Pompa Air Sanih Gunakan Tenaga Surya, Lestariana : Akibat Kemarau, Debit Air Berkurang Dalam Taraf Tolerans

Made Lestariana (2)
Buleleng (Metrobali.com)-
Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam hal ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng melakukan gebrakan untuk efisiensi biaya operasional untuk pengembangan mata air Sanih dengan menggunakan Pompa Tenaga Surya.”Kami sudah mengusulkan ke Kementrian PU, melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida dan juga ke Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan mata air sanih menggunakan pompa tenaga surya” jelas Direktur PDAM Buleleng, Made Lestariana, Selasa (28/10)
Mata air Sanih yang nantinya menggunakan pompa tenaga surya ini, ungkap Lestariana akan terealisasi di Tahun 2015.”Apabila pompa tenaga surya ini berjalan, sudah barang tentu terjadi efisiensi biaya operasioanal” ucapnya.”Mata air sanih ini, melayani tiga kecamatan yakni Kecamatan Tejakula, Kubu Tambahan, dan Kecamatan Sawan” imbuh Lestariana
Lebih lanjut ia mengatakan lokasi untuk Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) sudah ada di wilayah Desa Pakraman Yeh Sanih seluas 70 are.”Lahan untuk PLTS sudah ada seluas 70 are. Yang jelas di Tahun 2015 sudah bisa direalisasikan” ujar Lestariana.
Menyinggung tentang kekeringan yang melanda disejumlah daerah termasuk Buleleng, menurut Lestariana musim kemarau panjang melanda hampir disemua daerah. Dampak dari kekeringan itu, terjadi penurunan debit air, peningkatan konsumsi. “Secara umum, kami di PDAM melakukan pelayanan normal-normal saja kepada pelanggan. Malahan ada yang menyatakan air PDAM lancar-lancar saja. Hal itu terjadi, karena kami melakukan pengaturan air agar tekanan air merata dan juga melakukan monitoring” terang Lestariana
Lestariana mengakui memang ada gangguan, namun hal itu terjadi volumenya sangat sedikit, terutama didaerah dataran tinggi dan pada saat beban puncak pemakaian.”Yang jelas dampak penurunan debit air terjadi konsumsi air meningkat pada pagi dan sore hari. Sampai saat ini masih dalam taraf toleransi. Kalaupun ada kebocoran, kami lakukan penanganan secara cepat” pungkas Lestariana. GS-MB

 

Antispasi Kejahatan Nasabah Bank : Polres Buleleng Sosialisasikan Modus Operandi Perampok

Buleleng (Metrobali.com)-
Polres Buleleng dalam melakukan pengamanan terhadap nasabah Bank dari bahaya tindak kejahatan , melakukan sosialisasi berupa modus operandi perampok yang acap kali menggunakan cara mencoblos ban dan memukul kaca mobil yang sering terjadi didaerah lain. Kasus perampokan terhadap nasabah Bank pernah terjadi di Buleleng pada tahun 2010 lalu. Saat itu permpok berhasil mengambil uang milik nasabah sebesar Rp 80 juta. Namun hingga kini pelakunya  belum berhasil ditangkap.
Sebagai wujud sosialisasi yang dilakukan pihak Polres Buleleng, Kasatreskrim AKP I Ketut Adnyana TJ,S.Sos,SH Senin (27/10) langsung memimpin anak buahnya melakukan sosialisasi ke sejumlah Bank milik pemerintah maupun swasta, diantaranya Bank BRI, BNI, BCA dan BPD. Bentuk sosialisasi yang dilakukan kemasing-masing Bank, berupa menempelkan stiker yang berisi ajakan untuk waspada terhadap tindak kejahatan terhadap nasabah bank.”Upaya memproteksi nasabah Bank, kami  bersama pihak perbankan melakukan sosialisasi” terang Adnyana TJ seizin Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto.
Lebih lanjut Adnyana Teja menjelaskan dalam melakukan sosialisasi tindak kejahatan nasabah Bank oleh para perampok ditujukan kepada para nasabah Bank, terutama yang mengambil uang secara tunai dalam jumlah besar. “Sosialisasi ini dilakukan, agar Jangan sampai terjadi tindak kejahatan berupa perampokan dengan modus coblos ban dan memukul kaca mobil. Kami tidak ingin, peristiwa perampokan terjadi di wilayah hokum Polres Buleleng dengan modus operandi mencoblos dan memukul kaca mobil atau dengan cara modus lainnya” ucap Adnyana Teja.”Jadi dengan wanti-wanti , kami menghimbau kepada para nasabah Bank agar tidak segan-segan meminta pengawalan polisi jika hendak mengambil uang dalam jumlah besar. Selain itupula, para nasabah Bank, sebelum mengmbil uang di bank, terlebih dahulu melakukan pengecekan kondisi kendaraan baik sebelum maupun sesudah mengambil uang,” ujar Adnyana Teja menegaskan.
Selain itu, Adnyana Teja juga menghimbau kepada sejumlah bank untuk memasang alat yang menunjang keamanan seperti CCTV. Sebab, alat seperti itu bisa lebih memudahkan polisi dalam mengidentifikasi pelaku.
Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Singaraja, Hidayat Akbar mengatakan, selama ini pihaknya menyediakan pelayanan pendampingan nasabah, jika ada penarikan uang tunai dalam jumlah besar. Pendampingan dari tenaga satuan pengamanan (satpam) dan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepolisian.”Kami sudah mensosialisasikan kepada satpam di sini. Artinya, kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dari tindak kejahatan agar menghubungi nomor yang telah diberikan polisi” tandasnya. GS-MB

Saniman Dipasung Lantaran Sering Mengamuk

Buleleng (Metrobali.com)-
Diduga mengalami gangguan jiwa lantaran sering mengamuk, Saniman (51) warga Dusun Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak di pasung oleh keluarganya dengan menggunakan sebatang pohon kapas (kapuk) berukuran cukup besar. Menurut pihak keluarga, dipasungnya Saniman, lantaran yang bersangkutan berkali-kali mengamuk dan melakukan tindak kekerasan terhadap keluarga.
Saniman di pasung dibawah pohon tanpa selembar alaspun. Ditempat itu, Saniman melakukan aktifitas sehari-hari termasuk makan, kencing maupun buang air besar. Pada kesempatan itu, wartawan yang mendatangi Saniman didampingi tokoh masyarakat setempat mengajak bicara. Ternyata Saniman yang diduga mengalami gangguan jiwa, secara normal bertutur soal kesumpekan hidup yang dialaminya. “Kenapa saya dipasung dan diperlakukan bak binatang. Saya tidak sakit kok, kenapa diperlakukan seperti ini,” keluhnya.
Kenapa Saniman mengamuk?
Informasi yang diterima dari adik Saniman yakni Abu Hasan (36), dikatakan bahwa Saniman diduga mengalami gangguan jiwa lantaran pohon kelapa sebanyak 40 pohon miliknya ditebang oleh menantunya tanpa sepengetahuan Saniman. “40 pohon kelapa itu merupakan harta satu-satunya yang digunakan untuk kehidupan Saniman” terangnya.
Menurut Abu Hsan, penebangan terjadi saat Saniman pulang ke Madura, padahal sebelumnya ia telah berpesan kepada anak menantunya agar tidak menebang pohon kelapa, dan cukup diambil buahnya saja,”Namun pada kenyataannya, sekembali dari Madura, Saniman menemukan pohon kelapa miliknyanya telah ditebang,”jelas Abu Hasan” Sejak kejadian penebangan poho kelapa itu, Saniman sering bicara sendiri dan sesekali mengamuk jika melihat orang tertentu yang tidak disukainya,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan oleh karena prilaku ngamuknya semakin membahayakan, lantas oleh pihak keluarga dan warga sekitar akhirnya memutuskan untuk memasung Saniman. GS-MB

