Saksi Narkoba Sudutkan Oknum Polisi

ilustrasi-_110707160048-386

Buleleng (Metrobali.com)-
Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Selasa (30/9) menggelar sidang lanjuta kasus narkoba jenis shabu-shabu sebanyak 8 paket yang melibatkan oknum anggota polisi, IGB sebagai terdakwa. Sidang lanjutan ini menghadirkan saksi Putu Gede Mertayasa alias Blonet.
Saksi Mertayasa dalam keterangannya dipersidangan secara gamblang mengungkapkan bahwa narkoba jenis shabu-shabu diperoleh dari oknum anggota polisi, IGB.”Saya kenal dengan terdakwa sejak tujuh bulan yang lalu” ungkapnya.”Saya mengenal narkoba sejak bulan juni lalu dari teman saya Ida Bagus Kade Lokadi alias Bebel” imbuh Mertayasa
Lebih lanjut ia mengatakan dirinya mengenal narkoba, berawal dari temannya yang bernama Ida Bagus  Kade Lokadi meminta nya untuk mengambil shabu-shabu didepan rumahnya. Selanjutnya dirinya itu sering diminta untuk mengambil shabu-shabu di Seririt dan juga memberikan uang kepada oknum polisi di kosnya.”Saya disuruh mengambil sabhu-shabu dan memberikan uang kepada oknum polisi itu. Sudah sebanyak 8 kali saya disuruh mengambil shabu-shabu dengan berpindah-pindah tempatnya” terang Mertayasa.
Sementara itu, Gede Harja Astawa selaku  kuasa hukum terdakwa IGB kepada koran ini mengatakan ada kejanggalan dalam kasus narkoba yang menyeret kliennya sebagai terdakwa. Misalnya kliennya tidak mempunyai barang shabu-shabu sebagai barang bukti. Dalam tes urine,  hasil kliennya positif.”Klien saya dalam test urine, namun tidak membawa barang sabhu-sabhu. Anmehnya, saksi yang memiliki shabu-shabu saat test urine hasil negatif” terangnya.
Menurut Harja, senelumnya  kliennya ditangani oleh kuasa hukum yag ditunjuk oleh polisi. Anehnya juga selaku kuasa hukum yang ditunjuk meminta uang kepada kiliennya sebesar Rp 50 juta.”Pengacara ditunjuk polisi kan sudah ada dananya dan tidak perlu lagi meminta uang” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kasus narkoba yang melibatkan kliennya ini terkesan dipaksakan.”Banyak kejanggalan dalam kasus ini, saya kan menangani kiennya sesuai dengan fakta hukum” pungkas gede Harja Astawa. GS-MB 

Subak Uma Lambing Duta Badung Dinilai Provinsi  

Subak Uma Lambing Duta Badung Dinilai Provinsi
Mangupura (Metrobali.com)-


Subak Uma Lambing merupakan duta Kabupaten Badung dalam lomba Subak tingkat Provinsi tahun 2014 dinilai Tim Provinsi Bali. Tim diterima Wakil Bupati Badung I Made Sudiana didampingi Kadispenda I Wayan Adi Arnawa, Camat Abiansemal Putu Ngurah Thomas Juniarta beserta Tripika Kecamatan, bertempat di Bale Subak Uma Lambing Desa Sibangkaja, Kecamatana Abiansemal. Selasa (30/9).


Pada kesempatan tersebut Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Badung I Made Sudiana menyampaikan, pendapatan daerah Kabupaten Badung bersumber dari pariwisata budaya, untuk itu merupakan kewajiban masyarakat ikut melestarikan keberadaan adat dan budaya Bali salah satunya keberadaan Subak yang sudah terkenal di Mancanegara dan satu-satunya ada di Bali. Pemerintah Kabupaten Badung sangat memperhatikan keberadaan Subak terbukti dengan melakukan berbagai upakara yadnya seperti Nangluk merana, mecaru jagat, mepreteka merana dan memberikan berbagai pelatihan serta bantuan-bantuan setiap tahunya. Lomba Subak merupakan sarana untuk melestarikan serta mengembangkan keberadaan Subak di Kabupaten Badung. Dalam kegiatan di sawah dan Tegalan krama Subak di Kabupaten Badung telah melaksanakannya sesuai dengan perkembangan teknologi pertanian yang berwawasan agribisnis, terutama dalam program pembangunan pertanian organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan namun tidak menyimpang dari dasar Subak. Disamping itu unit perusahaan produktif seperti koperasi, sarana produksi sudah diksanakan untuk meningkatkan penghasilan.


Lebih lanjut Sudiana juga menyampaikan, dengan pelaksanaan lomba ini diharapkan para krama Subak dapat mengadopsi teknologi pertanian agar betul-betul memiliki bergaining posisien bukan hanya menjadi korban dan sebagai langkah perberdayaan Subak dan petani, yang nantinya dapat mensuplay produk yang dibutuhkan oleh sektor pariwisata. Kalau bertani dengan gaya konvensional tidak akan bisa, untuk itu kita harus mulai mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka memodernisasi daripada sistem pertanian kita. Pertanian terintegrasi yaitu dari awal sampai akhir dengan produk yang berorientasi pasar sehingga terjadi koneksitas antara pertanian dan pariwisata. 


Sementara itu Pekaseh Subak Uma Lambing I Made Widana melaporkan, Subak Uma Lambing terdiri dari 4 Munduk diantaranya, munduk Bias, munduk Lambing, munduk Kedampal dan munduk Teba dengan luas 89 hektar dan jumlah krama Subak sebanyak 300 diri. Batas- batas Subak nyatur Desa, sebelah utara sawah milik Gusti Aji Kamar di munduk Dampal, sebelah Timur Telabah Subak Ketapang, sebelah Selatan sawah milik I Nyoman Santia dan sebelah Barat Telabah Yeh Lauh.

Ketua Tim penilai Provinsi Bali I Ketut Suastika menyampaikan, pada dasarnya lomba Subak ada 2 prinsif, yang pertama ingin melestarikan aspek budaya dan kedua ingin memberdayakan petani untuk malakukan menanaman yang optimal. Subak sebagai akar budaya Bali kita sepakat dan bertekad dalam mengisi pembangunan ini, apalagi Bali sebagai destinasi pariwisata sehingga keberadaan Subak harus dilestarikan. Untuk dapat lestari dan bertahan lahan dan aktivitas pertanian perlu adanya upaya-upaya yang salah satunya untuk mendorong semangat para petani dengan melakukan lomba. Aspek yang dinilai dalam lomba ada 3 yang berorientasi pada Tri Hita Karana yaitu; aspek Parahyangan, pawongan dan pelemahan. RED-MB 

Mediasi Warga Barokah Dengan PLN “Mentok”

