Serikat Pekerja Mandiri Desak Gubernur Bali Revisi UMP

Denpasar (Metrobali.com)-

Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Bali mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika merevisi surat penetapan upah minimum provinsi (UMP) Bali 2015 senilai Rp1.621.172, karena dinilai tidak mengakomodir kepentingan buruh.

Ketua FSPM Bali I Dewa Made Rai Budi Darsana mengatakan, seharusnya gubernur tidak hanya mendengarkan rekomendasi dewan pengupahan, tetapi juga memperhatikan komponen hidup layak (KHL).

“Kami kecewa dan sangat sedih melihat ini, tetapi buruh tidak akan menyerah dan akan melakukan upaya-upaya membuka hati kembali pak gubernur agar merevisi kembali atau mencabut surat yang dikeluarkan,” katanya, dihubungi via ponsel, Jumat (31/10).

Selain mendesak gubernur, FSPM Bali akan mengadukan penetapan UMP kepada DPRD Bali. Mereka berharap kalangan dewan lebih peka dibandingkan gubernur Bali yang dinilai tidak berpikir panjang menetapkan standar upah.

Karenanya pihak kalangan buruh mengusulkan agar UMP Bali ditetapkan naik 12% menjadi Rp1.702.300. Angka tersebut mempertimbangkan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan memasukan komponen adat dan budaya yang merupakan kebutuhan masyarakat Bali.

“Kami memahami persoalan pengusaha, tetapi harusnya mereka juga memahami kami juga. Kami tidak minta tinggi-tinggi,  rasional tidak sampai 40% atau 30%, cukup 10%-15%,” pungkas dia.SIA-MB

Polisi Ringkus 5 Orang Pengedar Ganja, 1 ABG Diduga Anak Pejabat BPN Pusat

Polisi Ringkus 5 Orang Pengedar Ganja

Denpasar (Metrobali.com)-

Kepolisian Resort Kota Denpasar kembali berhasil menggulung 5 orang pengedar narkoba jenis ganja. 5 orang itu berinisial APT (20), JRT (23), MF (53), FAR (19) dan AK (15) yang diduga anak seorang petinggi di BPN Pusat.

Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana mengungkapkan, penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya itu dilakukan pada tanggal 24 hingga 29 Oktober 2014 di kawasan kost-kostan para tersangka di sekitar jalan Gunung Lumut Indah, Denpasar.

“Berawal dari penangkapan APT ini asal Jakarta, dia mau berlibur di Bali, barang ini (red,ganja) dibawa sama dia dari Jakarta dengan menggunakan angkutan umum,” jelas Artana, di Polresta Denpasar, Jumat (31/10).

Dari informasi APT inilah, kita tangkap teman-temannya itu, imbuh Artana. APT sendiri mengaku baru di Bali selama satu minggu, ganja yang dia bawa seberat 750 gram diakuinya hanya untuk konsumsi pribadi.

“Saya baru seminggu disini, saya bawa 750 gram hanya buat saya pakai sendiri dan saya kesini pake bis,” jelas APT yang pada saat ditangkap kedapatan membawa barang bukti uang sebanyak Rp5 juta ini.

Tersangka lainnya JRT membawa barang bukti 7 paket ganja seberat 70,55 gram. MF membawa barang bukti seberat 2 paket ganja 86,77 gram dan Far barang bukti 4 paket ganja seberat 29,45 gram.

Lain halnya AK, sumber di kepolisian menyebut jika AK adalah anak tiri salah satu petinggi di BPN pusat. AK sendiri tidak disertakan saat rilis karena usianya masih dibawah umur. Selain itu AK disebut-sebut pernah menjalani rehabilitasi di RSPAD Gatot Subroto karena mengalami gangguan jiwa.

Pantauan metrobali, AK terlihat tertawa-tawa saat digiring oleh satu petugas. Semua orang yang berpas-pasan dengan dirinya disapa sambil senyam-senyum.

Dikonfirmasi kepada Kasat Narkoba Denpasar, Kompol I Gede Ganefo membantah jika ada salah tersangkanya yang anak pejabat.

“Yang mana anak pejabat,” tanyanya balik kepada wartawan.

Para pelaku dijerat dengan pasal 111 ayat I UU RI No.35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara  minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.SIA-MB

Mari Kritis Cermati Promosi Pengobatan Alternatif di Lembaga Penyiaran

tv

 

Denpasar (Metrobali.com)-

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali mengajak masyarakat untuk kritis mencermati promosi pengobatan alternatif di lembaga penyiaran. Promosi pengobatan alternatif juga cukup marak di berbagai media, termasuk lembaga penyiaran. Cara promosi yang dilakukan juga beragam, mulai dalam bentuk iklan, pemberitaan hingga format talkshow. Pada satu sisi, masyarakat sangat membutuhkan informasi pengobatan untuk kesembuhan. Ibarat gayung bersambut, lembaga penyiaran juga mendapatkan keuntungan dalam bentuk kue iklan. Hal; tersebut tersebut disampaikan Komisioner Bidang Kelembagaan KPID Bali I Nengah Muliarta dalam keteranganya di Denpasar (31/10/2014)

Muliarta memaparkan Dalam kondisi sepinya pasar iklan di daerah, maka iklan dari jasa pengobatan alternatif menjadi salah satu sumber pemasukan utama. Bahkan beberapa lembaga penyiaran menjadikan program talkshow pengobatan alternatif sebagai sebuah program siaran unggulan. Program siaran unggulan tentu mendapatkan porsi waktu tersendiri dan tayang secara rutin. Permasalahnya kemudian sejauhmana informasi dari program unggulan pengobatan alternatif tersebut memberikan manfaat pada masyarakat.? Mengingat frekuensi yang digunakan lembaga penyiaran untuk menyiarkan pengobatan alternatif adalah frekuensi publik.

Menurut Muliarta, Setiap orang dan lembaga pada dasarnya memiliki hak yang sama untuk berpromosi di lembaga penyiaran. Tentunya jasa atau produk yang dipromosikan harus memenuhi legalitas. Legalitas menjadi penting sebagai tanggungjawab sosial bagi lembaga penyiaran terhadap masyarakat atas iklan atau informasi yang disampaikan. Dalam Undang-Undang no. 32 tahun 2002 tentang penyiaran, terutama pasal 36 ayat (5) poin a ditegaskan bahwa “isi siaran dilarang bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong”. Pelanggaran terhadap pasal 36 ayat (5) seperti yang tertuang dalam padal 57 adalah berupa pidana penjara 5 tahun dan atau denda Rp.1 miliar untuk penyiaran radio. Sedangkan untuk penyiaran televisi pidana penjara selama 5 tahun dan atau denda Rp. 10 miliar. “Sangat jelas isi siaran tidak boleh bohong, sedangkan promosi pengobatan alternative sering menjanjikan kesembuhan dan satu obat untuk berbagai penyakit” papar Muliarta.

Sesuai etika dasar periklanan, iklan harus jujur. Jujur dalam artian tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan produknya, atau tidak melebih-lebihkan. Bahasa yang digunakan dalam Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti “paling”, “nomor satu”, ”top”, atau kata-kata berawalan “ter“, dan atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik. Etika dasar yang kedua, bahasa yang digunakan dalam iklan harus sopan. Dalam kenyataanya selama ini iklan pengobatan alternatif cenderung menggunakan kata-kata yang cenderung porno. Apalagi iklan pengobatan alternatif yang berkaitan dengan keperkasaan pria. Etika dasar ketiga, isi iklan harus dapat dipertanggungjawabkan. Dalam artian keseluruhan isi iklan harus sesuai dengan kegunaan obat yang dipromosikan dan dapat dibuktikan kegunaanya.