Di Buleleng, 4384 Pelamar Lulus Verifikasi Administrasi CPNS

Ni Made Rousmini
Buleleng (Metrobali.com)-
Molornya pengumuman hasil verifikasi administrasi berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sebelumnya direncanakan Senin (20/10) menjadi Rabu (22/10), tidak terlepas dari kebijakan Badan Kerpegawaian Nasional (BKN) Regional  X Provinsi Bali. Berkas lamaran yang masuk mencapai 4.630 dari formasi yang dibutuhkan sebanyak 139 orang. Dari hasil pengumuman yang diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng, tercatat yang lulus sebanyak 4384 pelamar, sedangkan yang yang tidak lulus sebanyak 214 pelamar.
Kepala BKD Buleleng, Ni Made Rousmini kepada metrobali.com mengungkapkan mereka yang tidak lulus verifikasi administrasi sebagian besar dikarenakan persyaratan tidak dipenuhi, diantaranya lewat umur dimana maksimal per 31 Desember 2014 berusia 35 tahun, Ijasah yang tidak dilegalisir atau tidak terakreditasi. Begitu juga masalah photo dan KTP mati.”Kami dari Tim BKD selektif dalam melakukan verifikasi administrasi ini. Kalau sudah tidak memenuhi ketentuan persyaratan, maka pelamar tersebut tidak lulus” akunya.
Lebih lanjut Rousmini mengatakan bagi mereka yang telah lulus verifikasi, agar mengambil kartu peserta lulus pada tanggal 24-25 Oktober 2014 di Gedung Sasana Budaya Singaraja.”Menyangkut jadwal testing bagi mereka yang lulus verifikasi, kami masih menunggu dari BKN kantor regional X Denpasar” terangnya.
Dari informasi yang diterima media online ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng kekurangan atau membutuhkan 1200 CPNS, diantaranya 60 persen untuk tenaga guru, 25 persen tenaga kesehatan dan 15 persen tenaga teknis maupun lintas jurusan.
Terkait minimnya penerimaan CPNS Tahun 2014, yakni sebanyak 139, menurut Rousmini hal itu disebabkan belanja pegawai lebih dari 50 persen. Namun demikian formasi untuk Buleleng lebih banyak bila dibandingkan dengan kabupaten lainnya yang ada di Bali. GS-MB

Warga Tunjung Datangi DPRD dan Kejari

Warga Tunjung Datangi DPRD dan Kejari
Buleleng (metrobali.com)-
Sekitar lima puluh orang warga Desa Tunjung, Kecamatan Kubutambahan, Rabu (22/10) mendatangi kantor DPRD Buleleng dan Kejari Singaraja. Tujuannya, mempertanyakan kasus hukum yang melibatkan Kepala Desa/Perbekel Desa Tunjung, Sadia. Warga Desa Tunjung yang didampingi penasehat hokum, Gede Harja Astawa, diterima langsung Ketua DPRD Buleleng, Gede Supritna berserta anggota DPRD lainnya. Usai menyampaikan aspirasi kepada DPRD Buleleng, warga mendatangi Kejari Singaraja yang juga diterima langsung Kajari Singaraja didampingi Kasi Pidum, Putu Eka Suyanta, SH, MH.
Gede Harja Astawa saat dihadapan Pimpinan beserta anggota DPRD Buleleng mengatakan kasus hokum Perbekel Sadia hingga kini belum jelas proses hukumnya. Malahan yang bersangkutan sangat arogan dan mengaku memiliki orang di Kejari dan malahan mengaku dibackup Kajari serta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.”Kami duga ada kejanggalan dalam proses hokum yang menimpa Perbekel Sadia. Dan yang sangat mengejutkan, mengaku dibackup oleh Kajari dan Bupati Buleleng” ujarnya.”kami tidak ingin proses hokum ini, terhambat lantaran memiliki orang kuat di Buleleng” imbuhnya.
Untuk itu, ucap Harja astawa kedatangan warga Desa Tunjung kegedung dewan dan dihadapan dengan anggota terhormat DPRD Buleleng untuk menyampaikan aspirasi guna proses hukumnya Perbekel Desa Tunjung bisa berjalan sesuai dengan prosudural.”Kami berharap aspirasi warga saat mendatangi Kejari agar didampingi anggota dewan” pinta Harja Astawa.
Namun permintaan Harja Astawa untuk didampingi anggota dewan ditolak oleh Ketua Dewan Gede Supriatna, alasan penolakannya, mengingat sebagai anggota dewan tidak elok untuk intervensi Kejari.”Kami menampung aspirasi masyarakat Desa Tunjung, hanya saja untuk mendampingi ke Kejari, kami tidak bisa. Karena jangan sampai ada kesan Legeslatif mengintervensi Yudikatif” terang Supriatna.
Lebih lanjut Gede Supriatna memberikan penjelasan terkait aspirasi yang menimpa warga Desa Tunjung, baik persoalan penebangan kayu yang diduga pelakunya perbekel Desa Tunjung maupun terkait persoalan laka lantas yang menimpa warga Desa Tunjung.
Setelah diterima anggota dewan, rombongan warga Desa Tunjung mendatangi Kejari Singaraja. Di Kejari, pihak Kejari hanya mau menerima perwakilan warga untuk menyampaikan aspirasi. Dalam pantauan metrobali.com, dialog antara Harja astawa selaku kuasa hokum warga Desa Tunjung dengan Kasi Pidum, Putu Eka Suyanta, SH, MH  berjalan dengan baik. Artinya aspirasi yang disampaikan warga melalui kuasa hukumnya dapat diterima. Hanya saja, dalam dialog tersebut lebih mengarah kepada substansi hokum yang diduga melanda Perbekel Desa Tunjung, Sadia.”Berkas kasus yang menimpa perbekel Tunjung masih P19. Artinya ada unsur yang belum memenuhi persyaratan. Sehingga kami mengembalikan ke penyidik” terangnya.”kslu sudah memenuhi unsur, udah barang tentu ditindak lanjuti proses hukumnya” imbuh Eka Suyanta.
Terkait dengan pengakuan perbekel desa tunjung dibeckup oleh Kajari, Kata Eka Suyanta hal itu tidaklah benar.”Dimata hokum semua sama. Jadi tidak ada istilah dibackup” pungkasnya.
Menanggapi pernyataan Kasi Pidum Eka Suyanta, menurut Harja Astwa pihak warga meminta kepada kejaksan yang menangani kasus ini agar memperhatikan berita acara pemeriksaan. Artinya dalam berita acara pemeriksaan itu, tidak benar pengakuan perbekel hanya menebang ranting dan bukan batang pohon.”Mereke itu menebang pohon didalam pagar. Dan bukannya ranting yang dipotong akan tetapi batang pohonnya sebanyak 3-4 pohon. Mohon hal ini agar dicermati” tandas Harja astawa. GS-MB

