Pelantikan TP PKK Klungkung, Bupati Suwirta Harapkan Konsolidasi Anggota

pelantikan TP PKK 1

Klungkung (Metrobali.com)-

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Klungkung masa bakti 2014 – 2019 resmi dilantik Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Pelantikan dilaksanakan di ruang Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, jumat (31/10).

Pelantikan TP PKK Kabupaten Klungkung ini berdasarkan Keputusan Bupati Klungkung Nomor : 405/01.1/H2O/2014 tentang Pembentukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Klungkung Masa Bakti Tahun 2014 – 2019. Acara pelantikan juga dihadiri Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Ayu Suwirta, Camat serta Organisasi Wanita lainnya di Kabupaten Klungkung.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengatakan, program dan kegiatan TP PKK Kabupaten Klungkung agar lebih diutamakan untuk menyasar keluarga-keluarga baik di pedesaan maupun diperkotaan dalam bidang kesehatan, pendidikandan upaya-upaya peningkatan pendapatan keluarga serta menumbuhkembangkan sikap dan prilaku, kemandirian pribadi, keluarga dan masyarakat agar tidak keliru dalam menerima globalisasi.

Selain itu, TP PKK diharapkan pula untuk selalu melakukan konsolidasi kedalam, saling mengisi kekurangan, melaksanakan tugas sesuai tupoksi sehingga tidak sampai terjadi mis komunikasi. “Tim bisa saling mengisi, laksanakan tugas sesuai tupoksi,”ujar Bupati Suwirta. Disamping itu, terhadap keberadaan organisasi wanita lainnya di Kabupaten Klungkung, Suwirta berharap semua organisasi tersebut dapat menjalin komunikasi yang baik sehingga kedepan dapat membuat suatu program yang sifatnya bersama. “Sekali-sekali berkumpul, adakan kegiatan bersama, baik bersifat sosial maupun pemberdayaan,”imbuhnya. SUS-MB 

SMAN 1 Dawan Wakili Klungkung Lomba Wawasan Wiyata Mandala Tingkat Propvinsi

 

SMAN 1 Dawan Dinilai Propinsi

Klungkung (Metrobali.com)-

Setelah sebelumnya SMA N 1 Dawan mewakili lomba Wawasan Wiyata Mandala di tingkat provinsi. Untuk kali ini SMA N 1 Dawan kembali mewakili Kabupaten Klungkung mengikuti lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat provinsi yang penilaiannya dilakukan kemarin, Kamis(30/10). Dalam penilaian yang dilakukan di sekolah SMA N 1 itu sendiri, dihadiri oleh Bupati Suwirta, kadis kesehatan Gusti Ngurah Agung Swastika, ketua tim penilai provinsi dr.Gd Wira Sunetra, beserta unsur Muspika dawan. Dalam laporan kepala sekolah I made Mardika, M.Pd menjelaskan, sekolah yang bersih, sehat, aman, dan nyaman tentu merupakan idaman setiap orang baik itu siswa, guru maupun orang tua siswa. Namun bukan berarti kami bersih-bersih pada saat lomba saja, dengan lomba ini diharapakan semua siswa memiliki kesadaran tentang penting hidup bersih. Berpijak dari keinginan itulah maka kami memandang lomba ini sangat penting dan sangat berperan guna menaikkan kualitas siswa-siswi kami di SMA N 1 Dawan.

Sementara itu ketua tim penilai dr. Gd Wira Sunetra menyatakan kegiatan lomba ini merupakan sarana pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program usaha kesehatan sekolah serta dapat memberikan motivasi bagi setiap sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas anak didik. Seiring kompleksitasnya persoalan yang dialami anak didik di sekolah dan para remaja lainnya seperti kebiasaan merokok, perilaku penyalahgunaan narkoba, seks pranikah, dan tindak kriminalitas sangat membutuhkan perhatian kita dalam penanganannya. Melalui lomba ini semoga bisa melaksanakan Trias UKS dengan baik yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga dapat dicapai prestasi optimal.

Bupati Suwirta dalam sambutannya, kesehatan adalah kebutuhan dasar yang harus dimiliki olah setiap orang.  Karena dengan berprilaku hidup sehat yang khususnya di sekolah-sekolah dapat menunjang proses belajar mengajar sehingga potensi-potensi siswa dapat digali maksimal sehingga mendapatkan prestasi yang maksimal pula. Mungkin juara bukan tujuan dari lomba ini, Untuk itu jadikanlah lomba UKS sebagai sarana untuk menyadarkan kita betapa pentingnya pola hidup bersih dan sehat. SUS-MB

Bupati Resmikan Tugu Pahlawan Pertama Klungkung

Bupati resmukan tugu Pahlawan1

 

Klungkung (Metrobali.com)-

Sebagai wujud rasa hormat dan penghargaan terhadap para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan tanah air Indonesia khususnya di wilayah Klungkung, Pemerintah Kabupaten Klungkung mendirikan sebuah Tugu Pahlawan berlokasi di Batu Tumpeng Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung Kamis (30/10). Diresmikan oleh Bupati Suwirta didampingi Wakil Bupati Made Kasta dan Kadis Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ida Bagus Anom Adnyana serta  dihadiri para SKPD lingkungan Pemkab Klungkung , para veteran dan keluarga veteran.

Dalam laporannya Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ida Bagus Anom Adnyana mengatakan bahwa pembangunan tugu pahlawan di kabupaten klungkung merupakan cita cita para veteran dan generasi muda sejak dulu, dan akhirnya cita cita itu terwujud atas dukungan dari para legium veteran, TNI, POLRI, Pemuda Panca Marga, KNPI dan dinas terkait. Tugu Pahlawan Kabupaten Klungkung berdiri diatas lahan seluas 850M2 melalui anggaran APBD kabupaten klungkung. Pada tanggal 10 November 2012 disetujui oleh Bupati Klungkung saat itu untuk dibangun tugu dengan anggaran APBD Kab. Klungkung tahun 2013 senilai Rp 846.860.000.

Peresmian tugu pahlawan ditandai dengan penanda tanganan prasasti oleh Bupati Suwirta dan didampingi Wabup Made Kasta. Dalam pidatonya Bupati Suwirta berharap nantinya tugu ini benar – benar  dijadikan tempat yang religius dan untuk melakukan penghormatan serta kegiatan kegiatan untuk mengenang jasa jasa para pejuang. “Jangan begitu selesai diresmikan, tugu ini tidak digunakan, jadikan tempat ini untuk  melakukakan kegiatan kegiatan mengenang jasa pahlawan, mungkin dengan menambahkan pepohonan dan penghijauan akan akan lebih menyejukkan areal disekitar tugu.” Ujar Bupati Suwirta. Nama tugu pahlawan juga menadi sorotan bupati karena Tugu Pahlawan hendaknya memiliki subah nama yang khas yang mencirikan Klungkung. Selain itu Bupati juga soroti bundaran di perempatan Tiyingadi Kusamba yang masih kosong tanpa sentuhan pertamanan. “ Saya punya ide untuk menempatkan sebuah patung Pahlawan di bundaran itu, mengingat didaerah kusamba pernah terjadi pertempuran hebat para pejuang melawan penjajah yang mencoba menguasai Klungkung, nanti akan saya ajukan ke Provinsi karena jalan tersebut dikelola provinsi, siapa tahu provinsi bisa ikut membantu.” ujar Bupati asal Ceningan ini.

Sebelum acara peresmian, sebelumnya telah dilaksanan upacara pecaruan dan mendempedagingan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Made Kasta. Dimana upacara ini bertujuan untuk mensucikan selurung bangunan yang ada di areal tugu ini. Upacara di puput oleh ida Pedanda Gede Kediri Putra Keniten dari Griya Kediri Kamasan.