SUTT di PLTU Celukan Bawang
Buleleng (Metrobali.com)-
Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di PLTU Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali menuai protes warga Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Pasalnya kabel salurannya melintas ke Kampung Barokah. Terkait hal ini, Senin (29/9) lima orang perwakilan warga Kampung Barokah menemui pimpinan PT General Energi Bali (GEB) di PLTU Celukan Bawang yang dimediasi oleh Perbekel/Kades Celukan Bawang Mat Sari.
Usai pertemuan, salah seorang perwakilan warga Kampung Barokah, Muhammad Sadli mengungkapkan, tujuan mereka yang ingin bertemu pihak PT GEB untuk menanyakan surat pernyataan yang telah dibuat PLN. “Pihak PLN telah membuat surat pernyataan tertanggal 24 Sepetember 2014 lalu yang menyatakan jika pihaknya tidak akan memasang kabel penghantar SUTT sebelum memenuhi kewajibannya. Hal inilah yang kami perlu pertanyakan” ungkap Sadli. Lebih lanjut ia mengatakan puhak warga tidak  mengerti kewajiban yang dimaksud dalam surat pernyataan itu. Ternyata kewajiban yang dimaksud, pihak PLN memberikan kompensasi sebesar Rp 100 juta untuk masjid dan juga kepada delapan rumah warga yang dilintasi kabel SUTT.”Kami menolak, kompensasi apapujn itu namanya. Karena jika dipasang kabel SUTT melintasi kampung kami, dampaknya akan sampai beratus-ratus tahun ke anak cucu kita. Lihat di sini kan sudah panas. Bagaimana nanti radiasinya ketika sudah dipasang,” keluh Sadli.”Kami sudah memberikan saran agar kabel SUTT diarahkan ke barat atau ketimur dari tower SUTT. Bukannya melintasi kampung kami” imbuhnya.
Sementara itu, General Affair, PT GEB selaku pengelola PLTU Celukan Bawang, Putu Sinyeng yang didampingi Indri Tanto mengatakan pihak PT GEB mewakili PLN berinisiatif untuk menjembatani keluhan warga dengan pihak PLN.”kami hanya menjembatani saja dalam hal ini. Dari hasil pertemuan dengan warga, warga tetap menolak kabel SUTT melintas dikampunya. Namun demikian dewngan pikiran jernih, kami kembalikan kepada warga. Kami tidak memihak, kami tetap berposisi ditengah-tengah antara warga dengan PLN” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan pihak PLN tidak akan memsang kabel SUTT sebelum memenuhi permintaan warga. Dalam persoalan ini, perlu adanya komunikasi yang baik antara kedua belah pihak agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sehingga bisa menemukan solusi yang terbaik.”jangan salah, bukannya SUTET tapi SUTT. Banyak yang mengatakan kabel SUTET, hal itu tidak benar. Tegangannya janya 150 Kva, jadi membahayakan bagi warga” tandas Singyen. GS-MB 

HGS  Bantah Terlibat Pembunuhan Suastika

Ida Bagus Dedy Januartha 1jpg
Buleleng (Metrobali.com)-
Tabir pembunuhan korban Putu Suwastika alias lalut (34) warga Banjar Dinas Tengah, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu yang terjadi tiga minggu lalu di depan Hotel Grand Surya (HGS) Seririt, Buleleng, Bali hingga kini masih terus berlanjut pemeriksaan saksi. Pihak kepolisian saat ini melakukan pengembangan dengan melakukan proses penyidikan dengan memeriksa 22 orang saksi dan menetapkan dua orang tersangka. Diantaranya, GS, security hotel, warga Banjar Jeroan, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali dan ES alias D, pengunjung hotel warga Banjar Sibang, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali.”Kami masih terus berupaya mengembangkan kasus pembunuhan tersebut. Tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain di luar dua tersangka yang telah ditetapkan” Demikian dikatakan Kapolsek Seririrt, Kompol Ida Bagus Dedy Januartha.”Sampai saat ini kami masih terus melakukan pengembangan. Kita masih terus bekerja untuk mengungkapnya. Dari 22 saksi yang kami periksa masih belum ada yang mengarah ke tersangka,” imbuhnya.
Dalam proses penyidikan tersebut, beredar rumor bahwa owner HGS terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut. Namun setelah dikonfirmasi, owner HGS, Putu Singyen membantah dengan keras bahwa dirinya itu tidak terlibat dalam kasus pembunuhan di depan hotel yang dikelolanya. “Saya tidak terlibat, malahan dengan adanya kasus pembunuhan didepan hotel, sangat merugikan pihak kami. Karena setelah kejadian terbunuhnya korban Putu Suwastika didepan hotel, hotel kami sempat menjadi sepi. Jadi saya mendorong dan mendukung agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan itu” terangnya
Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun terus merugi, pihaknya enggan menutup tempat usahanya tersebut. Sebab, Grand Surya mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 20 juta per bulan. Disamping itupula mampu menyerap tenaga kerja lokal di Seririt ini”HGS didirikan untuk membantu pembangunan di Buleleng terutama dibidang PAD yang perbulannya kami kena pajak Rp 20 juta. Begitu juga tenaga kerja kami serap dari lokal Seririty ini” pungkas Singyen. GS-MB

Konservasi TerumbuKarang Buleleng Mendapat Anugrah Award Internasional di Amerika

Terumbu Karang Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
Konservasi terumbu karang di perairan belahan Bali Utara tepatnya di perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak dan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng gaungnya hingga internasional. Yang tadinya banyak terumbu karang rusak akibat ulah tidak bertanggung jawab oleh oknum pencari ikan hias dengan menggunakan Bom, bisa dipulihkan dan dilestarikan dengan baik. Seperti pada Tahun 2012 lalu, pelestarian terumbu karang di Desa Pemuteran mendapat penghargaan internasional.
Dan kini di bulan September 2014, kembali memperoleh penghargaan internasional yang kali ini diberikan kepada Desa Bondalem. Untuk pelestarian terumbu karang di Desa Bondalem  yang meraih pengakuan dunia dan penghargaan Special  Cristal Trophy Designed and Donated By Tiffany & Co yang diserahkan di  San Fransisco Amerika oleh Coral Reef Alliance (CRA) pada  hari Sabtu (20/9). Penghargaan ini diterima langsung oleh Nyoman Sugiartha pemerhati lingkungan laut di kawasan perairan Bondalem. Dalam menerima penghargaan ini, Nyoman Sugiartha didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kadiskanla Buleleng, Nyoman Sutrisna, Kasi Konservasi Tata Ruang Laut dan Pesisir Diskanla Buleleng, Abdul Manaf serta dihadiri pula oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI ,Sharif Cicip Sutarjo.
Perwakilan CRA di Indonesia (Indonesian Field Representative), Veronika Niken Dewi A, Kamis (25/9) di Ranggon Sunset menjelaskan bahwa tidak mudah bagi CRA untuk memberikan pengharagaan (award) terhadap individu maupun kelompok yang konsern melakukan konservasi terhadap lingkungan. “ Dalam seleksi, dilakukan sangat ketat. Begitu juga dalam memberikan penilaian tidaklah sembarangan. Salah satu yang dinilai, sejauhmana kegigihannya melakukan kegiatan konservasi hingga manfaat yang bisa didapatkan” ucapnya. “Penerima penghargaan ini, sebelumnya harus bersaing dengan perwakilan dari negara-negara lain, seperi United State Amerika, Zanzibar, Honduras dan Fiji. Mereka bersaing dengan nominator dari beberapa Negara” imbuh Niken Dewi A.
Lebih lanjut ia mengatakan sebenarnya, Nyoman Sugiartha dan Abdul Manaf adalah dua orang pemerhati lingkungan laut di kawasan perairan Bondalem yang mendapat nominasi Award  dan berkesempatan pergi ke Hawai, San Fransisco. “Namun akhirnya hanya Nyoman Sugiartha yang berprofesi sebagai nelayan dan pecalang menggondol Award CRA di Amerika Serikat, berkat kegigihannya melakukan konservasi  terumbu karang (coral) di perairan Bondalem” ungkap Niken Dewi A.
Seperti apa kegigihan Nyoman Sugiartha sehingga mendapat award internasional? Ternyata bukannya secara instan Nyoman Sugiarta melakukan konservasi terumbu karang ini. Dia melakukannya sejak 10 tahun yanglalu. Pada awalnya, Nyoman Sugiartha ini mengira terumbu karang hanya merupakan benda mati yang tidak memiliki fungsi apapun. Namun berkat mengikuti berbagai pelatihan tentang terumbu karang, secara berangsur-angsur yang bersangkutan memahami sedikit demi sedikit memahami manfaat dari terumbu karang terhadap biota laut. Selanjutnya dia memilikki ide melakukan kegiatan dengan mengkoordinir masyarakat desa setempat. Berkat dukungan kepala Desa Bondalem, kegiatan konservasi yang dilakukan secara swadaya terlaksana hingga nelayan setempat merasakan manfaatnya. Kegiatan tersebut akhirnya berpengaruh kepada kelompok-kelompok nelayan di kawasan sekitarnya seperti Desa Les, Penuktukan, Tejakula, dan Desa Tembok.”Nyoman Sugiartha ini dan kawan-kawannya dengan gigih melakukan konservasi tanpa dukungan dana. Dan ini membuktikan sudah sewajarnya apabila mendapat award internasional dari CRA” pungkas Niken Dewi A.
Bupati Buleleng Putu agus Suradnyana yang didampingi Sekda Buleleng Dewa Puspaka, Kadiskanla Buleleng Nyoman Sutrisna dan Asisten 3 Setda Buleleng Gede Darmaja dengan tegas menyatakan bahwa penghargaan Special  Cristal Trophy Designed and Donated By Tiffany & Co yang diserahkan di  San Fransisco Amerika oleh Coral Reef Alliance (CRA) sangat berdampak terhadap keberlangsungan pembangunan di Buleleng ini. Dengan adanya hal itu, perlu Buleleng melakukan perencanaan pembangunan disesuaikan dengan cuaca yang dimiliki Buleleng.”Berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk membangun Buleleng. Hanya saja harus disesuaikan dengan topografi Buleleng” ujarnya.
Pada Tahun 2015 mendatang, Kata Bupati Agus suradnyana pembangunan dikonsentrasikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian serta dibidang kesehatan,’Memanfaatkan dampak pemberian award dan nantinya diselesaikannya infrastrukturt jalan, maka selanjutnya dilakukan pembangunan sesuai perencanaan. Banyak yang perlu dilakukan untuk membangun Buleleng ini” tandasnya.  GS-MB