Ia menjelaskan Promosi jasa pengobatan alternatif selama ini tidak saja dalam bentuk iklan, namun juga dalam bentuk dialog selama 1 jam. Jika dicermati dari segi waktu maka tidak ada iklan di lembaga penyiaran memiliki durasi satu jam, hanya program siaran yang memiliki durasi 1 jam. Melihat kondisi tersebut, maka kuat dugaan bahwa jasa pengobatan alternatif telah membeli jam siar lembaga penyiaran untuk berpromosi. Tentu sangat sulit untuk membuktikan bahwa telah terjadi jual beli jam siaran, sebelum mendapatkan bukti kuitansi pembayaran. Terkadang diakali dengan mengatakan program siaran disponsori oleh jasa pengobatan alternatif atau produk obat herbal. Namun layaknya sebuah program yang disponsori, maka lazimnya program siaran tersebut tidak menampilkan pihak sponsor secara utuh dalam satu program siaran. Sesuai aturan waktu siar lembaga penyiaran dilarang untuk dikomersialkan selain untuk iklan. Pasal 46 ayat (10) secara jelas menyebutkan “waktu siar lembaga penyiaran dilarang dibeli oleh siapapun untuk kepentingan apapun, kecuali untuk siaran iklan. Pelanggaran terhadap pasal ini dapat dikenakan pidana sesuai pasal 59 Undang-Undang Penyiaran. Dalam pasal 59 Undang-Undang Penyiaran disebutkan bahwa “setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat (10) dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 200 juta untuk penyiaran radio dan paling banyak Rp. 2 miliar untuk penyiaran televisi.

Ia mengungkapkan pada kenyataanya komersialisasi waktu siar lembaga penyiaran memang telah terjadi. Komersialisasi melalui dialog satu jam merupakan pelanggaran yang harus segera ditindak. Dalam pasal 46 ayat (8) disebutkan “waktu siar iklan niaga untuk lembaga penyiaran swasta paling banyak 20 persen, sedangkan untuk lembaga penyiaran publik paling banyak 15 persen dari seluruh waktu siaran. Jika memakai asumsi dasar bahwa waktu siar rata-rata lembaga penyiaran di Bali adalah 18 jam maka untuk satu kali promosi jasa pengobatan alternatif dalam format dialog 1 jam telah menggunakan 5,55 persen jam siar. Jika kemudian ditambahkan dengan waktu siar iklan lainnya, bisa jadi jam siar iklan melebihi batas yang ditentukan. Belum lagi ditambahkan dengan waktu siar iklan layanan masyarakat. Berpedoman pada pasal 46 ayat (9) disebutkan bahwa “waktu siar iklan layanan masyarakat untuk lembaga penyiaran swasta paling sedikit 10 persen dari siaran iklan niaga, sedangkan lembaga penyiaran publik paling sedikit 30 persen dari siaran iklanya”. Pada kenyataanya sering kita temui satu lembaga siaran menayangkan 2 kali promosi jasa pengobatan alternatif dalam format dialog dalam satu hari. Tentunya akumulasi persentase waktu siar iklan akan melebihi dari ketentuan. “ ini menunjukkan bahwa telah terjadi perampasan ruang publik secara terencana dan sengaja, hanya semata-mata demi kepentingan bisnis” tegasnya

Muliarta menambahkan aturan terkait siaran kesehatan pada lembaga penyiaran juga telah dituangkan dalam peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran. Pada pasal 11 ayat (3) disebutkan program siaran yang berisi tentang kesehatan masyarakat dilarang menampilkan penyedia jasa pelayanan kesehatan masyarakat yang tidak memiliki izin dari lembaga berwenang”. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, maka lembaga penyiaran berhak menayakan izin dari jasa pelayanan kesehatan yang ingin berpromosi. Lembaga penyiaran hanya boleh menyiarkan (program atau iklan) seputar jasa pelayanan kesehatan masyarakat (pengobatan alternatif atau pengobatan modern) yang sudah melalui proses perizinan dari lembaga yang berwenang. Langkah ini merupakan upaya untuk memberikan perlindungan kepada publik. Menayakan legalitas juga merupakan langkah proteksi bagi lembaga penyiaran. Sebab jika diperhatikan dalam Pasal 46 Ayat 5 UU Penyiaran menyebutkan bahwa “siaran iklan niaga yang disiarkan menjadi tanggung jawab lembaga penyiaran”. Klausul pasal ini menjelaskan bahwa lembaga penyiaran mempunyai konsekuensi hukum dalam menyiarkan iklan niaga, tak terkecuali iklan pengobatan alternatif. NM-MB 

Dubes Korea Curhat Praktek Jual Beli Kepala Kepada Gubernur

Dubes Korea Curhat

Denpasar (Metrobali.com)-

Dubes Korea untuk Indonesia H.E. Taiyoung Cho  mengeluhkan praktek jual kepala yang terjadi pada wisatawan asal negaranya yang dilakukan biro perjalanan dengan menjual paket wisata murah namun wisatawan tidak mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Demikian terungkap pada saat beraudensi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang kerjanya,   Menurut Taiyoung ini menjadi perhatian pemerintah Korea.  Ia berharap Pemerintah Provinsi Bali dapat menindaklanjuti hal tersebut, karena permasalahan ini dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan negeri ginseng tersebut ke Bali, disamping itu juga dapat mempengaruhi citra Bali di mata dunia internasional.  Sebanyak 150 ribu wisman asal Korea mengunjungi Bali setiap tahunnya, bahkan banyak dari wisman tersbut akhirnya menetap di Bali. Untuk itu Taiyoung meminta Gubernur Pastika untuk menjaga para wisman tersebut selama berada di Bali. Taiyong  mengusulkan agar adanya tindakan dan sanksi tegas terhadap pelaku praktek jual beli kepala ini sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah mengenai hal ini.

Menanggapi  keluhan tersebut Gubernur berjanji akan menindaklanjutinya secara serius. Ia meminta  kepala Dinas Pariwisata AA Gde Yuniarta yang hadir pada saat itu untuk mengambil tindakan terhadap oknum biro perjalanan dan pemandu perjalanan yang nakal. Gubernur menjelaskan praktek seperti ini tidak saja terjadi pada wisman asal Korea namun juga pada wisman asal Tiongkok. “Terimakasih yang mulia atas usulannya, dan kami akan melakukan tindakan yang serius untuk menangani hal ini. Kami berharap hubungan Bali dengan Korea khususnya dapat terus berjalan dengan baik, serta tingkat kunjungan wisatawan Korea ke Bali semakin meningkat, ”ujarnya.  

Dalam menerima audensi tersebut Gubernur Bali didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Organisasi serta Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali. AD-MB

AS Pembeli Terbanyak Nonmigas Bali 2014

Denpasar (Metrobali.com)-

Enam dari sepuluh mata dagangan ekspor nonmigas Bali terbanyak dikapalkan untuk memenuhi permintaan konsumen masyarakat Amerika Serikat, sehingga 22 persen devisa daerah ini diperoleh dari negeri Paman Sam ini.

“Amerika Serikat masih tercatat sebagai konsumen terbanyak membeli aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya termasuk hasil laut selama tahun 2014,” kata Nyoman Sudiana, pengusaha dan eksportit aneka barang kerajinan Bali, di Denpasar, Jumat (31/10).