Bupati Klungkung Janji Awasi dan Perluas Pelaksanaan Program Bali Mandara di Daerahnya

ROAD SHOW HUMAS KE BUPATI KLUNGKUNG

Klungkung (Metrobali.com)-

Terkait Program-program Bali Mandara yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Bali yang bertujuan mengentaskan kemiskinan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, berkomitmen akan terus mengawasi pelaksanaannya dan memperluas program-program tersebut agar lebih cepat bisa dirasakan oleh masyarakat. Hal itu disampaikan ketika menerima rombongan dari Biro Humas Setda Provinsi Bali yang melakukan roadshow ke Kabupaten Klungkung di ruang kerjanya, Kamis (29/10). Lebih jauh Suwirta menyampaikan bahwa pemerintahannya selama ini sangat mendukung pelaksanaan program-program yang digelontorkan Pemerintah Provinsi Bali bahkan untuk program bedah rumah Pemerintah kabupaten Klungkung di tahun 2014 menambahkan sebanyak 250 unit bedah rumah. Untuk program simantri Suwirta mengaku dirinya selalu turun untuk mengawasi pelaksanaan program ini agar berjalan sebaik-baiknya. Pemerintah Kabupaten Klungkung juga terus memotivasi masyarakat untuk bekerja lebih semangat agar program ini bisa digelontorkan lebih banyak lagi di Kabupaten Klungkung sehingga bisa meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan akan bisa berjalan lebih cepat, tambahnya.

Program Roadshow dengan mengajak seluruh media yang ada di Bali ini dilaksanakan oleh Biro Humas Setda dalam rangka membuka komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota se-Bali, sehingga tidak terjadi putus informasi baik dari provinsi ke kabupaten/kota atau sebaliknya. Program ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para Bupati untuk menyampaikan masukan-masukan maupun keluhannya kepada Pemerintah Provinsi sekaligus untuk  menyampaikan semua program-programnya agar bisa sampai ke masyarakat melalui media yang ada. Selain itu dilibatkannnya media dalam program ini adalah untuk memfasilitasi lancarnya komunikasi dan informasi antara pemerintah dan masyarakat juga meminimalisir terjadinya misinformasi dari pemerintah ke masyarakat. AD-MB 

Temu Wirasa, Bupati Himbau Perbekel Rajin Turun ke Masyarakat

Bupati Suwirta Pantau Ujian Pemantapan

Klungkung (Metrobali.com)-

Guna lebih mendekatkan jajaran Pemerintahan Pemkab Klungkung dengan warga serta menyerap aspirasi, keluhan dan masukan warga se-kecamatan Dawan, Pemkab Klungkung menggelar Temu Wirasa dengan warga masyarakat dari berbagai profesi serta tokohtokoh masyarakat se-kecamatan Dawan Rabu (28/10) diwantilan pura Goa Lawah, kecamatan Dawan.

Acara Temu Wirasa yang untuk kedua kali dilakasanakan di Dawan ini dihadiri seluruh jajaran pemerintah kab. Klungkung, para kepala SKPD, perwakilan unsur MUSPIDA serta dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat. Dalam sambutan Setda Kabupaten Klungkung, Ketut Janapria yang merupakan moderator acara ini, menyampaikan bahwa lewat Temu Wirasa ini warga diminta untuk aktif berdialog dan menyampaikan berbagai keluhan, saran dan aspirasinya yang nantinya akan dijawab langsung oleh Bupati, wakil Bupati serta seluruh jajarannya.

Bupati Suwirta dalam sambutan pembukannya menyampaikan mengakui bahwa program pembangunan di Kabupaten Klungkung menghadapi banyak tantangan dan halangan serta dibutuhkan waktu yang tidak instan, “Saya harapkan peran serta seluruh masyarakat terutama para perbekel dan perangkat desa untuk aktif turun wilayahnya serta melaporkan kepada Pemkab berbagai permasalahan yang dihadapi warga.” Ujar Bupati Suwirta.

“sediakan waktu, ajak saya berkeliling desa anda, saya tidak perlu acara penyambutan, cukup sediakan air minum saja.” Ujar Bupati Suwirta disambut tepuk tangan warga. Pernyataan Bupati juga mendapat dukungan Wabup Made Kasta, bahwa dalam pembangunan suatu wilayah diperlukan komunikasi dan koordinasi. “ kita sambung komunikasi antara pemkab dengan warga, dengan begitu setiap permasalahan akan bias secepatnya dicarikan solusinya.” Ujar Wabup Kasta.

Dalam sesi dialog berbagai bidang permasalahan disampaikan oleh para peserta, diantaranya bidang pendidikan, pertanian , pembangunan infrastuktur, serta pelayanan publik. Dibidang pendidikan, kepala sekolah SDN Sampalan Tengah bernama Ibu Ida Ayu Putu Sri Candra mengeluhakan kondisi sekolahnya yang berada dilokasi terpencil dan kesuliatan menarik siswa baru.

“ Sekolah kami ini sangat sulit untuk mendapatkan siswa baru, selain karena lokasinya terpencil, infrastruktur sekolah ini juga kurang memadai seperti tanpa tembok penyengker, diisukan ada gendoruwo karena lokasi sekolah di dekat kuburan, dan lokasinya curam. Kami mohon bantuan pihak Pemda untuk menata dan mempercantik sekolah SDN Sampalan Tengah ini.” Ujar Kepsek Ibu Candra .

Ketua TIM PAUDI  klungkung, Widana dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Klungkung dan jajarannya karena telah meningkatkan insentiv para guru pengabdian. Selain itu Widana juga melaporkan sebagian besar kondisi PAUD sangat kurang layak dan para guru memerlukan bimbingan IT untuk menyusun Rencana Kegiatan Anggaran (RKA). Terkait sarana prasarana sekolah sekolah, Bupati Suwirta meminta para guru ini untuk segera membuat usulan ke Disdik. “ Tolong siapkan usulan yang ditujukan ke Disdikpora Klungkung, kami janji akan menindaklanjuti. Namun tidak semua usulan akan bisa kami penuhi mengingat keterbatasan ADD, sedangkan untuk insentif tahun 2015 juga telah kita tingkatkan lagi 100%.” Jawab Bupati Suwirta.

Keluhan dibidang pertanian disampaikan I Ketut Suwitra selaku klian Subak Pesinggahan, dirinya mengaharapkan bantuan Pemkab Klungkung dalam mewujudkan senderan saluran air yang telah banyak yang rusak sepanjang seribu meter. Dalam tanggapannya Bupati Suwirta meminta Klian Subak Ketut Suwitra untuk mengajukan permohonan bantuan perbaikan saluran air. Dan Bupati suwirta juga mengupayakan perbaikan pintu subak akan menggunakan dana operasional Bupati untuk secepatnya bisa diperbaiki.

Kepada peserta yang hadir Bupati suwirta juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang menggodok perda beras local demi ketahanan pangan di kabupaten Klungkung. Bidang pembangunan, seorang peserta dialog Wayan Nuranta menanyakan tentang rencana Pemkab menata pantai Wates sampai pantai Kusamba. Nuranta juga sempat menanyakan ketidak hadiran para wakil rakyat dapil Dawan dalam acara Temu Wirasa ini. Dirinya heran kenapa diacara penting ini para Anggota Dewan itu tidak hadir.Bupati Klungkung langsung menanggapi bahwa nantinya pantai perbatasan wates sampai pantai kusamba akan didata dan nantinya ditata menjadi area publik. Sedangkan untuk ketidak hadiran para wakil rakyat dapil Dawan, Setda Ketut Janapria menjawab “mungkin mereka sedang ada acara penting lainnya.” Ujar Janapria.

Diakhir sesi dialog bupati suwirta  berpesan kepada para Perbekel untuk rajin turun kelapangan serta ikuti setiap kegiatan yang ada didesa masing – masing. “ Jabatan perbekel merupakan jabatan yang dipilih oleh warga, jadi sudah seharusnya seorang perbekel turun menemui warga, dan melupakan perbedaan politik saat pemilihan perbekel.” Ujar Bupati Suwirta. Sebagai penutup diisi dengan penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada 10 orang warga dan bantuan sembako kepada warga yang memiliki cacat tubuh permanen oleh Bupati Suwirta dan wabup Kasta. SUS-MB

Kapolres Sosialisasikan Nawa Cita

Kapolres Klk (1)

Klungkung ( Metrobali.com )

Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati Sik laksanakantatap muka dengan seluruh personil Polres Klungkung dan jajaran, mensosialisasikan  Program aksi Presiden  – Wakil Presiden   2014 – 2019  yang  disebut Nawa Cita  ( 9 cita-cita )  yang berkaitan dengan tugas Kepolisian dan penegakan hukum bertempat di Gedung Nusa  Penida Harapan,  Rabu, (29/10).

