini. “Jika tidak segera ditanggulangi kami khawatir belasan rumah akan terancam abrasi” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PU Pemkab Jembrana IGP Mertadana dikonfirmasi lewat telephon mengaku tidak memiliki kewenangan, namun pihaknya sudah mengusulkan penanganan abrasi pantai di Gilimanuk tersebut. “Kami sudah usulkan termasuk mengirim data dan photo dampak abrasi. Mudah-mudahan tahun depan bisa ditangani. Tahun ini baru pantai Cupel dan Baluk Rening yang ditangani” pungkasnya. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Presiden Jokowi serahkan sapi kurban seberat 1 Ton ke Masjid Istiqlal

Leave a Comment

Your email address will not be published.