Penerima Raskin Tidak Berubah Di Buleleng

raskin
Buleleng (Metrobali.com)-
Bukan PNS saja mendapat jatah gaji ke 13, Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) Kabupaten Buleleng juga mendapat jatah beras miskin (raskin) ke-13 seperti tahun-tahun sebelumnya. Realitas dilapangan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Buleleng tidak berubah bila dilihat dari jatah raskin masih tetap sebanyak 7.573.500 kilogram (kg) untuk 40.079 RTSPM yang berhak menerima raskin. Dari jumlah raskin 7.573.500 kg, yang telah dibagikan mencapai 7.281.165 kg, atau sekitar 85 persen.”Kami masih mengejar jatah raskin ke 13” ungkap Kabag Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng, Ketut Suparto, Selasa (21/10) sebelum mengikuti sidang paripurna DPRD Buleleng.
Menurutnya Buleleng berpeluang mendapatkan raskin ke-13. Lantaran proses distribusi raskin pada November dan Desember 2014 telah dipercepat dari Kementerian Koordinator Bidang Kesra,”Pada tahun-tahun sebelumnya, Buleleng juga telah mendapatkan raskin ke-13 karena proses pendistribusian yang lebih cepat. Jadi, kami berharap pada tahun ini, Buleleng kembali mendapatkan raskin ke-13” harap Suparto.
Menyangkut masalah kualitas beras raskin. Kata Suparto raskin yang selama ini dibagikan kemasyarakat adalah beras yang berstandar Dolog dengan kelas medium. “Kami meminta kepada masyarakat penerima raskin, agar mengecek terlebih dulu berasnya, sebelum menerimanya. Dengan maksud, apabila raskin yang diterima dalam kondisi rusak dapat segera ditukarkan” pungkas Suparto. GS-MB

Satres Narkoba Polres Buleleng Kembali Ciduk Pengguna dan Pengedar Narkoba

Satres Narkoba Polres Buleleng Kembali Ciduk Pengguna dan Pengedar Narkoba
Buleleng (Metrobali.com)-
Satres Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) Polres Buleleng, Jumat (17/10) lalu kembali menangkap pengedar Narkoba jenis shabu-shabu. Kali ini tersangkanya dua orang wanita dan satu pria. Tersangka wanita berprofesi sebagai ibu rumah tangga, Komang Murniani (21) dan Luh Erawati (33) warga Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk. Komang Murniani merupakan istri Kartolo yang sedang diburu polisi (DPO), diduga merupakan Bandar Narkoba diwilayah Buleleng Timur. Sedangkan yang pria bernama Komang Tri Waraspati (21), warga Banjar Dinas Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan.
Kronologis peristiwa penangkapan.
Pada Jumat (17/10) lalu, polisi berhasil menangkap tiga pengedar narkotika yang biasa beroperasi di Buleleng Timur. Dua diantaranya merupakan ibu rumah tangga. Pelaku yang pertama kali ditangkap adalah Komang Tri Waraspati (21).”Waraspati saat itu kami tangkap di kafe Harum Dalu II pukul 22.00 wita. Barang bukti yang kami amankan satu paket plastik pipet warna hijau berisi satu paket plastik plip, berisi sabu-sabu seberat 0,4 gram brutto, satu buah HP Nokia dan sebuah motor Honda Scoppy DK 4696 UV” demikian diungkapkan Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP Made Agus Dwi Wirawan, Senin (20/10).
Setelah berhasil menangkap Komang Tri Waraspati, malam itu juga, polisi langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap, Komang Murniani dan Luh Erawati yang ketika itu sedang berpesta sabu di rumah Komang Tri Waraspati. Barang bukti yang diamankan yakni satu korek api gas, satu bong dari botol plastik, 10 potongan pipet plastik, delapan plastik plif berisi sisa-sisa sabu-sabu dan sebuah tabung kaca kecil yang disimpan dalam sebuah toples. Selain itupula, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga bungkus plastik plif kecil, sebungkus plastif plif besar, tiga buah korek api gas, lima buah tutup botol plastik yang berlubang, 14 batang pipet berwarna putih, 15 potongan pipet kecil, sebuah HP Nokia, dan uang tunai sebesar Rp 350 ribu yang dibungkus dalam sebuah tas plastik warna hijau. “Dari penggeledahan yang kami lakukan ada beberapa barang bukti, sempat disembunyikan di dapur, kamar mandi dan di bawah tempat tidur” jelas Agus Dwi Wirawan.
Lantas bagaimana komentar pelaku?. Kepada awak media pelaku Murniani mengaku terjun didunia narkoba sejak beberapa bulan yang lalu. Tugasnya meracik dan menakar sabu-sabu untuk kemudian dimasukkan ke dalam plastik menjadi satu paket. “Satu paket, kami jual Rp 500 ribu” ungkapnya.
Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara. GS-MB 

