<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metrobali.com &#187; Seni &amp; Budaya</title>
	<atom:link href="http://metrobali.com/category/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metrobali.com</link>
	<description>Berita Bali Online</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Jun 2013 00:06:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Taman Budaya Tampung Aktivitas PKB</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/18/taman-budaya-tampung-aktivitas-pkb/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/18/taman-budaya-tampung-aktivitas-pkb/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2013 00:06:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30752</guid>
		<description><![CDATA[SEBUAH patung Kumbakarna tinggi lima meter, sentuhan seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Denpasar, tempat berlangsungnya aktivitas seniman selama pelaksanaan Pesta Kesenian Bali XXXV tahun 2013. Karya seni yang melambangkan kesetiaan kepada Nusa dan Bangsa Indonesia itu, merupakan salah satu elemen taman yang penataannya dilakukan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong> SEBUAH</strong> patung Kumbakarna tinggi lima meter, sentuhan seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Denpasar, tempat berlangsungnya aktivitas seniman selama pelaksanaan Pesta Kesenian Bali XXXV tahun 2013.</p>
<p>Karya seni yang melambangkan kesetiaan kepada Nusa dan Bangsa Indonesia itu, merupakan salah satu elemen taman yang penataannya dilakukan secara apik, disamping tujuh panggung pementasan, beberapa di antaranya yang baru saja direnovasi sehingga sanggup menampung seluruh aktivitas seniman di Pulau Dewata, Nusantara maupun seniman mancanegara.</p>
<p>Taman Budaya Denpasar (TBD) tempat berlangsungnya PKB selama 35 tahun berturut-turut itu, digagas budayawan, Prof Dr Ida Bagus Mantra (alm), yang juga mantan Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan mantan gubernur Bali.</p>
<p>Taman Budaya yang berlokasi di jantung kota Denpasar dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dilengkapi sejumlah fasilitas yang dibangun dan berfungsi sejak 1978 bertepatan dengan digelarnya PKB yang pertama.</p>
<p>Selama 35 kali pelaksanaan PKB, aktivitas seni tahun yang digelar secara berkesinambungan seluruhnya mengambil lokasi di kawasan Taman Budaya, tutur Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika.</p>
<p>Taman Budaya yang kini menjadi tempat bergengsi, karena empat grup kesenian dari India, Timor Leste, Jepang dan Amerika disamping sejumlah tim kesenian Indonesia juga ikut memeriahkan PKB.</p>
<p>Demikian pula 334 grup kesenian terbaik yang didukung sekitar 15.000 seniman dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali dengan jadual yang tersusun sedemikian rupa pentas selama sebulan PKB berlangsung, 15 Juni-13 Juli 2013.</p>
<p>PKB yang kali ini mengangkat tema &#8220;Taksu: Membangkitkan daya kreativitas dan jati diri&#8221; telah dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di panggung Ardha Candra Taman Budaya Denpasar, Sabtu, 15 Juni 2013.</p>
<p>PKB selain pementasan juga diisi dengan berbagai jenis perlombaan, pameran industri kecil kerajinan rumah tangga, dan sarasehan yang keseluruhannya berlangsung di kawasan Taman Budaya, kecuali pawai budaya mengawali pembukaan PKB dilaksanakan di sekitar Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandi Renon Denpasar.</p>
<p>PKB telah menjadi kebanggaan masyarakat Bali untuk menunjukkan kemampuan dan kebolehan para seniman dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya setempat.</p>
<p>TBD yang dilengkapi panggung terbuka Ardha Candra berkapasitas 8.000-10.000 penonton, dan enam panggung pementasan lainnya dengan kapasitas lebih kecil yang selama ini selalu padat selama sebulan penuh PKB berlangsung.</p>
<p>Bangun stand permanen Gubernur Made Mangku Pastika ketika meninjau persiapan PKB sebelum dibuka kepala negara mengusulkan, beberapa bagian stan pameran industri kerajinan rumah tangga di arena PKB Taman Budaya Denpasar dibangun secara permanen.</p>
<p>Usulan itu atas dasar bongkar pasang selama ini sehingga cukup repot dan kumuh, disamping biayanya tinggi. Untuk itu beberapa tempat yang betul-betul setiap tahun digunakan dibangun permanen sehingga saat PKB tinggal didekorasi.</p>
<p>Penataan Taman Budaya yang semakin baik dan rapi menjelang pelaksanaan aktivitas seni tahunan Pulau Dewata itu belum sepenuhnya bisa memberikan kepuasan. &#8220;Saya masih belum puas, kita harus berpikir lebih jauh lagi ke depan. Saya ingin arena ini betul-betul bisa bermanfaat untuk para seniman seluruh Bali sepanjang tahun. Bukan hanya setahun sekali dalam sebulan, sayang jika begitu,&#8221; ujar Gubernur Pastika.</p>
<p>Mantan Kapolda Bali itu memandang Taman Budaya sebagai aset yang besar sehingga harapannya para seniman dapat mengisi arena tahunan pelaksanaan PKB itu dengan kegiatan yang benar-benar bisa melestarikan dan mengembangkan budaya.</p>
<p>Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ketut Suastika menambahkan, total stan pameran PKB kali ini sebanyak 260 buah menampung para perajin dari sembilan kabupaten kota di daerah ini maupun sejumlah daerah di Indonesia.</p>
<p>Pementasan panggung Guru besar Universitas Udayana Prof Dr I Nyoman Darma Putra yang juga pengamat pariwisata dan seni budaya Bali menambahkan, pendirian Taman Budaya merupakan bentuk pengembangan seni budaya Bali untuk kepentingan pementasan panggung (staged culture).</p>
<p>Terobosan yang dilakukan hampir setengah abad yang lalu dinilai sangat cemerlang, di tengah kondisi sekarang sangat sulit mencari ruang untuk dijadikan panggung mementaskan kesenian Bali.</p>
