<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>metrobali.com &#187; Gianyar</title>
	<atom:link href="http://metrobali.com/category/bali-region/gianyar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://metrobali.com</link>
	<description>Berita Bali Online</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 12:46:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Puri Ubud Kembali Gelar Ritual Pengabenan Utama</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/09/puri-ubud-kembali-gelar-ritual-pengabenan-utama/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/09/puri-ubud-kembali-gelar-ritual-pengabenan-utama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 May 2013 00:15:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27230</guid>
		<description><![CDATA[Ubud (Metrobali.com)- Puri Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, kembali akan menggelar ritual pengabenan (pelebon) berskala besar, sebagai penghormatan terakhir terhadap almarhum Tjokorda Ngurah Wim Sukawati (90), putra sulung mantan Presiden Negara Indonesia Timur (NIT) Tjokorde Gde Raka Sukawati. Almarhum yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Swiss 1975-1979 itu menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan intensif [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ubud (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Puri Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, kembali akan menggelar ritual pengabenan (pelebon) berskala besar, sebagai penghormatan terakhir terhadap almarhum Tjokorda Ngurah Wim Sukawati (90), putra sulung mantan Presiden Negara Indonesia Timur (NIT) Tjokorde Gde Raka Sukawati.</p>
<p>Almarhum yang pernah menjabat sebagai Duta Besar RI di Swiss 1975-1979 itu menghembuskan nafas terakhir dalam perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta 24 Februari 2013 akibat penyakit menua.</p>
<p>Jenazah hingga kini masih disemayamkan di Puri Ubud, Kabupaten Gianyar, 25 km timur laut Denpasar, karena baru akan dipelebon (kremasi) pada hari Selasa, 14 Mei 2013, tutur keponakan almarhun, Tjokorda Asmara Putra yang juga anggota Fraksi Demokrat DPRD Bali.</p>
<p>Tradisi pelebon di Puri Ubud menggunakan kelengkapan upacara antara lain menara pengusungan jenazah (bade) bertingkat sembilan dengan total ketinggian mencapai 25 meter.</p>
<p>Selain itu juga dilengkapi dengan Naga banda dan lembu selem (hitam), kelengkapannya tidak jauh dengan kegiatan serupa yang pernah digelar sebelumnya, yakni 18 Agustus 2011 untuk menghormati jenazah Anak Agung Niyang Rai (80) ibunda dari mantan bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace.</p>
<p>Bade dan kelengkapan ritual pengabenan lainnya kini sedang dirampungkan melibatkan ratusan warga masyarakat dari Desa Pekraman (Adat) Ubud seperti Banjar Sambahan, Ubud Kelod, Ubud Kaja, Taman Kelod, Bentuyang, Kutuh kelod dan banjar Kutuh Kaja.</p>
<p>Material yang digunakan sepenuhnya dari bahan lokal dengan tenaga sukarela secara bergilir dari ke 14 banjar di lingkungan Desa Adat Ubud.</p>
<p>Kerangka bade yang sudah rampung itu dilengkapi dengan ornamen, sehingga tampak megah, menarik, unik dan mengandung unsur seni.</p>
<p>Ornamen kelengkapannya bentuknya menyerupai berbagai jenis binatang yang penggarapannya akan rampung dua-tiga hari sebelum kegiatan puncak.</p>
<p>Istri dari Belanda Almarhum Tjokorda Ngurah Wim Sukawati, putra dari pasangan Tjokorde Gde Raka Sukawati- Gusti Agung Niang Putu, sekaligus Raja Ubud periode 1917-1922 yang pernah dipercaya menjadi presiden NIT periode 1946-1950 itu meninggalkan seorang istri Nelly Luchsinger (83), perempuan asal Belanda yang dinikahinya.</p>
<p>Pernikahan itu melahirkan dua anak masing-masing Tjokorda Gede Raka Sven Sukawati dan Tjokorda Istri Vera Sukawati serta meninggalkan seorang cucu.</p>
<p>Almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai orang diplomat ulung pada era pemerintahan Orde Lama (Bung Karno) maupun pada pemerintahan orde Baru (Presiden Soeharto).</p>
<p>Sosok kharismatik yang pernah dipercaya sebagai duta besar RI untuk Swis periode 1975-1979, merintis karier dalam bidang kepolisian, pernah menjabat komisaris PT Unilever Indonesia 1983-1999 dan direktur sejumlah perusahaan swasta lainnya.</p>