Konservasi Terumbu Karang Buleleng Mendapat Anugrah Award Internasional di Amerika

terumbu karang 2
Buleleng (Metrobali.com)-
Konservasi terumbu karang di perairan belahan Bali Utara tepatnya di perairan Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak dan Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng gaungnya hingga internasional. Yang tadinya banyak terumbu karang rusak akibat ulah tidak bertanggung jawab oleh oknum pencari ikan hias dengan menggunakan Bom, bisa dipulihkan dan dilestarikan dengan baik. Seperti pada Tahun 2012 lalu, pelestarian terumbu karang di Desa Pemuteran mendapat penghargaan internasional. Dan kini di bulan September 2014, kembali memperoleh penghargaan internasional yang kali ini diberikan kepada Desa Bondalem. Untuk pelestarian terumbu karang di Desa Bondalem  yang meraih pengakuan dunia dan penghargaan Special  Cristal Trophy Designed and Donated By Tiffany & Co yang diserahkan di  San Fransisco Amerika oleh Coral Reef Alliance (CRA) pada  hari Sabtu (20/9). Penghargaan ini diterima langsung oleh Nyoman Sugiartha pemerhati lingkungan laut di kawasan perairan Bondalem. Dalam menerima penghargaan ini, Nyoman Sugiartha didampingi Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Kadiskanla Buleleng, Nyoman Sutrisna, Kasi Konservasi Tata Ruang Laut dan Pesisir Diskanla Buleleng, Abdul Manaf serta dihadiri pula oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI ,Sharif Cicip Sutarjo.
Perwakilan CRA di Indonesia (Indonesian Field Representative), Veronika Niken Dewi A, Kamis (25/9) di Ranggon Sunset menjelaskan bahwa tidak mudah bagi CRA untuk memberikan pengharagaan (award) terhadap individu maupun kelompok yang konsern melakukan konservasi terhadap lingkungan. “ Dalam seleksi, dilakukan sangat ketat. Begitu juga dalam memberikan penilaian tidaklah sembarangan. Salah satu yang dinilai, sejauhmana kegigihannya melakukan kegiatan konservasi hingga manfaat yang bisa didapatkan” ucapnya. “Penerima penghargaan ini, sebelumnya harus bersaing dengan perwakilan dari negara-negara lain, seperi United State Amerika, Zanzibar, Honduras dan Fiji. Mereka bersaing dengan nominator dari beberapa Negara” imbuh Niken Dewi A.
Lebih lanjut ia mengatakan sebenarnya, Nyoman Sugiartha dan Abdul Manaf adalah dua orang pemerhati lingkungan laut di kawasan perairan Bondalem yang mendapat nominasi Award  dan berkesempatan pergi ke Hawai, San Fransisco. “Namun akhirnya hanya Nyoman Sugiartha yang berprofesi sebagai nelayan dan pecalang menggondol Award CRA di Amerika Serikat, berkat kegigihannya melakukan konservasi  terumbu karang (coral) di perairan Bondalem” ungkap Niken Dewi A.
Seperti apa kegigihan Nyoman Sugiartha sehingga mendapat award internasional? Ternyata bukannya secara instan Nyoman Sugiarta melakukan konservasi terumbu karang ini. Dia melakukannya sejak 10 tahun yanglalu. Pada awalnya, Nyoman Sugiartha ini mengira terumbu karang hanya merupakan benda mati yang tidak memiliki fungsi apapun. Namun berkat mengikuti berbagai pelatihan tentang terumbu karang, secara berangsur-angsur yang bersangkutan memahami sedikit demi sedikit memahami manfaat dari terumbu karang terhadap biota laut. Selanjutnya dia memilikki ide melakukan kegiatan dengan mengkoordinir masyarakat desa setempat. Berkat dukungan kepala Desa Bondalem, kegiatan konservasi yang dilakukan secara swadaya terlaksana hingga nelayan setempat merasakan manfaatnya. Kegiatan tersebut akhirnya berpengaruh kepada kelompok-kelompok nelayan di kawasan sekitarnya seperti Desa Les, Penuktukan, Tejakula, dan Desa Tembok.”Nyoman Sugiartha ini dan kawan-kawannya dengan gigih melakukan konservasi tanpa dukungan dana. Dan ini membuktikan sudah sewajarnya apabila mendapat award internasional dari CRA” pungkas Niken Dewi A.
Bupati Buleleng Putu agus Suradnyana yang didampingi Sekda Buleleng Dewa Puspaka, Kadiskanla Buleleng Nyoman Sutrisna dan Asisten 3 Setda Buleleng Gede Darmaja dengan tegas menyatakan bahwa penghargaan Special  Cristal Trophy Designed and Donated By Tiffany & Co yang diserahkan di  San Fransisco Amerika oleh Coral Reef Alliance (CRA) sangat berdampak terhadap keberlangsungan pembangunan di Buleleng ini. Dengan adanya hal itu, perlu Buleleng melakukan perencanaan pembangunan disesuaikan dengan cuaca yang dimiliki Buleleng.”Berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk membangun Buleleng. Hanya saja harus disesuaikan dengan topografi Buleleng” ujarnya.
Pada Tahun 2015 mendatang, Kata Bupati Agus suradnyana pembangunan dikonsentrasikan ke Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian serta dibidang kesehatan,’Memanfaatkan dampak pemberian award dan nantinya diselesaikannya infrastrukturt jalan, maka selanjutnya dilakukan pembangunan sesuai perencanaan. Banyak yang perlu dilakukan untuk membangun Buleleng ini” tandasnya.  GS-MB