<p>&#8220;Dulu, pentas kesenian drama gong, joged, bisa dilakukan di halaman luar pura, di bale banjar, di bawah pohon atau di ladang kering yang menanti air untuk ditanami padi. Kini, ruang-ruang terbuka yang bebas seperti itu sudah tidak ada lagi, sungguh sulit mencari panggung pementasan,&#8221; ujar Darma Putra, alumnus S-3 University of Queensland Australia.</p>
<p>Oleh sebab itu adanya fasilitas Taman Budaya Denpasar yang kini dijadikan lokasi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB), aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata secara berkesinambungan setiap tahun, merupakan antisipasi atas kian sulitnya mencari panggung kesenian di Kota Denpasar dan sekitarnya.</p>
<p>Almarhum Prof Mantra yang dipercaya menjadi Gubenur Bali (1978-1988) mempunyai inisiatif mendirikan taman budaya atau gedung kesenian di tingkat kabupaten sebagai &#8220;art centre mini&#8221;.</p>
<p>Sementara Art Centre Denpasar menjadi arena PKB dan gedung kesenian di tiap kabupaten menjadi pelaksanaan pesta seni di tingkat kabupaten atau gedung pertunjukan kesenian lainnya pada hari-hari tertentu.</p>
<p>Pembangunan Art Centre Denpasar dan gedung kesenian di kabupaten adalah gagasan yang cemerlang dalam penyelarasan perkembangan budaya jalanan (street culture) dan budaya yang dipentaskan di panggung (staged culture).</p>
<p>Namun dalam perkembangannya banyak gedung kesenian di kabupaten gagal meneruskan fungsinya sebagai bagian dari budaya panggung, akibat kombninasi antara komitmen pemerintah dan masyarakat luntur, tidak ada dana untuk biaya merawatnya, disamping lokasinya di jalan utama yang tidak cocok lagi untuk sebuah panggung pementasan, tutur Darma Putra. <strong>Ketut Sutika/MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/18/taman-budaya-tampung-aktivitas-pkb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPNB Gelar Rakor : Sinergikan Kebudayaan dalam Pendidikan</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/17/bpnb-gelar-rakor-sinergikan-kebudayaan-dalam-pendidikan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/17/bpnb-gelar-rakor-sinergikan-kebudayaan-dalam-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 13:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30680</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali NTB NTT gelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasai Tahun 2013 dengan tema “Membangun Sinergitas dan Kerja Sama  Dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Karakter dan Penguatan  Jati Diri Bangsa” . Peserta Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang Kebudayaan Se-Wilayah Kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali, NTB, NTT adalah Dinas yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><b><span lang="EN-US" style="font-size: 14.0pt;line-height: 115%;font-family: 'Times New Roman','serif'">Denpasar (Metrobali.com)-</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: 150%"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman','serif'">Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali NTB NTT gelar Rapat Koordinasi dan Sinkronisasai Tahun 2013 dengan tema <b><i>“Membangun Sinergitas dan Kerja Sama</i></b><span>  </span><b><i>Dalam Rangka Pengembangan Pendidikan Karakter dan Penguatan<span>  </span>Jati Diri Bangsa”</i></b> . Peserta Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Bidang Kebudayaan Se-Wilayah Kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Bali, NTB, NTT adalah Dinas yang membidangi Kebudayaan baik Provinsi, Kabupaten/Kota, UPT Kebudayaan, dan UPTD dilaksanakan di Hotel Sindhu Beach, Sanur, Denpasar, Minggu 16 Juni dan Senen 17 Juni 2013. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: 150%"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;line-height: 150%">Kepala BPNB Bali NTB NTT Made Purna mengatakan bahwa </span><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman','serif'">kegiatan ini bertujuan untuk mencapai kesatuan visi dan misi dalam menangani bidang kebudayaan yang ada di wilayah kerja Balai yaitu Provinsi Bali, NTB, NTT. “ Agar tercipta suatu koordinasi dan sinkronisasi yang mantap dan berkesinambungan antar instansi terkait yang menangani kebudayaan di wilayah kerja BPNB. Untuk mensinergikan dan kerjasama program serta kegiatan, arah dan kebijakan yang ada di masing-masing daerah. Salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi penguatan jatidiri dan pembentukan karakter bangsa yang berbasis pendidikan. Mensinergikan Kebudayaan dalam fungsi pendidikan,” paparnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: 150%"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman','serif'">Ditambahkan, kegiatan ini juga untuk menjalin kerjasama dengan membangun sinergitas program dan kegiatan antara UPT yang membidangi kebudayaan yang ada di daerah dengan instansi (lembaga) yang menangani kebudayaan dalam rangka pembentukan karakter bangsa dan penguatan jati diri bangsa. “ Sekaligus mendata dan menata kembali kearifan local dalam konteks membangun budi pekerti, yang kini dirasakan mengalami krisis secara multidimensi, telah menyentuh hal yang paling mendasar yaitu melemahnya karakter dan jati diri bangsa,” ungkapnya. Ditambahkan, dengan itu maka dalam setiap kegiatan BPNB selalu memasukan unsur pendidikan, baik itu dialog, jejak sejarah, tradisi lisan, sampai pada penelitian. “ Seperti pada tradisi lisan yang selalu melibatkan anak-a nak sekolah. Bahwa pendidikan, adalah hal utama dalam konteks kegiatan itu,” imbuhnya.