Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Denpasar Alami Inflasi Lebih Rendah Dari Pada Nasional

Metro Bali
single-image

panusunan siregar 1

Denpasar (Metrobali.com)-

Kota Denpasar, Bali, mengalami inflasi sebesar 0,21 persen pada bulan September 2014, atau lebih rendah daripada inflasi rata-rata nasional dalam kurun waktu yang sama hanya tercatat 0,27 persen.

“Tingkat inflasi tahun kelender September 2014 sebesar 3,59 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun, yakni September 2014 terhadap September 2013, sebesar 4,14 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Rabu (1/10).

Ia mengatakan bahwa inflasi tersebut dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 111,65. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks lima kelompok pengeluaran.

Kelima kelompok pengeluaran tersebut terdiri atas kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,96 persen; kelompok kesehatan 0,29 persen; sandang 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,14 persen.

Panasunan Siregar menambahkan bahwa kenaikan tersebut juga menyangkut kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,03 persen.

Dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi yang meliputi kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,37 persen dan kelompok bahan makanan 0,09 persen.

Panasunan Siregar menjelaskan komponen inti pada bulan September 2014 mengalami inflasi sebesar 0,08 persen, komponen administrasi inflasi 0,15 persen, dan komponen volatile deflasi 0,02 persen.

Komiditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan September 2014, antara lain tarif listrik, bahan bakar rumah tangga, daging ayam ras, dan cabai merah.

Komoditas yang mengalami penurunan harga meliputi bawang merah, beras, minyak goreng, dan tarif angkutan udara.

Dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei 64 kota mengalami inflasi dan 18 kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,29 persen dan terendah di Gorontalo 0,03 persen.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi Tual 0,89 persen dan deflasi terendah di Kudus dan Manado masing-masing 0,03 persen.

Jika diurut dari inflasi tertinggi, Denpasar berada pada urutan ke-47 dari 64 kota yang mengalami inflasi, ujar Panasunan Siregar. AN-MBĀ 

Bagikan :
Baca Juga :
Bantu Promosi dan Pemasaran, FPPI Kota Denpasar Pamerkan Produk Unggulan UKM di Hong Kong

Leave a Comment

Your email address will not be published.