<p>Putri almarhum, Tjokorda Istri Vera Sukawati mengaku sangat mengagumi sosok sang ayah berkat kegigihannya menempa diri sehingga mampu menjadikan dirinya seorang figur yang lengkap dan penuh talente dalam berbagai bidang.</p>
<p>Hal itu berkat almarhum memegang teguh komitmen hidup, selalu belajar disiplin, tegas dan lugas dalam bertindak.</p>
<p>Tjokorda Asmara Putra menambahkan, almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai sosok panutan dan keteladanan berkat menjalani kehidupan yang menyukai tantangan hingga meraih prestasi gemilang dalam mengemban tugas.</p>
<p>Bade bertingkat sembilan sebagai tempat pengusungan jenazah Tjokorda Ngurah Wim Sukawati dibuat dari batang pohon pinang dan rangkaian bambu, lengkap dengan pernak-pernik bunga emas untuk menggotong dari halaman puri Ubud menuju setra (kuburan) tempat kremasi yang berjarak sekitar 1,2 km arah timur puri.</p>
<p>Upaya menggotong bade itu membutuhkan ribuan tenaga warga setempat secara estafet. Sepanjang jalan yang dilewati pada kegiatan serupa tiga kali sebelumnya, terakhir pada 18 Agustus 2011 saat penghormatan terakhir kepada Anak Agung Niang Rai ibunda mantan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi &#8220;lautan manusia&#8221;, termasuk wisatawan mancanegara yang secara khusus datang untuk menyaksikan pelebon berskala utama yang hampir tidak ditemui di belahan negara lainnya.</p>
<p>Demikian pula pengabenan yang pernah dilakukan Puri Ubud pada pertengahan 2008 hampir seluruh hotel di perkampungan seniman Ubud dan sekitarnya penuh, diperkirakan tidak kurang 350.000 wisatawan asing menyaksikan kegiatan yang unik dan langka itu.</p>
<p>Bahkan prosesi unik, langka dan menarik tersebut mendapat perhatian besar dari pers di berbagai belahan dunia yang mengirim wartawan maupun kameramen untuk meliput secara khusus pelaksanaan upacara penghormatan terakhir terhadap sesupuh Puri Ubud yang semasa hidupnya sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Semua itu berkat karya seni menara pengusungan jenazah yang menjulang tinggi yang mempunyai nilai magis digotong ke Setra Desa Adat Ubud yang berjarak satu kilometer ke arah timur Puri Ubud.</p>
<p>Ubud yang dikenal sebagai perkampungan seniman, wilayahnya tidak begitu luas, dulunya merupakan sebuah kerajaan kecil, dikitari sawah menghijau, air mengalir jernih di sungai, pesona desa yang indah.</p>
<p>&#8220;Para Dewata&#8221; menakdirkan sebagai tempat yang penuh kegemilangan, alamnya menyimpan kekuatan gaib serta memiliki &#8220;benang merah&#8221; terhadap perkembangan agama Hindu di Pulau Dewata.</p>
<p>Perkampungan seniman Ubud dalam perkembangannya kini menjadi &#8220;satu titik desa dunia&#8221;, tempat manusia-manusia dari berbagai ras di dunia bertemu, menikmati keindahan alam dan tradisi masyarakat setempat, termasuk prosesi pelebon/ngaben yang diwarisi secara turun temurun.</p>
<p>&#8220;Dikenalnya Ubud sekarang di mancanegara merupakan sebuah anugerah dan berkah yang dapat memberikan kehidupan dan kesejahteraan kepada masyarakat setempat,&#8221; ujar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, seorang pewaris kalangan bangsawan Puri Ubud yang juga Ketua PHRI Bali sekaligus mantan Bupati Gianyar. <strong>INT-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/09/puri-ubud-kembali-gelar-ritual-pengabenan-utama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Megawati: Jangan Jadikan Bali Seperti Hawaii</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-jangan-jadikan-bali-seperti-hawaii/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-jangan-jadikan-bali-seperti-hawaii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 13:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27085</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menggelar kampanye untuk mendukung kandidat nomor urut 1, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) kader PDIP yang bertarung di Pilgub Bali 15 Mei depan. Pada kesempatan itu putri proklamator Bung Karno itu berpesan agar pembangunan Bali jangan menggerus nilai-nilai lokal. Ia melihat perputaran ekonomi di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menggelar kampanye untuk mendukung kandidat nomor urut 1, Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS) kader PDIP yang bertarung di Pilgub Bali 15 Mei depan.</p>