<span>   </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: 150%"><span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt;line-height: 150%;font-family: 'Times New Roman','serif'">Kegiatan yang juga dihadiri oleh Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang diwakili oleh Setda Bali Ck Gde Pemayun, Kadisbud Bali Ktut Suastika dan para pserta darai linku Bali NTB NTT. Sedang pembicara makalah darai akademisi yakni, Prof. Dr. I Gde Parimartha, MA. (<i>Pengembangan Pendidikan Karakter dan Penguatan<span>  </span>Jati Diri Bangsa melalui Pemahaman Sejarah)</i><b>, </b>Prof. Dr. I Wayan Ardika, MA. (<i>Pengembangan Pendidikan Karakter dan Penguatan<span>  </span>Jati Diri Bangsa melalui Pelestarian Cagar Budaya),</i><b> </b>Dr. I Gusti Ketut Gde Arsana (<i>Pengembangan Pendidikan Karakter dan Penguatan<span>  </span>Jati Diri Bangsa melalui Pemahaman Nilai Budaya).</i><b> </b>Pembicara Teknis<b> </b>Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali, NTB, NTT (Sinergi, Program Kerja,<span>  </span>dan Kebijakan Balai Pelestarian Nilai Budaya Dalam Bidang Kebudayaan), Kepala Balai Arkeologi Denpasar (<i>Sinergi, Program Kerja,<span>  </span>dan Kebijakan Balai Arkeologi Denpasar Dalam Bidang Kebudayaan), </i>Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Gianya (<i>Sinergi, Program Kerja dan Kebijakan Dalam Pelestarian Cagar Budaya).</i><b> </b>Lembaga/Instansi Provinsi Otonom,<b> </b>Para Kepala Dinas, UPTD yang membidangi Kebudayaan se-wilayah kerja BPNB Bali, NTB dan NTT(Kebijakan dan Program Kerja di Bidang Kebudayaan Tahun 2013). <b>HP-MB</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: 150%"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/17/bpnb-gelar-rakor-sinergikan-kebudayaan-dalam-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Seni Kabupaten Bima di PKB</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/17/aksi-seni-kabupaten-bima-di-pkb/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/17/aksi-seni-kabupaten-bima-di-pkb/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 12:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30658</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)-  Hari kedua pentas PKB 2013 diisi oleh penampilan tim kesenian dari Kabupaten Bima. Nusa Tenggar Barat. Mereka membawakan paket kesenian trasidisional yaitu 2 (dua) tarian klasik 2 (dua) paket tarian kreasi baru dan 1 (satu) paket permainan rakyat yang disebut Gantao.  Oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bima, H. Nurdin SH dikatakan bahwa pentas di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><b></b><b></b><b><span lang="EN-US">Denpasar (Metrobali.com)-</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Hari kedua pentas PKB 2013 diisi oleh penampilan tim kesenian dari Kabupaten Bima. Nusa Tenggar Barat. Mereka membawakan paket kesenian trasidisional yaitu 2 (dua) tarian klasik 2 (dua) paket tarian kreasi baru dan 1 (satu) paket permainan rakyat yang disebut Gantao.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bima, H. Nurdin SH dikatakan bahwa pentas di PKB kali ini adalah untuk yang kali keduanya. “ Pentas kita juga bertujuan pula sebagai interaksi seni budaya. Memberikan motivasi serta meningkatkan kreatifitas dan inovasi peran serta para seniman dan budayawan di Bima juga bentuk promisi daerah wisata kami, “ paparnya </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span>Suguhan tim kesenian dari Bima, adalah tari Wura Bongi Monca atau tari penyambutan. Dibawakan oleh penari wanita, yang cukup mendapat applaus dari penonton yang memenuhi kalangan Ratna Kanda. Pentas yang disebut, Mpa’a Soka, sebuah tari yang menggambarkan pasukan perang dalam mempertahankan kedaulatan daerahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Tari Ndwai Nara, tarian ini diangkat dari sebuah tradisi yang dialami oleh para gadis gadis remaja denagn problematikanya.MPA’A Gantao Dambe To’I, sebuah permainan rakyat warisan asli budaya Mbojo. Menariknya permainan ini memerlukan ketangkasan dan ada adu jotos yang disertai mantra –mantra kekebalan tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Tari Muna Ra Medi. Satu ketrampilan khusus rakyat Mbojo yang ditarikan oleh 6 remaja dengan iringan seperangkat alat tradisional mbojo.Tari Pata Angi, merupkan tarian baru yang diangkat dari gerakan dasar tarian tradisional. Diperagakan oleh 4 wanita dan 4 pria.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Pantas berikut adalah Ansamble Musik merupakan penutup dari berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Perkumpulan dari beberapa nyanyian tradisional yang dipentaskan jadi satu untuk menghibur para pelaku pentas seni dalam rangka menghilangkan rasa letih dan lelah. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><b>HP</b><strong> -MB  </strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span><span>      </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/17/aksi-seni-kabupaten-bima-di-pkb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PKB 2013 Lebih Tertib</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/17/pkb-2013-lebih-tertib/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/17/pkb-2013-lebih-tertib/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 12:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30659</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Sudah kali ketiganya ini Kabid Kesenian dan Pefileman Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Dra Ida Ayu Putri Masyeni. MSi, bersibukria di perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali (PKB). Mengawali bertugas sebagai Kabid Kesenian dan Perfileman Disbud Bali sejak tahun 2011 hingga sekarang, setelah mengantikan posisi pejabat lama Made Santha, yang otomatis bertugas di perhelatan besar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><b></b><b></b><b><span lang="EN-US">Denpasar (Metrobali.com)-</span></b></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Sudah kali ketiganya ini Kabid Kesenian dan Pefileman Dinas Kebudayaan Propinsi Bali Dra Ida Ayu Putri Masyeni. MSi, bersibukria di perhelatan akbar Pesta Kesenian Bali (PKB). Mengawali bertugas sebagai Kabid Kesenian dan Perfileman Disbud Bali sejak tahun 2011 hingga sekarang, setelah mengantikan posisi pejabat lama Made Santha, yang otomatis bertugas di perhelatan besar seni budaya Bali, PKB, gagasan tokoh besar Bali, IB Mantra.