Kapolres pada kesempatan tersebut mengulas secara gamblang satu persatu program aksi presiden tersebut, yang berkaitan dan yang berhubungan dengan tugas Kepolisian serta penegakan hukum. Nawa Cita ini merupakan amanat Presiden dan Wakil Presiden untuk dilaksanakan oleh seluruh personil Polres Klungkung dan jajaran , yakni memberikan rasa aman bagi seluruh warga  Negara. Membangun tata kelola pemerintah  yang bersih, efektif demokratis dan terpercaya, lalu merevolusi karakter Bangsa dan terakhir memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi  social.

Dikatakan juga, bahwa apa  yang telah diprogramkan ini sebagian besar sudah dilaksanakan, kini hanya tinggal melanjutkan saja ungkapnya. Polri mempunyai peran penting dalam penyelenggaraan  Negara, maka seluruh anggota harus benar –benar dapat bekerja secara  optimal dengan tujuan sasaran  yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan pimpinan, yang  mengacu dengan  system  yang sudah ada.

Keberadaan Personil dilapangan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, oleh karena itu, pentingnya bagi setiap  yang menjabat sebagai pimpinan dimasing –masing satuannya dapat memberikan motivasi kepada anggota bawahannya, karena sumber daya manusia merupakan  factor  yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi.

Dalam upaya mendukung  program  aksi presiden dan Wakil Presiden, Kapolres juga mengharapkan seluruh dukungan Personil Polres Klungkung dan jajaran serta seluruh masyarakat untuk tetap menciptakan keamanan dan ketertiban dilingkungannya masing –masing agar  penegakan hukum  di wilayah Klungkung dapat berjalan sesuai dengan harapan kita  bersama. SUS-MB

 

Anggraran Nusa Penida Festival Terancam Dicoret Tim Gubernur

janapria

Klungkung ( Metrobali.com )-

APBD Perubahan 2014 Pemkab Klungkung sekarang ini sudah memasuki tahap verifikasi Gubernur. Namun demikian ada beberapa anggaran yang cukup krusial di klarifikasi tim Gubernur. Diantaranya adalah anggaran Nusa Penida Festival, HUT Kemerdekaan RI dan rencana rekrutmen tenaga kontrak sebenyak 70 orang. Sementara Sekda Klungkung yang juga ketua tim anggaran eksekutif mengaku sudah dipanggil tim ferifikasi Gubernur bersama dengan Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru.

Sekda membantah kalau beberapa anggaran sudah di coret. Hanya saja Sekda Ketut Janapria mengakui kalau ada beberapa anggaran tersebut yang di mintakan klarifikasi oleh tim Gubernur. Dan hal itu menurut Janapria sudah dilakukan.

Sementara soal hasil verifikas Gubernur sampai saat ini belum diterima di meja Sekda. “Belum ada hasil verifikasi tim Gubernur yang masuk ke meja saya,” ujarnya. Hanya saja beberapa item yang terkoreksi diakuinya sudah diberikan jawaban. Salah satunya adalah HUT RI. Ini dipertanyakan karena ada kenaikan anggaran untuk HUT RI. Menurut Sekda kenaikan ini terjadi karena Paskibra yang jumlahnya meningkat. Kalau sebelumnya Paskibra Klungkung hanya ada kelompok 8 sekarang ada kelompok 8, 17 dan 45 lengkap.

Sehingga butuh anggaran yang lebih besar untuk pakaian termasuk sepatu. Selaian itu juga kegiatan lain untuk hadiah hadiah perlombaan. Sementara itu untuk Festival Nusa Penida juga mendapat koreksi dari tim Gubernur. Ini karena anggaran kegiatan ini menggunakan anggaran mendahului. Hal ini juga sudah dijelaskan Sekda ke tim Gubernur.

Sementara untuk tenaga kontrak sebanyak 70 orang juga dikoreksi tim Gubernur. Sekda juga sudah menjelaskan kalau ini dilakukan semata mata karena kebutuhan di tenaga kebersihan, kesehatan dan pendidikan. “Ada tukang sapu sekitar 40 orang,” ujarnya.

Sementara ditanya soal pengelembungan dana diakui Sekda tidak mungkin dilakukan. Kalau pun berani melakukan itu adalah menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Untuk diketahui anggaran untuk Hut RI dipasang Rp 400 juta dan anggaran untuk Nusa Penida Festival dipasang Rp 200 juta. Kalau ini benar benar dicoret jelas pemkab Klungkung kelimpungan. Karena kegiatan tersebut sudah dilakukan dan sebagian sudah pinjam uang yang dilakukan panpel. Selain itu juga ada beberapa hadiah yang masih belum dibayar alias masih ngutang. SUS-MB

Aset Tersangka Candra di Jakarta Masih Ditelusuri Jaksa

Kajari Klungkung Totok Bambang Sapto Dwijo

Klungkung ( Metrobai.com )-

Penyitaan yang sudah dilakukan Jaksa terhadap aset tersangka mantan Bupati Wayan Candra yang ada di Klungkung pihak Kejari Klungkung terus melakukan pemburuan aset yang berada diluar.Hal itu dsampaikan Kajari Klungkung Totok Bambang Sapto Dwijo pada Selasa ( 28/10 ). Ia katakan kalau pihak kejaksaan Klungkung telah menelusuri aset aset Wayan Candra di luar Bali. Diantaranya adalah aset Candra di Jakarta. Bahkan Totok mengaku telah bersurat ke Kejaksaan di Jakarta untuk menindaklanjuti soal dugaan aset Candra di Jakarta. Hanya saja Bambang menolak menyebutkan di Jakarta letak aset tersebut dan berupa apa.

“Kalau soal lokasi nantilah,” ujarnya saat Metrobali menemui di ruanga kerjanya. Ketika dikejar aset berupa apa saja lagi Totok mengelak. “Pokoknya kita akan sikat semua….apapun asetnya,” ujarnya. Sementara itu dari informasi yang diterima Metrobali tersangka Candra punya apertemen di Jakarta. Bahkan dari informasi yang didapat pihak kejaksaan Klungkung sempat mendatangi aperteman Candra. Hanya saja soal Jaksa sempat mendatangi aperteman Candra di Jakarta dibantah kasi Intel Kejari Klungkung Suhadi. “Belum….belum sempat kita datangi,” ujarnya.

Sementara itu BPKP sudah berkordinasi dengan Kejari Klungkung. Bahkan sejak Senin lalu audit BPK sudah mulai bekerja di Kejaksaan Klungkung untuk melakukan audit. “Ya kan ada audit lapangan dan sekarang audit berkas,” ujarnya. Sementara soal surat ke Jekasaan di Jakarta, Totok mengaku sejauh ini belum ada jawaban. Sementara sampai kapan BPK melakukan audit Kajari sendiri tidak berani memastikan kapan selesainya.

Sementara Suhadi menambahkan untuk aset Candra di Nusa Penida sejauh ini belum dilakukan penyegelan, karena pihak Kejaksaan belum sempat turun ke Nusa Penida dan Kejaksaan Klungkung masih focus melakukan seleksi dan persiapan berkas berkas yang di ambil dari rumah dan kantor Candra.

Yang jelas seleksi data dilakukan cukup jelimet. Karena harus dibaca satu persatu denga cara seksama. Sementara soal aset Candra diluar Bali Suhadi enggan bicara banyak. Namun demikian dirinya mengataka ada beberapa aset di luar Bali yang diduga milik Candra. Sementara untuk aset aset Candra di Nusa Penida juga banyak yang menggunakan atas nama orang lain. Untuk itu pihak kejaksaan perlu berhati hati melakukan penyegelan agar tidak salah segel.

