Curi Kotak Amal, Kali Ketiga Gagal Diciduk Polisi

Metro Bali
single-image
PENCURI UANG AMAL Tersangka Putu S.Y (22).
Badung (Metrobali.com)-
Putu S.Y (22) yang beberapa kali melakukan pencurian kotak amal di Masjid Jalan Muding Sari Gang II No 10X Banjar Petinga, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung akhirnya ditangkap petugas kepolisian Sektor Kuta Utara, Selasa (24/10) lalu.
“Pengakuan pelaku, dia melakukan pencurian bersama temannya yang sekarang masih kita buru. Pencurian ini adalah pencurian yang ketiga kalinya, pelaku melakukannya bersama temannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara Iptu Putu Ika Prabawa dikonfirmasi Kamis (26/10).
Awalnya, Selasa (24/10) sekitar pukul 02.50 wita, saksi Eko Susilo (40) yang tinggal di masjid tersebut, mendengar suara orang berjalan di dalam masjid. Saksi langsung terbangun pelan-pelan, dan melihat orang sedang mencongkel kotak amal masjid.
Melihat hal itu, saksi berteriak sehingga membangunkan warga sekitar masjid, dan Polisi yang sedang melakukan patroli di sekitar masjid.
Mendengar teriakan dari masjid, Petugas kepolisian dari Polsek Kuta Utara mendekati bersama dengan warga kemudian mengamankan pelaku Putu S.Y. Satu pelaku lainnya K.D (17) berhasil melarikan diri kearah semak semak.
Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Kuta Utara untuk dilakukan pemeriksaan intensif. Dari pengakuan pelaku, ia bersama temannya sudah melakukan pencurian sebanyak dua kali dan ini ketiga kalinya melakukan pencurian namun berhasil di tangkap petugas.
“Saya melakukan pencurian di masjid itu dua kali berhasil, dan kali ini kali ketiga saya melakukannya namun keburu ditangkap Polisi” ucap pelaku.
Ditambahkan Kanit Reskrim hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan masih mendalami kerugian yang dialami karena dari pengakuan pelaku berhasil melakukan pencurian sebanyak dua kali, dan ini ketiga kalinya yang berakhir gagal. SIA-MB
Bagikan :
Baca Juga :
Wakil Presiden Pimpin Tim Koordinasi Strategis Kepariwisataan

Leave a Comment

Your email address will not be published.