Aparat Hukum Diminta Selidiki Program Simantri Gunakan Lahan Fiktif

Buleleng (Metrobali.com)-
Untuk mensejahterakan petani, Pemerintah Propinsi Bali merancang dan melaksanakan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) dengan melibatkan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).  Namun sayang, program yang sebenarnya bagus ini berjalan tidak sesuai aturan yang berlaku, dimana terdapat dugaan penggunaan lahan fiktif dalam program Simantri.
Adanya dugaan penyimpangan program, yakni penggunaan tanah yang kepemilikannya fiktif, disampaikan oleh seorang warga bernama Dewa Wijaya. Lewat kuasa hukumnya Ida Djaka Mulyana,SH,MH, ia mengungkapkan bahwa telah terjadi dugaan penyimpangan program Gapoktan Simantri di Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Buleleng.
“Simantri sebenarnya adalah program bagus, yakni program yang memiliki multiplier effect yang sangat signifikan bagi kesejahteraan para petani. Tapi faktanya di lapangan telah terjadi penyimpangan yang bisa merugikan keuangan negara,”jelasnya (19/10/2014)
Menurut kuasa hukum Dewa Wijaya, Ida Djaka Mulyana, kliennya beserta keluarga besar di Bongancina, memiliki lahan seluas 9 hektar lebih di daerah Bongancina Buleleng. Sebagian kecil dari lahan itu yakni seluas 7 are di Palemahan Dusun Pangkung Kunyit, Desa Bongancina, kemudian digunakan untuk program Simantri tanpa persetuan klien dan keluarganya.
“Lahan klien kami digunakan untuk program Simantri tanpa ijin alias fiktif, oleh warga lain bernama IDK Darmawan Dana Putra, warga Bongancina. Lahan klien kami yang ada, digunakan untuk program Simantri dan untuk mencari bantuan dana Simantri senilai ratusan juta rupiah, itu lahan sah milik klien kami, bukan milik saudara Darmawan, kami tidak pernah memberi ijin, jadi jelas itu ilegal dan fiktif,”jelas Djaka.
“Gapoktan Simantri ini menggunakan tanah kepemilikan fiktif, maka telah terjadi kerugian negara, pengucuran dana gapoktan Simantri tidak sesuai dengan sasaran dan pengajuan proposal untuk Desa Bongancina. Tidak menutup kemungkinan ini bisa terjadi juga di tempat lain di Bali, ini harus diatensi pihak berwajib atau aparat hukum,” tambah Dewa Wijaya.
Lahan milik Dewa Wijaya dan keluarga, juga telah digunakan untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Propinsi Bali berupa Dana Bansos Gapoktan Simantri 336 Desa Bongancina, Busungbiu, Buleleng tahun 2013.
“Bantuan keluar atas proposal dan Laporan Akhir Penggunaan Dana Hibah Gapoktan Simantri 336 yang ditanda tangani saudara Darmawan tanggal 30 Agustus 2013.
Terkait hal ini, pihak kuasa hukum telah mengirim somasi kedua kepada IDK Darmawan Dana Putra. Selain telah mengirim somasi, pihak pengacara juga mendesak aparat hukum agar menyelidiki kasus dugaan penyimpangan program Gapoktan Simantri ini, agar program bisa tepat sasaran, dan betul betul mensejahterakan para petani di Bali.
“Kami sudah kirim somasi pertama, tapi tidak direspon saudara Darmawan selaku Ketua Gapoktan Satwa Giri Karya Amertha. Oleh karena itu kami akan kirim somasi kedua. Jika tidak direspon kami akan lakukan penuntutan hukum secara perdata maupun pidana berdasarkan KUHP maupun KUHPerdata. Aparat hukum juga kami minta menyelidiki dugaan penyimpangan bantuan program Simantri di lahan klien kami,”ujar Ida. PS-MB 

Pemilihan Rektor Undiksha Singaraja, Nyoman Jampel Unggul 65 persen

 Nyoman Jampel
Buleleng (Metrobali.com)-
Dalam perhelatan pemilihan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja yang berlangsung, Rabu (15/10), Dr. Nyoman Jampel, M.Pd berhasil mendulang perolehan suara sebesar 65 persen dan menghempaskan kandidat lainnya Prof. Dr. I Made Sutama serta I Wayan Suarnajaya, MA, PhD.  Dari 92 suara yang diperebutkan para kandidat rector, untuk Senat Undiksha memiliki hak  60 suara dan  Kemendikbud. Memiliki hak 32 suara, Setelah dilakukan perhitungan suara, 1 suara abstain,  57 suara diraih Dr. Nyoman Jampel, M.Pd, 34 suara diperoleh  Prof. Dr. I Made Sutama , sedangkan I Wayan Suarnajaya, MA, PhD tidak meraih satupun suara.
Usai digelarnya pemilihan Rektor Undiksha Singaraja, Direktur Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memberikan apresiasi terkait berlangsungnya perhelatan pemilihan rector, dimana pemilihan rektor di Kampus Undiksha berjalan cukup baik.” Saya menilai pemilihan ini berjalan dengan baik, dimana anggota Senat  sudah memberikan pilihan terbaiknya. Sedangkan untuk Kementrian memiliki 32 hak suara pada setiap pemilihan pimpinan universitas sesuai dengan Permen  No.33 Tahun 2012,” ujarnya.
Sementara itu,Rektor Undiksha Prof. Sudiana mengatakan,peroses raoat senat untuk memilih rector berjalan cukup kondusif dan berjalan sesuai ketentuan. Selanjutnya mengacu Permen No.33/2012, calon yang memperoleh suara terbanyak secara otomatis diangkat menjadi Rektor definitif, “Calon terpilih tinggal menunggu acara pelantikan, setelah tanggal 13 April 2015 mendatang,” terang Nyoman Sudiana.”Saya berharap calon terpilih yang nantinya menggantikan saya, dapat membawa Undiksha lebih baik terutama pada peningkatan fisik maupun sumber daya manusia” imbuhnya.
Secara terpisah, calon terpilih sebagai Rektor Undiksha Singaraja, Dr. Nyoman Jampel, M.Pd pada kesempatan itu mengatakan puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena dirinya diberikan amanat dan kepercayaan untuk memimpin Undiksha Singaraja,”Saya ucapakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban tugas sebagai pimpinan Undiksha dalam kurun waktu 4 tahun kedepan 2015-2019” ucapnya
Lebih lanjut pria kelahiran Bualu 10 Oktober 1959 ini mengaku akan  merealisasikan semua visi dan misinya yang disampaikan pada saat proses penjaringan sebelumnya. Selain fisik, dirinya itu akan meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Undiksha.”Meningkatkan kualitas SDM, dimana dosen-dosen muda diupayakan dapat melanjutkan pendidikan S3 di luar negeri,” terangnya Nyoman Jampel.
Seperti apa pengiriman dosen muda mengikuti pendidikan S3 di luar negeri ? Menurut Nyoman Jampel, pihaknya akan membantu mereka didalam menyiapkan dirinya untuk bisa ke jenjang pendidikan tersebut. “Kami nantinya akan terus memperjuangkan pendirian program studi Fakultas Kedokteran yang sudah mendapat dukungan dari pemkab Buleleng maupun pemprov Bali, terlebih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan” pungkasnya. GS-MB

Stock Beras Mencukupi Di Bali

Buleleng (Metrobali.com)-
Musim kekeringan yang melanda dibeberapa daerah diluar Bali tidak berpengaruh terhadap ketersediaan beras di Bali. Stock beras yang ada di Bali sudah tersedia dalam kurun waktu tiga bulan kedepan sebesar 7.146 ton.”Aman stock beras di Bali, baik itu  untuk kebutuhan Raskin, bencana alam, TNI, Lapas serta operasi pasar” demikian dikatakan Kepala Bulog Divre Bali, I Wayan Budita saat mengunjungi gudang beras di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng, Rabu (15/10).
Menurutnya untuk mengantisipasi kemungkinan gejolak kenaikan harga beras, seiring naiknya harga barang lainnya, pihak Bulog Divre Bali melaksanakan operasi pasar murah bekerja sama dengan pemerintah daerah maupun sekeha teruna di Banjar-Banjar. .”Untuk kepentingan masyarakat dan agar lebih terjangkau, kami secara kontinou menjual beras premium, beras lokal Bali dari Tabanan. Selain beras murah, kami juga menjual gula pasir serta sembako yang harganya lebih murah dengan harga pasaran. Dan kalau ada masyarakat yang membutuhkan agar menghubungi Bulog Divre Bali” ungkap Wayan Budita.”Kami buka pasar murah setiap hari didepan kantor Bulog Renon. Untuk beras premium harganya kisaran Rp 8.200-Rp 8.500 per kg, gula pasir eceran Rp 9.750 per kg dan gula pasir paket sebesar Rp 9.100 per kg, sedangkan beras murah lokal Tabanan Rp 9.500 per kg” imbuhnya.
Lebih lanjut Wayan Budita mengatakan pihak Bulog Divre Bali telah bekerja sama dengan Pemda Tabanan dan Pemda Gianyar. “Minggu depan kami bekerja sama dengan Pemda Tabanan menggelar pasar murah di Tabanan. Selanjutnya Tanggal 29 Oktober 2014 dalam rangka hari pangan sedunia menggelar pasar murah di Gianyar” pungkasnya. GS-MB 