<p>Pada kesempatan itu putri proklamator Bung Karno itu berpesan agar pembangunan Bali jangan menggerus nilai-nilai lokal. Ia melihat perputaran ekonomi di Bali, khususnya kawasan Kuta, Kabupaten Badung, begitu cepat terjadi.</p>
<p>&#8220;Di Kuta itu pergantian perekonomiannya sangat cepat sekali. Sehingga bayangkan kalau teman-teman saya orang asing datang ke Bali mereka bilang, jangan Bali dijadikan kenikmatan pariwisata saja, itu salah. Jangan jadikan Bali seperti Hawaii,&#8221; kata Megawati, Selasa 7 Mei 2013.</p>
<p>Ia mengingatkan agar jangan sampai melupakan sejarah. Pada saat penjajahan, katanya, seorang penulis bernama Ketut Tantri mengenalkan Bali kepada khalayak internasional. &#8220;Dari sejak itulah orang asing mulai bertanya, apa istimewanya Bali,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Megawati sendiri mengaku memiliki perhatian tersendiri untuk Bali. Selain mengalir darah Bali, Megawati melihat Bali memiliki kekhasan khusus yang patut dijaga. &#8220;Orang Hindu itu ternyata begitu dekat dengan alam. Ritual keagamaannya menyatu dengan alam. Itu suatu hal yang sangat khusus,&#8221; terang dia.</p>
<p>Saking dekatnya dengan alam seperti tertuang dalam konsep Tri Hita Karana (hubungan manusia dengan manusia, alam dan Tuhan), segala lelaku spiritual orang Bali tak lepas dari alam. &#8220;Lah sekarang, masak seh hutan bakau mau diserahkan pengelolaannya kepada investor. Itu merendahkan masyarakat Bali. Memangnya dikira masyarakat Bali tidak bisa menjaga hutan bakau. Itulah kekhususannya Bali yang harus dipertahankan,&#8221; jelas Megawati.</p>
<p>&#8220;Oleh karenanya, siapa yang menjadi pemimpin di pulau ini, itu seharusnya mengetahui akar budaya, seni, relasi sosial dan lain sebagainya soal Bali. Jangan hanya pendekatannya industrial, pariwisata melulu,&#8221; ucapnya menekankan.</p>
<p>Bagi Megawati, industri pariwisata begitu penting bagi masyarakat Bali. &#8220;Tapi itu bukan prioritas,&#8221; tegasnya. Budaya, adat, relasi sosial dan kebiasaan yang berkembang di Bali yang telah sekian lama hidup itulah yang menurut Megawati mesti dijaga kelestariannya.</p>
<p>&#8220;Tapi sekarang sudah mulai bergeser. Kalau kita pergi ke Kuta, kita tidak merasa sama sekali berada di Bali. Apa itu Bali? Itu menurut saya bukan Bali. Hanya ada sedikit tanda ke-Baliannya,&#8221; tutur Megawati.</p>
<p>Sejak kecil, Megawati mengaku sudah mengenal Bali. Tetapi, Bali saat ini, khususnya Kuta, sudah jauh berbeda dengan apa yang dilihatnya saat kecil dahulu. &#8220;Kuta itu tidak seperti yang saya lihat ketika saya kecil. Sanur itu masih untung bertahan. Dari saya kecil sampai sekarang Sanur itu masih begitulah,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Untuk itu Megawati berharap kebudayaan Bali mesti dan harus tetap dipertahankan. &#8220;Ini yang sangat saya inginkan. Puspayoga dan Sukrawan punya karakter, mengerti apa yang dikehendaki oleh masyarakat. Tapi ya, menang dulu, baru bisa dijalankan program pelestarikan alam, budaya dan adat istiadat Bali,&#8221; papar Megawati<strong>.  RED-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-jangan-jadikan-bali-seperti-hawaii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isu Kampanye Negatif di Pilgub Bali Berlebihan</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/07/isu-kampanye-negatif-di-pilgub-bali-berlebihan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/07/isu-kampanye-negatif-di-pilgub-bali-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 13:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27074</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai tudingan telah terjadi kampanye negatif dalam Pemilihan Gubernur Bali dinilai berlebihan. Hal itu disampaikan Megawati menanggapi banyaknya tudingan yang dialamatkan kepada pasangan yang diusung PDIP kandidat gubernur Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan kandidat wakil gubernur Dewa Nyoman Sukrawan telah melakukan kampanye negatif. “Kalau masalah black [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai tudingan telah terjadi kampanye negatif dalam Pemilihan Gubernur Bali dinilai berlebihan.</p>