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Nah, untuk tahun ini PKB dengan mengambil tema TAKSU walau baru berjalan beberapa hari namun menurutnya sudah menunjukan perbaikan di sana sini. “ Seperti saat awal saya mulai di PKB tahun 2011 boleh dikatakan masih banyak semrawut soal penempatan pedagang. Akhirnya itu berproses ya, dan kini PKB 2013 sudah terlihat tertata cukup rapi,. Dan yakin nantinya akan lebih tertib, ” jelasnya.<span>    </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Bahwa semua pihak memang harus berkerjasama untuk membuat pelaksanaan PKB berjalan dengan lancar. Sementara pihaknya sebagai sekretaris panitia inti di PKB 2013, dengan seksi -seksi lainnya semua saling mengisi. Contohnya seperti pada hari pertama<span>  </span>PKB masih ada mobil yang parkir di depan pintu masuk. “ Maka untuk itu, kita koordinasikan itu dengan seksinya. Meski ini baru awal namun itu harus cepat kita benahi. Jika dari awal tidak segera diperhatikan, ditertibkan dengan benar, nantinya justru akan keblablasan, “ ungkapnya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"> Dikatakan pula, bahwa kita tidak saklek dengan tupoksi ( tugas pokok dan fungsi). Bahwa semua bisa dikorodinasikan dengan baik demi lancarnya pelaksanaan PKB. “ Harapan kita semua semoga pelaksanaan PKB lancar aman dan semakin bertambah semarak baik dari segi pementasannya pelaksanaan semua pendukungnya, juga tentunya PKB bisa pula menjadi daya dukung destinasi pariwisata Bali,” paparnya. <b>HP-MB</b><span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US"><span>  </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/17/pkb-2013-lebih-tertib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badung Siap Wujudkan Patung Dewi Saraswati di Washington DC</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/17/badung-siap-wujudkan-patung-dewi-saraswati-di-washington-dc/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/17/badung-siap-wujudkan-patung-dewi-saraswati-di-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 08:57:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30644</guid>
		<description><![CDATA[Mangupura (Metrobali.com)-         Setelah melewati berbagai proses penyempurnaan dari sisi rancang bangun patung Dewi Saraswati yang disesuaikan persyaratan khusus dari Pemerintah Washington DC dan dan rancang bangunnya mendapat persetujuan langsung dari Presiden SBY, selanjunta tim patung dari sanggar Rupa Beton yang dipimpin oleh I Nyoman Sudarwa menemui Bupati Badung A. A Gde Agung di ruang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4747" lang="EN-US"><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4764">Mangupura (Metrobali.com)-</span></span></strong></p>
<p><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4747" lang="EN-US"><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4764">         </span>Setelah melewati berbagai proses penyempurnaan dari sisi rancang bangun patung Dewi Saraswati yang disesuaikan persyaratan khusus dari Pemerintah Washington DC dan dan rancang bangunnya mendapat persetujuan langsung dari Presiden SBY, selanjunta tim patung dari sanggar Rupa Beton yang dipimpin oleh I Nyoman Sudarwa menemui Bupati Badung A. A Gde Agung di ruang kerjanya </span><span>pada </span><span lang="EN-US">April lalu</span><span>. </span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4763" lang="EN-US"><span> </span>Pertemuan ini guna<span>  </span>memohon ijin sekaligus doa restu berangkat untuk<span>  </span>melaksanakan tugas Negara di kota Washington DC USA.</span></p>
<div class="yiv1969583584MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4750" style="text-align: justify"><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4749" lang="EN-US"><span>            </span>Bupati Gde Agung pada kesempatan tersebut di dampingi Ka. DKP Badung I Putu Eka Merthawan, memberikan berbagai saran agar tim patung yang terdiri dari lima orang siap bekerja keras, cepat dan dengan kualitas patung baik. Bupati Gde Agung juga berpesan agar dalam mempersiapkan pemberangkatan nanti menyiapkan kelengkapan administasi imigrasi,<span>  </span>serta menjaga kesehatan, Karena menempuh perjalanan yang amat panjang dan cukup melelahkan. Gde Agung juga berpesan agar patung dapat diselesaikan sebelum akhir mei 2013, yang diharapkan nantinya patung Dewi Saraswati bisa menjadi ikon baru Kota Washington DC, sekaligus juga mempromosikan pariwisata Badung lewat seni patung. </span></div>
<p><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4762" lang="EN-US"><span>            </span>Seniman patung I Nyoman Sudarwa yang juga seorang guru seni patung di SMK N 1 Sukawati di Batubulan menyatakan kesanggupannya dan siap bekerja keras disana walau dia tahu iklimnya amat berbeda dengan di Indonesia yaitu dengan suhu kurang lebih 8 derajat dan memiliki perbedaan waktu sekitar 12 jam dengan di Indonesia. Nyoman juga optimis bahwa patung tersebut dapat terwujud tepat waktu dan bisa memberikan nilai tambah bahwa seni patung beton yang saat ini sudah merambah dunia. Terkait<span>  </span>propert</span><span>y</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4761" lang="EN-US"> bahan pendukung patung sudah disiapkan lebih awal di bengkelnya berupa rangka patungnya dari besi baja anti karat yang super kuat sesuai dengan standart USA, “hal ini dilakukan mengingat cuaca yang e</span><span>ks</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4760" lang="EN-US">trim yang membutuhkan struktur patung yang kuat agar patung bisa bertahan cukup lama, Pengiriman propert</span><span>y</span><span lang="EN-US"> tersebut<span>  </span>dikirim mempergunakan cargo udara” ungkapnya. </span></p>