Enam dari sepuluh besar produk nonmigas Bali yang diekspor itu adalah pakaian jadi bukan rajutan, kerajinan berbahan baku kayu, aneka kerajinan dari kain perca, dan produk daging serta ikan olahan Bali yang sebagian besar memasuki pasar AS.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali dalam laporannya menyebutkan, perolehan devisa nonmigas Bali selama Agustus 2014 mencapai 38,9 juta dolar AS, sekitar 8,5 juta dolar AS atau 22 persen di antaranya dibeli konsumen asal AS.

Berdasarkan data tersebut, pakaian jadi bukan rajutan hasil karya para perajin Bali yang laku selama Agustus 2014, bernilai 4,5 juta dolar AS, hampir 18,42 persen dijual kepada konsumen AS.

Begitupula perabotan rumah tangga, patung berbahan baku kayu produksi Pulau Dewata terbanyak diperdagangkan ke negeri Paman Sam yakni 39,07 persen dari seluruh devisa yang dihasilkan sebesar 8,7 juta dolar AS.

Sedangkan daging dan ikan olahan produksi industri dari Bali menghasilkan devisa 7,7 juta dolar AS, hampir 23 persen di antaranya dibeli konsumen AS, menyusul sisanya dibeli negara lainnya di dunia.

Konsumen asal Jepang mengimpor mata dagangan nonmigas Bali terbanyak kedua setelah AS, dengan nilai 3,7 juta dolar AS selama Agustus 2014, bertambah 12,5 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2013 hanya 3,2 juta dolar AS.

Konsumen Jepang mengeluarkan devisa hampir 30 persen dari realisasi ekspor ikan dan udang daerah Bali dalam memenuhi permintaan konsumen asal negeri matahari terbit itu, dari nilai seluruhnya sebanyak 7,7 juta dolar AS selama Agustus 2014.

Dari sepuluh mata dagangan ekspor nonmigas Bali yang memasuki pasar luar negeri selama Agustus 2014, ada sejumlah mata dagangan mengalami kenaikan dalam perolehan devisanya, tetapi ada juga yang berkurang.

Secara keseluruhan hasil perdagangan nonmigas Bali selama Januari–Agustus 2014 bernilai 352 juta dolar AS, sebanyak 75 juta dolar AS di antaranya hasil perdagangan dari AS, menyusul Jepang menyumbang 44,1 juta dolar AS, dan Singapura di urutan ketiga dengan perolehan devisa 33 juta dolar AS. AN-MB 

Literasi Media Sebagai Wadah Kembangkan Generasi Muda Yang Kritis

Literasi Media

Denpasar (Metrobali.com)-

                Media sebagai sarana penyampaian dan penyebarluasan informasi sangat membantu masyarakat untuk mengetahui informasi yang sedang berkembang, namun seiring perkembangan jaman globalisasi serta perkembangan media baik cetak maupun elektronik, masyarakat dituntut untuk pintar  dalam memilah media yang berkualitas sehingga bisa memberikan informasi yang objektif, seimbang dan tidak berat sebelah.

Beranjak dari kenyataan tersebut, kegiatan Literasi Media yang merupakan tindak lanjut dari Focus Disscusion Group (FDG) tanggal 4 Juni 2014  yang melibatkan insan media dan akademisi diharapkan bisa menjadi wadah untuk mengembangkan generasi muda yang kritis terhadap isi media serta mengembangkan pemahaman tentang pers yang berkualitas di tengah dinamika social, era keterbukaan informasi dan kebebasan  pers saat ini.

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Literasi Media Tahun 2014 yang menjabat sebagai Kepala Bagian Penyaringan Data dan Informasi Biro Humas Setda Provinsi Bali, I Wayan Badung Adiyasa, AP, SH, MH mewakili Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali dalam kesempatan wawancaranya di sela-sela acara literasi media yang mengusung tema “Masyarakat Cerdas, Pers Berkualitas” dan Sub. Tema “Mari Cerdas Memahami Media”, Kamis (30/10) bertempat di Balai Penelitian Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.

“Kita sangat berharap kegiatan ini akan bisa meningkatkan keterampilan generasi muda terhadap isi media serta mengajak generasi muda untuk cerdas dalam memahami dan menyebarluaskan informasi yang bersifat mendidik, menghibur, profesional dalam hal penyampaian informasi”, harapnya.

Badung Adiyasa menambahkan untuk tahun 2014 panitia berencana mengadakan literasi media sebanyak 3 kali dimana telah dilaksanakan 2 kali yakni Tahap I dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2014 bertempat di Hotel Puri Nusa Indah dengan peserta dari Kota Denpasar, Tahap II dilaksanakan tanggal 18 September 2014 bertempat di Hotel Neo, Gatsu Barat dengan peserta dari Kabupaten Badung melibatkan peserta dari masing-masing tahapan sebanyak 100 orang dan untuk tahap III ini dengan peserta dari siswa-siswa serta pemuka agama dari Kabupaten Gianyar khususnya kecamatan Sukawati.

                Narasumber yang dilibatkan dalam Literasi Media tahap III ini adalah Anak Agung Gede Rai Sahadewa, SH yang merupakan ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Bali dengan materi “ Cara Aman dan Kritis  Dalam Menggunakan Media” dan Drs. Budiharjo dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Bali) dengan materi “Peran Masyarakat Dalam Mewujudkan Media yang Berkualitas”.

Rai Sahadewa dalam paparannya menyampaikan masayarakat harus memiliki cara aman dan kritis menggunakan media yakni dengan memilih program acara sesuai usia, baik dan bermanfaat, batasi waktu menonton (2 jam sehari), menonton mindfulness, kritis bila ada siaran yang buruk serta segera mengadu ke Komisi Penyiaran Indonesia/ Daerah karena mempunyai kewenangan untuk mengawasi pelaksanaan pedoman perilaku penyiaran  dan Standar Program Siaran (P3SPS). Sementara Budiharjo menyampaikan di era banjir informasi saat ini, masyarakat harus mampu seperti wartawan, memilah dan memilih informasi yang bermanfaat sehingga masyarakat bisa membedakan mana media yang jujur memberikan informasi dan mana yang hanya sekedar memberitakan tanpa memperhatikan etika jurnalistik.

                Dari diskusi yang berlangsung kebanyakan peserta mengeluhkan saat ini media cetak maupun media elektronik sering berat sebelah dalam pemberitaan serta cenderung berpihak pada satu pihak, selain itu mereka mengeluhkan tayangan yang bersifat sara, perselingkuhan, dan memamerkan harta yang sangat memberikan pengaruh negatif terutama untuk anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, Rai Sahadewa dan Budiharjo menekankan agar masyarakat benar-benar cerdas dan untuk tayangan-tayangan tertentu, Rai mengaskan bahwa selama ini KPI telah melayangkan teguran tertulis kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan bahkan dengan sanksi pemberhentian tayangan tersebut sampai lembaga tersebut bisa benar-benar membenahi konten acara yang ditayangkan sehingga tidak akan meracuni masyarakat. AD-MB 

Legislator Dorong Pemkab Karangasem Tertibkan Galian C

Widjera (1)

Denpasar (Metrobali.com)-

Anggota Komisi I DPRD Bali Gusti Putu Widjera mendorong Pemerintah Kabupaten Karangasem menertibkan perusahaan penambangan galian C di kabupaten tersebut karena dikhawatirkan memperparah kerusakan lingkungan.

“Saya dorong Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menertibkan perusahaan galian C yang tidak berizin. Jika pemkab menerima retribusi dari perusahaan tak berizin itu, sama saja memberi legalitas terhadap perusahaan tersebut,” katanya di Denpasar, Kamis (30/10).

