<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metrobali.com &#187; Metro Tekno</title>
	<atom:link href="http://metrobali.com/category/metro-tekno/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metrobali.com</link>
	<description>Berita Bali Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 08:45:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Kepala Pasar  Seni Guwang &#8216;Curhat&#8217; pada Ayu Pastika</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/03/25/kepala-pasar-seni-guwang-curhat-pada-ayu-pastika/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/03/25/kepala-pasar-seni-guwang-curhat-pada-ayu-pastika/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2013 08:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=23892</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali Ny. Ayu Pastika  didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Bali Ni Wayan Kusumawathi, SH, M.Si, mengunjungi Pasar seni Guwang, Sukawati, Gianyar,  Senin  , (25/3). Kedatangan Ayu Pastika  disambut oleh Kepala Pasar Seni Guwang yakni Ir. I Ketut Sarya. Dan kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh I [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Bali Ny. Ayu Pastika  didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Bali Ni Wayan Kusumawathi, SH, M.Si, mengunjungi Pasar seni Guwang, Sukawati, Gianyar,  Senin  , (25/3). Kedatangan Ayu Pastika  disambut oleh Kepala Pasar Seni Guwang yakni Ir. I Ketut Sarya. Dan kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh I Ketut Sarya untuk menyampaikan unek-uneknya secara langsung kepada Ny. Ayu Pastika.</p>
<p>Salah satunya keluhan mengenai keberadaan pasar seni modern yang mulai menjamur di Bali ini sehingga mempengaruhi keberadaan pasar seni tradisional yang ada di Bali   dan juga mengenai isu-isu kepemilikan salah satu Pasar Seni modern oleh Gubernur Pastika. “Saya tidak masalah dengan adanya pasar seni modern, tetapi tolong dikurangi agar kita juga bisa berkembang”, ungkapnya.</p>
<p>“ Kalau setiap kabupaten ada satu pasar seni modern, hancurlah kami,” keluh Sarya. Ketut Sarya juga mengharapkan agar keberadaan mereka juga diperhatikan,” jangan hanya mereka saja tetapi perhatikan kita juga,” imbuhnya.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Ny. Ayu Pastika langsung mengklarifikasi mengenai isu-isu yang beredar. Ayu Pastika  menegaskan bahwa Gubernur Bali masih sangat memperhatikan keberadaan Pasar seni tradisional ini, “Gubernur sudah mengeluarkan moratorium terhadap izin pasar modern bahkan telah merancang program revitalisasi pasar seni tradisional guna kembali meningkatkan dan memunculkan keberadaan pasar seni tradisional ,” tegas Ayu Pastika.</p>
<p>“Saya saja kalau ada tamu datang pasti saya arahkan ke pasar tradisional, seperti kemarin kita ajak ke Klungkung,” tambah Ayu Pastika. Beliau juga berharap agar keberadaan dari pasar tradisional ini untuk selalu dipertahankan.</p>
<p>Sebelum meninggalkan lokasi, Ny. Ayu Pastika juga sempat berbelanja dan juga berdialog denga para pedagang yang terdapat di Pasar seni Guwang. Usai meninjau Pasar seni guwang, Ny. Ayu Pastika beserta rombongan Kemudian mampir menuju Pasar Seni Sukawati dengan tujuan yang sama yaitu meninjau juqa keberadaan dari Pasar seni tersebut. <strong>DP-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/03/25/kepala-pasar-seni-guwang-curhat-pada-ayu-pastika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Media TV Jangan Sewenang-Wenang Gunakan Kebebasan Pers</title>
		<link>http://metrobali.com/2012/07/20/media-tv-jangan-sewenang-wenang-gunakan-kebebasan-pers/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2012/07/20/media-tv-jangan-sewenang-wenang-gunakan-kebebasan-pers/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2012 15:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Tekno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=10381</guid>
		<description><![CDATA[Ketewel (Metrobali.com)- Media televisi di Bali diingatkan untuk tidak sewenang-wenang dalam menggunakan dan menerapkan kebebasan pers. Peringatan tersebut disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali Komang Suarsana pada acara penyerahan ijin pengelolaan penyiaran (IPP) tetap kepada Dewata TV pada Jumat malam di Bentara Budaya Bali Ketewel Gianyar (20/7/2012) Komang Suarsana menegaskan media televise seharusnya mampu [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div><strong>Ketewel (Metrobali.com)-</strong></div>
<div>Media televisi di Bali diingatkan untuk tidak sewenang-wenang dalam menggunakan dan menerapkan kebebasan pers. Peringatan tersebut disampaikan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Bali Komang Suarsana pada acara penyerahan ijin pengelolaan penyiaran (IPP) tetap kepada Dewata TV pada Jumat malam di Bentara Budaya Bali Ketewel Gianyar (20/7/2012)</div>
