Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Di Jembrana Krisis Air Bersih Meluas

Metro Bali
single-image

Krisis air bersih di Kabupaten Jembrana semakin meluas. Nampak masyarakat Jembrana antre mendapatkan air bersih

Jembrana (Metrobali.com)-

Krisis air bersih di Kabupaten Jembrana semakin meluas. Kini kondisi serupa dialami warga Dusun Kombading Desa Pemgambengan, Kecamatan Negara. Kondisi ini sudah terjadi sejak sepekan belakangan.

Sebelumnya krisis air bersih juga dialami warga Pancardawa Kelurahan Pendem Kecamatan Jembrana, Desa Berangbang Kecamatan Negara dan Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo.

Selama ini ratusan warga Kombading Desa Pengambengan mendapat pasokan air bersih dari PDAM. Namun lantaran kemarau panjang, debit air yang mengalir semakin kecil.

Kondisi ini membuat ratusan KK yang tinggal di permukiman Dusun Kombading tidak bisa beraktivitas sehari-hari seperti mandi dan cuci. Kalaupun ada warga yang menggunakan air sumur, namun air yang keluar terasa asin karena dekat dengan muara Pantai Perancak.

“Ini sudah seminggu. Ini yang terparah. Air tidak keluar sama sekali” ujar Siti Qomariah (40) salah seorang warga Kombading, Desa Pengambengan ditemui saat nengantre air bersih, Senin (9/9).

Krisis air bersih menurutnya hampir terjadi setiap tahun. Kendati siang hari mati, namun pada malam hari air keluar meskipun kecil.

Untuk mendapatkan air bersih selain meminta dengan tetangga atau kerabat yang lokasi rumahnya lebih rendah, beberapa warga lainnya terpaksa membeli air galon sehari-hari. Bahkan mereka harus rela mengantre agar bisa mendapatkan air bersih yang dipasok BPBD Jembrana.

“Hari ini kita pasok satu tangki air bersih, ternyata kurang. Satu tangki masih dalam perjapanan. Ini yang pertama” ujar Noval, salah satu petugas BPBD Kabupaten Jembrana.

Kepala Kewilayahan Dusun Kombading, Desa Pengambengan, Mutamaqin membenarkan sebagian besar warganya mengalami krisis air sejak sepekan lalu.

Baca Juga :
Polresta Denpasar Amankan Pencoblosan Ulang

“Kami sudah mengajukan permohonan melalui Pj Perbekel untuk mendapatkan bantuan distribusi air. Yang terparah di RT 2 dan RT 4. Mungkin ada sekitar 200 KK. Ini juga karena kekeringan” tandasnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, BPBD Jembrana telah mendistribusikan 17 tangki air bersih atau 85.000 liter keempat wilayah yang mengalami krisis air bersih diantaranya Banjar Pancardawa, Kelurahan Pendem, Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo dan Dusun Kombading, Desa Pengambengan. (Komang Tole)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.