Komplotan Pencuri Ditangkap Polisi

foto komplotan pencuri
Buleleng (Metrobali.com)-
Kesigapan para buru sergap (Buser) Polres Buleleng tampaknya tidak sia-sia untuk menggulung komplotan pencuri. Terbukti, Jumat (10/10) sekitar jam 04.00 Wita dinihari lalu, para Buser ini berhasil menangkap dan menjebloskan kepenjara tiga orang pencuri ketika asyik melakukan aksinya menaikkan barang hasil curian ke mobil di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Ketiga pencuri tersebut diantaranya, Komang Sunara alias Sun (40), warga Banjar Dinas Delod Pura, Desa Sidatapa. Sun pernah dua kali masuk penjara karena kasus yang sama. Ketut Darma alias Ketoh (32), warga Banjar Dinas Delod Pura, Desa Sidatapa, pernah sekali masuk penjara dan Komang Periodik (20), warga Banjar Dinas Lakah Banjar Segao, Desa Sidatapa. “Dua dari tiga orang pencuri itu merupakan residivis. Ketiganya merupakan anggota komplotan pencuri yang sering beroperasi di beberapa desa di Buleleng. Sebelumnya ditangkap, komplotan pencuri ini telah menjadi target operasi Polsek Busungbiu, Polsek Seririt, Polsek Banjar, Polsek Kota Singaraja hingga Polres Buleleng” terang Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana Teja, Selasa (14/10).
Adnyana Teja mengungkapkan komplotan para pencuri ini dalam melakukan aksinya cukup terorganisir dan tersusun rapi. Artinya dalam melakukan aksinya itu, terlebih dahulu survei lokasi, menyewa mobil, lalu melakukan aksi pencurian. Setelah berhasil mencuri, langsung menjual barang hasil curiannya. “Ketiganya menggunakan cara kerja yang cukup terorganisir. Masing-masing memiliki tugas dan peran dalam melakukan aksi pencuriannya. Mereka melakukan aksi pencurian berpindah-pindah tempat dari satu desa kedesa yang lain. Hari ini mencuri di desa A, besoknya berpindah ke desa B, malahan desanya beda kecamatannya” ungkapnya.
Lebih lanjut duikatakan untuk sementara ini, pihaknya berhasil menangkap tiga orang. Karena jumlah komplotan pencuri ini lebih dari lima orang.“Saat ini, kami masih memburu dua pelaku lain. Diantaranya, Nyoman Tarma (45), warga Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Sidatapa dan satunya lagi bernama Ulik” imbuh Adnyana Teja.
Sebagai barang bukti penangkapan ketiga pelaku pencurian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua karung cengkeh kering seberat 45 kg dengan nilai Rp 10,8 juta, empat karung beras seberat yang 100 kg dan satu unit sepeda motor Vario DK 7227 VK. Selain itu, polisi juga mengamankan alat-alat yang digunakan untuk mencuri, diantaranya, tujuh telepon seluler, sebuah gergaji besi, sebuah tang, sebuah obeng dan mobil APV DK 1051 VE yang digunakan untuk mengangkut barang hasil curian. GS-MB 

Pembayaran Retribusi Perpanjangan IMTA 61 Perusahaan Di Surati Disnakertrans Buleleng

foto Kadisnakertrans Buleleng
Buleleng (Metrobali.com)-
61 perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing diantaranya 48 perusahaan diwilayah Kabupaten Buleleng dan 13 perusahaan diluar wilayah Kabupaten Buleleng, disurati Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng untuk melakukan pembayaran retribusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).”kami menyurati perusahaan-perusahaan tersebut, sehubungan dengan telah diberlakukannya Perda Kabupaten Buleleng Nomor 4 Tahun 2014 tentang retribusi perpanjangan ijin mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA) pertanggal 1 Oktober 2014” terang Kadis Nakertrans Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri K, SE kepada metrobali.com, Selasa (14/10) diruang kerjanya.
Menurut Dwi Priyanti dengan diberlakukannya Perda Nomor 4 Tahun 2014 itu, diminta perusahaan pengguna tenaga kerja asing yang lokasi kerjanya di Kabupaten Buleleng dan masih mengikat hubungan kerja dengan TKA untuk tahun berikutnya agar memperpanjang IMTAnya dan segera membayar retribusi perpanjangan IMTA pada bendahara penerimaan di Dinas Nakertrans Buleleng” ujarnya menghimbau.
Lantas apa sangsi yang dinekan apabila perusahaan tersebut mangkir ? Dengan tegas Dwi Priyanti mengatakan pihaknya akan memberikan peringatan dan selanjutnya dikenakan denda sebesar 2 persen.”Disamping kami bersurat kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA, kami juga melakukan sosialisasi terhadap diberlakukannya Perda No. 4 Tahun 2014 ini dengan berkoordinasi kepada instansi terkait” tandas Dwi Priyanti
Data yang diperoleh media online ini, perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing tersebar di 6 kecamatan se Kabupaten Buleleng, diantaranya di Kecamatan Gerokgak terdapat 15 perusahaan, Kecamatan Tejakula 11 perusahaan, Kecamatan Seririt 4 perusahaan, Kecamatan Banjar 3 perusahaan, Kecamatan Buleleng 12 perusahaan, dan Kecamatan Sukasada 3 perusahaan. Sedangkan perusahaan yang mempekerjakan TKA diluar wilayah Kabupaten Buleleng sebanyak 13 perusahaan. GS-MB 

Wagub Hadiri Penilaian Lomba Desa Pekraman di Kabupaten Buleleng

Wagub Hadiri Penilaian Lomba Desa Pekraman di Kabupaten Buleleng

Buleleng (Metrobali.com)-

Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta bersama tim penilai Lomba Desa Pekraman Provinsi Bali 2014  hadir untuk menilai Desa Pekeraman di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar Buleleng sebagai wakil dari Kabupaten Buleleng, Senin, (13/10). Dalam sambutannya Wagub yang di dampingi Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Ketut Suastika, menyampaikan tujuan dari lomba desa pekraman ini adalah untuk bisa selalu melestarikan keajegan adat dan Budaya Bali karena dengan adat dan budaya ini maka Bali akan bisa dibentengi dari pengaruh negatif  dunia luar dalam kehidupan global seperti sekarang ini. Wagub juga mengharapkan masyarakat selalu menjalankan Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari kususnya selalu ingat akan keberadaan Ida Sang Hyang Widhi. Akan tetapi wagub juga mengingatkan agar dalam menjalankan bakti kepada tuhan jangan sampai ada pemberatan dan menjadi beban bagi masyarakat. Setiap upacara hendaknya dilaksanakan secara tulus iklas, bukan memamerkan kemewahan dengan melakukakan upacara yang menghabiskan biaya besar yang akhirnya membuat warga menjadi miskin. Pelestarian terhadap adat dan budaya agar terus ditingkatkan meskipun lomba desa ini sudah selesai. Segala seni budaya
yang ditampilkan dalam acara lomba desa ini, harus terus dijaga jangan sampai mengalami kepunahan.