Muncul Spanduk Bebaskan Anas

foto spanduk anas urbaningrum
 
Buleleng (Metrobali.com)-
Kasus hukum yang membelit mantan Ketua DPP Partai Demokrat, dibeberapa tempat di Kabupaten Buleleng, Bali terbentang spanduk yang bertuliskan  ‘Bebaskan Anas Demi Keadilan’. Takpelak dengan munculnya spanduk tersebut, memunculkan perhatian masyarakat luas, namun ada juga yang acuh tak acuh.
Menurut Gede Pasek Suardika spanduk yang terpasang itu merupakan wujud dari rasa ketidak adilan. Dikatakan juga bahwa pemasangan spanduk dan juga billboard Anas Urbaningrum bukan saja di Bali melainkan diseluruh Indonesia. Aksi meminta keadilan untuk kasus Anas masih terus berlangsung di beberapa termpat ditanah air, seperti di Pontianak dan di depan kantor komisi yudisial.”Hari ini (kemarin,red) saja, saya dengar ada aksi di Bima, NTB, Bundaran HI Jakarta” terang Pasek Suardika, Selasa (23/9).
Lebih lanjut ia mengatakan sudah sewajarnya kalau ada masyarakat merasa tidak puas terhadap proses hukum yang sedang di jalani oleh Anas Urbaningrum.”Intinya disini, mereka itu menuntut keadilan” terang Pasek Suardika.”Saat ini, masyarakat khususnya para aktivis mulai bergerak menyuarakan keadilan. Jadi pihak hakim harus memutus sesuai fakta persidangan, dan jangan takut terhadap tekanan kekuasaan,” imbuhnya.
Sesuai dengan fakta sidang, jelas Pasek Suardika membuat  mata hati orang menjadi terbuka akan apa yang terjadi dalam kasus Anas Urbaningrum.”Masalah ini dapat di akses dengan mudah di media sosial. Silahkan buka di youtube, diyoutube akan didapat jalannya proses persidangan Anas Urbaningrum,” pungkasnya. GS-MB 

Wagub Bali Hadiri Ritual Pengabenan Massal

Wagub Hadiri Pemngabenan Massal

Buleleng  (Metrobali.com)-

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menghadiri ritual pengabenan massal di Desa Pekraman (adat) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali utara, Senin.

Wagub Sudikerta memberikan apresiasi kepada masyarakat yang melakukan ritual pengabenan massal sehingga mampu menghemat dan lebih efisien dalam pendanaan maupun pengerjaan.

“Kita hendaknya selalu berbakti kepada para leluhur, karena berkat mereka, kita bisa lahir dan berada di dunia ini. Kita harus membayar semua utang kita kepada para leluhur, salah satunya dengan upacara ngaben,” katanya di hadapan ribuan warga setempat Ia juga mengingatkan untuk mendoakan para leluhur yang telah meninggal agar mendapat tempat yang baik dan menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Ritual pengabenan hendaknya dilakukan dengan tulus ikhlas didasari atas “Tri Kaya Parisuda” yakni berpikir, berkata dan berbuat yang benar selama kegiatan berlangsung.

Wagub Sudikerta mengharapkan warga juga dapat menggelar kegiatan lainnya secara bersama-sama, sekaligus memupuk semangat kebersamaan.

“Dengan semangat kebersamaan ini kami memberikan dorongan dan semangat sehingga terjalin kebersamaan yang lebih kuat,” katanya.

Ia pada kesempatan itu memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung kelancaran dan meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan ritual pengabenan massal.

Ketua panitia kegiatan tersebut I Putu Redana melaporkan ritual pengabenan massal tersebut melibatkan 304 sawa (jenazah secara simbolis) yang terdiri atas 137 sawa dewasa, 150 bayi dan 17 sawa anak-anak ngelungah.

Masing-masing sawa dewasa dikenai biaya sebesar Rp3 juta dan sawa anak-anak serta bayi Rp275 ribu.

Wagub I Ketut Sudikerta yang didampingi Karo Ekbang, Kepala BPBD dan Kadisbud Provinsi Bali juga menyempatkan diri mengunjungi keluarga Made Suangkat, salah seorang keluarga tidak mampu.

Wagub berjanji akan memberikan bantuan perbaikan rumah bagi keluarga tersebut dari kantong pribadinya. Hal yang sama juga akan diberikan kepada empat keluarga kurang mampu lainnya di Desa Bengkala yang akan dikerjakan mulai 1 Oktober 2014. AN-MB

Polisi Tangkap Pengedar SS

Pengedar sabu sabu ditangkap

Buleleng (Metrobali.com)-
Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng, Rabu (17/9) menangkap seorang tersangka bandar narkotika jenis shabu-shabu bernama Kadek Budiana alias Konok (28). Tersangka berasal dan bertempat tinggal di Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Tersangka ditangkap diduga merupakan salah seorang pengedar kakap yang masuk jaringan bandar narkotika di Buleleng Barat. Tersangka tertangkap tangan membawa 3,6 gram shabu-shabu yang akan ditempelkan di gapura perbatasan Desa Sidatapa dengan Desa Pedawa.
Kronologis peristiwa penangkapan, tersangka ditangkap di depan Pura Desa Sidatapa dan kedapatan membawa empat paket shabu-shabu, dengan berat masing satu gram, 0,9 gram, 0,4 gram, dan 0,9 gram. Paket shabu-shabu itu disembunyikan dalam kotak rokok. Seluruhnya dalam bentuk mentah, dan perlu pengolahan lebih lanjut sebelum digunakan. Diduga kuat tersangka masuk dalam jaringan pengedar.
Kasat Reserse Narkoba Polres Buleleng AKP Made Agus Dwi Wirawan, Jumat (19/9) mengatakan, sampai saat ini polisi masih berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar. “Kami masih mengintensifkan koordinasi untuk mengungkap jaringan besarnya,” ujarnya.
Agus Dwi Wirawan menyebutkan, tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 atau pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman minimal 12 tahun penjara, dan denda Rp 8 miliar.
Sementara itu Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Riza Faisal mengatakan, trend kasus narkoba, utamanya shabu-shabu di Kabupaten Buleleng, terus meningkat. Pada tahun 2013 lalu, polisi hanya mengungkap empat kasus narkotika. Sementara pada tahun 2014 ini, tercatat sudah ada 20 kasus yang diungkap, mulai dari kalangan pengguna, kurir, hingga pengedar. GS-MB
 

Gelar Kesiapsiagaan Gladi Penanggulangan Bencana, Gubernur Soroti Potensi di Buleleng

mangku 1

Buleleng (Metrobali.com)-

Pulau Bali dengan geografi dan topografinya yang indah, memiliki berbagai potensi ancaman bencana, dan bila tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan resiko kerugian yang besar bagi masyarakat. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika memimpin Apel Gelar Kesiapsiagaan dan Gladi Penanggulangan Bencana 2014 di lapangan Desa Sulanyah, Seririt Buleleng Bali, Kamis (18/9).

Selaku inspektur upacara Gubernur mengatakan Kabupaten Buleleng memiliki ancaman bencana yang kompleks dan menjadi bencana tahunan yang membuat masyarakat menderita sehingga perlu upaya untuk mengurangi resiko bencana”Kajian para ahli dan data empirik peristiwa kebencanaan menunjukkan Kabupaten Buleleng memiliki ancaman yang kompleks, semua bencana sering terjadi di Buleleng, bahkan menjadi peristiwa tahunan seperti gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, gelombang pasang air laut, kekeringan, serta kebakaran lahan dan hutan. Korban kerusakan kerugian dan penderitaan masyarakat yang ditimbulkannya cukup besar. Oleh karena itu upaya pengurangan resiko bencana harus terus ditingkatkan dan diperluas dengan menyangkut semua aspek ancaman serta melibatkan semua pemangku kepentingan kebencanaan”.pungkas nya.

