Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Desa Pekraman/Adat Keramas Desak Pencabutan Perpres 51/2014

Metro Bali
single-image
 Mendirikan  Baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Foto Desa Pekraman Keramas Tolak Reklamasi (1)
Usai melakukan pemasangan baliho di 3 titik di Wilayah Desa Pekraman/Adat Keramas warga yang terlibat di dalam pemasangan Baliho berfoto bersama di depan Baliho tersebut./MB

Gianyar  (Metrobali.com)-

Penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa oleh desat adat di Bali terus meluas. Kali ini Desa Pekraman Keramas, Gianyar mendirikan baliho penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil paruman (rapat) di Desa Pekraman/Adat yang dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2016 di wantilan Pura Desa Keramas yang dihadiri oleh bendesa, 6 kelian banjar di wewidangan desa pekraman Keramas, serta utusan dari banjar.

Gede Supartha dari Komunitas Peduli Keramas menjelaskan, “paruman tersebut menghasilkan sikap bahwa Desa Pekraman Keramas menolak reklamasi Teluk Benoa, dan akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi lagi ke banjar-banjar di Desa Pekraman Keramas. Pemasangan baliho hari ini juga merupakan bagian dari sosialisasi” paparnya. Sikap Desa Pekraman/Adat Keramas terungkap jelas di dalam baliho berukuran sekitar 3 x 4 meter tersebut. “Desa Pekraman Keramas, Tolak Reklamasi Berkedok Revitalisasi Teluk Benoa, Batalkan Perpres No. 51 Tahun 2014” begitu tertulis di baliho yang dipasang di Desa Pekraman/Adat Keramas.

Foto Desa Pekraman Keramas Tolak Reklamasi (2)

Pemasangan baliho tolak reklamasi tersebut, oleh warga Desa Pekraman/Adat Keramas baliho dipasang di 3 titik berbeda di wilayah Desa Pekraman/Adat Keramas. “Pemasangan baliho akan dilakukan di tiga titik masuk desa Keramas. Yang pertama akan dipasang di ujung jalan kurusetra, kedua di ujung jalan slukat dan satu lagi di jalan menuju pantai Keramas,” imbuhnya.

Desa Pekraman/Adat Keramas merupakan salah satu Desa Pekraman/Adat di Kabupaten Gianyar yang berhadapan langsung dengan laut. Pantai di sepanjang Desa Pekraman/Adat Keramas juga merupakan pantai yang menjadi korban dari reklamasi Pulau Serangan. menurut Gede Supartha hal tersebutlah menjadi alasan mendasar Desa Pekraman/Adat Keramas menolak reklamasi Teluk Benoa. Selain menghindari terjadinya dampak negatif, penolakan reklamasi tersebut juga merupakan bentuk solidaritas terhadap Desa Pekraman/Adat yang lain utamanya yang berhadapan langsung dengan Teluk Benoa dan Desa Pekraman/Adat yang telah menolak reklamasi Teluk Benoa.

Baca Juga :
Sidarto Resmi Jadi Ketua MPR

Foto Desa Pekraman Keramas Tolak Reklamasi (3)

“Penolakan reklamasi Teluk Benoa karena Desa Pekraman Keramas merupakan salah satu desa yang merasakan dampak dari reklamasi Pulau Serangan yang mana akibat reklamasi tersebut Pantai Keramas mengalami abrasi. Selain itu, Desa Pekraman Keramas juga ingin bersolidaritas dan bergerak bersama Pasubayan Desa Pekraman sebagai bentuk dari pasidhikaran” ujarnya.

Usai melakukan pemasangan baliho di 3 titik di Wilayah Desa Pekraman/Adat Keramas warga yang terlibat di dalam pemasangan Baliho berfoto bersama di depan Baliho tersebut. RED-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.