Bendesa Desa pekeraman Sidetapa, I Ketut Tarka, dalam laporannya Desa Pekraman Sidetapa memiliki persyaratan sebuah desa Pekraman yang lengkap yaitu parahyangan, pawongan dan palemahan. Selain itu desa Pekeraman Sidetapa juga memiliki adat budaya yang masih sangat kental dan cukup unik. Desa yang berpenduduk  2190 jiwa ini  merupakan salah satu desa baliaga yang memiliki seni budaya yang agak berbeda dari desa desa lain di Bali, seperti tari Rejang Sidetape yang biasa mengiringi upacaraiupacara di pura, tari jangkang yang menceritrakan kegagahan prajurit dari Desa Sidetapa pada saat menghadapi para musuh yang menggaggu desa,  tari ngabuang yang kusus ditarikan pada Hari Raya Kuning, tari gandrung dan , tari Sanghyang, merupakan tarian khusus untuk upacara buta yadnya. Oleh sebab itulah desa ini ditunjuk sebagai wakli Kabupaten Buleleng untuk mengikuti lomba desa Pekraman se Bali tahun 2014. AD-MB 

Warga Temukus Keluhkan Tower, Genteng Rumah Sering Pecah Tertimpa Baut Tower

 Tower di Temukus
Buleleng (Metrobali.com)-
Berdirinya tower seluler marak di Kabupaten Buleleng, mirisnya pembangunan tower ini ada yang bodong. Dari 187 tower  yang telah berdiri, hanya 143 yang mengantongi ijin. Sisanya 44 tower masih belum berijin. Malahan ada tower yang dikeluhkan warga lantaran, bautnya jatuh dari tower dan menimpa atap rumah (genteng) hingga jebol yang berlokasi di Dusun Bingin Banjah, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. “Kami warga disekitar tower ini sering mengganti genteng rumah, karena genteng atap rumah kami seringkali pecah tertimpa baut tower yang sering jatuh dari atas dengan ketinggian 100 meter. Anda bisa lihat buktinya, genteng rumah saya pecah terkena baut tower dan belum sempat saya ganti” keluh Samidin (60) yang ddidampingi tetangganya Dul (35) kepada metrobali.com, Minggu (12/10)
Lebih lanjut ia katakana warga disekitar tower selama ini was-was. Selama ini yang sering kena baut tower adalah rumah, ditakutkan baut yang runtuh dengan ketinggian lebih kurang limapuluh meter itu menimpa kepala warga.”Warga disekitar tower ini jumlahnya ada 10 KK dan syukur selama ini yang tertimpa baut tower adalah atap rumah, kalau musibah menimpa kepala warga, bagaimana jadinya” ucap Samidin.”Kami selama ini tidak pernah menerima kompensasi dengan keberadaan tower yang sangat membuat was-was warga. Pernah, kami sampaikan hal ini kepada pihak tower, namun tidak ada tanggapan sama sekali” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Dul tetangga Samidin, kalau musim hujan dan ada petir. Petir seringkali menyambar rumah warga karena posisinya berdekatan dengan tower. “Sungguh mencekam kalau ada petir. Karena petir meledak dan menyambar hingga membuat TV rusak. Kami warga disini sudah terbiasa mengganti televisi karena rusak terkena sambaran petir” ungkapnya.”Kami sudah mengeluhkan keberadaan tower kepada petugas yang mengecek tower. Namun, petugas selalu menyarankan untuk melapor ke kantor tanpa menunjukkan alamat kantornya. Kami harap pihak pemilik tower mendatangi warga, untuk meminta persetujuan, janganlah semaunya aja membangun tower” tandas Dul. GS-MB

Dealer Tata Motors Beroperasi di Bali

PT Tata Motors

Denpasar (Metrobali.com)-

PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), fully owned subsidiary of Tata Motors Limited selaku Agen Pemegang Merek Tata Motors di Indonesia mengumumkan secara resmi membuka dealer 3S (Sales, Service, Spareparts) terbaru mereka di Denpasar, Bali. 

TMDI menunjuk PT Bali Bima Sakti (BBS) dalam memberikan kenyamanan pelayanan penjualan, penyediaan suku cadang serta perbaikan perawatan kendaraan pelanggan Tata Motors di Bali. Bangunan dua lantai seluas 2.000 meter persegi berdiri di atas lahan seluas 3.000 meter persegi. Lahan seluas itu mampu memuat delapan unit kendaraan di ruang pamernya. Bali Bima Sakti yang merupakan dealer dengan layanan 3S, yaitu sales (penjualan), service (bengkel) dan spare part (suku cadang) Tata Motors pertama di Pulau Dewata ini terletak di Jalan Teuku Umar Barat no. 150 T, Denpasar.

“Kami telah menerima respon pasar yang luar biasa di Indonesia sejak memulai penjualan pada September 2013 lalu. Kami berbahagia karena Bali merupakan salah satu area penting bagi kami yang menyempurnakan target pengembangan jaringan dealer kami di fase awal, yakni Pulau Jawa dan Bali,” ujar Biswadev Sengupta, President Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Minggu 12 Oktober 2014.

Dalam upaya merealisasikan komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih luas dan terjangkau, Tata Motors di tahun keuangan (FY) hingga Maret 2015 menargetkan untuk membuka 20 dealer 3S baru di seluruh Nusantara. 

Saat ini, ia melanjutkan, TMDI telah memiliki tujuh diler 3S (2 di Jakarta, 2 di Jawa Timur, 2 di Jawa Tengah, 1 di Cikarang, Jawa Barat) yang telah beroperasi dan aktif memasarkan produk mobil penumpang dan kendaraan niaga Tata Motors. Setelah meresmikan dealer Tata Motors di Bali, dalam waktu dekat TMDI akan segera meresmikan dealer 3S di Pekanbaru dan Serpong, Tangerang. 

Bali Bima Sakti sendiri telah dilengkapi peralatan mutakhir. Dealer pertama di Bali ini memiliki 8 service stall, dan mampu melayani sampai dengan 30 unit kendaraan per harinya. Dealer ini juga memberikan fasilitas ruang tunggu yang luas, TV cable, dan full AC lengkap dengan layanan WiFi.

