Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Denpasar Horticulture Festival, Media Edukasi Pertanian Perkotaan

Metro Bali
single-image

Denpasar Horticulture Festival (23)

Denpasar (Metrobali.com)-

Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kembali menggelar Denpasar Holticulture Festival. Event tahun ini resmi dibuka Wakil Walikota I GN Jaya Negara bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, serta dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Rabu (10/12) di Taman Kota Lumintang. Festival Horticulture yang berlangsung selama 4 hari dari 10-14 Desember mendatang dengan berbagai kegiatan pameran pertanian perkotaan hidroponik, pasar murah dalam rangka menyambut hari suci Galungan dan Kuningan yang bekerjasama dengn TP PKK Kota Denpasar. Serta dimeriahkan dengan lomba merangkai bunga yang diikuti para penyandang disabilitas Tuna Rungu, tingkat profesional, hingga tingkat pemula yang diikuti siswa SMA/SMK dan Ibu-ibu PKK di Empat Kecamatan di Kota Denpasar.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Gede Ambara mengatakan kegiatan Denpasar Horticultura festival ini dilaksanakan tidak saja sebagai sekedar Festival namun mampu menjadi edukasi kepada masyarakat tentang pertanian perkotaan. Ini juga sesuai harapan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara yang mengharapkan setiap event dapat menjadi sebuh edukasi yang bermuara pada ekonomi kreatif. Disamping itu profesi pertanian saat ini sangat jarang diminati generasi muda, sehingga event ini diharapkan mampu memberikan pendidikan tentang pertanian perkotaan yang saat ini sering dikenal dengan hidroponik dengan media tanam yang tidak membutuhkan ruang yang cukup luas. “Pertanian yang terkesan jorok, namun melalui event ini mampu meningkatkan minat para generasi muda untuk bertani hidroponik yakni pertanian perkotaan dari teori hingga cara membuat,” ujar Ambara.  Disamping pameran produk pertanian pihaknya juga menggelar pasar murah dalam rangka Galungan dan Kuningan serta lomba merangkai bunga dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif. Apalagi Denpasar sebagai daerah pariwisata dengan permintaan rangkaian bunga yang cukup besar, sehingga melalui lomba ini dapat meningkatan minat generasi muda untuk berusaha dalam bidang horticulture. Lomba merangkai bunga yang melibatkan tim juri Nasional yakni Mr. Gunter Weber, Indra Yulika, dan Teresa Maria Ineke Turangan, tidak saja diikuti oleh kelas profesional yakni pengusaha hotel, dan florist, namun juga melibatkan peserta penyandang disabilitas Tuna Rungu. Dengan menggunakan media bunga lokal dalam perlombaan ini mengaharapkan bunga lokal mampu berbicara ditingkat nasional maupun internasional. “jika sudah dirangkai dengan baik bunga lokal memiliki nilai keindahan yang luar biasa, sehingga program merangkai bunga ini telah memiliki sekolah yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar,” ujar Ambara. 

Dalam lomba merangkai bunga keluar sebagai Juara I untuk tingkat pemula I Gede Ketut Purwadi, untuk tingkat penyandang disabilitas Tuna Rungu Juara I diraih A.A Sunitri, dan Tingkat Profesional diraih I Nengah Suda. RED-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Tabir surya ternyata juga diperlukan saat naik pesawat

Leave a Comment

Your email address will not be published.