Sementara terkait aset kantor di Denpasar juga belum dilakukan penyegelan. Itu dikrenakan surat dari PN Denpasar belum keluar. Untuk pemeriksaan tersagka Wayan Candra sampai saat ini Jaksa belum menjadwalkan.SUS-MB

Sidang Perdana Kasus Mutilasi Dengan Terdakwa Fikri Digelar

Sidang dakwaan Fikri (2)

Klungkung ( Metrobali.com )-

Pengadilan Negeri Klungkung,  menggelar sidang perdana kasus pembunuhan yang disertai mutilasi yang sangat mengemparkan Klungkung bahkan Bali dengan agenda persidangan pembacaan dakwaan terhadap terdakwa Fikri alias Eki 26, di Ruang Sidang Utama PN Klungkung, Selasa (28/10).

Sidang perdana tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Gusti Ngurah Parta Bhargawa, SH, dengan Hakim Anggota Maya Sari Oktavia, SH dan Ni Putu Pertiwi, SH,  sementara sebagai Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) menghadirkan Ade Nandar Silitonga, Kasi Pidum Kejari Klungkung, Dicky Andi Fermansyah Kasi Datun dan Jaksa senior Nurhayati Ulfiah.

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan dakwaan setebal 21 halaman oleh JPU. Dalam dakwaan JPU, Fikri alias Eki yang melakukan pembunuhan sandiri terhadap kekasihnya Diana Sari alias Nana 24 akan dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 338 dan 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ( KUHP ) dengan ancaman maksimal hukuman mati atau seumur Hidup.

Sementara dalam sidang perdana tersebut terdakwa Eki didamping penasehat hukum yang sudah disiapkan bahkan selama ini mendampingi terdakwa, dia adalah I Wayan Sumiarta, SH. Terpantau terdakwa Fikri yang duduk dikursi pesakitan tertunduk lesu mendengar bacaan dakwaan JPU. Daruang sidang yang dimulai sekira pukul 13.30 wita itu tidak banyak warga yang datang untuk menyaksikan begitu juga keluarga korban maupun para saksi bahkan keluarga terdakwa tidak ada satupun yang hadir.

Usai pembacaan dakwaan oleh JPU, hakim Ketua Parta Bhargawa sempat bertanya kepada terdakwa apakah sudah mengerti isi dakwaan. Yang dijawab terdakwa mengerti. Bhargawa juga bertanya apakah ada keberatan yang kemudian dijawab Fikri tidak ada. Namun demikian Ketua majelis hakim minta Fikri melakukan konsultasi dengan pengecaranya. Usai konsultasi pihak pengacara mengatakan tidak akan melakukan eksepsi.

“Jadi terdakwa tidak akan melakukan eksepsi…sidang akan dilanjutkan…apakah JPU siap,” tanyanya kepada JPU. Ditanya demikia JPU mengaku belum siap mendatangkan saksi. JPU minta waktu seminggu untuk mendatangkan saksi. ada 23 saksi yang akan dihadirkan. Ketua mejelis minta agar JPU dalam menghadirkan saksi dipilah antara saksi fakta dan saksi petunjuk. Mejelis juga minta agar sekali sidang JPU menghadirkan lima orang saksi. “Kalau 23 saksi empat minggu saja pemeriksaan saksi bisa kelar,” ujarnya. Saat itu juga PH minta agar diberikan berkas dakwaan karena belum mendapatkan.

Pengamanan diluar maupun di suang sidang tampak beberapa anggota Polisi dari Polsek Klungkung dan Polres dengan senjata lengkap. Namun selama sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan suasana di PN Klungkung aman terkendali hingga usai sidang dan terdakwa dikembalika ke Lepas Rutan Klungkung menggunakan mobil tahanan milik kejari Klungkung.

Sidang selesai sekitar pukul 14.00 wita, sidang akan dilanjutkan Selasa depan dengan agenda pemeriksaan saksi saksi. usai sidang terdakwa langsung dibawa kembali dengan mobil kejaksaan menuju Rutan Klungkung. SUS-MB

Lomba Gugusdepan Kwartir Daerah Bali : SDN 1 Semarapura Dinilai Provinsi

Lomba gugus

Klungkung (Metrobali.com)-

Sebagai duta Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Klungkung, SDN 1 Semarapura Kangin dinilai Tim Provinsi (28/10) selasa kemarin. Kedatangan Tim Penilai Provinsi yang dipimpin oleh Drs. I Made Dana sebagai Sekretaris Kwarda Bali yang diterima oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta disambut dengan berbagai atraksi oleh anak-anak pramuka SDN 1 Semarapura Kangin. Penilaian lomba tersebut dihadiri pula oleh Kadisdikpora Nyoman Mudarta, Camat Klungkung I Wayan Suteja, Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Klungkung beserta seluruh andalan Cabang dan Pelatih.

Dalam laporannya, Dra. Luh Gede Karyawati sebagai Ka.Mabigus Gudep SDN 1 Semarapura Kangin mengatakan pemberlakukan kepramukaan sebagai ekstrakurikuler wajib dalam kurikulum 2013 membawa konsekuensi peluang dan tantangan. Jika kegiatan kepramukaan masih bersifat monoton maka peluang tersebut akan hilang dan percuma, karena upaya dilakukan dengan beberapa program unggulan seperti kegiatan seni budaya, seperti seni tabuh, seni gegantungan dan mecepat, seni tari, seni drumband dan seni pencak silat. Upaya juga dilakukan dengan kegiatan pendukung kearifan lokal seperti ngulat ancak, ngulat kelangsah, membuat janur dan membuat jajan cacalan serta kegiatan hasta karya dan pengembangan TIK dengan pengelolaan barang bekas.

Sedangkan dalam sambutannya, Bupati Suwirta menghimbau bahwa kegiatan kepramukaan yang dipersiapkan agar tidak hanya dilakukan pada saat perlombaan saja, tetapi yang lebih pentingnya adalah implementasi dari kegiatan kepramukaan tersebut dan dilakukan secara terus menerus terutama dalam pembentukan karakter dan watak untuk anak-anak di tingkat dasar.  SUS-MB

Bupati Suwirta Inginkan Atlet Sejati dan Memiliki Karakter

Klungkung (Metrobali.com)-

Sebagai persiapan awal Porprov (Pekan Olah Raga Provinsi) Bali di Kabupaten Buleleng pada september 2015 mendatang, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sudah mulai melakukan persiapan terhadap para atlet dalam latihan bersama di Balai Budaya Ida Idewa Istri Kanya (26/10) minggu kemarin. Persiapan dilakukan dengan memberikan motivasi kepada para atlet agar dapat memberikan kemampuan terbaiknya pada Porprov 2015 mendatang. Dalam latihan bersama tersebut, Bupati Klungkung juga didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, hadir pula Ketua KONI Klungkung Dewa Oka Subawa, Dr. Herman serta seluruh Pengurus Cabor (Cabang Olah Raga) serta seluruh Atlet Klungkung.

Dalam pembukaannya Dewa Oka Subawa menyampaikan agar dengan memotivasi para atlet dapat meningkatkan program laitihan, baik yang bersifat lokal maupun dalam Porprov nanti, Klungkung mampu mendukung visi misi Kabupaten Klungkung yang ingin mewujudkan Klungkung yang unggul dan sejahtera. Oleh karena itu termasuk dari Cabang Olahraga harus secara sungguh-sungguh berkontribusi dengan prestasi terbaiknya.