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berharap pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi Bali menertibkan perusahaan galian C dan Pemkab Karangasem tidak lagi menerima retribusi dari perusahaan yang tak berizin. Langkah tersebut dalam upaya menyelamatkan lingkungan agar tidak rusak yang berdampak pada masyarakat setempat.

“Memang galian C berupa pasir dan batu adalah sarana utama dalam pembangunan di Pulau Dewata, tetapi pemerintah juga harus memikirkan dampak yang ditimbulkan ketika kerusakan alam itu tidak bisa diantisipasi sejak dini,” ucap politikus asal Desa Buyan, Kabupaten Karangasem ini.

Ia mengatakan kerusakan alam akibat penambangan galian C akhir-akhir ini semakin meluas, hal itu karena perusahaan mengabaikan ketentuan aturan. Mereka sangat sedikit peduli dengan lingkungan, hal ini terbukti selesai melakukan eksploitasi kawasan itu ditinggalkan. Semestinya mereka melakukan reboisasi atau penormalan kembali.

“Perusahaan penambangan acap kali mengabaikan lingkungan. Ketika selesai melakukan eksploitasi mereka tidak secara maksimal melakukan reboisasi. Kalaupun melakukan hanya sekadar formalitas semata,” ucapnya.

Menurut Widjera semestinya bila ada perusahaan penambangan seperti itu harus diberi sanksi tegas dengan mencabut perizinan melakukan penambangan di wilayah Kabupaten Karangasem.

“Pemerintah kabupaten dan provinsi harus berani tegas melakukan sanksi hukum terhadap perusahaan yang melanggar aturan. Bahkan jika ada keinginan Pemkab Karangasem ingin merevisi perda pertambangan yang selama ini dijadikan acuan untuk eksploitasi, maka pemprov harus berani memberikan evaluasi, agar sesuai dengan Perda RTRW Bali yang sudah ada,” katanya. AN-MB 

Pemrov Bali Rancang Podium Bali Bicara Setiap Akhir Pekan

Dewa Gede Mahendra Putra 2
Denpasar (Metrobali.com)-
Pemerintah Provinsi Bali mulai tanggal 2 November 2014 akan memberikan ruang bebas bagi rakyat. Mimbar bebas bagi warga Bali ini dinamakan Podium Bali Bicara.

Bertempat di sebelah barat Monumen Bajra Sandhi, Renon Denpasar, semua orang yang yang ingin berbicara, memberikan saran, curhat atau kritik soal pemerintahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan jajarannya dipersilakan berbicara tanpa ada durasi.

Kepala Biro Humas Pemrov Bali, Dewa Gede Mahendra mengatakan pihaknya akan mengagendakan program Podium Bali Bicara setiap hari Minggu dimulai pukul 08.00 pagi wita sampai pukul 10.00 wita.

“Disini semua masyarakat umum diperbolehkan bicara apa saja, kritik dan saran kepada semua lembaga, dinas, asal tidak berbau SARA tujuannya memberikan ruang komunikasi masyarakat seluasnya baik kritik, saran dan curhat ada semacam saluran yang tersumbat, intinya kita memberikan kepada masyarakat untuk berbicara baik kaitannya dalam pemerintahan pembangunan, evaluasi bagi kita untuk bahan dikemudian hari,” jelasnya, Kamis (30/10).

Diapun menghimbau masyarakat agar memanfaatkan ruang publik tersebut. Ruang publik ini ditegaskannya tidak akan dijaga oleh aparat yang berwenang.SIA-MB 

Simakrama Gubernur 1 November digelar Kantor Gubernur

Dewa Gede Mahendra1

Denpasar (Metrobali.com)-

Setelah mengalami penundaan,  Simakrama bersama Gubernur Bali kembali akan dilaksanakan pada Sabtu 1 November 2014. Jika sebelumnya Simakrama dilaksanakan di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali,  Simakrama kali ini akan dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Demikian disampaikan  Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran persnya  Rabu (29/10). Menurut Mahendra pemindahan lokasi ini guna memberi suasana baru  dan penyegaran. Saya harapperubahan lokasi ini dapat mengundang antusiasme masyarakat untuk hadir ,” ungkap Dewa Mahendra.

Lebih jauh menurut Mahendra Simakrama rutin ini digelar dalam upaya untuk menampung aspirasi masyarakat mengenai  program Bali Mandara Jilid II yang sudah diluncurkan oleh Pemprov Bali. Masukan yang diperoleh akan dijadikan evaluasi bagi penyempurnaan program Bali Mandara selanjutnya.  Tidak ada yang berubah pada tatacara Simakarama. Bagi para masyarakat yang ingin bertanya atau menyampaikan aspirasinya dipersilahkan untuk melakukan registrasi pada pukul 08.00. Sedang simakrama sendiri akan dimulai pukul 09.00. “Bapak Gubernur akan hadir bersama Bapak Wakil Gubernur dengan di dampingi para Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali. Simkrama akan ditutup pada pukul 12. 00 wita dengan diakhiri Tri Sandhya dan makan siang bersama,” ujar Mahendra.Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir dapat mendengarkan dan menyimak acara tersebut  melalu RRI Denpasar dan melalui video streaming www.birohumas.baliprov.go.id pada jam yang sama. AD-MB 

Devisa Kerajinan Rotan Bali Naik 513 Persen

kerajinan rotan

Denpasar (Metrobali.com)-

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali mencatat perolehan devisa dari aneka kerajinan rotan melonjak drastis dari 630 ribu dolar AS Januari-Agustus 2013 menjadi 3,8 juta dolar atau naik 513 persen perioda sama 2014.

“Ini artinya perajin daerah ini mampu berkreasi memproduksi sesuai permintaan pasar luar negeri, walaupun semua itu bersifat sementara,” kata Ni Made Sutiari, pengusaha aneka kerajinan Bali di Sukawati, Kamis (30/10).

Ia yang pengusaha menampung aneka barang kerajinan berbahan baku rotan baik dari pengrajin maupun buatan luar daerah, cukup stabil dalam permintaan dari konsumen mancanegara sehingga realisasi ekspor matadagangan ini semakin membaik.

Anyaman rotan dari berbagai jenis menyerupai sarana transportasi berbentuk sepeda motor Vespa antik, Harley Davidson, dan mobil VW kodok yang juga banyak dibeli turis asing di Bali.

Kerajinan itu dipajang di toko-toko jalan raya Sukawati-Gianyar, 15 Km timur laut Denpasar banyak yang diekspor. “Kerajinan rotan ini sebagian besar untuk diekspor,” kata dia sambil menunjukkan barangnya.

Anyaman tersebut buatan perajin asal Jawa Timur, tampilannya rapi dan ikut meramaikan perdagangan aneka kerajinan bernilai seni ke luar negeri sepertil Italia, Spanyol dan Amerika Serikat.

Aneka jenis anyaman berbahan baku rotan dari luar daerah banyak dipasarkan lewat Bali, namun pesanan yang diterima relatif stabil terutama dalam memenuhi persiapan untuk perayaan Natal dan pergantian tahun baru.

Aneka kerajinan rotan yang dipasarkan para perajin Nusantara lewat Bali, seperti yang didatangkan dari Malang Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi baik desain maupun mutu matadagangannya tidak kalah bersaing di pasaran ekspor, kata Made Dunia pengusaha lainnya.

Perabotan rumah tangga yang dibuat dari anyaman rotan yang dipadukan dengan bambu dan kayu seperti kotak tisu yang dibuat dengan rancang bangun (desain) yang unik dan etnik banyak dipesan mitra bisnis asal Spanyol dan Italia.