<p>Hal itu disampaikan Megawati menanggapi banyaknya tudingan yang dialamatkan kepada pasangan yang diusung PDIP kandidat gubernur Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan kandidat wakil gubernur Dewa Nyoman Sukrawan telah melakukan kampanye negatif.<br />
“Kalau masalah black campaign atau bukan Itu masalahnya kembali terserah pada penilaian masing-masing orang ya,“ kata Megawati di Gianyar, Selasa (7/5/2013).</p>
<p>Menurutnya, apa yang hendak disampaikan kandidat gubernur yang diusung PDIP sejatinya mencoba memberikan masukan kepada pihak lain.</p>
<p>Seperti diketahui kandidat Gubermur Puspayoga banyak mengkritisii kebijakan Mangku Pastika semasa menjadi gubernur mulai isu Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang disewakan ke investor hingga dana-dana yang mestnya dimanfaatkan namun terparkir di provinsi dimasukkan deposito bank.</p>
<p>Atas hal ini, Pastika yang terus menerus disorot seputar berbagai kebijakannya seperti soal Tahura, Jaminan Kesehatan Bali Mandara hingga soal aset-aset provinsi, sehingga dia merasa diserang isu-isu negatif.</p>
<p>Namun atas apa yang disampaikan kandidat gubernur nomor satu dalam mengkritsi kebijakan pemerintahan saat ini, kata Megawati merupakan upaya untuk menyampaikan hal-hal dari sisi siapapun.</p>
<p>Satu hal ini, tidak hanya di Bali saja, di semua pemilukada di daerah lainnya juga kandidat juga memberikan masukan satu sama lainnya sebagai kritik.</p>
<p>&#8220;Jika kemudian hal ini kemudian dianggap sebagai kampanye negatif, menurut saya kok agak didramatisir ya,&#8221; imbuh Mega.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/07/isu-kampanye-negatif-di-pilgub-bali-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Pemimpin, Jaga Identitas Bali</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/07/pilih-pemimpin-jaga-identitas-bali/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/07/pilih-pemimpin-jaga-identitas-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 12:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27075</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Seribuan masyarakat Gianyar, Selasa (7/5), mengikuti acara jalan santai PDIP di lapangan Astina, Gianyar. Acara dilanjutkan kampanye nasional yang dihadiri sejumlah jurkam nasional seperti Rieke Dyah Pitaloka, Maruarar Sirait, Nico Siahaan, Richard Sambera dan Edo Kondologit. Dalam pidatonya, Maruarar meminta warga Bali memilih pemimpin yang menjaga identitas Bali. “&#8221;Jati diri, budaya, bahasa Bali [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="yiv1160943889MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1367925026697_6808"><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></div>
<p>Seribuan masyarakat Gianyar, Selasa (7/5), mengikuti acara jalan santai PDIP di lapangan Astina, Gianyar. Acara dilanjutkan kampanye nasional yang dihadiri sejumlah jurkam nasional seperti Rieke Dyah Pitaloka, Maruarar Sirait, Nico Siahaan, Richard Sambera dan Edo Kondologit.</p>
<p>Dalam pidatonya, Maruarar meminta warga Bali memilih pemimpin yang menjaga identitas Bali. “&#8221;Jati diri, budaya, bahasa Bali ada di tangan Puspayoga dan itu akan terjaga, meski Bali pintu dan gerbang internasional,&#8221; katanya.&#8221; Beliau figur yang <span> </span>bersih, sederhana dan merakyat.Mencintai Bali, tanah, budaya, bahasa, ekonomi kerakyatan dan pasar tradisional Bali,&#8221; ucap Ara.Ara menegaskan jika Bali harus dipimpin oleh mereka yang sayang Bali. &#8220;Puspayoga anak kesayangan dan kader ideologis PDIP. Bali rumah perjuangan kita, rumah Soekarno. Darah Bali mengalir deras mewarnai Mega dan Soekarno. Untuk itu tiada lain, kita harus menang di rumah sendiri. Bali harus merah,&#8221; tutup Ara.</p>