Dalam memberikan pengarahan, Bupati Suwirta inginkan agar orang yang menjadi pengurus Cabor harus memiliki komitmen yang tinggi kepada olahraga. Dalam memotivasi para atlet dan pengurus Cabor, Bupati menyampaikan agar para atlet dapat menjadi atlet sejati, bukan jadi atlet pedati. Dalam artian Bupati Suwirta tidak ingin melihat atlet mau jalan ketika didorong dengan bonus. Bupati Suwirta inginkan atlet yang mau berlomba memang dari hati nuraninya. Bupati Suwirta juga menyampaikan beberapa langkah untuk meningkatkan prestasi para atlet. Pertama, Bupati inginkan kepada para pengurus agar membuat program kerjanya dalam bentuk presentasi. Kedua, Bupati inginkan agar dalam program kerjanya masing-masing Cabor di tahun 2015 mendatang agar membuat event olahraga secara bergantian setiap bulannya. Pada Porprov 2015 nanti Bupati Suwirta tidak minta target yang muluk-muluk, Bupati Suwirta hanya inginkan berikan yang terbaik untuk Kabupaten Klungkung. Bupati juga menghimbau kepada para pengurus Cabor agar dalam memberikan latihan mampu mambangun karakter para atlet untuk menjadi atlet sejati.    SUS-MB

Dari Pemberdayaan PNPM-MPd, Bupati Suwirta Inginkan Masyarakat Mandiri

PNPM-MPd3

Klungkung (Metrobali.com)-

Dengan dapat diselesaikannya kegiatan PNPM-MPd (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan) di Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Nusa Penida, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta secara ceremony meresmikan kegiatan di Dusun Sidayu (27/10) senin kemarin. dalam peresmian kegiatan PNPM-MPd juga juga dibuka Pasar Desa Adat Sidayu-Tojan yang juga merupakan program kegiatan PNPM-MPd. Peresmian PNPM-MPd juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Klungkung, Kepala Bappeda IGN Bagus Putra, Kadis. PU A.A. Gede Agung, Kepala Badan BPMPD Putu Widiada, Kadis DPPKA Putu Winastra, Unsur Muspika, Pengurus PNPM Kec. Nusa Penida dan Kec. Banjarangkan serta warga Sidayu dan Tojan.

 Dalam laporannya, Kepala BPMD Kabupaten Klungkung menyampaikan bahwa PNPM-MPd ini merupakan program yang benar-benar berpihak pada masyarakat miskin, pada masyarakat kecil, yang tingkat penyalahgunaan wewnang sangatlah kecil, berbasis pembedayaan. Program kegiatan PNPM-MPd ini dilakukan di dua kecamatan yaitu Nusa Penida dan Banjarangkan. Di dua  kecamatan tersebut, program PNPM-MPd dilakukan di masing-masing enam desa dengan pekerjaan fasilitas public seperti pengaspalan jalan, rabat beton, pembuatan drainase serta bangunan los pasar yang di Sidayu tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Suwirta menyampaikan  apresiasinya terhadap program pemberdayaan ini terutama pembangunan pasar ini. Bupati Suwirta menginginkan agar ada integrasi pemberdayaan antara pasar, simantri dengan Lembaga Pekreditan Desa karena mereka sama memerlukan modal. Oleh sebab itu, kerjasama yang baik atau integrasi yang baik merupakan suatu keharusan, sehingga roda ekonomi di Desa Sidayu ini dapat berjalan dengan baik, pada akhirnya kalau roda ekonomi berjalan dengan baik bearti itu sudah membantu program-program  pemerintah sudah dibantu dalam peningkatkan ekonomi masyarakat. Ketika ekonomi sudah meningkat, masyarakat tidak lagi mengandalkan bantuan pemerintah dalam melakukan pembangunan. Hal inilah yang diharapkan Pemerintah untuk menuju masyarakat yang mandiri.    RON

 

Pemilihan Pengurus Baru : Forum Pengobatan Tradisional Klungkung Gelar Pertemuan

Klungkung ( Metrobali.com )

Forum Pengobatan Tradisional Klungkung atau Balian pada Senin ( 27/10 ) menggelar pertemuan di ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta yang juga Ketua forum Balian Klungkung sebelumnya hadir membuka acara tersebut.

Dalam pertemuan tersebut akhirnya berhasil memilih pengurus baru menggantikan pengurus lama. Terpilih sebagai Ketua adalah IB Made Suastika 55 dari Geria Aan, Banjarangkan, Klungkung. Sementara Ketua II adalah AA Gede Anom Merta dari Puri Satria, Dawan. Untuk sekretaris I dari Dinas Kesehatan Klungkung dan Sekretaris II adalah  I Ketut Santiasa dari Dusun Sengkiding, Aan Banjarangkan, bendahara I IB Mardika dari Gria Cucukan, Klungkung dan Bendahara II Ketut Merta.Sementara kordinator pengobatan ketrampilan seperti akupuntur dan pijat adalah I Putu Astawa. Kordinator pengobatan Usada adalah AA Gede Wetan dan Desa Aan, Banjarangkan, Klungkung.

IB Suastika mengatakan masa bakti pengurusan ini adalah lima tahun. Pihaknya berharap dengan adanya forum seperti ini nantinya bisa sebagai ajang sosialisasi dan komunikasi antar pengobat tradisional di Klungkung. Kedepan dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk mendata seperti memberikan ijin praktek.

Lebih lanjut IB Suastika menyampaikan pengobatan Usada dasarnya adalah lontar Taru Premana. Semua kayu atau pohon yang bisa dimakan hewan bisa dipergunakan untuk obat. Salah satunya adalah Kayu Sakti atau Kayu Dadap. Dimana batang, daun dan bagian akarnya bisa dipergunakan untuk sarana obat. Sementara itu penggagas pertemuan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Klungkung Laswan Hadi mengatakan tujuan dari pertemuan ini selain untuk penyegaran pengurus juga sebagai ajang silaturahmi antar Balian atau pengobat tradisional yang ada di Klungkung. Dengan adanya organisasi seperti ini pengobatan juga bisa dipertaggung jawabkan. Sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.

IB Suastika mengatakan pengobatan tradisional lebih banyak menggunakan herbal. Sehingga tidak ada epek sampingnya. Gus Suastika juga mengakui untuk pembentukan pengurus kali ini cukup mendadak. Ini karena pengurus lama banyak yang sudah almarhum. Sementara ketua Forumnya Made Kasta sekarang sudah menjabat sebagai Wakil Bupati Klungkung.

Diakui juga untuk di Klungkung sekarang ini ada sekitar 200 anggotanya yakni forum pengobatan tradisional. Hanya saja yang hadir dalam kegiatan kemarin adalah sekitar 96 orang. Yang jelas menurut Suastika pengobatan tradisional seperti ini tidak boleh komersil. “Kita tidak boleh komersilkan…ini untuk menjaga Taksu,” ujarnya yang mengaku mewarisi pengobatan tradisonal tersebut dari orang tuanya.

Sementara itu menurut salah satu Balian yang juga staf Dinas Kesehatan Klungkung drg Putra Jaya mengatakan forum ini dibentuk dengan harapan mampu meningkatkan komunikasi dan kordinasi antar Pengobat Tradisional. Selaian itu untuk menjaga konsumen dari aksi penipuan yang dilakukan oleh pengobatan pengobatan yang gencar melakukan promosi dan mengaku bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dari HIV Aids dan yang lainya. “Banyak juga hal hal yang seperti ini adalah bohong sehingga pasien kena tipu,” ujarnya.

Nantinya diharapkan pemkab Klungkung bisa mengeluarkan Perbup dan memberikan ijin praktek pada pengobat tradisional seperti ini.

Sementara itu Made Kasta mengakui kalau banyak pengurus yang dia ajak sudah almarhum karena usia. Kasta sendiri memegang jabatan sebagai Ketua Forum sejak tahun 1993 sewaktu masih sebagai salah satu kaur di Desa Akah, Klungkung. Sementara pengurusnya ketika itu adalah Nengah Misi (alm) dari Pangi, Dawan, Sekretaris Nengah Sudiana (alm) dan juga AA Gde Agung (Alm) Bendahara. Saat itu diakui anggotanya sekitar 197 orang. SUS-MB

Pembangunan Vila Di Desa Tulang Nyuh Di Stop Wabup Kasta

sidak vila

Klungkung ( Metrobali.com )-

Vila Bodong yang dibagun diatas tanah seluas 28 are berada di Desa Pakraman Tulang Nyuh pada Senin ( 27/10 ) akhirnya ditindak tegas. Tim Yustisi yang diketuai Wakil Bupati Klungkung Made Kasta langsung turun menindaklanjuti untuk menyetop pengerjaan vila tersebut. Kasta juga menyarankan agar pemilik vila untuk mengurus ijin sebelum melakukan pekerjaan. Selain itu Kasta juga menyarankan pemilik vila untuk melakukan kordinasi dengan Desa Pakraman setempat agar tidak ada persoalan. Terlebih lagi pembagunan vila tersebut juga menggunaka akses Desa Pakraman berupa jalan Desa. “ Saya minta pekerjaan dihentikan,” ujar Kasta.