<div></div>
<div>Komang Suarsana menegaskan media televise seharusnya mampu menciptakan perdamaian, bukan justru menciptakan keresahan di masyarakat. Media televisi, terutama Dewata TV juga harus  menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan local yang ada di masyarakat Bali.</div>
<div></div>
<div>“media tv di Bali harus mampu menjaga keutuhan dan menjungjung tinggi nilai-nilai kearifan local yang ada di masyarakat, serta mampu menjaga keutuhan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat di Bali. Saya berharap Dewata TV mampu menjadi TV-nya karma Bali” papar Komang Suarsana</div>
<div></div>
<div>Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) pemerintah provinsi Bali Made Djendra menyatakan pemberian IPP tetap kepada Dewata TV merupakan bukti kepercayaan pemerintah terhadap Dewata TV.  Kedepan Dewata TV diharapkan memberikan kontribusi pendidikan bagi masyarakat Bali melalui program-program yang ditayangkan . Selain itu Dewata TV tidak melakukan pemberitaan yang tendensius hanya demi tujuan tertentu. <strong>MLT-MB</strong><strong></strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2012/07/20/media-tv-jangan-sewenang-wenang-gunakan-kebebasan-pers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sampah di Badung dan Denpasar Jadi Hantu Menakutkan</title>
		<link>http://metrobali.com/2012/01/25/sampah-di-badung-dan-denpasar-jadi-hantuk-menakutkan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2012/01/25/sampah-di-badung-dan-denpasar-jadi-hantuk-menakutkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 10:21:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Denpasar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Tekno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=4289</guid>
		<description><![CDATA[Mangupura (Metrobali.com)- Sampah akan selalu menjadi persoalan yang sangat rumit dan menyelimet di masyarakat bilamana masyarakat tidak peduli terhadap nilai kehidupan, kebersihan lingkungannya, apalagi dimusim penghujan ini sampah akan selalu menjadi momok dalam kehidupan sehari-hari baik di pedesaan maupun perkotaan. Menangani luapan sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap harinya tidak semudah apa yang menjadi perkiraan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div><strong>Mangupura (Metrobali.com)-</strong></div>
<div>Sampah akan selalu menjadi persoalan yang sangat rumit dan menyelimet di masyarakat bilamana masyarakat tidak peduli terhadap nilai kehidupan, kebersihan lingkungannya, apalagi dimusim penghujan ini sampah akan selalu menjadi momok dalam kehidupan sehari-hari baik di pedesaan maupun perkotaan. Menangani luapan sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap harinya tidak semudah apa yang menjadi perkiraan kita sebelumnya dimana sampah telah menjadi hantu yang sangat menakutkan serta memprihatinkan terhadap kelangsungan hidup baik lingkungan maupun kehidupan.</div>
<div>Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta yang didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup I Wayan Suteja , Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan serta beberapa pejabat terkait lainnya menghadiri acara Evaluasi Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah yang juga diikuti para jajaran Sarbagita. Evaluasi ini menjadi sangat penting mengingat akhir-akhir ini sampah telah mengepung kenyamanan dan lingkungan hidup serta areal lahan yang di peruntukan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan dapat mengancam biota laut serta lingkungan sekitar. Dalam hal ini Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta selaku Ketua Sarbagita menyampaikan bahwa jajaran Sarbagita telah melakukan langkah-langkah untuk penanganan sampah ini . Lebih lanjut I Ketut Sudikerta menyampaikan “ Penanganan sampah yang diprakarsai empat Kabupaten di Bali ini Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan yang bertujuan sangat mulia untuk kebersihan dan  kelangsungan hidup serta lingkungan Bali belum dapat berjalan seperti yang diharapkan dimana  pihak pengelola PT. NOEI yang dipercaya dalam penanganan sampah ini belum dapat menjalankan apa yang pernah disetujui dan diharapkan sampai saat ini.</div>
<div>Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang sekaligus sebagai mediator dalam kesempatan ini mengharapkan seluruh jajaran Serbagita untuk menindak lanjuti program ini dan lebih tegas kepada pihak pengelola dalam hal ini PT. NOEI agar Bali Go Green yang menjadi harapan kita semua bisa terwujud dan terlaksana dengan baik dan sukses, lebih lanjut Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan “PT. NOEI untuk melakukan pekerjaan  sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Jangan sampai Serbagita ini menjadi Serbasusah bagi kita semua selorohnya dengan canda.<strong>MB1</strong></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2012/01/25/sampah-di-badung-dan-denpasar-jadi-hantuk-menakutkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertama di Indonesia, Aplikasi Perkuliahan Berbasis Android</title>