<p><span id="yui_3_7_2_1_1367925026697_6922" style="font-size: 11.0pt;line-height: 115%">Sementara itu Rieke mengaku kehadriannya di Bali <span> </span>untuk mengingatkan masyarakat agar terus mempertahankan identitas lokalnya. “Saya khawatir dengan perkembangan pembangunan yang tanpa memerhatikan identitas lokal. &#8220;Pasar tradisional dilindas oleh pasar modern. Itu jelas mematikan rakyat,&#8221; katanya.</span></p>
<p><span> </span>Ia mengatakan, pada bulan April lalu pemerintah berencana menaikkan harga BBM, tapi PDIP menolak karena memberatkan rakyat. &#8221; Saya ingin begitu terpilih tanggal 15 Mei, esok harinya Mas Yoga turun bersama rakyat tolak kenaikan rakyat. Langsung gubernurnya menolak kenaikan BBM,&#8221; teriak Rieke.<br />
Jika kader PDIP memimpin kata Rieke maka segala masalah yang membelit rakyat seperti kenaikan harga BBM akan bisa diselesaikan. “Saya yakin di Bali pun akan seperti itu,” tegasnya. <strong>RED-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/07/pilih-pemimpin-jaga-identitas-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Megawati Tiba, Pedagang Pasar Guwang Histeris</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-tiba-pedagang-pasar-guwang-histeris/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-tiba-pedagang-pasar-guwang-histeris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 12:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27059</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnopurtri turun gunung melakukan kampanye untuk pemenangan pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS). Pada giliran kampanye paket PAS, Megawati blusukan ke pasar seni Guwang, Sukawati, Gianyar. Mega yang didampingi Ketua DPP Maruarar Sirait, Sekjen TMP Rieke Diah Pitaloka, Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto, calon gubernur [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com)-</strong></p>
<p>Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnopurtri turun gunung melakukan kampanye untuk pemenangan pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (PAS). Pada giliran kampanye paket PAS, Megawati blusukan ke pasar seni Guwang, Sukawati, Gianyar.</p>
<p>Mega yang didampingi Ketua DPP Maruarar Sirait, Sekjen TMP Rieke Diah Pitaloka, Wasekjen DPP PDIP Hasto Kristianto, calon gubernur dari PDIP, Anak Agung Ngurah Puspayoga dan sejumlah kader lainnya itu membagikan stiker dan dupa. Tak ayal, kedatangan mantan Presiden RI itu disambut histeris ribuan pedagang yang mayoritas perempuan itu. &#8220;Ibu Mega Ibu Mega belanja di sini,&#8221; teriak para pedagang saling bersahutan.</p>
<p>Mereka berteriak dan berebut bersalaman dengan putri Soekarno tersebut. Begitu Mega datang, para pedagang itu berdiri di pinggir toko mereka. Megawati menyalami mereka satu persatu sambil membagikan dupa berlogo PDIP dan kandidat PAS. Wisatawan pengunjung Pasar Seni Guang juga ikut berdesakan menyalami Megawati. Mereka pun berebut dupa yang diberikan Megawati.</p>
<p>Megawati menyempatkan diri berbelanja. Namun ia menolak ketika seorang pedagang menawarkan kaos berwarna biru dan kuning, lambang warna Demokrat-Golkar yang mengusung Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta). Pada Pilgub Bali 2008, Made Mangku Pastika yang berpasangan dengan Anak Agung Ngurah Puspayoga diusung PDI Perjuangan. &#8220;Ada warna merah tidak?&#8221; ucap Megawati Selasa 7 Mei 2013.</p>
<p>Megawati berjalan kaki mengelilingi pasar sembari menyalami satu persatu pedagang dan warga. Sesekali Megawati menanyakan harga harga barang oleh-oleh kerajinan kepada penjual. Beberapa barang kerajinan seperti tutup bambu, baju kaos dan lainnya diborong Mega.</p>
<p>Selain diisi belanja, kandidat Puspayoga dan tim pemenangannya membagi bagikan berbagai atribut seperti stiker, kaos hingga perlengkapan sembahyang seperti dupa wangi.  <strong>BOB-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/07/megawati-tiba-pedagang-pasar-guwang-histeris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampanye di Sidan Gianyar, Mangku Pastika: Tidak Pernah Tahura Disewakan</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/05/06/kampanye-di-sidan-gianyar-mangku-pastika-tidak-pernah-tahura-disewakan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/05/06/kampanye-di-sidan-gianyar-mangku-pastika-tidak-pernah-tahura-disewakan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 14:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=27037</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Masalah Tahura, bukan lagi menjadi Taman Hutan Rakyat, jelas Mangku Pastika didampingi Ketut Sudikerta dalam kampanye terbuka putaran ke-4 untuk pasangan PastiKerta di Wantilan Sidan, Gianyar, Senin sore (6/5). “Saya diberi tahu Ketua Komisi Satu 1 DPRD Bali, Made Arjaya, bahwa Tahura sudah jadi Taman Hutan Politik. Nuansa politisnya besar sekali, apalagi terus [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="EN-US">Gianyar (Metrobali.com)-</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Masalah Tahura, bukan lagi menjadi Taman Hutan Rakyat, jelas Mangku Pastika didampingi Ketut Sudikerta dalam kampanye terbuka putaran ke-4 untuk pasangan PastiKerta di Wantilan Sidan, Gianyar, Senin sore (6/5).</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">“Saya diberi tahu Ketua Komisi Satu 1 DPRD Bali, Made Arjaya, bahwa Tahura sudah jadi Taman Hutan Politik. Nuansa politisnya besar sekali, apalagi terus diberitakan media tertentu tanpa ada kofirmasi dari pihak terkait,” jelas Pastika, “Anehnya mereka ini tidak pernah masuk ke Tahura. Jadi tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya. Saya berkali kali masuk kesana, saya tahu persis banyak pohon bakau yang dililit plastik akarnya. Karena setiap hari ada empat truk sampah plastik yang masuk lewat sungai ataupun laut ke hutan bakau itu.” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Karena itu Mangku Pastika menanyakan pada Puspayoga saat debat di TV One, “Saya tanya berapa harga sewa, kalau disewakan atau berapa harga kontrak, bila dikontrakan. Eh dia jawab tidak tahu.” Kata Mangku pastika pantas tidak tahu, karena tidak pernah ikut terlibat dalam mengurus soal soal pemerintahan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Hal lain yang dibicarakan Mangku Pastika soal anggaran Pemprov Bali yang disinggung konstestan lain. Menurut Mangku Pastika setiap pos anggaran Pemprov Bali tidak langsung digunakan. Selama menunggu jatuh tempo, dananya didepositokan di BPD. Untuk aktivitas ini, usulan pemerintah sudah disetujui legislatif, “Kalau mereka mempersoalkan uang itu, artinya mereka melecehkan anggota DPRD Bali yang sudah menyetujui hal tersebut.” </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Menurut Mangku Pastika mereka yang selalu meributkan soal ini, tidak mengerti soal penganggaran, tidak pernah baca. Bagaimana kalau tidak mengerti, selalu menyalahkan pihak lain, tanpa mempelajari terlebih dahulu apa persoalannya. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Jurkam pada kampanye ini adalah Cok Budi Suryawan (CBS) yang minta agar warga Gianyar, untuk memilih Pasti Kerta dengan mencoblos nomor 2, “Agar pembangunan di Bali ini terus berlanjut.” Jurkam Ketut Suandi kembali mengingatkan bahwa dirinya dulu sempat berseberangan dengan Mangku Pastika karena menjadi ketua tim sukses calon gubernur Cok Budi Suryawan, “Tapi setelah tahu program Mangku Pastika sangat pro-rakyat maka saya dukung penuh pak Mangku dan Ketua saya di Golkar pak Ketut Sudikerta.”</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Anggota DPRD-RI Sumarjaya Linggih, meminta rakyat sadar bahwa Bali yang bertumpu pada pariwisata, memerlukan seorang pemimpin yang paham bagaimana membuat Bali aman, “Karena setiap saat ancaman baik kriminal lokal, narkoba dan kejahatan trans nasional akan terus ada. Maka perlu orang yang bisa menjaga dan mengembalikan keamanan di Bali. