Cosplay Peduli Bumi, Ksatria Penyelamat Lingkungan

Metro Bali
single-image
IMG-20160424-WA0051
Gerakan Peduli Sampah 3 yang diselenggarakan oleh Manik Bumi Foundation 24 April 2016 di Sasana Budaya Singaraja dihadiri komunitas cosplay Otamega dengan menggunakan kostum seperti tokoh-tokoh kartun/anime/MB

Buleleng, (Metrobali.com) –

Ada yang menarik dalam acara Gerakan Peduli Sampah 3 yang diselenggarakan oleh Manik Bumi Foundation 24 April 2016 di Sasana Budaya Singaraja.

Ditengah berbagai acara hadir beberapa pemuda dengan menggunakan kostum seperti tokoh-tokoh kartun/anime (cosplay) memeriahkan acara dan menarik perhatian pengunjung yang hadir ke acara tersebut. Pemuda-pemuda ini tergabung dalam komunitas cosplay Otamega.

Abi Baruna Dewi sebagai salah satu anggota Otamega menuturkan, jumlah anggota Otamega sekitar 300 orang yang tersebar di seluruh kabupaten Buleleng. “Biasanya kami ikut pameran atau lomba cosplay. Seperti saat Buleleng SICFEST 2015, di mall-mall di sekitar Denpasar dan STIBA Saraswati”, papar gadis yang mengenakan original karakter karyanya sendiri.

Keterlibatan komunitas Otamega di acara Gerakan Peduli Sampah kali ini merupakan bentuk kepedulian komunitas ini terhadap bumi. Acara Gerakan Peduli Sampah kali ini juga digunakan untuk memperkenalkan original karakter yang diciptakan oleh Ketut Hersa Swadharma yang diberi nama ErdKrieger, yang berasal dari bahasa Jerman yang berarti Ksatria Bumi.

IMG-20160424-WA0042

Tujuan pembuatan karakter ini adalah untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak tentang kepedulian terhadap bumi dan lingkungannya. “Tujuan saya untuk menanamkan kesadaran pentingnya membuang sampah pada tempatnya kepada anak-anak dengan memberikan edukasi baik ke sekolah-sekolah maupun ke kampung-kampung,” papar pemuda yang akrab disapa Hersa ini. “Saya agendakan untuk melakukan edukasi setiap bulan, sehingga kesadaran untuk menjaga Bumi dan lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini,” imbuhnya.

Luh Gede Juli Wirahmini, pendiri Manik Bumi Foundation menyambut baik antusias anak-anak muda komunitas cosplay terlibat dalam acara mereka. Ini adalah bagian dari model pendekatan yang dilakukan agar tumbuh kesadaran kritis dari para pemuda. “Seni adalah salah satu pendekatan yang efektif bagi upaya pelestsrian lingkungan. Informasi akan lebih cepat sampai kepada anak muda dengan cara-cara yang riang.” Pungkasnya. WGS-MB

Bagikan :
Baca Juga :
dominican wife

Leave a Comment

Your email address will not be published.