Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cuaca Buruk, Masyarakat Diimbau Untuk Waspada

Metro Bali
single-image

Tabanan (Metrobali.com)-

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Denpasar, untuk Bali khususnya Kabupaten Tabanan telah terjadi peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan yang berpotensi mengakibatkan hujan. Terhadap cuaca yang tidak menentu tersebut, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Demikian diungkapkan Kepala BPMD Tabanan Gusti Ngurah Made Sucita, Selasa (9/7) di ruang kerjanya.

 Memasuki musim penghujan yang riskan akan bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir, BPBD Tabanan selalu siaga. Sosialisasi melalui radio akan peringatan dini terhadap bencana terus disosialisasikan kepada masyarakat.

 Terdapat empat kecamatan di Tabanan yang rawan bencana yang diakibatkan oleh air (distro meteorology), diantaranya Kecamatan Pupuan Penebel, Baturiti dan Tabanan. “Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di empat kecamatan yang rawan bencana tersebut. kami berharap masyarakat selalu waspada dan melaporkannya kepada petugas di tingkat desa untuk diteruskan ke tingkat kabupaten, sehingga dapat mencegah timbulnya bencana dan kerugian material yang lebih besar,” ungkapnya.

Untuk mempercepat penanganan dampak dari bencana, BPBD telah menerjunkan personilnya yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat (TRC 247), yang terdiri dari pusdalops dan TNI/ POLRI. “Tim gabungan yang kami miliki ini selalu siap dan siaga selama 24 jam dalam 7 hari untuk menangani dampak yang diakibatkan oleh bencana,” jelasnya.

 Sucita juga menjelaskan, saat ini BPBD Tabanan juga memiliki system yang bekerja sama dengan BMKG dan Pusdalops. Dimana nantinya system ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang cuaca, khususnya wisatawan yang berkunjung ke DTW Tanah Lot dan Bedugul. Dari tiga system yang diajukan, hingga kini Tabanan baru memiliki satu system saja.

Sejak diresmikan tahun 2012 lalu, BPBD Tabanan juga telah memiliki Digital Video Broadcasting (DVB). Dimana alat ini berfungsi untuk mendeteksi gempa diatas 5 SR.  “Dengan alat pendeteksi gempa ini, kami berharap dapat langsung menginformasikan kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak menjadi panic dan dapat meningkatkan kewaspadaan,” harapnya. CAN-MB

 

Bagikan :
Baca Juga :
Pencurian di Siang Bolong : Motor Pelaku Dibakar Massa

Leave a Comment

Your email address will not be published.