Gubernur juga menyampaikan perlunya upaya-upaya mitigasi struktural dan non struktural yang ditujukan langsung untuk mengurangi ancaman bencana seperti reboisasi untuk mencegah banjir bandang dan tanah longsor, konservasi sumberdaya air untuk mencegah kekeringan, perlindungan dan pengembangan vegetasi pantai sebagai greenbelt untuk mengurangi kekuatan gelombang tsunami, pembuatan dinding penahan tanah untuk mencegah tanah longsor dan di daerah pantai yang setiap tahun berdampak gelombang pasang air laut.

Usai pembacaan sambutan, Gubernur didampingi Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra dan undangan melanjutkan mengadakan pemeriksaan kesiapan pasukan dan melihat satu persatu kesiapan peralatan dan personil yang dimiliki. Gubernur berharap pelatihan ini dapat dilaksakan dengan serius ” saya berharap semua berlatih dengan serius sehingga setiap penanggulangan bencana dapat kita laksanakan secara terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh sehingga masyarakat yang terpapar bencana dapat kita lindungi, kita layani dan kita penuhi hak-hak dasarnya dengan baik” imbuhnya.

Apel yang diselenggarakan oleh BPBD Provinsi Bali ini diikuti oleh BPBD Kabupaten/Kota se-Bali, TNI/Polri, TRC BPBD, ESR Pusdalops Provinsi Bali, SAR, BMKG, Dinas Sosial, Dinas PU, Pol PP, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Daerah, PDAM, DKP, Telkoom, PLN, Pramuka, PMI, Senkom, Siswa Sekolah, Linmas dan diakhiri dengan lomba memasang tenda. AD-MB

Perbaikan Pasar Seririt, Tunggu Hasil Kajian Unud

foto wabup dan ketua dewan dipasar seririt
Buleleng (Metrobali.com)-
Pasar Seririt yang merupakan pasar tradisional pendulang PAD Buleleng cukup besar tampaknya perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Meskipun para pedagang pasca terbakarnya Pasar Seririt pada bulan Juli lalu kini telah menempati pasar sementara di bekas senggol di sepanjang jalan Udayana dan Jalan Ngurah Rai Seririt. Namun hal ini jangan sampai berlangsung lama dan harapan para pedagang agar secepatnya pasar Seririt dibangun atau diperbaiki lebih baik lagi. Pasar sementara yang kini ditempati para pedagang terdapat los pasar sebanyak 520, terbuat dari tiang besi dengan atap dari aluminium berukuran 3×2,5 meter.
Terkait dengan musibah yang menimpa para pedagang seririt ini, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG didampingi Ketua Sementara DPRD Buleleng Gede Supriatna,  Kamis (18/9) menemui para pedagang Seririt. Dilokasi pasar sementara Seririt, Wabup Sutjidra terlebih dahulu menemui para pedagang musiman yang berjejer disepanjang jalan Ngurah Rai. Pada kesempatan itu, Wabup Sutjidra menyapa satu persatu para pedagang yang menjual mata dagangan ikan laut hasil tangkapan para nelayan tradisional. Usai menemui pedagang musiman, selanjutnya menemui pedagang di los sementara yang memanfaatkan areal Pasar Senggol Seririt dan juga Terminal Seririt. Ditempat ini, Wabup Sutjidra melihat toilet umum yang telah disediakan untuk menunjang sarana dan prasarana penunjang pasar.
Lantas bagaimana komentar Wabup Sutjidra terhadap adanya beberapa penolakan pedagang untuk menempati los yang telah disediakan. Menurut Wabup Sutjidra, dirinya memaklumi jika para pedagang pasti takut sepi pengunjung. Namun demikian dirinya yakin karena yang namanya pasar dan menjual kebutuhan dasar masyarakat dimanapun akan dicari. ”Kami minta agar bersabar berjualan di lokasi pasar sementara ini” ucapnya kepada para pedagang.”Pemkab melalui BPBD Buleleng telah mendistribusikan paket sembako berupa beras 10 kg, minyak goreng, kecap,dan mie instanyang diberikan kepada pedagang yang terkena musibah kebamaran” imbuh Wabup Sutjidra.
Lebih lanjut ia mengatakan, terkait dengan masalah isu Pungli, ditegaskan kepada para pedagang agar berani menolak jika ada yang melakukan pungli harian. “Sudah ditetapkan perhari pedagang dikenakan retribusi Rp.1.500 per los. Bila ada yang minta lebih dari itu tidak usah dibayar dan segera laporkan ke aparat yang terkait” ucap tegas Wabup Sutjidra  yang saat itu didampingi Ketua Dewan Sementara Gede Supriatna
Menyangkut masalah rencana pembangunan Paar Seririt yang baru, Wabup Sutjidra minta kepada para pedagang dan masyarakat menunggu hasil cek dari Universitas Udayana. “Apabila dari hasil study kelayakannya, pasar Seririt yang lama masih layak digunakan, maka pasar tersebut akan di rekontruksi. Bila tidak, tentunya pemerintah akan membangun pasar baru” terangnya”Untuk sementara ini, bersabar saja dulu mengenai bangunan  pasar. Karena masih menunggu hasil pengecekan dari Unud” pungkasnya. GS-MB 

Wabup Sutjidra Sidak Pelayanan Medis RSUD Buleleng

foto sidak RSUD Singaraja

Buleleng (Metrobali.com)-

Ditetapkannya RSUD Buleleng sebagai Rumah Sakit rujukan regional akan diikuti dengan penambahan sarana dan prasarana rumah sakit serta kualitas pelayanan kepada pasien. Masalah pelayanan ini kerap menjadi sorotan masyarakat, sehingga mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra,Sp.Og. Sebagai wujud kepeduliannya terhadap pelayanan ini, Selasa (16/9), Wabup Sutjidra didampingi Kepala Inspektorat Ir. Putu Yasa dan Wakil Direktur RSUD Buleleng dr, Ketut Sudarsana, Sp.OG melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa ruangan RSUD Buleleng.

Wabup Sutjidra memulai sidaknya di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD), ditempat ini menemui beberapa pasien, selanjutnya menanyakan prihal pelayanan yang diberikan tenaga medis. Usai diruang UGD, dilanjutkan sidaknya ke ruang bersalin, poliklinik, dan berakhir di ruangan bagian keuangan RSUD Buleleng.  “Setelah kami melakukan peninjauan diempat ruangan. Kami merasa puas, karena  telah mampu meminimalisir keluhan pasien terhadap pelayanan medis yang diberikan oleh petugas kesehatan” ucap Wabup Sutjidra usaio melakukan sidak.

Lebih lanjut ia mengatakan upaya sidak yang dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana progress dari pelayanan dan bagaimana masyarakat bisa mengakses pelayanan yang prima. Hasilnya, setelah berkeliling menanyakan langsung kepada pasien dan keluarga pasien  terhadap tingkat pelayanan yang diberikan, para pasien dengan antusias merasa puas,”Dari hasil dialog yang kami lakukan kepada pasien dan keluarganya, sampai saat ini belum ada keluhan yang kami terima. Dan pelayanan ini agar ditingkatkan lagi” tandas Wabup Sutjidra. GS-MB

Tahun 2014, 1000 Ha Hutan Di Buleleng Direhabilitasi

Ir. I Ketut Nerda

Buleleng (Metrobali.com)-

Kabupaten Buleleng memiliki luas lahan hutan 51.436,21 Ha terus dilakukan pemulihan terhadap sumberdaya hutan dan lahan yang rusak. Untuk tahun 2014 ini, dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 1000 Ha tersebar di 9 lokasi, diantaranya di Desa Bukti, Banjar, Gesing, Seririt, Pangkung Paruk, Sanggalangit, Musi dan Desa Grokgak.”Tiap-tiap lokasi dilakukan rehabilitasi seluas 10 Ha. Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan musim dimasing-masing lokasi.