“Pengusaha Bali biasa menerima pesanan kotak tisu dari rotan dengan desain dekoratif perpaduan antara kayu dan rotan, yang banyak diminta menjelang akhir tahun,” kata Made Dunia. AN-MB 

Harga Hasil Perkebunan Bali Masih Menguntungkan

made-buana

Denpasar (Metrobali.com)- 

Harga-harga komoditas hasil perkebunan rakyat di tingkat petani di Bali, seperti cengkih, hingga akhir Oktober 2014 cukup bagus, walaupun terjadi fluktuasi tetapi masih menguntungkan, kata pejabat setempat.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Kamis (30/10), harga bunga cengkih kering di tingkat petani di Kabupaten Bangli, Karangasem, Badung dan Jembrana, misalnya, semula Rp150.000 per kilogram pada 27 Oktober 2014 turun menjadi Rp138.000/kg.

Namun harga itu jika dibandingkan awal Januari lalu hanya Rp135.000/kg, maka harga sekarang masih lebih tinggi, kata dia sambil menyebutkan petani memproduksi hasil perkebunan berkualitas sehingga harganya pun terus sesuai mekanisme pasar.

Sementara harga cengkih yang dalam kondisi basah hingga minggu akhir Oktober 2014 tetap stabil Rp20.000/kg.

Sedangkan harga kakao di tingkat petani di daerah perdesaan Bali naik sedikit dari Rp35.800 menjadi Rp36.300/kg.

Dewa Made mengatakan, harga kopi jenis arabika hasil perkebunan rakyat di daerah ini juga mengalami sedikit kenaikan pada minggu keempat Oktober 2014 dari Rp52.000 menjadi Rp52.500/kg, jauh lebih besar dari awal Januari yang hanya Rp34.000/kg.

Harga kopi arabika maupun robusta di daerah ini selama tahun 2014 memang masih mengalami kenaikan, termasuk hasil budi daya lainnya seperti kakao, vanili, mete dan tembakau yang semuanya sudah memasuki pasar ekspor.

Dewa Made Buana Duwuran menyebutkan, kakao hasil perkebunan rakyat Bali yang mulai memasuki pasar ekspor juga mengalami kenaikan dari Rp32.800 pada Januari lalu menjadi Rp36.300/kg dalam minggu keempat Oktober 2014.

Vanili hasil petikan petani Bali yang sebagian besar dikapalkan untuk memenuhi permintaan konsumen di Amerika Serikat tersebut harganya di tingkat petani cukup stabil sepanjang pertengahan tahun ini yakni Rp20.000/kg (basah).

Sedangkan vanili kering yang sudah siap ekspor masih tetap Rp100.000/kg sepanjang tahun 2014. Bali baru memperdagangkan kopi, kakao dan vanili ke pasar antarbangsa dengan perolehan devisa cukup bagus.

Dewa Made Buana mengakui kakao produksi petani daerah ini dalam jumlah terbatas–belasan ton per bulan–baru mulai memasuki pasar ekspor dengan tujuan utama konsumen Amerika Serikat, Australia dan Jerman.

Dinas Perindag Bali mencatat perolehan devisa dari hasil perkebunan Bali mencapai 1,7 juta dolar AS selama Januari-Agustus 2014, mengalami kenaikan hingga 96 persen jika dibandingkan periode sama tahun 2013 yang hanya 907 ribu dolar AS.

Perolehan devisa sebanyak itu terdiri atas hasil perdagangan kakao 1.059 ton bernilai 978 ribu dolar selama delapan bulan I-2014, kopi 117 ton seharga 795,6 ribu dolar dan vanili relatif sedikit yakni hanya 69 kg bernilai 2.415 dolar AS. AN-MB 

Simakrama Gubernur 1 Oktober Digelar di Kantor Gubernur

Dewa Gede Mahendra1
Denpasar (Metrobali.com)-

Setelah mengalami penundaan,  Simakrama bersama Gubernur Bali kembali akan dilaksanakan pada Sabtu 1 November 2014. Jika sebelumnya Simakrama dilaksanakan di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali,  Simakrama kali ini akan dilaksanakan di Gedung Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali. Demikian disampaikan  Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran persnya  Rabu (29/10). 

Menurut Mahendra pemindahan lokasi ini guna memberi suasana baru  dan penyegaran. Saya harapperubahan lokasi ini dapat mengundang antusiasme masyarakat untuk hadir ,” ungkap Dewa Mahendra.

Lebih jauh menurut Mahendra Simakrama rutin ini digelar dalam upaya untuk menampung aspirasi masyarakat mengenai  program Bali Mandara Jilid II yang sudah diluncurkan oleh Pemprov Bali. Masukan yang diperoleh akan dijadikan evaluasi bagi penyempurnaan program Bali Mandara selanjutnya.  Tidak ada yang berubah pada tatacara Simakarama. Bagi para masyarakat yang ingin bertanya atau menyampaikan aspirasinya dipersilahkan untuk melakukan registrasi pada pukul 08.00. Sedang simakrama sendiri akan dimulai pukul 09.00.

“Bapak Gubernur akan hadir bersama Bapak Wakil Gubernur dengan didampingi para Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali. Simkrama akan ditutup pada pukul 12. 00 wita dengan diakhiri Tri Sandhya dan makan siang bersama,” ujar Mahendra.Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir dapat mendengarkan dan menyimak acara tersebut  melalu RRI Denpasar dan melalui video streaming www.birohumas.baliprov.go.id pada jam yang sama. AD-MB

Wawali Jaya Negara Ngeratep Pelawatan Sesuhunan Desa Pekaraman Sesetan

Ngratep Pelawatan 2

Denpasar (Metrobali.com)-

Bertepatan dengan Rahina Anggara Kajeng Kliwon Wuku Kulantir, Desa Pakraman Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan mengadakan Upacara Ngeratep Pelawatan Ida Batara Sesuhunan di Pura Dalem lan Pura Kahyangan Desa Pakraman Sesetan, Selasa (28/10). Upacara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I.G.N. Jaya Negara, Camat Denpasar Selatan, A.A. Gede Risnawan, Lurah Sesetan Nyoman Agus Mahardika, Tokoh Adat Desa Sesetan, serta Instansi terkait lainnya.

Bendesa Pakraman Sesetan, Wayan Meganada ditemui disela-sela upacara mengatakan, kegiatan upacara ini terkait dengan telah rampungnya prerai pelawatan Ida Betara Sesuhunan yang berstana di Pura Dalem lan Pura Kahyangan ini. Adapun prerai pelawatan Ida Betara Sesuhunan yang sudah selesai diperbaharui meliputi, pelawatan Ida Ratu Ayu Dalem dalam wujud berupa Barong, pelawatan Ida Ratu Ayu Kahyangan dalam wujud berupa Rangda, serta pelawatan Ratu Ayu Telek yang juga berstana di Pura Kahyangan.

Selain perbaikan pelawatan  di Pura setempat, juga diperbaiki beberapa pretima dan prelingga serta menambah simbul-simbul yang bersifat magis. Menurut Meganada, adanya Pelawatan di Pura ini sudah ada sejak tahun 1987, maka dari itu dari bulan Juli 2014 yang lalu, pihaknya sudah mengadakan upacara ngendag yang artinya untuk memohon ijin  kepada Ida Sesuhunan untuk memperbaiki pelawatan, pretima, dan prelingga yang berstana di Pura ini. Kemudian tepat pada  Rahina Anggara Kajeng Kliwon wuku Kulantir ini, Desa Pakraman Sesetan mengadakan upacara Ngeratep pelawatan Ida Betara Sesuhunan, kemudian selanjutnya akan dilaksanakan upacara Mecaru yang tujuannya untuk membersihkan unsur skala dan niskala.