<p><span lang="EN-US">Begitu tiba</span><span> di Washington DC</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4752" lang="EN-US">, tim sudah langsung bekerja yang diawali dengan peletakan batu pertama oleh Dubes RI – Washington DC</span><span>.</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4754" lang="EN-US"> DR. Dino Patijalal, dengan apel resmi diikuti seluruh staf</span><span>f</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4755" lang="EN-US"> kedutaan dan wakil pemerintah Kota Washington. Pada kesempatan tersebut DR. Dino Patijalal berpesan agar pengerjaan patung ini bisa selesai tepat waktu.</span></p>
<p><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4759" lang="EN-US"><span>            </span>I Nyoman Sudarwa selaku koordinator tim langsung bekerja ditengah suhu yang e</span><span>ks</span><span id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4756" lang="EN-US">trim sekitar 8 derajat disertai angin kencang merupakan salah satu tantangan terberat untuk membuat patung di Washington DC,”ini merupakan pengalaman pertamanya membuat patung di luar negeri, untuk membuat patung di Bali berapapun besarnya dan rumitnya bagi saya adalah hal yang biasa, tapi khusus membuat patung di Washington DC ini adalah hal yang luar biasa bagi saya” ujar Sudarwa</span><span>. <strong>PUT-MB</strong></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="yiv1969583584MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1371452020678_4758"><span> </span></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/17/badung-siap-wujudkan-patung-dewi-saraswati-di-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Edo Kondologit : PKB Ajang Pelestarian Warisan Budaya</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/17/edo-kondologit-pkb-ajang-pelestarian-warisan-budaya/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/17/edo-kondologit-pkb-ajang-pelestarian-warisan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jun 2013 07:34:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30618</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Penyanyi jaz asal Papua Edo Kondologit menilai Pesta Kesenian Bali merupakan ajang pelestarian warisan budaya. &#8220;Kekayaan alam itu tidak akan bertahan lama, lambat laun pasti habis dengan demikian mulai saat ini kita berfikir untuk mencari solusi untuk meningkatkan perekonomian dengan menggali potensi budaya dan dipromosikan kepada masyarakat luar,&#8221; katanya di Denpasar, Senin (17/6). [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Denpasar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Penyanyi jaz asal Papua Edo Kondologit menilai Pesta Kesenian Bali merupakan ajang pelestarian warisan budaya.</p>
<p>&#8220;Kekayaan alam itu tidak akan bertahan lama, lambat laun pasti habis dengan demikian mulai saat ini kita berfikir untuk mencari solusi untuk meningkatkan perekonomian dengan menggali potensi budaya dan dipromosikan kepada masyarakat luar,&#8221; katanya di Denpasar, Senin (17/6).</p>
<p>Menurut dia, keikutsertaan duta seniman Papua dalam ajang itu merupakan kesempatan bagus untuk bisa mempelajari segala langkah dan upaya yang dilakukan masyarakat Bali dalam memperjuangkan budaya di tengah kemajuan daerahnya.</p>
<p>Dirinya sebagai seniman yang lebih awal melanglang buana memperjuangkan kemampuan olah vokalnya sehingga masyarakat Indonesia mengakuinya.</p>
<p>Dia bersama duta seniman Papua akan terus mempromosikan budayanya di Bali. &#8220;Bali ini bukan hanya miliki Indonesia, tapi saat ini dunia sudah mengakui keindahan alam, adat, budaya sehingga para wisatawan semakin nyaman tinggal di sini,&#8221; ucap Edo.</p>
<p>Ia akan terus melakukan terobosan sehingga terlihat lebih menarik dan bisa dijual kepada para wisatawan dan saat ini duta seni Papua sudah bisa memadukan budaya Tari Membesak dengan budaya Bali.</p>
<p>Tari Membesak yang menggambarkan keindahan burung cendrawasih dipadukan dengan menggunakan pakaian adat Bali dan Papua sehingga terlihat lebih menarik minat wisatawan mancanegara.</p>
<p>&#8220;Kolaborasi budaya tersebut karena memang ada kaitannya karena burung cendrawasih di Bali yang hanya dimiliki oleh para Brahmana dan dipergunakan untuk mengiringi upacara kremasi jenazah atau pengabenan, sedangkan di Papua bulu burung Cendrawasih itu diikatkan di kepala setiap seseorang saat pementasan sehingga orang tersebut terlihat memancarkan keceriaan dan berewibawan&#8221; katanya.</p>
<p>Edo berharap keikutsertaan duta seniman Papua di PKB itu tidak hanya sekali, tetapi jika ada kesempatan wajib menyempatkan diri untuk mempromosikan budaya Papua di Bali dan nantinya para wisatawan yang ada di Bali pasti akan tahu dan semakin menikmati setiap pertujukkan seni budaya Papua.</p>
<p>&#8220;Yang penting kita sekarang ada kemauan dan usaha untuk bisa memperjuangkan dan mempromosikan kepada masyarakat luas,&#8221; kata caleg PDIP pada Pemilu 2014 itu.</p>
