Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Cok Rat : Rai Mantra Konsisten Jaga Taksu Bali

Metro Bali
single-image

Foto : Tokoh senior PDI P Bali Cok Rat berorasi dalam kampanye Mantra-Kerta di Sesetan, Denpasar, Minggu (1/4/2018). (Widana Daud/Metro Bali)

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Tokoh senior PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi atau Cok Rat ikut berorasi dalam kampanye terbuka pasangan nomor urut dua Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – I Ketut Sudikerta(Mantra-Kerta) di Kelurahan Sesetan, Denpasar, Minggu (1/4/2018). Penglingsir Puri Satria Denpasar ini rela berseberangan dengan PDIP untuk mendukung Rai Mantra demi Bali yang bertaksu

“Saya juga paham spiritual Bali. Dan dalam penerawangan saya, hanya Rai Mantra yang paham tentang Bali, dan konsisten menjaga taksu Bali,” ujarnya.

Menurut Cok Rat, banyak orang tidak mengerti lalu ingin memimpin Bali. Ia pun menegaskan bahwa hanya untuk Bali dirinya rela beda dengan PDIP dan memilih Mantra-Kerta. Jangan pemimpin Bali dengan hati yang tidak benar. Kalau ada yang memimpin Bali dengan hati yang tidak benar maka karma Bali akan datang.

“Ini adalah tantangan Bali ke depan. Harus pilih orang yang ngayah di Bali, bukan hanya mencari uang dan itulah Rai Mantra dan Sudikerta. Rai Mantra tidak ada kasus selama pimpin Denpasar. Saya ini sesepuh PDIP, berani membela, saya 74 tahun, dan baru kali ini yakin memilih Mantra-Kerta,” ujarnya.

Bukan hanya itu. Cok Rat juga meminta kepada seluruh partai politik di Bali baik yang mengusung maupun yang mendukung Mantra-Kerta untuk berani bekerja membela Mantra-Kerta. Banyak partai yang memilih Mantra-Kerta itu sudah sangat tepat karena adanya tantangan niskala di Bali adalah mencari orang yang jujur. Rakyat Bali yang menginginkan Mantra-Kerta melalui partai.

Ia berharap agar rakyat Bali paham betul dalam memimpin pemimpin ke depan karena jangan terjadi sesuatu di kemudian hari. “Mudah-mudahan di Bali aman dari incaran KPK. Kalau bersih saya senang, dan itu keinginan saya selaku tokoh politik,” ujarnya.

Baca Juga :
Para Ilmuwan Nyatakan Lukisan Gua Indonesia Salah Satu Seni Tertua di Dunia

Untuk itulah pihaknya menegaskan bahwa jangan sampai memilih pemimpin yang tidak jujur. Bila memilih pemimpin yang tidak jujur maka karma akan segera menghampiri Bali kapan saja.

Pewarta : Widana Daud

Editor : Whraspati Radha

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.