Setelah rangkaian Mecaru selesai, kemudian dilanjutkan dengan upacara Melaspas dan Ngelinggihang Ida Betara Sesuhunan. Kemudian pada malam harinya dilanjutkan dengan upacara Masupati dan Ngerehin Ida Betara Sesuhunan yang bertempat  di kuburan Desa setempat yang diikuti oleh presanak dan pelawatan-pelawatan yang ada di seluruh Desa Pakraman Sesetan. Selanjutnya Ida Betara Sesuhunan akan nyejer selama tiga hari di Pura Dalem lan Pura Kahyangan, kemudian rentetan acara selanjutnya yang akan digelar pada tanggal 12 November akan dilaksanakan Calonarang dan semuanya sudah terprogram.

Sementara Lurah Sesetan, Nyoman Agus Mahardika ditemui usai acara mengatakan, Pura Dalem lan Pura Kahyangan Desa Pakraman Sesetan Kecamatan Denpasar Selatan ini diamong oleh 9 Banjar Adat dengan  jumlah penduduk kurang lebih 28. 886 jiwa. Dari upacara ini diharapkan, agar masyarakat yang tinggal di Sesetan tidak henti-hentinya meningkatkan seradha bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi agar senantiasa diberikan kerahajengan dan kerahayuan jagat. NGURAH-MB

Gubernur Minta Potensi Pangal Lokal Dikembangkan Secara Maksimal

Bupati Gianyar, Sekda Bali dan Ny. Ayu Pastika

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengembangkan potensi pangan lokal daerah Bali secara optimal, untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri, disamping untuk memenuhi kebutuhan  ekonom keluarga,  dan  juga untuk menjaga  kesehatan dan gizi masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan olehSekretaris Daerah Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun saat membuka puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-34 yang dirangkaikan dengan pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK, KB- Kessehatan tahun 2014 danlansia di Wantilan Pura Samuan Tiga, Gianyar, Rabu (29/10).

Dalam acara yang bertema “Melalui Hari Pangan Sedunia ke-34 Kita Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Pangan Lokal Potensial” ini Gubernur berharap agar kegiatan ini  dapat memotivasi seluruh pemangkukepentingan untuk meningkatkan kepedulian dan pastisipasi dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. “Saya berharap semua apresiasi ini menjadi pendorong kita semua untuk memberi kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan daerah, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tegasnya.

Sementara ituketua panitia peringatan Hari Pangan sedunia yang juga  Kepala BPMPD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, dalam laporannya menyampaikan bahwa  peringatan HPS ini dilaksanakan di tingkat Provinsi akan tetapi pelaksanaannya dilaksanakan di  Kabupaten dan Kota di Bali secara bergilir dan pada tahun 2014 ini dilaksanakan di Kabupaten Gianyar.

Sementara itu,  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika yang juga hadir dalam peringatan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ayu Pastika berharap peringatan memberikan pemahaman masyarakat akan potensi lokal yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti dari semua bahan makanan yang biasa dikonsumsi selama ini. Menurutnya selama ini Tim Penggerak PKK juga sudah memberikan contoh dari bahan-bahan makanan yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat masyarakat seperti sukun, timbul dan berbagai jenis ubi. Dalam kesempatan ini Ayu Pastika juga meninjau kegiatan senam lansia dari Desa Bedulu,sekaligus menyerahkan  bingkisan kepada lansia,memberikan bantuan kursi roda kepada penyandang cacat,  pemberian makanan  dan penimbangan balita, dan melakukan penanaman pohon untuk upacara di pura Samuan Tiga, 

Sekda Provinsi Bali dan Nyonya Ayu Pastika juga menyerahkan hadiah berbagai lomba yang dilaksanakan dalam rangka perayaan ini, memyerahkan  penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) 2014 diraih oleh Kelompok usaha tani Werdhi Graha Banjar Telugtug Sibetan Karangasem sebagai juara 1, Lomba Olahan Produk Pangan Lokal Kelompok Wanita Tani Perkebunan diraih oleh KWT Candra Wangi Dusun Celagi Unggahan Seririt Buleleng sebagai juara 1, Lomba Kelompok Tani/Subak Abian Berprestasi juara 1 diraih oleh Subak Abian Kelompok Tani Padang Payung Desa Dausa Kecamatan Kintamani Bangli.

Hibah dari BPMPD Provinsi Bali kepada Posyandu Paripurna untuk 9 Kabupaten/kota, Bansos Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan, melalui KRPL tahap Pengembangan kepada 4 banjar yang ada di kabupaten Gianyar.  AD-MB

Hadapi MEA 2015, Pemkot Denpasar Gelar Sosialisai Kebijakan Perkoperasian

sosialisasi koperasi 2

Denpasar  (Metrobali.com)-

Untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di tahun 2015 mendatang dan untuk pertanggung jawaban pengelolaan koperasi menjelang tutup buku 2014, Pemkot Denpasar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Denpasar menggelar Sosialisasi Perkoperasian yang kali ini di adakan di Denpasar Utara, Rabu (29/10) di Wantilan Pura Desa Peguyangan. Acara sosialisasi ini di hadiri oleh Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar Wayan Gunawan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menegah Kota Denpasar Luh Gede Hariasih, Camat Denpasar Utara Nyoman Lodera serta SKPD terkait lainya.

Walikota Denpasar dalam sambutan  tertulis dibacakan Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar Wayan Gunawan mengatakan tahun 2015 merupakan tahun akhir dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015 yang juga sekaligus merupakan tahun awal menghadapi MEA. Sehingga diharapkan perlu adanya koordinasi dan sinergitas program antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun Pemerintahan Pusat dalam merancang RPJMD 2015-2020 dengan merujuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional khususnya didalam merancang pembangunan ekonomi kerakyatan yang berbasis budaya unggulan. Dan salah satu kunci untuk menghadapi MEA 2015 ialah dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2014 Koperasi diselenggarakan tepat waktu.

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, sosialisasi ini dipandang sangat perlu untuk ditingkatkan ke koperasi dimasing-masing Kecamatan se-Kota Denpasar untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi sesama gerakan koperasi. Dimana jumlah koperasi di Kota Denpasar sebanyak 1.025 koperasi, belum lagi puluhan ribu Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ada. Maka perlu diadakannya evaluasi terhadap kendala dan hambatan yang di hadapi koperasi.

Sementara itu Ketua Panitia IGA Parwati dalam laporannya menjelaskan, dasar pelaksanaan sosialisasi ini dari Perda Kota Denpasar No. 3 tahun 2014 dan Perwali  No. 32 tanggal 25 Agustus 2014 tentang APBD Perubahan 2014 beserta penjabarannya. Dimana pengurus koperasi wajib mempertanggung jawabkan pengelolaan koperasi dalam forum RAT tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku dengan membandingkan realisasi dengan target yang direncanakan. Baik meliputi organisasi, usaha, permodalan pinjaman bergulir dan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang ditetapkan anggota tahun sebelumnya. RED-MB  

Ukiran Kayu di Pasar Lokal Masih Menjanjikan

ukiran kayu

Denpasar (Metrobali.com)-

Pesanan terhadap aneka ukiran berbahan baku kayu yang dibuat jenis antik di pasar lokal masih menjanjikan di tengah kondisi pasar ekspor yang kini sedikit lesu.

