Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Dipicu Masalah Ekonomi, Warga Banjar Bangli Nekat Minum Air Aki

Metro Bali
single-image
Dipicu Masalah Ekonomi, Warga Banjar Bangli Nekat Minum Air Aki
Jembrana (Metrobali.com)
Seorang warga Banjar Bangli, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Wayan Satra (38) nekat mengakhiri hudupnya dengan minum air aki. Aksi nekat korban diduga dipicu masalah ekonomi.
Dari informasi istri korban Ni Kadek Putri (39) pada Sabtu (21/9) sekitar pukul  23.00 Wita melihat korban membawa gelas plastik warna orange masuk ke kamar tidur. Karena mencurigakan istri korban kemudian menanyakannya, yang dijawab korban bahwa yang dibawanya itu air minum.
Tidak berselang lama saat istri korban menidurkan anaknya di kamar tidur, ia mendengar suara barang jatuh dari kamar sebelah. Ketika dilihat korban yang mengenakan celana panjang trening biru sudah dalam keadaan terlentang dilantai dengan posisi kepala disebelah selatan dan kaki di sebelah utara, namun masih bernafas.
Mendapati korban dalam kondisi lemas, istri korban berteriak minta tolong dengan memanggil Ketut Agus Kanten (43) dan Ketut Murta (44), kakak korban. Dibantu tetangga lainnya korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pekutatan, yang kemudian dirujuk ke RSU Negara namun nyawa korban tidak tertolong.
Korban meninggal dunia di RSU Negara pada hari Minggu (22/9) sekitar pukul 05.00 Wita karena mengalami kerusakan pada lambung. Korban juga sempat mengalami muntah darah.
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita seizin Kapolres Jembrana, Minggu (22/9) membenarkan kejadian tersebut dan pihaknya sudah melakukan olah TKP dengan menurunkan tim INAFIS Polres Jembrana.
“Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan pada tubuh korban yang memiliki tinggi sekitar 155 centimeter ini” ujarnya.
Namun sambungnya, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti seperti sebuah obeng warna hitam, sebuah gelas plastik warna orange berisi sisa bekas cairan dan sebuah aki sepeda motor yang airnya sebagian sudah berkurang serta dua buah botol air mineral kosong beraroma Bensin.
“Masih kami dalami. Dari keterangan saksi katanya masalah ekonomi. Jasad korban sudah di rumah duka” ujar Yogie. (Komang Tole).
Bagikan :
Baca Juga :
Relawan Banten Untuk Prabowo-Hatta Dideklarasikan

Leave a Comment

Your email address will not be published.