Ivan Kristanto selaku Direktur Utama PT Bali Bima Sakti sangat optimis merek dan produk Tata Motors yang dominan bermesin diesel dapat diterima di Bali, Denpasar khususnya. “Produk Tata Motors terkenal kuat serta memiliki biaya kepemilikan yang rendah dengan jaminan produk yang kompetitif, hampir di semua segmen dan melalui program aftersales terbaik ‘Peace of Mind’ dengan menawarkan garansi terbaik di kelasnya, jaminan pasokan suku cadang dan 24×7 on road assistance,” pungkas Ivan. JAK-MB 

Fraksi Gerindra Kedepankan Musyawarah, Mufakat dan Berkeadilan

Made Widana
 
Buleleng (Metrobali.com)-
Perseteruan Koalisi Merah Putih (KMP) Dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Jakarta berimbas kedaerah. Terbukti dalam pembentukan kelengkapan dewan di DPRD Buleleng terjadi wall out oleh kubu KMP, Gerindra, Golkar dan Demokrat.
Sikap Wall Out yang dilakukan kubu KMP ini, menurut Ketua Fraksi Gerindra, Made Widana, Sabtu (11/10), lantaran proses pembentukan kelengkapan dewan tidak mencerminkan musyawarah, mufakat dan berkeadilan.”Tata tertib dan perundang-undangan telah sepakat dan disahkan, dimana tiap-tiap fraksi menempatkan anggota di komisi. Hal ini tidak bisa diintervensi karena sudah sesuai dengan intruksi induk partai. Misalnya di komisi 1, komposisi sepuluh anggota namun pada kenyataannya 13 anggota, lantas siapa yang dikeluarkan. Hal inilah yang menjadi dilematis di fraksi yang mendapat mandat dari induk partai masing-masing” ucapnya.”Hasil rapat kelengkapan dewan ini, nantinya akan kami konsultasikan lagi keinduk partai. Konsultasi artinya, siapa tahu ada kekeliruan dalam hal ini” imbuhnya.
Meskipun pembentukan kelengkapan dewan sudah ditentukan, menurut Made Widana pihaknya akan mempertanyakannya hal ini juga ke Gubernur Bali.”Kami masih perlu melakukan konsultasi. Dan kalaupun pembentukan komisi berdasarkan voting, kami merasa tidak mengeluarkan opsi” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya menampik kalau dikatakan menghambat. Dan diakui pula bahwa kerja dewan cukup padat untuk melakukan pembahasan, terutama pembahasan dibidang anggaran.”Kalau pembahasan kami dari Gerindra tetap ikut. Tapi kalau masalah keputusan kami belum bisa memberikan jawaban” ujar Made Widana yang memiliki ciri khas berjenggot ini.
Pengertian musyawarah, mufakat dan berkeadilan, kata Made Widana bahwa di dewan terdapat enam fraksi. Setidaknya masing-masing fraksi mendapat jatah untuk duduk sebagai pimpinan kelengkapan dewan”Tidak usah-ribet. Di dewan terdapat 6 kelengkapan dewan, diantaranya badan kehormatan (BK), Badan Legeslasi (Baleg), dan empat komisi yakni komisi 1, 2, 3 dan komisi 4. Kalau ditempatkan satu-satu sudah barang tentu tidak menjadi persoalan” jelasnya
Disinggung tentang pergantian jabatan sebagai pimpinan kelengkapan dewan selama 2,5 tahun, apakah ada pembicaraan hal ini? Dengan tegas Ketua fraksi Gerindra ini mengatakan terkait hal itu belum ada pembicaraan.”Belum ada pembahasan tentang pergantian selama 2,5 tahun terhadap pimpinan kelengkapan dewan” pungkas Made Widana.
Dalam pantauan metrobali.com, susunan pimpinan kelengkapan DPRD Buleleng, Ketua BK, I Gusti Artana, Ketua Komisi 1, Mangku Mertayasa, Komisi 2, Mangku Budiasa, Komisi 3, Ody Busana dan Ketua Komisi 3, Made Turkini yang kesemuanya dari fraksi PDI Perjuangan. GS-MB 

Pemprov Respon Cepat Warga Miskin Buleleng

Rumah Warga Miskin Buleleng

Buleleng (Metrobali.com)-

 

Pemerintah Provinsi Bali cepat merespon berita di media Pos Bali mengenai warga miskin pasangan kakek nenek Nyoman Sumrana (80) tahun dan Wayan Sari (70) tahun asal  Dusun Ganongan Desa Tukadsumaga, Kecamatan Seririt Buleleng. Pada Kamis (9/10) Gubernur Bali Made Mangku Pastika  mengirim bantuan uang sebsesar 1 juta untuk keluarga itu yang dikirim melalui Kabag Dokumentasi Biro Humas Setda Provinis Bali, Dewa Ardana . “ Uang ini nantinya agar dimanfaatkan untuk membeli beras dan keperluan sehari keluarga ini untuk beberapa hari ke depan. Dan selanjutnya  keluarga ini akan memdapat bantuan bedah rumah dari sumbangan para pembaca yang dikumpulkan harian Pos Bali,” ujarnya

Pasangan kakek nenek ini tinggal di rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan,dengan tembok bambu dan berlantai tanah. Sumrana memiliki anak yang bernama Ketut Trima merupakan anak bungsu yang kesehariannya bekerja sebagai pemecah batu dan serabutan namun tinggal terpisah darinya. ” Gaen tiang sewai-wai ngempug batu yen wenten gae ane lenan napi je wenten gae tiyang” demikian ungkapnya.

Di usia tuanya Sumrana sebagai kepala keluarga otomatis sudah tidak mampu melakukan banyak aktivitas dan hanya mengandalkan Ketut Trima. Namun Ketut Trima juga tidak memiliki pekerjaan yang dapat menutupi kebutuhan keluarganya sehingga sulit untuk mereka mendapatkan kehidupan yang layak.

Bila mendapatkan bantuan bedah,  Sumrana berkeinginan didirikankan rumh di rumh anaknya yang tidak jauh dari Sumrana nyakap, dimana mereka akan tinggal bersama. AD-MB 

Wagub Hadiri Upacara Betara Turun Kabeh di Desa Pekraman Penutukkan Buleleng

Wagub Hadiri Upacara Betara Turun Kabeh di Desa Pekraman Penutukkan Buleleng

Buleleng (Metrobali.com)-

Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menghadiri upacara batara Turun Kabeh Desa Pakraman Les Penuktukan, Kabupaten Buleleng, Selasa (7/10). Pada kesempatan itu Wagub menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat desa Les Penuktukan yang sudah berhasil menggelar upacara dewa yadnya yang dilaksanakan di pura desa setempat. “Saya berharap upacara dapat berjalan dengan lancar dan membawa kesejahteraan bagi krama desa pekraman setempat,” ujarnya.