Seorang perajin asal Kabupaten Gianyar, Made Renge, Rabu (29/10), menjelaskan komoditas berupa pintu rumah dan dinding setelah diukir serta dicat agar kelihatannya antik itu menjadi barang seni bernilai jual tinggi.

“Barang seni berupa pintu yang dibuat dari kayu dan dinding berukir khas Bali itu sangat laku di pasaran luar negeri dibandingkan dengan hasil aneka barang kerajinan,” katanya.

Made Renge yang memiliki tenaga ukir puluhan orang itu menyebutkan barang seni yang semakin berkembang itu ternyata banyak diminati dan dikoleksi pecinta seni mancanegara mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Perajin ukir yang tersebar di Pulau Dewata itu cukup kreatif mengembangkan desain baru yang sesuai dengan selera dan kondisi keuangan konsumen mancanegara, maupun calon pembeli yang datang dari Nusantara.

Pintu ukiran berbahan baku kayu jati semakin laris ke luar negeri merupakan salah satu penyebab perolehan devisa dari aneka kerajinan jenis ini dari Bali, tapi masyarakat lokal yang berduit juga ikut memborongnya.

Penduduk lokal juga semakin ramai membeli ukiran kayu untuk hiasan rumah kunonya, selain banyak muncul bangunan pondok wisata yang juga memanfaatkan ukiran kayu sebagai daya tarik agar wisatawan bermalam di sana.

“Pasar ekspor ukiran kayu agak seret, tetapi pasar lokal mulai bangkit, terutama di daerah pedesaan sehingga para seniman masih bergairah untuk berproduksi,” ujarnya saat dijumpai di bengkel kerjanya.

Realisasi ekspor kerajinan kayu, sesuai catatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali selama Januari-Agustus 2014 mencapai 50,6 juta dolar AS, angka yang cukup bagus, mengingat kondisi ekonomi global yang belum kondusif.

Ekspor memang berkurang hingga 24 persen dari periode yang sama tahun 2013 mencapai 66,8 juta dolar, tetapi pasar dalam negeri masih ada, selain untuk Bali juga ada yang dipasarkan ke Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar di Sumatera. AN-MB

Bentara Budaya Bali Gelar Pekan Teater

Denpasar (Metrobali.com)-

Bentara Budaya Bali (BBB) di Ketewel, Kabupaten Gianyar, menggelar pekan teater, 28-31 Oktober 2014, antara lain berupa pementasan, dialog, diskusi buku, dan pemutaran film dokumenter.

“Ada pula pertunjukkan alih kreasi puisi, serta seni video,” kata Ni Wayan Idayati, penata program tersebut di Denpasar, Rabu (29/10).

Ia mengatakan, Program Oktober Teater Bentara Budaya Bali membuka satu ruang kreasi dan diskusi bagi pegiat maupun penikmat teater.

Dramawan dan sastrawan, Radhar Panca Dahana menjelaskan, bahwa teater harus kembali pada realitas, sehingga penonton, selain dihadapkan pada seni pertunjukan, juga diajak untuk mencermati kedalaman isi, hingga mengkritisi bentuk pemanggungan kontekstual dengan realita kekinian.

Dialog akan mengawali pekan teater tersebut yang dilakukan bekerja sama dengan Federasi Teater Indonesia, membahas buku terkini karya Radhar Panca Dahana, bertajuk “Teater dalam Tiga Dunia”.

Buku tersebut merupakan sejumlah esai atau tulisan terpilih yang mengeksplorasi seni pertunjukan di Indonesia, khususnya teater modern. Sebagai pembahas adalah dramawan dan sutradara teater, Abu Bakar, serta Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar Dr Ketut Sumadi selaku budayawan dan pengamat, , Buku “Teater dalam Tiga Dunia”, yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012, merupakan memoar kreatif Radhar Panca Dahana selaku pekerja teater, sutradara dan penulis naskah yang sejak berusia 14 tahun memutuskan jalan hidupnya sebagai sastrawan juga pegiat dunia panggung.

Melengkapi dialog seputar dunia panggung tersebut, selama dua hari berturut-turut, 29-30 Oktober 2014 digelar pertunjukkan “Teater Bayangan Tangan” ala Budrugana-Gagra asal Tlibisi, Georgia, Eropa Timur.

Kelompok tersebut mementaskan dua lakon yakni “The Four Seasons of The Year” dan “Isn’t This a Lovely Day”.

Pertunjukan Teater Budrugana Gagra merupakan kerja sama Bentara Budaya Bali dengan Kedutaan Besar Georgia di Jakarta.

Teater ini di Idnonesia pertama kali dipentaskan di Salihara, Jakarta.

Pertunjukan ini sering dipresentasikan untuk anak-anak dan juga bagian dari kepedulian pada para pengungsi perang atau mereka yang terpinggirkan, ujar Ni Wayan Idayati. AN-MB 

Pastika Koordinasikan Bandara Buleleng Dengan Menteri Baru

Mangku Pastika1

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengkoordinasikan rencana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang baru dilantik.

“Kami akan segera koordinasikan dengan menteri yang baru untuk bandara di Buleleng,” katanya di Denpasar, Rabu (29/10).

Menurut dia, pra-studi kelayakan sudah ada termasuk lokasi yang sudah disetujui yakni di wilayah Kubutambahan, Buleleng.

“Lokasi sudah saya setujui, di wilayah Kubutambahan,” ucap mantan Kepala Polda Bali itu.

Pastika mengaku bahwa konsultan dari PT Pembangunan Bali Mandiri yang sempat melakukan peninjauan ke daerah tersebut merupakan wilayah persawahan dengan kualitas satu seluas sekitar 400 hektare.

“Sehingga sangat sayang lahan sawah itu kelas satu. Jadi bisa tidak itu (pembangunan sebagian) ke laut dari pantai tambah sedikit?. Dulu itu juga daratan yang sampai setengah karena abrasi jadi tergerus habis,” katanya.

Sementara itu terkait investor yang akan menjalankan pembangunan bandara tersebut, Pastika menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui penanam modal mana yang akan ikut membangun bandara tersebut.

“Kami belum tahu. Katanya ada Pembanguann Bali Mandiri mereka memiliki investor, ada juga dari (investor) Kanada dan dengar-dengar dari investor Bandara Changi di Singapura. Tetapi itu bola berikutnya dari Kementerian Perhubungan,” ucapnya.

Sedangkan terkait posisi Pemerintah Provinsi Bali, Pastika menyatakan bahwa pihaknya diminta menjadi pemrakrsa dari proyek tersebut.

“Kalau jadi pemrakrasa berarti Pemprov Bali yang membebaskan lahan itu, tetapi uang tidak mencukupi. Kalau bisa skemanya kerja sama dengan swasta. Kalau tidak ya pelan-pelan, gotong royong,” ucapnya.

Meski demikian, Pastika berkeinginan agar rencana pembanguanan bandara itu benar-benar terwujud.

“Kalau jadi ya harus jadi (pembangunan bandara) tetapi harus sabar. Kami harus bebaskan lahan itu tidak mudah, ini hal yang serius. Syukur-syukur nanti saya menghadap menteri yang baru Pak Jonan,” harapnya. AN-MB 

Gubernur  Ingin Bali Belajar Pertanian dari Provinsi Anhui Tiongkok

Gubernur  Ingin Bali Belajar Pertanian dari Provinsi Anhui Tiongkok

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika,  menerima kunjungan dari Wakil Gubernur Provinsi Anhui Republik Rakyat Tiongkok, Mr. Liang Weiguo , di Ruang Kerja Gubernur Bali, Rabu (29/10). Pada kesempatan itu Gubernur Pastika menyampaikan rasa gembira terhadap hubungan Indonesia- Tiongkok yang semakin baik atas tingginyan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Gubernur juga menyampaikan secara khusus apresiasinya terhadap perkembangan pembangunan pertanian di Anhui yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan pada pertanian.