<p>Menurut dia, kedatangannya ke Bali dengan misi membawa kehangatan persaudaraan yang akan memancarkan ke seluruh pelosok Nusantara. <strong>INT-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/17/edo-kondologit-pkb-ajang-pelestarian-warisan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komik Bali Jadi Bacaan Murid TK di Jepang</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/16/komik-bali-jadi-bacaan-murid-tk-di-jepang/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/16/komik-bali-jadi-bacaan-murid-tk-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 12:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30582</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Komik berisi cerita rakyat Bali yang diterbitkan Sanggar Bona menjadi bacaan para murid taman kanak-kanak (TK) di Jepang. &#8220;Kebetulan ide menerbitkan komik ini bermula dari murid kami berkewarganegaraan Jepang Akiko Nozawa yang berniat memperkenalkan cerita-cerita rakyat Bali di negaranya,&#8221; kata I Gusti Ngurah Adiputra selaku pemimpin Sanggar Bona di Desa Bona, Kabupaten Gianyar, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Komik berisi cerita rakyat Bali yang diterbitkan Sanggar Bona menjadi bacaan para murid taman kanak-kanak (TK) di Jepang.</p>
<p>&#8220;Kebetulan ide menerbitkan komik ini bermula dari murid kami berkewarganegaraan Jepang Akiko Nozawa yang berniat memperkenalkan cerita-cerita rakyat Bali di negaranya,&#8221; kata I Gusti Ngurah Adiputra selaku pemimpin Sanggar Bona di Desa Bona, Kabupaten Gianyar, Minggu (16/6).</p>
<p>Komik tersebut mengetengahkan cerita klasik rakyat Bali yang akrab di telinga anak-anak pada era 1970-an, seperti Sang Cangak, Sang Mong, I Bawang lan I Kesuna, Ii Lutung, dan Sang Kancil.</p>
<p>Menurut Adiputra, muridnya yang kini tinggal di Nagoya, Jepang, itu terketuk hatinya tentang kondisi kemanusiaan dan lingkungan di Bali di tengah peradaban modern.</p>
<p>&#8220;Dia ingin merevitalisasi dan menyelamatkan sastra Bali melalui cerita-cerita klasik yang diperkenalkan kepada anak-anak di Jepang sejak dini,&#8221; katanya.</p>
<p>Komik-komik itu kini telah tersebar di 77 unit TK di Jepang, terutama di wilayah yang pernah diterjang gelombang tsunami, seperti Iwate, Miyagi, dan Fukushima.</p>
<p>Di Bali, komik-konik itu juga telah disumbangkan pada 24 unit TK yang tersebar di Bona, Blahbatuh, dan Pering (Kabupaten Gianyar), Legian, dan Kuta (Kabupaten Badung).</p>
<p>&#8220;Penerbitan komik itu bersifat nirlaba. Tentu ada kepuasan batin tersendiri sehingga kami sampai saat ini tak berniat menjual komik tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Beberapa orang dilibatkan dalam pembuatan komik itu, di antaranya Ni Gusti Made Rai Sumadi dan I Gusti Agus Susana sebagai pengolah cerita.</p>
<p>Selain itu I Wayan Sumita dan I Wayan Asin Sudira selaku juru gambar, serta Arya Dwi Bahagia Putra sebagai editor. <strong>INT-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/16/komik-bali-jadi-bacaan-murid-tk-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gubernur Bali Minta Media Kritisi Pelaksanaan PKB</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/16/gubernur-bali-minta-media-kritisi-pelaksanaan-pkb/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/16/gubernur-bali-minta-media-kritisi-pelaksanaan-pkb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 09:04:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30559</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta media massa turut mengkritisi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 supaya ke depan menjadi lebih baik. &#8220;Mumpung baru hari pertama, jika ada hal-hal yang kurang baik, langsung saja dimuat di media supaya bisa segera diperbaiki,&#8221; katanya di sela-sela meninjau pelaksanaan PKB di Denpasar, Minggu (16/6). Dia mempersilakan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong> Denpasar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta media massa turut mengkritisi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-35 supaya ke depan menjadi lebih baik.</p>
<p>&#8220;Mumpung baru hari pertama, jika ada hal-hal yang kurang baik, langsung saja dimuat di media supaya bisa segera diperbaiki,&#8221; katanya di sela-sela meninjau pelaksanaan PKB di Denpasar, Minggu (16/6).</p>
<p>Dia mempersilakan media untuk membeberkan jika terdapat kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan ajang kesenian terbesar tahunan di Bali itu.</p>
<p>Dalam peninjauan ini, ia juga menyoroti areal di dekat jembatan menuju Wantilan Taman Budaya yang terdapat genangan air. Pastika langsung meminta Kadisbud Bali supaya setelah selesai pelaksanaan PKB tahun ini segera dipaving.</p>
<p>&#8220;Dengan demikian, kalau hujan tidak becek, termasuk di areal stan kuliner. Kalau hujan dan becek, tentu tidak nyaman orang makan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Namun secara umum, Pastika menilai stan pameran pada PKB kali ini sudah lebih tertib, lebih rapi dan lebih lengkap dibandingkan tahun lalu. &#8220;Memang kita harus belajar dari kesalahan, kelemahan masa lalu yang harus diperbaiki dan tahun depan harus lebih baik lagi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Mantan Kapolda Bali inipun sudah mempertimbangkan untuk membangun tempat pertunjukan yang tertutup berkaca dari pengalaman pembukaan PKB pada Sabtu (15/6) yang diwarnai hujan.</p>
<p>&#8220;Tetapi memang alam dari pertunjukan Bali itu harus terbuka, itu karena menyerap taksu atau vibrasi spiritualnya alam. Mungkin suatu saat perlu juga tertutup kalau cuaca benar-benar tidak memungkinkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan ini, Pastika juga menyampaikan ucapan apresiasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas pelaksanaan pembukaan PKB ke-35 dan ucapan terima kasih pada para seniman.</p>
<p>&#8220;Presiden mengakui sendiri sangat menikmati karena melihat para penabuh dan pelaku dari pertunjukan sama sekali tidak berubah penampilannya meskipun saat itu hujan deras dan Presiden salut sekali,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan demikian, kata dia, Presiden SBY juga mulai paham bahwa itulah taksu atau getaran spiritual yang menjiwai setiap penampilan di Bali.</p>