Sementara itu  Sekretaris Desa Adat Les Penuktukan Jero Penyarikan Nyoman Adnyana menyampaikan rangkaian pujawali yang biasa dilaksanakan setahun sekali ini sudah dimulai dari tanggal 30 September dan akan berlangsung sampai dengan 8 oktober 2014. Pura desa Les  yang disusung oleh 2 desa dinas yaitu Desa Les dan Penuktukan. Dan  upacara tersebut dipuput oleh 51 pemangku dari 2 desa ini.

Ia juga mengucapkan terimakasih karena program Bali Mandara sudah banyak dirasakan masyarakat setempat dan membawa banyak perubahan dan perbaikan yang positif. Sebanyak 60 kramanya menerima  bantuan bedah rumah, desa ini juga sudah mendapatkan Simantri 1 unit, Gerbangsadu 1 unit, 2 bale gong, 1 bale lantang, dan perbaikan fasilitas banjar.

Dan kesempatan kali ini wagub menyerahkan bantuan untuk desa sebesar 25jt. AD-MB

 

Supriatna Resmi Pimpin DPRD Buleleng

foto jabat tangan bupati dan ketua dewan buleleng

Buleleng (Metrobali.com)-
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 1740/04-A/HK/2014 tertanggal 30 September 2014, akhirnya pada Senin (6/10) pimpinan DPRD Buleleng periode 2014-2019 dilantik melalui sidang paripurna diruang sidang utama DPRD Buleleng. Sebagai Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna (PDI Perjuangan), Wakil Ketua 1, Ketut Susila Umbara, SH (Golkar), Wakil Ketua 2, Made Adi Purnawijaya,S.Sos (Demokrat) dan Wakil Ketua 3, Ketut Sumardhana, SH, MM (Hanura). Dengan diresmikannya pimpinan dewan ini, sudah barang tentu melancarkan beberapa agenda penting dengan segera bisa dirampungkan.
Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana pada kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada semua pimpinan dewan dan sekaligus mengharapkan para pimpinan dewan ini bisa menyelesaikan semua pembahasan atau penyusunan Peraturan pemerintah yang masih tersisa.”Dengan sisa waktu tiga bulan di Tahun 2014 ini, kami berharap beberapa Agenda penting dapat diselesaikan” ucapnya.”Salah satu agenda penting dimaksud yakni penyusunan rancangan APBD Buleleng TA. 2015” imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengatakan agenda lainnya yang juga harus segera mendapatkan pembahasan bersama, tentang penetapan desa dan desa adat serta pengaturan mengenai pemerintahan desa dan perangkatnya, sesuai amanat UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.”Mengingat Banyaknya agenda yang perlu dengan segera diselesaikan, ijinkan saya mengajak para pimpinan dan seluruh anggota dewan, untuk senantiasa bersama-sama menjalin komunikasi, koordinasi dan keterbukaan dalam membangun sinergitas pemerintah daerah” pungkas Bupati Agus Suradnyana. GS-MB 

Buleleng ‘Menggugat’, Jika Pemprov Bali Melanggar Perda

Buleleng (Metrobali.com)-
Rencana pembangunan terminal Liqufied Natural Gas (LNG) atau gas alam cair di Pelabuhan Benoa, Badung, Bali memacu adrenaline para LSM Kabupaten Buleleng untuk mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menerapkan Perda 16 Tahun 2009 tentang RTRW Bali. Pasalnya kalau pembangunan LNG terealisasi di Benoa maka hal itu merupakan pelanggaran berat dengan sangsi hokum pidana.”Pelanggaran penerapan Perda sangsinya bukannya turun jabatan, tapi sangsi hokum pidana” Demikian dikatakan dengan lantang Ketua LSM Bhakti Pertiwi Buleleng, Made Sumarta yang akrab dipanggil Gatot, kemarin.
Lebih lanjut ia mengatakan sesuai dengan Perda 16 Tahun 2009 pemerintah telah menetapkan di Buleleng Barat yakni Desa Tukad Sumaga, Tinga-tinga, Celukan Bawang dan Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak merupakan kawasan industry berat. Sehingga diharapkan pemerintah tidak setengah hati menerapkan Perda 16 Tahun 2009 tentang RTRW Bali. Jadi, apabila pembangunan terminal LNG dilakukan di Benoa, maka hal itu sudah tidak sesuai dengan peruntukan. “Komitmen pemerintah untuk implementasi Perda RTRW itu janganlah dilanggar” pungkas Made Sumarta.
Sementara itu Wayan Purnamek, salah satu tokoh LSM Jari Bali Simpul Buleleng menyatakan LSM di Buleleng saat ini bergabung dalam gerakan ‘Buleleng Menggugat’, terkait dengan situasi dan kondisi investasi di Kabupaten Buleleng. “Selama ini kami di Buleleng merasa ‘dipermainkan’ oleh Pemprov Bali. Karena itu, kami siap menggugat Pemprov Bali apabila mempermainkan Perda 16 tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Provinis Bali.” Ucapnya.”Pelabuhan Benoa saat ini sudah terlalu jenuh untuk kegiatan industri. Malahan Pelabuhan Benoa yang sejak awal didesain untuk pelabuhan penumpang, kini mulai berbenah menjadi pelabuhan kapal pesiar. Disini harus ada ketegasan dari Pemprov Bali terkait status pelabuhan Benoa, jangan tumpang tindih. Buleleng jangan lagi dijadikan penunjang, bila kilas balik sejarah Buleleng merupakan Ibu Kota Sunda kecil yang mewilayahi bali dan NTB sudah jelas bagaimana potensi Buleleng yang sesungguhnya” imbuhnya.
Ungkapan tegas juga disampaikan Ketua Badan Eksekutif LSM Gema Nusantara (Genus) Buleleng, Antonius Kiabeni Sanjaya, jika Pemprov Bali melanggar Perda 16 Tahun 2009, maka tak segan-segan melakukan aksi turun ke jalan memprotes kebijakan pemerintah secara besar-besaran. “Buleleng menggugat ini bukannya sekedar cuap-cuap kosong, hal ini agar disikapi oleh Pemprov Bali” ujarnya tegas
Lebih lanjut ia mengatakan Pemprov Bali selama ini lebih mengedepankanpembangunan di kawasan Bali Selatan. Sementara Bali Utara terkesan dibiarkan tidak berkembang bahkan cenderung proyek-proyek yang ada di Buleleng berstatus ‘ Proyek Akan’. Misalnya ada beberapa proyek pembangunan yang bersumber dari APBN, maupun APBD yang akan direalisasikan di Buleleng selalu terganjal oleh permasalahan. Salah satunya adalah pengembangan kawasan Industri Berat Celukan Bawang yang meliputi beberapa desa seperti Desa Tukad Sumaga, Tinga-Tinga, Celukan Bawang dan Desa Pengulon. “Kawasan industry Celukan Bawang ini nantinya akan dipergunakan sebagai pelabuhan bongkar muat barang, sementara dalam  perda tersebut disusun bahwa Pelabuhan Benoa dipergunakan sebagai pelabuhan laut khusus pariwisata. Kami kecewa, Perda hanya sebatas Perda namun tidak ada terealisasi hingga sekarang” pungkas Anton. GS-MB