Selain itupula dalam hal rehabilitasi hutan dan lahan ini, dibuatkan juga embung untuk ternak dan tanaman sebanyak 4 unit yang terdapat di Desa Depeha, Selat, Tukad Mungga dan Desa Tinggar Sari. Selainjutnya dibuatkan Dam penahan sebanyak 3 unit, diantaranya 2 unit di Desa Depeha dan 1 unit di Desa Pangkung Paruk” terang Kadis Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng, Ir. I Ketut Nerda, Selasa (16/9) saat ditemui metrobali.com diruang kerjanya.

Menurutnya dalam penyediaan bibit kepada masyarakat, pihaknya menyesuaikan dengan anggaran yang ada di APBD,”Untuk tahun ini, kami menyediakan bibit sebanyak 500 ribu  pohon. Kebanyakan masyarakat memohon bibit untuk ditanam adalah pohon Sengon, Jati, camelina, Jabon dan pohon kejimas. Pohon-pohon ini, diyakini lebih cepat menghasilkan dan mudah dipasarkan” ucap Ketut Nerda.

Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya memiliki petugas penyuluh lapangan yang cukup handal. Terbukti, tahun ini tenaga penyuluh lapangan yang dimilikinya meraih juara 3 tingkat nasional.”Kami bersyukur, tanaga penyuluh lapangan bisa bekerja dengan baik. Sehingga mendapat penghargaan sebagai juara tiga nasional” ujar Ketut Nerda seraya tersenyum.”Kami selalu bekerja sesuai dengan tupoksi, sehingga kami bisa bekerja sesuai dengan program” pungkasnya. GS-MB

Pembahasan Anggaran Perubahan Buleleng, Terkendala Rekomendasi DPP

gede supriatna 2
Buleleng (Metrobali.com)-
Setelah dibahas melalui kelompok kerja (pokja) kode etik dan tata tertib, akhirnya Senin (15/9) enam fraksi di DPRD Buleleng, menerima dan menyetujui Ranperda Tata Tertib dan Kode Etik sekaligus ditetapkan sebagai Tata Tertib dan Kode Etik DPRD Buleleng. Rapat berlangsung di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sementara Gede Supriatna. Rancangan Tata Tertib dan Kode Etik tersebut, selanjutnya akan di sampaikan ke Gubernur Bali untuk mendapatkan klarifikasi selama tujuh hari kedepan setelah ditetapkan.
Setelah ditetapkannya Tatib dan Kode Etik ini, agenda selanjutnya DPRD melengkapi kelengkapan dewan lainnya, seperti pimpinan dewan dan ketua komisi 1, 2, 3, 4, Baleg serta Badan Kehormatan. Hanya saja untuk melengkapi pimpinan dewan ini masih menunggu rekomendasi dari DPP masing-masing. Dari empat unsure pimpinan dewan, partai Hanura, partai Demokrat belum mengantongi surat rekomendasi. Sedangkan PDIP, Partai Golkar sudah terlebih dahulu mengantongi rekomendasi. Yang digadang-gadang menempati unsur pimpinan dewan, diantaranya, Ketua Dewan Gede Supriatna berdasarkan SK DPP PDIP, Wakil Ketua 1, Susila Umbara sesuai dengan rekomendasi DPP Golkar, sedangkan Wakil Ketua 2, Made Ariawan/Made Adi Purnawijaya/Dewa Cakra hingga kini belum turun rekomendasi DPP Demokrat, sedangkan Wakil Ketua 3, Ketut Sumardana juga hingga kini belum turun surat rekomendasi dari DPP Hanura.”Rekomendasi pimpinan dewan hanya dari Golkar, yang lainnya belum. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pembahasan anggaran perubahan KUA dan PPAS APBD perubahan dan induk” ungkap Kabag Humas DPRD Buleleng. GS-MB

Gubernur Pastika Tinjau Pelaksanaan Gerbangsadu Desa Bengkala

Gubernur Pastika Tinjau Pelaksanaan Gerbangsadu Desa Bengkala

Buleleng (Metrobali.com)-

Gubernur Bali Made Mangku Pastika meninjau salah satu desa penerima program Gerakan Pembangunan Desa terpadu (Gerbangsadu) di Kabupaten Buleleng yaitu desa Bengkala, Minggu (14/9). Desa yang memiliki tingkat kemiskinan 46 persen ini baru pada Agustus lalu memperoleh bantuan Gerbangsadu.  Menurut Perbekel Desa Bengkala Made Arpana Dana bantuan akan difokuskan ke kegiatan ekonomi kreatif yang ada di desanya. Ia juga menjelaskan bahwa kendala yang paling berat dialami warganya adalah susahnya untuk memperoleh air bersih.

 Gubernur Pastika berpesan agar bantuan tersebut jangan hanya digunakan untuk pembangunan fisik kantor desa saja tanpa membangun ekonomi desa. “Saya ingin rakyat kita selalu sejahtera, saya ingin semua desa yang ada di Bali mampu untuk meningkatkan kualitasnya oleh karena itu saya harap dana Gerbangsadu ini digunakan sebaik – baiknya jagan digunakan untuk pembanunan kantor desa, salah itu, saya ingin itu 100% digunakan untuk perekonomian desa,” tegas Pastika. Pastika juga menginginkan Desa bengkala ini dapat lebih maju dengan dana Gerbangsadu yang diberikan.” Tahun depan saat saya datang kesini lagi, saya ingin yang 46% itu menurun menjadi 10% dan itu harus bisa, ini tugas berat Perbekel dan jajarannya, harus kita yang memikirkan kesejahteraan rakyat kita kalau tidak kita hiraukan itu namanya dosa besar,” tegas Pastika. AD-MB 

Kembali Kunjungi Desa Pacung Gubernur Pastika Bantu Sembako dan 14 unit bedah rumah

Gubernur Kunjungi Desa Pacung

Buleleng (Metrobali.com)-

Kepedulian Gubernur Bali Made Mangku Pastika terhadap keberadaan masyarakat miskin Desa Pacung yang saat ini mengalami krisis air bersih dilanjutkan secara konsisten. Setelah sebelumnya mengirim truk tanki air bersih ke desa tersebut kali ini Gubernur Pastika kembali mengunjungi Desa pacung dengan membawa bantuan 265 paket sembako yang terdiri dari beras dan gula serta 30 dus mie instan untuk dibagikan kepada masyarakat Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten buleleng, Minggu (14/9).

Perbekel Desa Pacung I Made Yasa yang menerima kedatangan Gubernur Pastika mengucapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan konsistensi Gubernur dalam membantu masyarakat misikin yang ada di desanya. Yasa juga berterima kasih atas bantuan pendistribusian air dalam bentuk pembuatan Saluran Pendistribusian Air Minum (SPAM) yang merupakan proyek kerjasama antara pusat dengan daerah, dengan anggaran dana dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar 1,2 milyar. Sementara itu Nyoman Sutaya Ketua Panitia Pelaksanaan Program Gerbangsadu di Desa Pacung yang sempat berdialog dengan Pastika, menjelaskan bahwa masyarakat Desa Pacung sangat antusias dengan pemberian bantuan program Gerbangsadu ini, Sutaya juga menjelaskan dana yang diberikan tersebut 200 juta telah digunakan dalam pembangunan pasar sedangkan 800 juta dipergunakan untuk membangun ekonomi kreatif yang ada di desa Pacung, dan untuk saat ini dari 800 juta tersebut per  bulan September ini telah berkembang menjadi 1,1 milyar.

