<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metrobali.com &#187; Wisata Kuliner</title>
	<atom:link href="http://metrobali.com/category/metro-wisata/wisata-kuliner/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metrobali.com</link>
	<description>Berita Bali Online</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Jun 2013 14:32:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Rindu Masakan Kampung? Ke Warung Jadul Yuk…</title>
		<link>http://metrobali.com/2011/12/13/rindu-masakan-kampung-ke-warung-jadul-yuk/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2011/12/13/rindu-masakan-kampung-ke-warung-jadul-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 00:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gabriela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=3443</guid>
		<description><![CDATA[Sedang rindu kampung halaman? Atau makanan khas kampung? Datang saja ke Warung Jadul (WJ). RUMAH makan yang berlokasi di Jalan Sunset Road, Kuta, ini akan jadi tempat baru pusat perburuan makanan tradisional. Menu yang sediakan beragam. Harganya pun relatif terjangkau. Harga termurah berkisar Rp 7 ribu – 20 ribu. Dadan Gumilar, General Manager WJ menjelaskan, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>Sedang rindu kampung halaman? Atau makanan khas kampung? Datang saja ke Warung Jadul (WJ).</strong></em></p></blockquote>
<p><strong>RUMAH</strong> makan yang berlokasi di Jalan Sunset Road, Kuta, ini akan jadi tempat baru pusat perburuan makanan tradisional. Menu yang sediakan beragam. Harganya pun relatif terjangkau. Harga termurah berkisar Rp 7 ribu – 20 ribu.</p>
<p>Dadan Gumilar, General Manager WJ menjelaskan, pihaknya berusaha mempertahankan warisan budaya Indonesia, termasuk kuliner. “Orisinalitas masakan tradisional kami pertahankan karena ini adalah salah satu warisan budaya yang tak ternilai harganya,” ungkap Dadan saat <em>grand opening</em> WJ, Senin (12/12).</p>
<p><a href="http://metrobali.com/wp-content/uploads/2011/12/WJ3.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-3451" src="http://metrobali.com/wp-content/uploads/2011/12/WJ3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Bosan dengan menu bebek goreng atau bakar? Silahkan coba menu bebek andalan WJ, yaitu Bebek Lapis Crispy. Menu ini tidak ada di tempat lain, dijamin! Bebek Peking diolah khusus sehingga aroma amis bebek tak lagi ada. Bentuk sajiannya pun tidak standar. Mirip martabak telur, namun kulit bebek yang renyah masih menyatu dengan tumpukan daginnya.</p>
<p>“Yang membedakan bebek lapis ini adalah  lapisan kulitnya yang <em>crispy</em>,” kata Chef Sumarno, Sang Kreator menu. Untuk membuatnya crispy, daging bebek dijemur dahulu di bawah sinar matahari, baru diolah dengan rempah-rempah. “Masakan ini tidak menggunakan penyedap masakan atau MSG,” imbuhnya.</p>
<p>Sajian tersebut dimakan bersama saus khusus berbahan dasar tomat asli. Kemewahan rasa disuguhkan dengan maksimal. Si Bebek Lapis pun tak tampil sendiri. Menu lainnya yang patut dicoba adalah sambal jengkol, bubur sumsum, dendeng balado, dan jus rujak pedas.</p>
<p>G.A.P Novianti alias Utit, Marketing WJ menjelaskan, WJ dapat dijadikan alternatif tempat pertemuan atau pelaksanaan berbagai even. “Lokasi WJ strategis dengan tempat parkir luas, pilihan menu banyak, jadi apa lagi yang dicari dari tempat penyelenggaraan even?” terang Utit.</p>
<p>Bayangkan, menikmati makanan kampung dalam ruang terbuka berinterior benda-benda lawas seperti jerigen, teko, dan rantang seng kuno. Rasanya, seperti pulang kampung. Sang pemilik WJ, Linda, awalnya adalah kolektor benda-benda kuno dan antik. Karena banyaknya koleksi yang ia miliki hingga sulit menyimpannya, ditambah ide kreatifnya, maka dibukalah WJ. Sebelumnya Linda membangun Jadul Village Resort and Spa di Bandung. Itulah sebentuk apresiasi Linda terhadap warisan budaya. <strong>GAB-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2011/12/13/rindu-masakan-kampung-ke-warung-jadul-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cicipi Eksotisme Kuliner India di Bali</title>
		<link>http://metrobali.com/2011/11/20/cicipi-eksotisme-kuliner-india-di-bali/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2011/11/20/cicipi-eksotisme-kuliner-india-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 13:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gabriela</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badung]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=2992</guid>
		<description><![CDATA[Badung (metrobali.com) &#8211; Eksotisme hidangan India yang kaya rempah, kini makin dikenal dan diminati para pencinta kuliner, terkhusus di Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Nasi Biryani, Mutton Rogan Josh, Roti Tandoori hingga beragam curry, adalah sebagian kecil dari kelezatan kuliner India yang wajib Anda coba. Mau? Tiga dari 28 restoran India yang ada di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Badung (metrobali.com) &#8211; Eksotisme hidangan India yang kaya rempah, kini makin dikenal dan diminati para pencinta kuliner, terkhusus di Bali, sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia. Nasi Biryani, Mutton Rogan Josh, Roti Tandoori hingga beragam curry, adalah sebagian kecil dari kelezatan kuliner India yang wajib Anda coba. Mau?</p>