Sementara itu saat tiba di tempat pembangunan Vila  yang ada di Subak Abian Gunung Sari, Desa Pekaraman Tulang Nyuh, Wabup Kasta tiba di lokas Vila di Subak Abian Gunung Sari, Desa Pakraman Tulang Nyuh pekerja sudah tidak bekerja. Namun nampak banyak pekerja yang ada di sekitar proyek termasuk di rumah rumah petak.

Hadir dalam sidak tersebut Kasat Pol PP Klungkung Nyoman Sucitra dan Pj Perbekel Desa Tegak Ketut Arsa, Dinas Perijinan Pemkab Klungkung, Kadus Desa Tulang Nyuh Wayan Sudarma dana Kepala Desa Wayan Sudarna. Arsa sendiri mengakui kalau proyek tersebut sudah melapor ke Desa Dinas. Namun disarankan tetap berkordinasi dengan desa Pakraman terlebih lagi menggunakan aset Desa seperti jalan Desa. Arsa juga menyayangkan pembongkaran yang dilakukan pihak pemilik vila terhadap aset jalan Desa untuk memasag pipa.

Sementara itu menurut pelaksana proyek Johanes mengaku sebelum pembangunan proyek dimulai sudah ada komunikasi dengan Kadus setempat. Selaian itu juga sudah ada kordinasi dengan Perbekel Tegak dan Camat Klungkung. Saat itu diakui tidak ada persoalan dengan warga atau krama Tulang Nyuh. Bahkan pihaknya mengaku sudah memberikan kontribusi kepada Desa Pakraman. Namun sayang saat dikejar berapa jumlah kontribusi yang diberikan kepada Desa Pekraman…Jehanes sendiri tidak mau menyebut besaran kontribusi tersebut. Bahkan Ia mengaku ada bukti berupa kwitansi. Uang tersebut diterima Kadus Tulang Nyuh Wayan Sudarma.

Sementara Bendesa Adat Tulang Nyuh, Wayan Sudarna mengaku tidak tahu soal konpensasi tersebut. Malah Sudarna mengaku baru kali ini bertemu dengan investor. Sementara itu Kadus Tulang Nyuh, Sudarma akhirnya mengakui sudah menerima uang dari investor sebesar Rp 1,5 juga. Uang tersebut diterima sekitar dua minggu lalu namun belum diserahkan ke Desa Adat.

Yohanes sendiri mengaku kalau bangunan ini bukan Vila melainkan rumah pribadi. Dia minta untuk mengklatfikasi berita dimedia. “ Ini bangunan ini bukan Vila melainkan rumah tempat tinggal, “ ujarnya.

Usai sidak tersebut pihak investor, Perbekel dan Desa Pakraman menggelar pertemuan di Kator Perbekel setempat. SUS-MB 

Warga Protes Pembiaran Vila Bodong Berlanjut

???????????????????????????????

Klungkung ( Metrobali.com )

Pembangunan Vila di Klungkung belakangan ini sudah kebablasan. Malah sudah masuk ke plosok plosok Desa seperti yang terjadi di Desa Pakraman Tulang Nyuh, Desa Tegak, Klungkung. Bahkan keberadaan vila tersebut di tolak atau ditentang warga. Namu Pemilik Vila tetap ngotot dan pembangunan terus terjadi.

Bendesa Adat Tulang Nyuh I Wayan Sudarna 60 mengatakan kalau sejauh ini pembangunan vila tersebut belum ada pemberitahuan ke Desa Adat. Selaian itu dirinya juga telah mengecek ke Desa Dinas juga tidak ada. Bahkan Sudarna mengaku sudah mengecek ke Camat dan Perijinan ternyata vila tersebut belum mengurus ijin.

Dengan demikian vila yang mencaplok lahan produktif di Subak Abian Gunung Sari tersebut adalah bodong. Sudarna juga sempat mendatangi proyek tersebut dan menanyakan soal ijinya namun pekerja disana tidak tahu. Selaian itu pembangunan vila ini juga menggunakan akses jalan Desa Adat. Dimana pengangkutan material vila menggunakan kendaraan besar yang diatas tonase jalan Desa tersebut. Akibatnya jalan menjadi rusak. Padahal jalan tersebut diaspal secara Swadaya oleh masyarakat Tulang Nyuh.

“Dulu pengaspalannya dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat kami…sekarang sudah rusak ditambal lagi dengan semen oleh masyarakat,” ujarnya. Pembangunan vila tersebut dilakukan sejak dua bulan lalu. “Seminggu lalu kita sudah cek ke Kades dan Perijinan serta Camat belum ada ijinya,” ujarnya. Karena itu dari aspirasi masyaralat Tulang Nyuh diakui Sudarna belum bisa menerima keberadaan pembagunan vila tersebut.

Sementara itu Sat Pol PP Klungkung sendiri sudah melakukan sidak seminggu yang lalu. saat itu proyek sempat dihentikan dan beberapa KTP pekerja disana juga diambil. Sudarna mengakui selama di stop, material terus datang ke vila seluas 60 are tersebut. Sementara itu ketika minggu ( 26/10 ) siang dicek ternyata para buruh sedang bekerja. Diantaranya adalah membuat pondasi vila dan memasang tiang dari besi.

Nampak juga alat berupa molen sedang bekerja. Sementara di sisi utara nampak bedeng bedeng yang ditempati para pekerja di bawah pohon Coklat. Untuk diketahui sebagian dari lahan yang awalnya adalah kebun coklat dan kepala tersebut akan dipakai bangunan vila. Sebagian lagi untuk kolam renang dan halaman. Informasi dari Bendesa Adat pemilik vila tersebut bernama Jaelani Mariyanti.

Selaian merusak fasilitas jalan Desa, vila tersebut juga dekat denga Pura Dalem yang jaraknya kurang dari 200 meter. Selain itu juga dekat dengan Pura Puseh yakni kurang dari 300 meter. “Keberadaan vila ditengah tengah antara Pura Dalem dan Pure Puseh,” ujarnya.

Sudarna mengakui kalau setelah di stop Pol PP pihak pemborong sempat datang menemuinya. Namun dia tidak dirumah. Hanya saja dirinya menolak bertemu dengan pemborong dan ingin bertemu dengan pemilik Vila untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat selama ini. Diakuinya untuk menolak keberadaa Vila tersebut dirinya memang tidak berwenang. Karena ijin vila menjadi kewenagan Bupati. Namun mestinya tetap ada kordinasi sebelum pembagunan. Terlebih lagi menggunakan fasilitas seperti jalan Desa.

Selain penghentian pembangunan vila tersebut, warga Tulang Nyuh juga menuntut ganti rugi agar jalan yang rusak di perbaiki. dia juga mempertanyakan soal alih fungsi, karena biasanya kalau alih fungsi lahan harus ada ijin Aspek. Pihaknya tidak tahu apakah ijin aspek sudah keluar atau belum.

Sementara jalan Desa yang rusak panjangnya sekitar 500 meter. “Sejauh ini warga masih memberikan toleransi tapi kalau terus seperti ini bukan tidak mungkin warga akan melarang kendaraan proyek lewat di jalan Desa tersebut,” ucapnya. Bahkan jika hal ini belum juga ada tindak lanjut Sudarna berharap agar tim Yustisi turun melakukan tindakan tegas.

Sementara itu Kasat Pol PP Klungkung Nyoman Sucitra sudah turun ke lapangan. Dan diketakan Sucitra kalau vila tersebut tidak ada ijin. Untuk itu pihaknya meminta agar pekerjaan dihentikan. Sedangkan bagi pekerja juga diminta untuk mengurus surat lapor diri karena belum mengurusnya. “Kalau tetap membandel akan ditindak tegas,” ujarnya. SUS-MB

Bupati Suwirta Sambut Baik Kemah Sadhana 2014

kemah sadhana 1

Klungkung (Metrobali.com)-

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta memberi pengarahan kepada peserta kemah sadhana, Parisaha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung, Sabtu (25/10). Pembekalan kepada peserta kemah sadhana ini dilaksanakan di SKB Banjarangkan. Bupati Klungkung menyambut baik pelaksanaan kemah Sadhana 2014 ini.

