Cegah Penggunaan Narkoba Dengan Self Esteem

Metro Bali
single-image

Orasi Ilmiah Dies Natalis VIII Stikes Advaita Medika

?????????????
Made Sariyani, STT, M.Kes saat membacakan Orasi Ilmiah Dies Natalis VIII Stikes Advaita Medika Tabanan 14 Okt 2017

Tabanan (Metrobali.com)-

”Menumbuhkan niat untuk mau mecintai diri sendiri dan beranggapan bahwa kita mampu hidup seperti individu yang lain merupakan hal penting untuk lepas dari penyalahgunaan narkoba”, demikian dikatakan oleh Made Sariyani, STT, M.Kes saat membacakan Orasi Ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis Ke VIII Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Advaita Medika Tabanan tahun 2017 yang digelar di Aula Kampus Stikes Advaita Jl. Perkutut No. 25 Dajan Peken Tabanan, Sabtu 14/10/2017.

Acara puncak Dies Natalis hari ini diikuti sekitar 200 an orang terdiri dari unsur anggota senat, dosen, staf, pengurus yayasan, mahasiswa dan undangan lainnya.

Dalam orasi ilmihanya yang berjudul “Mencegah Penggunaan Narkoba dengan Self Esteem (penghargaan terhadap diri sendiri)”, Sariyani yang juga Dosen Kebidanan di Stikes Advaita Medika memaparkan, jumlah kasus narkoba terbanyak terjadi pada usia 15-64 tahun. The United Nation Office on Drugs and Crime (UNDOC) dalam World Drug Report tahun 2015 menunjukan estimasi penggunaan narkoba tahun 2013 mencapai 246 juta orang. UNDOC dalam Rencana Startegis Badan Narkotika Nasional  2015-2019 melaporkan jumlah kematian akibat over dosis (OD) di dunia tahun 2011 mencapai 211 ribu orang, ujar Suryani.

Lanjut Sariyani, di Indonesia sendiri hasil proyeksi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2014 sekitar 4 juta atau setara dengan 2,2%  dari populasi penduduk berusia 10-59 tahun atau sekitar 184.175.000 orang. Jumlah kematian akibat narkoba per tahunnya mencapai 15.000 jiwa dimana setiap harinya ada 40 orang meninggal akibat penyalahgunaan narkoba. Kerugian  akibat narkoba di Indonesia mencapai 63.1 triliun.

Dalam penelitian yang dilakukan tahun 2016 menunjukan, upaya rehabilitasi pengguna narkoba tidak mudah karena kebanyakan mereka menggunakan kembali setelah kembali ke masyarakat. Rasa menghargai diri sendiri dan merasa mampu hidup seperti orang lain merupakan faktor penting dalam pembangunan perlindungan diri untuk menolak penggunaan narkoba, terangnya.

Baca Juga :
Serangan siber super-jahat ganggu Twitter dan situs-situs terkenal

Self Esteem tidak bisa dikatakan faktor bawaan lahir karena hal itu mulai dibentuk sejak berinteraksi dengan orang lain, porsesnya bertahap”, pungkas Sariyani. MN-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.