Mendengar penjelasan tersebut Gubernur Pastika memberikan apresiasi atas perkembangan dari Desa Pacung tersebut. Gubernur Pastika pada kesempatan itu  juga memberikan 5 unit bantuan bedah rumah juga dari kantong pribadinya. Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali Bagus Sudibya yang ikut hadir bersama Gubenur turut menyumbang 5 unit, demikian pula Pimpinan Redaksi Pos Bali Made Nariana 2 unit, serta Pimpinan Umum Koran Fajar Bali I Gusti Made Arya Wisnu Mataram 2 unit bagi masyarakat kurang mampu di Desa Pacung.

Usai kegiatan tersebut, gubernur Pastika beserta rombongan juga menyempatkan diri untuk melihat salah satu calon penerima bedah rumah yakni rumah Komang Sri yang merupakan salah satu Rumah Tangga miskin yang ada di desa Pacung, Gubernur Pastika sangat prihatin melihat kondisi dari rumah Komang Sri, selain itu Komang Sri juga harus menanggung beban berat karena anak keduanya mengalami cacat lumpuh sejak kecil, yakni Kade Suartini (22), “Kalau hal seperti ini saja bisa dibantu oleh KK yang mampu saya rasa kita bisa angkat kehidupan mereka, dosa kita kalau kita tidak bantu mereka”, tegas Pastika. AD-MB

Tinjau Krisis Kekeringan di Desa Pacung : Gubernur Manfaatkan Sumber Daya Atasi Kekeringan

 Gubernur Bali Made Mangku Pastika (4)

Buleleng (Metrobali.com)-

Kekeringan yang dialami di beberapa daerah di Pulau Bali mendapat perhatian khusus dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Bantuan air bersih  melaui truk tanki dengan volume 4000 m3 diberikan bagi masyarakat Desa Pacung, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng yang merupakan salah satu desa di Buleleng yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, Rabu (10/9).

Menurut Kepala Desa Pacung I Made Yasa, selain karena musim kemarau yang sangat panjang, topografi kawasan Desa Pacung yang dataran tinggi sehingga ini menjadikan salah satu penyebab susahnya air bersih dari PDAM untuk dibawa naik ke kawasan desa Pacung. Lebih lanjut Yasa menerangkan bahwa di Desanya terdiri dari 1045KK yang dimana 25%nya merupakan KK miskin, Yasa juga berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakatnya dan berharap ini berlanjut dikemudian hari sehingga masyarakatnya mendapatkan cukup air bersih.

Gubernur Pastika yang dalam kunjungan tersebut juga menyempatkan diri  secara langsung untuk membagikan air kepada masyarakat menyatakan rasa prihatinya melihat masyarakat  yang mengalami krisis air bersih tersebut.”Saya tidak mau melihat yang seperti ini, masyarakat berjalan jauh hanya untuk mencari air bersih, malu dan sedih saya melihatnya, padahal kita punya sumber daya yang bisa kita manfaatkan untuk menolong mereka contohnya seperti saat ini, kita kirimkan saja tangki-tangki air bersih untuk dibagikan kepada mereka,”tegas Pastika. Dalam kesempatan tersebut Gubernur Pastika juga menyempatkan diri untuk meninjau pengerjaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang sedang dikerjakan di Desa Pacung yang merupakan Program kerjasama dari Pemerintah Pusat dan daerah dengan anggaran 3 milyar dari pusat, 1 milyar dari provinsi dan 600 juta dari kabupaten, Gubernur Pastika berharap dengan adanya SPAM ini mampu untuk memenuhi kebutuhan air bersih jangka panjang bagi masyarakat di Desa Pacung dan nantinya tidak ada lagi masalah kekurangan air bersih. “Seharusnya bisa diatasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara baik dan efektif,” pungkasnya.

Usai meninjau pengerjaan SPAM tersebut, Gubernur Pastika juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Ketut Sujani yang merupakan salah satu keluarga miskin di Desa Pacung, Gubernur Pastika menyarankan agar Ketut Sujani yang memiliki 6 orang anak untuk tinggal di Panti Asuhan milik Dinas Sosial Provinsi Bali di Buleleng, “Saya kasihan melihat mereka seperti ini, saya harap dia mau untuk tinggal disana, minimal satu keluarga ini jadi tanggungan saya deh disana, bila perlu pekerjakan Ketut Sujani ini disana biar saya yang gaji, karena kalau kita tidak tanggap dengan hal yang seperti ini nantinya hal inilah yang kemudian akan menumbuhkan bibit kemiskinan yang barau di masyarakat, ” ungkap Pastika. AD-MB

Pegawai Honorer RSUD Buleleng Edarkan Narkoba  

Pelaku Pengedar Narkoba pakai topeng
Buleleng (Metrobali.com)-
Pengguna maupun pengedar narkoba tampaknya tidak jera terhadap kesigapan pihak kepolisian dalam hal memberantas Narkoba. Terbukti Jumat (5/9) lalu pihak kepolisian kembali menangkap dua pengedar narkoba di Buleleng. Masing-masing, Bater Herianto (36) pegawai honor daerah (Honda) di RSUD Singaraja yang merupakan warga Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Astina, Singaraja dan Ketut Suardana (33), warga Jalan SAM Ratulangi, Kelurahan Penarukan, Singaraja.
Kronologis penangkapan. Penangkapan itu bermula ketika polisi mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi transaksi narkoba di daerah Lovina. Mendapat informasi tersebut, dengan sigap Polisi melakukan pengintaian terhadap pelaku di sekitar Lovina.
Selanjutnya sekitar pukul 13.00 wita, polisi mendapati pelaku mengendarai mobil Nissan Juke warna merah. Seperti layaknya difilm-film, sempat tejadi kejar-kejaran antara polisi dengan pelaku. Namun lantaran polisi merupakan SDM yang terlatih, akhirnya polisi berhasil menghentikan pelaku di depan ATM BCA Lovina. Langsung saja saat itu juga, polisi melakukan penggeledahan,.
Walhasil, polisi menemukan satu bongkahan kristal bening sabu-sabu seberat 5,10 gram. Kristal itu dibungkus plastik klip dan disimpan di dalam tas hitam. Selain itu, juga lima plastik klip berisi butiran kristal bening sabu-sabu seberat 1,18 brutto, 1,17 gram, 0,9 gram dan 0, 66 gram. Sebuah korek api gas, empat pipet putih dan satu plester bening.
“Setelah kami berhasil menangkap Bater. Kami melakukan pengembangan dan menangkap Suardana di rumahnya.  Setelah digeledah, kami menemukan sebungkus kresek hitam yang disimpan di balik kasur. Di dalam kresek itu ternyata berisi empat paket butiran kristal bening sabu-sabu yang dibungkus plastik klip. Masing-masing seberat 1,00 gram, 1,23 gram, 1,24 gram dan 1,04 gram. Sebuah timbangan digital, sebuah lakban hitam dan sebuah handphone” ungkap Kasat Narkoba Polres Buleleng, Made Agus Dwi Wirawan, Senin (8/9) di Mapolres Buleleng.
Lebih lanjut Agus Dwi Wirawan menjelaskan sabu-sabu itu rencanya akan dijual di Kecamatan Gerokgak, Seririt dan Kecamatan Sawan setelah diambil dari Denpasar. Pelaku ketika menjalankan bisnis itu menggunakan modus baru.”Pelaku menyimpannya di dalam bungkus rokok, kemudian melemparkannya di depan balai banjar. Dibalai banjar itu sudah ada yang mengambil. Selain itu, modus yang dilakukan dengan menggunakan sistem tempel. Peredaran mereka bahkan sudah sampai seluruh wilayah di Buleleng,” terangnya.”Dari bisnisnya itu pelaku bisa mendapatkan keuntungan Rp 3 juta per satu paket sabu-sabu. Mereka biasa membeli satu paket Rp 2 juta dan dijual Rp 5 juta” imbuh Agus Dwi Wirawan.
Disinggung tentang langkah apa yang dilakukan untuk mengungkap jaringan narkoba di Buleleng. Menurut Agus Dwi Wirawan, untuk mengungkap jaringan narkoba di Buleleng, pihaknya akan bekerjasama dengan tim ciber crime Polda Bali. “Kami lakukan hal itu, untuk mengetahui dari mana mendapatkan barang itu. Selain juga berkordinasi dengan pihak Pegadaian. Sebab, timbangan digital yang digunakan pelaku merupakan timbangan yang biasa dipakai pegadaian” tandasnya.
Akibat perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. GS-MB

