Debat Capres dan Upaya Memahami Kualitas Pemimpin

Metro Bali
single-image

debat capres5

Jakarta (Metrobali.com)-

Seperti pada penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden 2004 dan 2009, pada Pilpres 2014 ini juga diwarnai dengan acara debat calon presiden dan wakil presiden yang ditayangkan stasiun televisi nasional dan menarik perhatian jutaan masyarakat Indonesia menyaksikannya.

Senin (9/6) malam merupakan debat calon presiden dan calon wakil presiden pertama dari lima sesi yang direncanakan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mempersiapkan pelaksanaan debat sebanyak lima kali. Metode pelaksanaan debat awalnya disusun berurutan mulai dari debat antar-capres, antar-cawapres, antar-capres, antar-cawapres baru kemudian antar-pasangan.

Setelah berdiskusi dengan tim kampanye dari masing-masing pasangan calon, akhirnya disepakati pelaksanaan debat dilakukan mulai dari antar-pasangan, antar-capres, antar-capres lagi, antar-cawapres dan diakhir dengan debat antar-pasangan.

Sejak jauh-jauh hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengingat para calon presiden dan calon wakil presiden yang akan mengikuti Pilpres 2014 untuk menyampaikan visi dan misi serta apa yang akan dilakukan saat memasuki Istana Presiden pada Oktober 2014 mendatang.

Seperti yang disampaikan Yudhoyono melalui akun twitter @SBYudhoyono beberapa waktu lalu usia pemilu legislatif, mengajak para calon presiden yang akan bertarung pada Pemilu 2014 menyampaikan visi dan solusi bagi masalah bangsa.

“Pemilu legislatif telah usai. Kini saatnya para calon presiden sampaikan visi, solusi dan kebijakan yang ditawarkan. Saatnya pula rakyat mendengar,” katanya saat itu.

Dia mengatakan, lobi-lobi membangun koalisi dan mencari sosok calon wakil presiden itu penting, namun ia mengingatkan lebih penting bisa berkomunikasi dengan rakyat.

“Ingat rakyat akan memilih presiden pemimpin bangsa. Mestinya yang lebih berperan bukan partai politik. Bintangnya adalah para calon presiden,” tambahnya.

Agar masyarakat bisa mengenali siapa calon presidennya, maka Yudhoyono yang juga ketua umum DPP dan ketua Dewan Penasehat Partai Demokrat itu, meminta agar berbagai kalangan bisa mengundang calon presiden berdebat.

“Lembaga yang netral dan independen mulailah undang capres untuk berdiskusi dan debat. Rakyat ingin tahu apa yang akan dilakukan presidennya kelak,” kata Yudhoyono.

Ditegaskan dia, “Demokrasi akan makin matang jika rakyat memilih calon presidennya secara rasional, bukan emosional, apalagi hanya ikut-ikutan.” Debat Pertama Tema debat pertama calon presiden-calon waki presiden mengenai Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih dan Kepastian Hukum.

Calon Presiden Prabowo Subianto berkomitmen akan bekerja keras untuk menciptakan pemerintahan yang bersih guna mencapai kesejahteraan.

“Bagi kami demokrasi adalah hal pemerintah yang bersih dan itu merupakan syarat mutlak Indonesia berdaulat adil dan makmur,” katanya.

Sementara Calon Presiden Joko Widodo menyebutkan hal penting yang wajib dilaksanakan adalah mengawasi kebijakan agar bisa mencapai sasaran dengan baik.

“Kebijakan pemerintahan dimulai dari perencanaan, tapi jika perencanaan tanpa realisasi maka akan kurang baik,” katanya.

Menurut Jokowi, pemerintahan akan berjalan baik dan efektif jika kebijakan direncanakan dengan baik dan kemudian dilaksanakan dengan baik juga.

Pelaksanaan kebijakan tersebut, kata dia, juga perlu diawasi agar hasilnya lebih baik.

Sementara Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mengatakan keberagaman dan kebhinekaan adalah rahmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada Indonesia, yang harus dijaga dengan baik.

“Negeri ini dibangun atas kesepakatan untuk hidup bersama di wilayah Republik Indonesia, yang diaduk sentimen kesejahteraan, rasa nasional dan multikultur, ini menjadi kekuatan kita,” ujarnya.

Cawapres Jusuf Kalla mengatakan tugas pemimpin adalah meyakinkan struktur di bawahnya bisa melaksanakan tugas yang sama. Menurut JK, seluruh kepala daerah yang berasal dari partai politik, harus mengedepankan kepentingan bernegara, dibandingkan kepentingan partai politik.

Debat pertama capres dan cawapres ini menunjukkan bagaimana masing-masing tokoh memberikan pemahaman dan response terhadap isu yang diketengahkan dalam debat itu. Masyarakat tentu bisa menilai dari berbagai aspek mengenai calon yang hendak dipilihnya dalam pilpres mendatang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memberikan response yang positif atas pelaksanaan dan paparan para capres dan cawapres terkait masalah pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum.

“Debat capres dan cawapres, saya 10 tahun sebagai presiden mendengar apa yang disampaikan oleh capres dan cawapres, saya senang, mendengar langsung semangat, komitmen dan keinginan kuat dari beliau-beliau untuk memberantas korupsi,” kata Presiden saat membuka Forum Anti-Korupsi Indonesia Ke-4 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/6).

Ia menambahkan, “Harapan saya dan kita tetapkan konsisten dan konsekuen untuk sungguh-sungguh memberikan dukungan terhadap pemberantasan korupsi.” Debat pertama telah berlangsung dan masyarakat menantikan debat berikutnya dan kemudian mendapatkan gambaran sosok pemimpin mana yang akan dipilih dalam pilpres mendatang.

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014 diikuti pasangan capres dan cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Kasus positif COVID-19 tambah 1.241, pasien sembuh meningkat 715 orang

Leave a Comment

Your email address will not be published.