Kemah sadhana 2014 diikuti 35 peserta dari tingkat SMA se-Kabupaten Klungkung. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari yakni Sabtu-Minggu, 25 dan 26 Oktober 2014. Para peserta nantinya akan diberi pemahaman dan materi-materi terkait sebagai seorang putra sesana (anak yang baik) dari beberapa narasumber terkait.

Panitia kegiatan, Jero Mangku Dalang I Nengah Becik mengatakan, kemah sadhana PHDI tahun 2014 diikuti peserta sebanyak 35 orang. Peserta ini merupakan perwakilan siswa dari beberapa SMA di Kabupaten Klungkung. Sesuai tema yang diangkat yakni putra sesana, melalui kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan anak-anak dalam penghayatan dibidang tatwa agama Hindu, Susila dan Upakara.

“Upakara disini utamanya terkait dengan agama, yakni upakara (banten) pejati dan banten gebogan,”ujarnya. Diambilnya dua jenis banten tersebut menurut Nengah Becik adalah terkait dengan keberadaan dua banten tersebut saat upacara metatah (potong gigi), mengingat upacara ini pastinya dilalui oleh remaja-remaja ini dalam proses menjadi dewasa.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dalam arahannya mengajarkan bagaimana anak-anak ini mampu menjadi putra sesana yang sesungguhnya. “Putra sesana itu diperlukan dalam membangun daerah maupun keluarga,”ujar Bupati Suwirta. Lebih jauh dikatakan, untuk menjadi seorang putra sesana diperlukan proses yang muncul dari diri sendiri anak tersebut. Dengan tekad yang muncul dari diri sendiri, anak-anak ini diharapkan nantinya mampu menjadi anak yang baik dan berguna bagi bangsa dan Negara. “Bagaimana nantinya menjadi anak yang baik, berguna bagi bangsa dan Negara,”imbuhnya. NOM-MB

Pangdam Udayana ke Klungkung Gunakan Helikopter

kunjungan pangdam 1

Klungkung (Metrobali.com)-

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Djohan Banguntoro, Sabtu (25/10) melakukan kunjungan ke Kabupaten Klungkung. Didampingi Danrem 163 Wirasatya, Kol. Inf. Hery Wiranto, Pangdam datang ke Kabupaten Klungkung menggunakan helikopter jenis Bell.

Sekitar pukul 11.30 wita, helikopter ini mendarat di lapangan Puputan Klungkung menghadap ke timur setelah sebelumnya sempat berputar diatas lapangan puputan. Setelah turun dari helicopter, Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Djohan Banguntoro bersama Danrem 163 Wirasatya, Kol. Inf. Hery Wiranto disambut Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta bersama Wakil Bupati, Made Kasta, Dandim 1610 Klungkung, Letkol Inf. Andree Saputro, Kapolres Klungkung, AKBP Dra. Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, Sik dan Sekda Klungkung, Ketut Janapria.

Dari lapangan puputan Klungkung, rombongan selanjutnya melakukan silaturahmi di Kantor Bupati Klungkung. Silaturahmi tidak berlangsung lama. Pertemuan ini berlangsung sekitar kurang lebih satu jam, sebelum akhirnya kembali terbang menggunakan helicopter yang sama.

Pangdam IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Torry Djohan Banguntoro mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Klungkung untuk pertama kalinya adalah dalam rangka silaturahmi dan koordinasi. Hal ini terkait tugas barunya sebagai Pangdam. Selain itu, pertemuan ini juga untuk menjalin kerjasama, saling membantu untuk kesejahteraan masyarakat. “Ini sebagai silaturahmi, menjalin kerjasama dan mengakselerasi program-program pemerintah,”ujarnya.  

Hal senada disampaikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga membahas masalah keamanan secara menyeluruh, perekonomian dan kesejahteraan. NOM-MB

Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati, Sik, Sosok Polwan Yang Sukses Memimpin Polres Klungkung

Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati

Klungkung ( Metrobali.com )-

AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati SiK, ibu dari 2 orang anak serta suami dari Ir. Acep M. Simanjuntak merupakan sosok polisi yang tegas dan humanis, Tak pernah terpikirkan untukmenjadi Polisi Wanita, semuanya berjalan begitu saja, itulah yang sebetulnya dirasakan AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati SiK, Kapolres Klungkung yang dilantik menjadi KapolresKlungkung pada tanggal 7Agustus 2012, di Mapolda Bali, menggantikan AKBP Drs. Tri Wahyudi.

Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawati yang lahir 21 Mei 1965 di Denpasar merupakan anakpertama dari pasangan I Wayan Djadjar dan Ni Made Darni, sebelumnya bercita-cita untukmenjadi Kowad ( Korp Wanita Angkatan Darat ) keinginan untuk menjadi Polisi itu munculsetelah tamat  dari  SMA, saat itu sepulang dari bermain, dirinya mengaku melihat seorangPolwan tengah bertugas mengatur lalu lintas di Kota Denpasar, ternyata keluwesan Polwantersebut yang menarik hatinya untuk menjadi seorang Polwan

Sebelum dilantik menjadi Kapolres Klungkung Ni Wayan Sri panggilan akrabnyabertugas sebagai Kabag RBP ( ReformasiBirokrasiPolri) Polda Bali, Sri berharap dirinyamampu menjalankan tugas dengan baik sampai akhir nanti, Pokoknya Klungkung selalutetap dihati katanya, karena masyarakatnya cukup mendukung untuk terciptanya kamtibmas yang mantap dan terkendali.

Sebagai Pemimpin di Kepolisian Resort Klungkung tentu saja Ni Wayan Sri menghadapibanyak tantangan serta banyaknya kasus-kasus yang harus diaselesaikan. Salah satu kasus yang sempat menggegerkan jagat Bali adalah kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang dilakukan Tersangka Fikri (26) terhadap korban Diana Sari, (22) Namun berkat kerja keras dankegigihan sosok Ni Wayan Sri dan dibantu seluruh Anggota Polres Klungkung besertamasyarakat, dalam waktu 7 hari , yaitu kejadiant anggal 17 juni 2014 dan dapat diungkaptanggal 23 juni 2014 kasus mutilasi tersebut menemui titik terang, dia berharap supayakejadian yang seperti ini tidak terulang lagi diwilayah yang menjadi tanggung jawabnya

Masih ingat dalam ingatan kita padatanggal 14 Pebruari 2014 yaitu kasustenggelamnya 7 wisatawan Jepang dilaut saat menyelam diperairan laut Lembongan, Nusa Penida, 2 diantaranya meninggal dunia, yaitu Ritsuko Miyata (58) dan Takahasi Shoko (35)saat itu Ni Wayan Sri kelabakan melayani telepon dari konsulat maupun staf Kedutaan besarJepang, namun berkat ketulusan dan kerja kerasnya semuanya membuahkan hasil denganmendapatkan 5 orang wisatawanJepang tersebut dalam keadaan selamat yaitu Yamamoto Emi (33), Modosomo Aya (27), Yosdomi Atsumi (29), Yosodonme Naomi (28) dan FurukaSaori (34).

Disamping itu juga Kapolres Klungkung dinilai berhasil mengamankan 3 agenda penting yaitu Pilgub, Pilbup dan Pileg, menurutnya keberhasilan itu terwujud karena adanyasinergi dan kerjasama antara Saya sebagai Kapolres, Anggota Polres dan seluruh komponenmasyarakat maupun instansi terkait termasuk penyelenggara Pemilu, semuanya bekerja kerasuntuk mengamankan agenda tersebut. Keberhasilan ini merupakan keberhasilan masyarakatKlungkung yang telah mendukung dalam mewujudkan keamanan diwilayahnya.