Debit Air Buleleng Turun Hingga 20 Persen

Made Lestariana
Buleleng (Metrobali.com)-
Daerah dataran tinggi di Kabupaten Buleleng saat ini sebagian besar dilanda krisis air bersih. Hal itu terjadi, tidak terlepas dari musim kemarau yang melanda daerah tersebut. Setidaknya telah terjadi penurunan debit air berkisar 15 sampai 20 persen. Demikian dikatakan Dirut PDAM Buleleng, Made Lestariana, disela-sela peringatan HUT PDAM Buleleng yang ke 66, Senin (8/9).
Terkait hal tersebut, menurut Lestariana pihaknya tidak dapat berbuat banyak. Alasannya, PDAM sendiri kini masih menghadapi kendala kapasitas produksi. “Semakin banyaklnya pertumbuhan pemukiman baru, peningkatan kebutuhan air minum masyarakat lebih tinggi dibandingkan peningkatan kapasitas produksi” terangnya.”Selain itu, air merupakan kebutuhan yang tidak dapat diproduksi dalam jumlah besar, seperti kebutuhan lain. Air minum itu kan karunia Tuhan yang tidak dapat diproduksi dan jumlahnya terbatas. Kita hanya bisa mengelola dan melindungi agar bisa dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat,” imbuhnya.
Masalah pelayanann, pihak PDAM Buleleng saat ini pencapaiannya hamper 80 persen dan untuk mewujudkan 100 persen diperkirakan lagi lima tahun. Namun  harus diakui, PDAM tidak dapat menjangkau daerah yang berada di dataran tinggi. “Kami akui, untuk sementara ini belum bisa memenuhi keinginan masyarakat yang secara teknis dan ekonimis sulit dilayanai seperti di daerah dataran tinggi seperti pegunungan,” ungkap Lestariana.
Lebih lanjut Lestariana mengatakan saat ini, PDAM Buleleng telah mengelola air minun di 67 desa. Sedangkan 81 desa lainnya masih menggunakan PAM Desa. Namun demikian, pihaknya telah memenuhi target wilayah cakupan sebanyak 77,52 persen dari pemerintah pusat.
Disinggung masalah program lima tahun kedepan, menurut Lestariana yang mantan Dirut Yeh Buleleng ini bahwa PDAM Buleleng telah memiliki lima program untuk mengatasi kebutuhan air selama lima tahun mendatang. Diantaranya, dengan meningkatkan kapasitas produksi. Minimal 40 liter per detik setiap tahun. Sebelum menambah jumlah pelanggan. PDAM menargetkan mampu menambah jumlah pelanggan sebanyak 3.000 setiap tahunnya. Saat ini, jumlah daftar tunggu calon pelanggan terbanyak ada di Kecamatan Busungbiu yang mencapai 400 sambungan. “Untuk mewujudkan program itu, kami mengharapkan bantuan dari pemerintah. Sebab, sebagai BUMD, kami masih menghadapi kendala kekurangan modal. Setidaknya, PDAM Buleleng membutuhkan modal investasi sedikitnya Rp 100 Milyar. Ini mengacu pada standardisasi investasi biaya PAM dari Kementerian Pekerjaan Umum sesuai kebijakan nasional” pungkasnya. GS-MB

Bupati Agus Suradnyana,  Evaluasi Program Pembangunan Sementer I

foto evaluasi kinerja SKPD Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
Memasuki pertengahan tahun anggaran 2014, Pemkab Buleleng kembali menggelar kegiatan evaluasi program pembangunan Semester I yang dilaksanakan di ruang pertemuan Ranggon Sunset, Sabtu (6/9) lalu. Menariknya, dalam kegiatan yang berlangsung sehari tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana secara terbuka membuka ruang diskusi kepada SKPD yang bermasalah pada beberapa kegiatan fisik, “Kalau ada kepala SKPD yang mau konsultasi silakan langsung diskusi dengan saya, agar saya tahu permasalahannya apa” ujarnya ketika membuka pemaparan.
Menurut Bupati secara umum perencaanan yang dilakukan Pemkab Buleleng harus mengacu kepada arah dan kebijakan di Pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga tidak ada tumpang tindih program kegiatan, terutama kegiatan fisik serta program kesejahteraan yang menyentuh hajat hidup masyarakat, “ini sekaligus pembelajaran bagi SKPD untuk mulai me-mapping lebih dalam apa dan bagaimana merancang proses perencanaan setiap tahunnya, jangan hanya copy paste kegiatan sebelumnya sehingga satu tahun anggaran bisa diserap maksimal” ujar Agus Suradnyana
Dengan sisa waktu 70 Hari kerja, SKPD pun diminta bekerja keras untuk mengoptimalkan pengedalian dan pengawasan manajemen intern, mengingat jika dilihat secara umum total APBD Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2014 sampai dengan semester I, SKPD lingkup Pemkab Buleleng baru mampu mencapai angka realisasi Fisik sebesar 48,94% dan keuangan sebesar 19,51 %  “APBD kita sebesar 1,605 Trilyun, kita targetkan harus terserap 954,898 Milyar hingga tanggal 15 Desember 2014” tegas Suyasa ketika menyampaikan pemaparan.
Dari hasil evaluasi, salah satu SKPD yang dinilai masih berada di titik rawan yakni Dinas Penddikan, pasalnya dari indikator kemajuan realisasi fisik yang ditargetkan sebesar 30 persen sampai dengan bulan Juli 2014, Dinas Pendidikan hanya mampu diangka 22,6 persen.
Kepala Bappeda Buleleng Gede Suyasa mengakui Dinas Pendidikan masuk dalam zona merah indikator penilaian, namun menurutnya permasalahan ini muncul akibat berbagai macam permasalahan proyek besar yang belum jalan di Dinas Pendidikan, seperti pembebasan lahan dan proses tender, “ Ini lah tujuan kegiatan evaluasi ini sehingga SKPD mampu me-reschedule kembali kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan segera pada tahun anggaran 2014, mana yang harus digeser ke anggaran perubahan atau diprogramkan pada anggaran induk 2015” tandasnya.
Adanya keterlambatan ini juga diamini bupati, pihaknya memaklumi banyak kegiatan SKPD yang mempunyai permasalahan teknis diluar perencanaan awal, tetapi pihaknya pun berjanji akan bertindak tegas kalau menemukan beberapa kegiatan yang terlambat akibat kurangnya respon dari SKPD bersangkutan, “ Kalau melihat indikator angka capaian masih sangat variatif, ada SKPD yang menunggu perubahan musim baru bisa berjalan kegiatannya namun ada juga yang pertengahan tahun sudah melebihi target, ini kita maklumi lah asal jangan justru SKPD yang memperlambat itu yang akan kita tindak tegas”janjinya. GS-MB