		<link>http://metrobali.com/2011/08/08/pertama-di-indonesia-aplikasi-perkuliahan-berbasis-android/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2011/08/08/pertama-di-indonesia-aplikasi-perkuliahan-berbasis-android/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 02:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Metro Tekno]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Sony Ericsson bersama Universitas Bunda Mulia meluncurkan aplikasi info perkuliahan berbasis Android pertama di Indonesia, Kamis (4/8/2011) di Jakarta. Aplikasi bernama M Campus itu memberi kemudahan dalam relasi antara mahasiswa, orang tua, dan dosen. Dengan M Campus, mahasiswa bisa mengakses jadwal kuliah, nilai mata kualiah dan IPK, jadwal dosen, mata kuliah yang ditawarkan, informasi pembayaran [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sony Ericsson bersama Universitas Bunda Mulia meluncurkan aplikasi info perkuliahan berbasis Android pertama di Indonesia, Kamis (4/8/2011) di Jakarta. Aplikasi bernama M Campus itu memberi kemudahan dalam relasi antara mahasiswa, orang tua, dan dosen.</p>
<p>Dengan M Campus, mahasiswa bisa mengakses jadwal kuliah, nilai mata kualiah dan IPK, jadwal dosen, mata kuliah yang ditawarkan, informasi pembayaran dan lainnya. Dalam pengembangan lebih lanjut, orang tua bisa mengecek informasi akademis anak.</p>
<p>&#8220;Program aplikasi M Campus ini ialah salah satu upaya dalam memberikan dukungan di dunia pendidikan dan komunikasi. Seiring meluasnya pasar platform Android, kami punya posisi baik untuk memberi pengalaman beda bagi konsumen,&#8221; kata Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson.</p>
<p>Sementara, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Universitas Bunda Mulia, Danny Johannes mengatakan, &#8220;Kami yakin dengan teknologi informasi terkini, kami dapat membimbing mahasiswa profesional dalam upaya menyiapkan tenaga lulusan dengan kompetensi unggul.&#8221;</p>
<p>Aplikasi M Campus di-<em>bundling</em> dengan ponsel Sony Ericsson Xperia X8. Produk <em>bundling</em> ini akan diberikan pada 200 mahasiswa baru Universitas Bunda Mulia yang masuk tahun 2011 sebagai semacam uji coba. Jumlah itu adalah 10 persen dari total mahasiswa baru yang mencapai 2000-an orang tahun ini.</p>
<p>&#8220;Kita akan coba dulu pada 10 persen mahasiswa baru itu. Kalau nanti kita lihat berhasil, kita harapkan yang 10 persen itu bisa berpromosi ke yang lain,&#8221; kata Samudro Seto, Operator Relation &amp; Marketing Partnership Manager Sony Ericsson Indonesia dalam konferensi pers.</p>
<p><em>Bundling</em> dengan Xperia X8 sendiri dipilih karena dua alasan. Pertama karena permintaan Xperia X8 yang kini masih tinggi walaupun produk sudah dikeluarkan sejak tahun 2010. Kedua karena harga Xperia yang hanya Rp 1,4 jutaan sehingga cocok bagi kantong mahasiswa namun tetap memberi fungsi optimal dengan layar <em>touch screen</em>.</p>
<p>Untuk menjaga keamanan data, sistem telah dirancang. Data yang diakses adalah <em>mirror</em> dari data yang dimiliki <em>office</em> Bunda Mulia. Dengan demikian, seandainya data jebol, data asli di <em>office</em> masih ada dan bisa digunakan sebagai <em>back up</em>. Dari M Campus, nantinya bisa dilakukan pengembangan lain seputar mobile dan internet.</p>
<p>Hanny Sanjaya dari Sony Ericsson mengatakan, &#8220;Potensinya nanti bisa untuk <em>e-advertising.</em>Perusahaan bisa beriklan di aplikasi ini. Mahasiswa bisa belajar tentang <em>e-learning </em>dan <em>e-commerce</em>.&#8221;</p>
<p>Hanny mengatakan, M Campus juga bisa jadi media mengenalkan Android yang memungkinkan mahasiwa membuat dan menjual aplikasi. Tindak lanjutnya, Hanny mengatakan, &#8220;Kita ada rencana bikin UKM gadget dan games. Bunda Mulia siap menuju <em>e-commerce</em> ke depan.&#8221;</p>
<p>Untuk saat ini, beberapa keterbatasam masih dimiliki M Campus. Aplikasi hanya bisa dipakai dengan Xperia X8 yang telah dibundling. Aplikasi juga baru bisa dinikmati 200 orang dan tak bisa dibagi ke yang lain, bahkan dengan yang punya device Xperia X8 lama. Orang tua yang ingin mengakses juga mesti memakai ID dan password anak. Namun, ke depannya, beragam pengembangan juga bisa dilakukan.</p>
<p>&#8220;Kita juga membuka peluang untuk mengembangkan ke device lain. Ke depan, bisa juga dikembangkan untuk kampus lain,&#8221; kata Seto. Menurutnya, untuk mengimplementasikan aplikasi ini di kampus, yang paling dibutuhkan adalah kesiapan data.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2011/08/08/pertama-di-indonesia-aplikasi-perkuliahan-berbasis-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