<p>Tiga dari 28 restoran India yang ada di Bali adalah milik grup Queen’s of India. Sang pengelola, Nete Ramchand Dularam komitmen menyajikan hidangan otentik India. “Banyak restoran yang mengaku menyediakan menu India, tapi yang otentik, silahkan diselidiki dulu,” ujar Nete saat launching restoran ketiganya di Nusa Dua, Rabu (16/11). Dengan 8 chef asli India di tiga restorannya, Nete yakin, lidah pengunjung akan dimanjakan beragam menu yang diolahnya.</p>
<p>Setelah Queen’s Tandoor di Seminyak, Nete dibantu Puneet Maholtra sebagai advisornya, membangun Queen’s of India di Kartika Plaza, Kuta, tiga tahun lalu. Restoran ketiganya, Queen’s of India di Nusa Dua berada di Jalan Pratama 65 B, Tanjung Benoa. Menurut Nete, bisnis kuliner India di Bali punya prospek menggiurkan. Tak hanya karena jumlah wisatawan India yang makin meningkat datang ke Bali, namun wisatawan mancanegara (wisman) terlebih Australia dan Eropa adalah pasar potensial. Lidah masyarakat Bali pun faktanya juga telah familiar dengan citarasa masakan India. “Bali dan India punya banyak kesamaan, pada masakan pun demikian,” terang Nete.</p>
<p>Minat wisman terhadap menu masakan India menunjukkan tren peningkatan. “Wisatawan yang gemar makanan India cukup banyak, mereka berasal dari Australia, China, Eropa dan negara lainnya. Wisatawan domestik juga banyak yang suka masakan India termasuk masyarakat Bali,” terang Puneet. Menghadapi persaingan, Nete mengaku, pihaknya akan terus mempertahankan mutu, berprinsip pada Authentic Indian Cuisine, ditambah upaya peningkatan pelayanan.</p>
<p>Bali makin sering dijadikan tujuan bagi warga India yang ingin melangsungkan pesta pernikahan sekaligus bulan madu. Kondisi tersebut memotivasi gerak bisnis Nete. Restorannya kerap ditunjuk untuk menyiapkan menu khas India bila ada tamu yang mengadakan pesta di hotel-hotel seputaran Nusa Dua. “Kami melayani Indian Weeding, seiring dijadikannya Bali sebagai salah satu Indian wedding destination utama bagi warga India,” jelasnya.</p>
<p>Nah, bagi konsumen perorangan maupun grup yang tidak dapat datang langsung ke restorannya, Nete menerapkan delivery service, sistem antar pesanan yang jelas akan lebih memudahkan para penikmat sajian menu India tanpa perlu keluar hotel atau rumah. “Masyarakat di seputaran Nusa Dua, Jimbaran dan Uluwatu tidak perlu kuatir. Kami siap antarkan menu yang dipesan hingga ke rumah,” kata Nete.</p>
<p>Restoran yang juga diresmikan oleh Biren Nanda, Duta Besar India untuk Indonesia ini, juga akan mengeksplorasi potensi laut Bali. &#8220;Kami juga akan mengeksplorasi menu masakan kami dengan menggunakan bahan seafood, mengingat Bali kaya dengan hasil lautnya,&#8221; tutup Nete. <strong>GAB-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2011/11/20/cicipi-eksotisme-kuliner-india-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sanur Bakal Menjadi Pusat Kuliner di Denpasar, Bali</title>
		<link>http://metrobali.com/2011/08/23/sanur-bakal-menjadi-pusat-kuliner-di-denpasar-bali/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2011/08/23/sanur-bakal-menjadi-pusat-kuliner-di-denpasar-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 02:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[OBJEK wisata Pantai Sanur akan menjadi ikon pariwisata baru sebagai pusat usaha kuliner. Ada dua kawasan di Pantai Sanur yang nantinya akan ditata sebagai tempat kuliner yang siap menyajikan aneka masakan, yakni di Merthasari dan Matahari Terbit. Menurut Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidartha di Denpasar, Bali, mengatakan sebagai tahap awal, rencananya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>OBJEK wisata Pantai Sanur akan menjadi ikon pariwisata baru sebagai pusat usaha kuliner. Ada dua kawasan di Pantai Sanur yang nantinya akan ditata sebagai tempat kuliner yang siap menyajikan aneka masakan, yakni di Merthasari dan Matahari Terbit.</p>
<p>Menurut Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidartha di Denpasar, Bali, mengatakan sebagai tahap awal, rencananya akan dipersiapkan lahan seluas dua hektare sebagai pusat usaha kuliner di kawasan Matahari Terbit.</p>
<p>&#8220;Kami sudah mempersiapkan lahan tersebut, dan dalam waktu dekat penataan di kawasan itu akan dilaksanakan.  Penataan pusat kuliner diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus menjadikan kawasan tersebut sebagai ikon wisata baru,” katanya.</p>
<p>Dikatakan, tujuannya, tentu untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat yang berada di kawasan Sanur.</p>
<p>“Pantai Sanur cukup terkenal ke mancanegara bahkan berkali-kali diangkat menjadi tema lagu oleh para musisi. Namun belakangan nyaris compang-camping akibat disapu deburan ombak laut selatan,” ujarnya.</p>
<p>Ditambahkannya, hanya saja, Pantai Sanur tergolong mujur. Pantai berpasir putih dan bertabur batu apung itu akhirnya terselamatkan setelah dipasang sejumlah krib atau &#8220;benteng” penghalau gelombang pasang<em>. [photo istimewa]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2011/08/23/sanur-bakal-menjadi-pusat-kuliner-di-denpasar-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