Keberhasilan yang diraih selama ini menurut Sri adalah karena adanya kemauan yang keras, serta tanggungjawab yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik sertagigih, pantang menyerah dan tidak kalah pentingnya lagi adalah dukungan masyarakat, karena tampa dukungan dari masyarakat bagimanapun hebatnya Polisi, kita tidak bisaberbuat apa-apa, untuk itu jangan jauhi masyarakat.

Kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat itu sangat penting, sehinggamasyarakat maumembantu Poilisi dengan sukarela, sehingga pekerjaan serumit apapun ataucobaan seberat apapun pasti dapat terselesaikan dengan baik, walau dengan keterbatasanperalatan yang dimiliki Polres Klungkung, selama kita mau dan bisa mengambil hatimasyarakat, pasti bisa diselesaikan, ungkapnya.

Menurut Ni Wayan Sri ini merupakan tugas pertama saya memimpin wilayah, meskisebelumnya sudah pernah meminpin Polsek Ngurah Rai, namun sebagai Kapolres ternyatatidak mudah dan harus mempunyai skill dan seni untuk memimpin serta harus mempunyaijiwa tulus untuk ngayah kepada masyarakat, tampa itu semua kita akan setengah hati untukmelaksanakan tugas dan akan membuahkan hasil yang tidak sempurna.

Ni Wayan Sri tidak canggung bergabung dengan anggotanya yang mayoritas laki-lakiuntuk bersama-sama melakukan pengamanan disetiap kegiatan kapan dan dimanapunmasyarakat membutuhkan, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Klungkungmenjadi aman dan diminati wisatawan Domistik maupun manca Negara. Hal ini sesuaidengan motto Kapolres Klungkung Bersama kita kuat layani masyarakat, wujudkan aman, damai dan sejahtera. SUS-MB

Pedagang Serbu Pengobatan Gratis IDI Klungkung, Bupati Suwirta Buka Pos Pengobatan Primkop IDI di Pasar Galiran

peresmian pos pengobatan 1

Klungkung (Metrobali.com)-

Ratusan pedagang pasar Galiran menyerbu pengobatan gratis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Klungkung, jumat (24/10). Pengobatan gratis ini serangkaian perayaan HUT IDI ke-64 tahun 2014.

Selain menyelenggarakan pengobatan gratis, pada puncak peringatan HUT IDI juga dibuka secara resmi pos pengobatan Primkop IDI di Pasar Galiran oleh Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta didampingi jajaran tenaga kesehatan di Kabupaten Klungkung. Tepatnya di blok C pintu barat pasar Galiran, pos ini akan dibuka enam kali dalam seminggu. Keberadaan pos pengobatan ini selanjutnya akan melayani para pedagang maupun pengunjung pasar Galiran dengan dilayani petugas dokter dan perawat.

Ketua IDI Cabang Klungkung, dr. I Nyoman Adiputra mengatakan, serangkaian peringatan HUT IDI ke-64 tahun 2014, IDI Cabang Klungkung mengadakan berbagai kegiatan. Selain mengadakan pengobatan gratis dalam rangka pembukaan pos pengobatan di pasar Galiran, IDI Cabang Klungkung juga mendistribusikan kotak P3K beserta kelengkapannya ke lokasi-lokasi yang sulit dijangkau atau jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Pendistribusian ini melibatkan club O2Tracker Klungkung. Kotak P3K tersebut akan diserahkan langsung kepada sejumlah warga miskin yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan diwilayah Payungan, Kecamatan Klungkung dan Bukit Abah, Kecamatan Dawan. “Dengan dibantu club tracker, kami distribusikan pula kota P3K kepada sejumlah warga miskin,”terangnya.

Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, dengan adanya pos pengobatan di pasar Galiran ini akan mempermudah dan membantu pelayanan kesehatan kepada para pedagang maupun pengunjung pasar. Suwrta berharap, para pedagang maupun pengunjung pasar dapat menggunakan fasilitas pos pengobatan ini dengan baik. “Gunakan dengan baik, begitupun petugas agar memberikan pelayanan yang baik pula,”ujar Bupati Suwirta. Selain itu, kedepannya Suwirta juga berharap agar pelayanan kesehatan benar-benar menyentuh sampai kepelosok-pelosok. “Pelayanan kesehatan tidak boleh ada jarak, harus sampai kepelosok-pelosok,”imbuhnya. SUS-MB 

Aset Dua Blok Gedung Tersangka Candra Atas Nama Anaknya Senilai Rp 4,6 M

anak pertama mantan Bupati Klungkung diperiksa

Klungkung ( Metrobali.com )-

Untuk kedua kalinya anak pertama mantan Bupati Klungkung Ni Luh Putu Widiyapsari Jayanti 25 pada Rabu ( 22/10 ) diperiksa Tim gabungan Kejati Bali dengan Kejari Klungkung. Pemeriksaan terhadap Jatanti mulai diperiksan pukul 11.30 wita di ruang kerja Kasi Pidsus, Made Pasek. Sementara itu menurut salah satu jaksa penyidik dari Kajati Bali yang ikut melakukan pemeriksaan Asman Tanjung mengakui pemeriksaan Jayanti terkait dengan aset aset Candra.

Dimana Jayanti diketahui memiliki aset yakni kantor PT BPI (Bali Perkasa Internasional) senilai Rp 4,6 miliar. “Kantor PBI ini atas nama Putu Widiyapsari Jayanti,” ujar Asman disela sela pemeriksaan. Dikatakan kalau kantor tersebut ada dua tempat yang berada di jalan Teuku Umar, Denpasar atas nama Jayanti sejak tahun 2007.

Asman mengaku memeriksa saksi karena saat itu Jayanti masih kuliah di fakultas Kedokteran Unud semester II. Sehingga dengan masih menjadi Mahasiswa agak janggal mempu membeli atau memiliki aset miliaran rupiah. Karena itu maka Jayanti di periksa dari mana saja uang untuk membeli aset tersebut. Akhirnya diakui saksi kalau uang tersebut diberikan orang tuaya Wayan Candra yang dipergunakan untuk membeli perkentoran tersebut.

“ Itu mencengangkan seorang Mahasiswa punya aset senilai miliaran,” ujar Asman.

Sementara itu Jayanti sendiri disela sela istirahat pemeriksaan sempat memberikan penjelasan kepada wartawan. Dia mengaku masih capek karena baru saja pulang dari piket Jaga di RS Klungkung. Karena Jayanti sendiri adalah salah satu dokter jaga di UGD RS Klungkung. “Saya masih capek baru pulang piket langsung kesini,” ujarnya. Ditanya soal materi pemeriksaan Jayanti menolak membeberkan. Begitu juga ketika terkait soal aset PT BPI yang tanahnya atas nama dirinya. “Soal itu silakan tanya penydik,” ujarnya yang didampingi dua orang pengacara wanita.

Jayanti mengaku ada beberapa pertanyataan yang diberikan jaksa penyidik yakni sekitar 30 pertayaan. Diakui juga tidak semua pertanyaan bisa dijawab. “Saya jelaskan sepanjang saya tahu,” ujarnya. Diakui pula dirinya mulai kuliah di Fakultas Kedokteran Unud tahun 2006 lalu dan tahun 2007 aset gedung yang diberikan Bapak ( Wayan Candra ) ketika itu baru semedter II.  “Saya tidak sebagai apa apa di PT BPI,” akunya terus terang.

Selain memeriksa Jayanti, Kejaksaan Klungkung juga memeriksa satu lagi saksi yakni IGN Suardika yang tidak lain mantan Kabag umum dan Kepala Bapeda Klungkung yang sekarang duduk sebagai staf Ahli tersebut juga diperiksa. Haya saja Suardika minta ijin pulang lebih awal karena akan berangkat ke Jakarta ada urusan dinas.

Pemeriksaan Jayanti ini adalah untuk kedua kalinya. Pertama Jayanti diperiksa bersama adiknya I Made Maha Dwija Santa 24. Maha sendiri disana sebagai Komisaris perusahan yang bergerak dalam bidang Outsrching tersebut. Selain Jayanti , Suardika hari itu diperiksa ada satu lagi yang seharusnya diperiksa Jaksa yaitu kakak Wayan Candra, Nyoman Genteg, namun yang bersangkutan tidak datang. SUS-MB