<p>&#8220;Apalagi pertunjukan yang memuat nilai-nilai moral, etika, agama yang sangat kental dan beliau sangat mengapresiasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, masyarakat Bali dan para seniman pantas pula untuk mengapresiasi Presiden sebagai seseorang yang sangat menghargai dan mengapresiasi seni dan budaya. Itu terbukti walaupun hujan tetap duduk dan tidak bergerak serta menikmati pertunjukan.</p>
<p>Pada peninjauan ini, Pastika didampingi Nyonya Ayu Pastika menyempatkan mengunjungi stan pameran kartun dan membeli kuliner tradisional Bali &#8220;jaja laklak&#8221;.</p>
<p>Hadir pula Sekda Bali Cokorda Ngurah Pemayun, Kadisbud Bali Ketut Suastika, Kadiskes Bali dr Ketut Suarjaya, Kepala UPT Taman Budaya Ketut Mantara Gandhi dan Karo Humas Pemprov Bali Ketut Teneng. PKB ke-35 berlangsung dari 15 Juni-13 Juli 2013 di Taman Budaya Denpasar.<strong> INT-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/16/gubernur-bali-minta-media-kritisi-pelaksanaan-pkb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perlu Banyak Coaching Clinic, Lahirkan Editor Dokumenter di Daerah</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/16/perlu-banyak-coaching-clinic-lahirkan-editor-dokumenter-di-daerah/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/16/perlu-banyak-coaching-clinic-lahirkan-editor-dokumenter-di-daerah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 06:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30521</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Editor adalah figur kunci dalam perkembangan kreatif sebuah film. Terlebih dalam film dokumenter di mana struktur final film beserta suaranya sebagian besar muncul dalam proses editing. Karena itu, sangat penting bagi seorang editor untuk menguasai ilmu, teknik, dan teknologi dalam editing yang berkembang pesat seiring kemajuan zaman. Demikian uraian Sastha Sunu, Dosen Fakultas [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><strong><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Denpasar (Metrobali.com)-</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Editor adalah figur kunci dalam perkembangan kreatif sebuah film. Terlebih dalam film dokumenter di mana struktur final film beserta suaranya sebagian besar muncul dalam proses editing. Karena itu, sangat penting bagi seorang editor untuk menguasai ilmu, teknik, dan teknologi dalam editing yang berkembang pesat seiring kemajuan zaman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Demikian uraian Sastha Sunu, Dosen Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pada Pelatihan Produksi Film Dokumenter yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar di Inna Bali Hotel Denpasar Jumat-Sabtu (14-15 Juni) lalu. Menurut Sastha, Seorang editor film dokumenter dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan zaman yang memengaruhi teknologi editing dan memunculkan berbagai gaya penuturan dalam film dokumenter.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'"> &#8221;Gerak teknologi begitu cepat. Itu berimplikasi pada gaya komunikasi masyarakat. Editor film dokumenter harus memahami benar hal itu. Karenanya setelah menguasai ilmu-ilmu dasar editing, dia dituntut untuk selalu belajar dan belajar. Terutama membaca gerak dan tanda-tanda peradaban,&#8221; papar Sastha yang baru saja dinobatkan sebagai Editor Terpuji pada Festival Film Bandung 2013 untuk film &#8220;5 cm&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Pada bagian lain, kepada peserta Sastha menekankan bahwa Editor merupakan saringan pertama dari apa yg hendak diucapkan Sutradara sebelum sampai kepada khalayak. Editorlah yang menjadi tester pertama apakah pesan Sang Sutradara akan dapat dipahami dan diterima khalayak atau tidak. Oleh sebab itu dalam mengedit gambar-gambar yang dihasilkan sutradara beserta kru nya dalam proses produksi, Editor harus menghadapinya dengan pikiran yang lugu. Menurut Sastha, bersikap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">lugu dalam hal ini akan membuat Editor memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga ia pun akan mempertanyakan setiap hal yang menarik dari gambar-gambar yang disodorkan padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'"> &#8221;Keluguan seperti seolah-olah baru pertama kali menjumpai apa yang tampak dalam gambar, membuat Editor dapat membantu sutradara untuk menjawab apa yang ingin dan patut diketahui penonton&#8221; papar Sunu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Sastha Sunu adalah salah seorang editor film ternama di Indonesia. Ia telah mengedit tak kuran dari 33 Judul film layar lebar antara lain&#8221;Ca Bau Kan&#8221;, &#8220;Ayat-ayat Cinta&#8221;,<span>  </span>&#8220;Gie&#8221;, &#8220;5cm&#8221;, &#8220;Eliana-Eliana&#8221;, dan &#8220;Eiffel, I&#8217;m in Love&#8221;. Ia juga telah mengedit 17 film dokumenter dan film pendek. Semua itu membuatnya dinobatkan sebagai Editor Terpilih dalam Jakarta Film Festival 2007 dalam film &#8220;The Photograph&#8221; dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Editor Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2004 dalam film &#8220;Perayaan Besar&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt"><span lang="EN-US" style="line-height: 115%;font-family: 'Arial','sans-serif'">Dimintai komentarnya tentang kelangkaan editor film dokumenter di daerah dan cara mengatasinya, Sastha mengatakan bahwa hal itu tak hanya problem daerah, bahkan di Jakarta pun demikian.  &#8220;Hal ini bisa diatasi dengan banyak pelatihan, pementoran, dan coaching clinic,&#8221; tutupnya. <strong>RED-MB</strong><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/16/perlu-banyak-coaching-clinic-lahirkan-editor-dokumenter-di-daerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Walikota Denpasar: Film Harus Jadi Media Ekspresi dan Diakrabi Masyarakat</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/06/16/walikota-denpasar-film-harus-jadi-media-ekspresi-dan-diakrabi-masyarakat/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/06/16/walikota-denpasar-film-harus-jadi-media-ekspresi-dan-diakrabi-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2013 05:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=30517</guid>