Ia berharap Bali dapat belajar dari Anhui dalam memanfaatkan teknologi  tersebut, mengingat  Bali merupakan pulau kecil yang  bertumpu pada pariwisata dan pertanian.  Pastika berharap Bali dan Anhui dapat menjalin kerjasama dalam bidang pembangunan pertanian. “Kami ingin menarik kembali minat masyarakat terhadap bidang pertanian tidak menurun. Tentu saja harus ada peningkatan hasil terlebih dahulu, dan kami yakin Tiongkok memiliki teknologi yang ramah lingkungan untuk membantu para petani kami”, harapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Anhui menyampaikan kekagumannya terhadap kebudayaan dan pemandangan Bali yang indah. Menanggapi atas apa yang disampaikan oleh Pastika, Wagub Anhui mengundang Pemerintah Provinsi Bali untuk datang ke Anhui agar dapat secara langsung melihat teknologimachinary tenaga ultra ramah lingkungan yang digunakan petani dalam pengembangan bibit.

Ia juga melihat kondisi pertanian Bali dengan Anhui yang memiliki kemiripan, yaitu berkelompok-kelompok dengan lahan pertanian juga tidak terlalu luas serta permasalahan yang sama dimana banyak petani yang beralih ke profesi lain, melihat persamaan ini diharapkan Bali dan Anhui dapat saling bertukar ilmu. Mr. Liang juga berharap, dengan adanya kerjasama ini dapat membuka peluang-peluang bagi kedua provinsi, baik dalam bidang pertanian ataupun bidang lainnya dikemudian hari.   Dalam menerima audensi tersebut Gubernur Bali didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Bali serta Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali. AD-MB

Evaluasi Pembangunan Masuk Triwulan III : Gubernur Minta SKPD Lakukan Pembenahan

Gubernur dan Sekda Tjok Pemayun pada Acara Evaluasi Pembangunan Bali

Denpasar (Metrobali.com)-

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menghimbau SKPD di jajaran Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan pembenahan internal menyangkut sistem perencanaan dan pelaporan hasil kegiatan yang selama ini telah berjalan. Demikian disampaikan Pastika saat memimpin Rapat Kerja Evaluasi Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Provinsi Bali Triwulan III Tahun 2014, Selasa (28/10) bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Menurutnya dalam hal pelaksanaan, evaluasi, pengawasan, pengendalian dan pengukuhan suatu kegiatan agar dapat berhasil ataupun tertata dengan baik tidak cukup hanya melaksanakan hal- hal fisik (eksternal) namun juga harus melakukan pembenahan di internal.

“Saya menyadari selama ini kita hanya fokus terhadap hal-hal yang bersifat fisik (eksternal) dan mengabaikan faktor internal, oleh sebabnya saya menghimbau mulai saat ini SKPD harus melakukan pembenahan internal khususnya dalam sistem perencanaan dan proses pelaporannya, alangkah baiknya jika kinerja kita di lapangan sudah bagus juga diikuti dengan proses perencanaan yang baik pula”, himbaunya.

Terkait dengan proses pembenahan tersebut Pastika yang didampingi Sekprov Cok Ngurah Pemayun mengharapkan kerja sama dari ketiga Asisten, staf ahli serta kelompok ahli pembangunan di Pemprov Bali sehingga bisa mempertanggungjawabkan secara transparan karena di ujung perencanaan ada Bappeda dan di ujung pengawasan ada Inspektorat.
Sementara Kepala Biro Ekonomi Pembangunan I Gede Suarjana dalam paparannya dalam satu tahun program Bali Mandara Jilid II dari segi makro ekonomi dari 8 indikator sudah menunjukkan tingkat tuntas hanya 2 indikator yang belum tercapai dari segi pertumbuhan ekonomi target sebesar 6, 40% sampai triwulan III sudah mencapai 5,83 % (sudah mendekati tuntas), pertumbuhan investasi target 3,99 triliun sedangkan realisasinya sudah 2, 4 triliun sedangkan untuk tingkat pengangguran target 1,76 % realisasi sudah 1, 37%, penduduk miskin targetnya 3,88% meningkat menjadi 4, 3%, ia optimis jika semua bisa menyumbangkan pendapat maka pengentasan akan bisa cepat dicapai sesuai target. Untuk total APBD dari target 3, 11 Triliun sudah terealisasi sebesar 4, 49 Triliun.

Untuk pendapatan dan belanja provinsi Bali, Pendapatan dengan pagu sebesar 3,96 triliun baru terealisasi sebesar 3, 3 triliun yang mengalami deviasi sebesar 0, 79 triliun sedangkan untuk belanja dengan pagu sebesar 4, 4 triliun terealisasi sebesar 2, 51 triliun dengan deviasi sebesar 1, 98 triliun. Pencapaian fisik sampai triwulan III target 76, 25% realisasi 69, 04% mengalami deviasi 7, 21% dan untuk keuangan targetnya 82, 49% realisasi 45, 74% dengan deviasi 36, 5% . Terkait kinerja SKPD berdasarkan deviasi fisik secara keseluruhan masih bagus dari range biru dan hijau, dari 42 SKPD kategori sangat baik ada 27 SKPD, sedangkan di kategori baik sebanyak 10 SKPD dan kategori cukup sebanyak 4 SKPD,

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa selama ini biro ekbang telah memiliki sistem informasi dengan nama SIEP (Sistem Informasi Evaluasi dan Pelaporan), ia yakin target- target yang belum tercapai akan disempurnakan di triwulan IV.

Pada  Rapat evaluasi tersebut juga disampaikan paparan dari Asisten bidang pemerintahan, bidang perekonomian dan kesra serta asisten bidang keuangan. Sejalan dengan karo ekbang, asisten bidang perekonomian dan kesra, Ketut Wija yang juga selaku tim sebelas menyampaikan hasil study bandingya ke Jogjakarta dalam proses memperbaiki Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) yakni dengan menggunakan program Jogja Plan yaitu suatu sistem akuntabilitas berbasis project yang terdiri dari e-SAKIP dan e-Raport. Dimana menu dalam program tersebut bisa ditambah sesuai keinginan misalkan ditambah untuk program pemprov Simantri, JKBM dan lain-lain. Dimana setiap triwulan SKPD akan mendapatkan raport yang menunjukkan kinerja mereka sehingga menurutnya cukup efektif digunakan di Pemprov Bali walaupun saat ini sudah mencapai nilai B.
Menanggapi hal tersebut, Pastika menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak sistem dan program yang terdapat di Provinsi Bali hanya perlu diintegrasikan agar menjadi sistem yang utuh.”Simulasikan sistem yang sudah ada terlebih dahulu, menurut saya Jogja plan tersebut juga bagus dalam program kita agar tidak tumpang tindih, nanti kita pikirkan apakah mengadopsi atau memperbaharui yang sudah ada” , ujarnya. Oleh sebabnya Pastika sangat mengharapkan kerja sama tim sebelas beserta jajaran SKPD untuk membantu agar benar-benar bermanfaat dalam program pengentasan Kemiskinan di Provinsi Bali. AD-MB