Demokrat Berikan Sinyal Gabung PDIP

Metro Bali
single-image
MUDARTA 1
Ketua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta
Denpasar, (Metrobali.com)-
Partai Demokrat Bali sampai saat ini masih belum menentukan arah untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali. Walaupun pada Pilgub 2013 lalu Partai Demokrat sukses mengusung Pasangan Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pastikerta) dengan Koalisi Mandara (KBM) bersama Partai Golkar, namun hal itu bukan jaminan mendukung Sudikerta Gubernur Bali (SGB).
Saat dikonfirmasi, Ketua DPD I Partai Demokrat Bali Made Mudarta menyatakan siap berkoalisi dengan partai manapun. Termasuk menjalin koalisi dengan “seterunya” ditingkat nasional yakni PDIP. “Kami cair kalau soal komunikasi dengan partai politik. Demokrat itu berkomunikasi dengan PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, dan partai politik lainnya. Jadi, masih terbuka,” ujar Mudarta, Rabu (12/04/2017).
Bukan hanya itu, dirinya mengaku juga intens melakukan komunikasi dengan DPP Partai Demokrat terkait penjajakan dengan partai politik yang ada. Termasuk komunikasi politik dengan PDIP. Sehingga, DPP mengetahui alasan dibalik terjalinnya koalisi, bagaimana opsi dan formatnya kedepan. “Kami intens melakukan komunikasi,” katanya.
Menurutnya, peluang untuk berkoalisi demgan PDIP sangat besar di Bali. Hal ini dikarenakan, sampai saat ini DPP Partai Demokrat di Jakarta belum menentukan sikap ataupun menurunkan rekomendasi untuk di Pilgub Bali 2018 mendatang. “Sepanjang belum turun rekomendasi, jadi kami masih cair dengan siapa pun dan partai manapun. Namanya politik kan dinamis. Terkadang, rekomendasi turun pun masih bisa batal,” terang pria asal Jembrana ini.
Begitu juga soal survey internal, Partai Demokrat Bali juga memasukkan nama Ketua DPD PDIP Bali yang juga bakal calon Gubernur Bali Wayan Koster. Selain Koster, ada beberapa nama bakal calon lainnya yang juga diinventasir. Akan tetapi, Partai Besutan SBY ini tetap memprioritaskan kader sendiri. “Namanya sudah muncul, ada Pak Koster, SGB, Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPR RI Gede Sumarjaya Linggih (Demer), Wisnu Bawa Tenaya (WBT), Ketut Rochineng, Arya Wedakarna (AWK), Gede Pasek Suardika (GPS), dan Sekda Provinsi Bali Cokorda Pemayun, Ketua DPD Gerindra Ida Bagus Putu Sukarta. Kalau diinternal sendiri itu ada saya sendiri, Pak Gede Widiade (Pak Oles). Tentu kader prioritas,” paparnya.
Nantinya, nama-nama yang telah diinventarisir tersebut akan dipasang-pasangkan melalui simulasi Pasangan calon. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat elektabilitas sebelum menentukan dukungan. Ditargetkan, hasil survey akan keluar pada tanggal 20 Mei 2017 mendatang yang kemudian akan diserahkan ke DPP. “Ini untuk memperkuat argumentasi ke DPP,koalisi dengan partai mana, pasangan mana yang akan didukung. Pusat kan juga melihat itu,” pungkasnya. HER-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Siwaratri, Candra Kupas Kepemimpinan Hindu

Leave a Comment

Your email address will not be published.