		<description><![CDATA[Denpasar (Metrobali.com)- Sebagai media, film merupakan hal yang sudah banyak digeluti oleh para praktisi  dan tersebar di berbagai daerah di tanah air. Kini telah semakin banyak kalangan menjadikan film sebagai sarana penyampaian gagasan mereka kepada khalayak ramai.  Bagi Pemerintah Kota Denpasar yang menaruh perhatian sangat besar pada pengembangan kreativitas masyarakatnya hal itu merupakan petensi yang [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p><span lang="EN-US" style="font-size: 16.0pt">Denpasar (Metrobali.com)-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Sebagai media, film merupakan hal yang sudah banyak digeluti oleh para praktisi<span>  </span>dan tersebar di berbagai daerah di tanah air. Kini telah semakin banyak kalangan menjadikan film sebagai sarana penyampaian gagasan mereka kepada khalayak ramai.<span>  </span>Bagi Pemerintah Kota Denpasar yang menaruh perhatian sangat besar pada pengembangan kreativitas masyarakatnya hal itu merupakan petensi yang harus terus dipupuk dan dikembangkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US">Demikian antara lain wejang Walikota Denpasar,<span>  </span>IB Dharmawijaya Mantra, dalam sambutannya pada acara penutupan Pelatihan Produksi Film Dokumenter di Inna Bali Hotel Denpasar, Sabtu (16/6).<span>  </span>Menurut Walikota, sebagai Kota yang sangat peduli terhadap kreativitas masyarakatnya, pihaknya terus berupaya untuk memberi dukungan dan fasilitas agar potensi-potensi kreatif di tengah masyarakat termasuk dalam bidang perfilman dapat tumbuh dengan subur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> Itu sebabnya Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung terselenggaranya pelatihan produksi film dokumenter yang melibatkan instruktur-instruktur mumpuni dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, European Broadcast Union, dan Institut Kesenian Jakarta, sejak Maret hingga Juni 2013.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span>“Kami terus melakukan upaya sedemikian rupa agar film dapat menjadi sesuatu yang biasa, yang akrab, <span> </span>di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai media ekspresi yang harus dikuasai ilmu dan teknik penyampaiannya,” ujar Walikota. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> Dalam wejangannya itu, Walikota juga berpesan kepada para peserta pelatihan agar bergandengan tangan dengan Pemerintah Kota untuk menemukan strategi yang tepat dalam upaya pengembangan perfilman di Kota Denpasar.<span>  </span>Tujuannya agar langkah bersama yang diayunkan tersebut memberi dampak lebih luas dari sekadar apreasiasi atau nilai ekonomi, melainkan juga menyentuh pada pembentukan karakter, kepribadian, dan penguatan jati diri sehingga Kota Denpasar memiliki diferensiasi yang tak dapat ditiru oleh bangsa mana pun di dunia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> “Anda tahu<span>  </span>kearifan budaya lokal merupakan faktor<span>  </span>keunggulan yang menjadi pembeda antara bangsa<span>  </span>satu dengan bangsa lainnya, antara daerah satu dengan daerah lainnya. Dengan strategi yang tepat, langkah kreatif<span>  </span>yang kita ayunkan akan memberi dampak yang jauh lebih luas dari sekadar capaian-capaian personal yang hebat,” tegasnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> Di sela acara ramah-tamah, Walikota menyambut baik rencana Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang berniat merangkum potensi kreatif perfilman dengan memfasilitasi terbentuknya komunitas para pembuat dan pecinta film di kota Denpasar. Menurutnya hal itu merupakan langkah yang baik untuk membangun jalinan komunikasi dan semangat saling berbagi antara sesama pecinta film. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"> Pelatihan Produksi Film Dokumenter ini telah berlangsung sejak Maret lalu. Diawali dengan pelatihan <span> </span>“Teknik Riset &amp; Penulisan Hasil Riset untuk Film Dokumenter” (22-23 Maret)<span>  </span>oleh Dr. M. Najib Azca dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; kemudian disusul dengan “Teknik Riset &amp; Penulisan Skrip untuk Film Dokumenter” (19-20 April) oleh<span>  </span>Gerzon Ron Ayawaila<span>  </span>dari Institut Kesenian Jakarta;<span>  </span>Teknik Pengambilan Gambar untuk Film Dokumenter (17-18 Mei) oleh German G Mintapradja<span>  </span>dari European Broadcasting Union; serta “Teknik Penyuntingan Gambar untuk Film Dokumenter” (14-15 Juni) oleh<span>  </span>Sastha Sunu<span>  </span>dari Institut Kesenian Jakarta. Semua pelatihan diselenggarakan<span>  </span>di Inna Bali Hotel Denpasar. <strong>RED-MB</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt;text-align: justify;line-height: normal"><span lang="EN-US"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify"><span lang="EN-US"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/06/16/walikota-denpasar-film-harus-jadi-media-ekspresi-dan-diakrabi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