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="EN-US">Setelah kampanye di Gianyar, Mangku Pastika menghadiri kegiatan di Puri Pemecutan. Di sana Mangku Pastika disambut oleh Ida Cokorde Pemecutan dan keluarga. Selain disambut semeton puri, Pastika juga disambut warga  pemecutan. <strong>RED-MB</strong><br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/05/06/kampanye-di-sidan-gianyar-mangku-pastika-tidak-pernah-tahura-disewakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Women in Action :  Seni untuk Donasi Antikekerasan</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/04/26/women-in-action-seni-untuk-donasi-antikekerasan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/04/26/women-in-action-seni-untuk-donasi-antikekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 11:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=26281</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Sejumlah seniman menggelar pameran bersama bertajuk Women in Action di Museum Pendet, Ubud Gianyar. Pameran ini akan berlangsung mulai 28 April &#8211; 5 Mei mendatang. Menampilkan karya fotografi dari jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group) I Nyoman Wija, SE, Ak, MSi, serta lukisan dari Sanggar Anak Tangguh, dan lukisan dari Komunitas Seniwati Galler [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="msg-body inner  undoreset" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_7992">
<div id="yiv1900177527"><b id="yui_3_7_2_1_1366967744443_7998">Gianyar (Metrobali.com)-</b></div>
<div></div>
<div>Sejumlah seniman menggelar pameran bersama bertajuk <i>Women in Action </i>di Museum Pendet, Ubud Gianyar. Pameran ini akan berlangsung mulai 28 April &#8211; 5 Mei mendatang. Menampilkan karya fotografi dari jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Group) I Nyoman Wija, SE, Ak, MSi, serta lukisan dari Sanggar Anak Tangguh, dan lukisan dari Komunitas Seniwati Galler</p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8001" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">Pameran ini diselenggarakan oleh Bali Women Crisis Center (BWCC), yang merupakan sebuah lembaga layanan publik bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Bertujuan untuk menyosialisasikan gerakan kampanye penghapusan dan pencegahan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Di samping itu, dalam rangka memberdayakan peran masyarakat dan aparat penegak hukum serta pihak terkait lainnya dalam mengatasi sekaligus memberikan layanan pendampingan dan advokasi bagi perempuan dan anak korban kekerasan.</p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8002" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">Ni Ketut Madani Tirtasari, SH, selaku Direktur BWCC, berharap ajang pameran bersama ini nantinya dapat menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap beragam tindakan kekerasan yang dialami kaum perempuan dan anak. Dalam upaya menciptakan kesetaraan, pencapaian keadilan dan pencegahan kekerasan, serta penegakan hak-hak kaum perempuan dan anak yang berkaitan dengan hukum dan budaya di Bali. “Intinya, seni budaya sebagai media strategis untuk gerakan kampanye antikekerasan. Terutama kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak,” ujarnya.</p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8003" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">Menurutnya, sejumlah karya yang dipajang dalam pameran bersama ini akan dilelang dan hasilnya akan dipakai untuk pengembangan sumber daya manusia BWCC agar mampu menjalankan peran strategisnya secara berkelanjutan dalam memberikan layanan publik seperti pendampingan korban, program penelitian dan pelatihan, advokasi dan pengorganisasian, serta sosialisasi edukasi melalui kampanye dan media massa. “Sehingga terwujud sistem hukum yang adil dalam relasi kuasa baik personal, keluarga, masyarakat dan negara,” tegasnya.</p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8004" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">Lebih jauh, dia berharap para donatur ataupun darmawan yang peduli dengan gerakan kampanye antikekerasan bagi kaum perempuan dan anak dapat berpartisipasi aktif dan mengapresiasi pameran bersama ini dengan menyalurkan donasinya secara tulus iklas tanpa pamrih. “Mari tunjukkan kesadaran bahwa kita peduli terhadap perempuan dan anak, dengan menjadi donatur ataupun dermawan yang sejati, demi generasi muda Bali yang lebih baik ke depannya,” gugahnya.</p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8012" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">Sementara itu, I Nyoman Wija, sebagai peserta pameran, mengatakan sangat bangga dengan semangat dari BWCC untuk menggagas pameran bersama ini. Terlebih lagi, pameran ini bersifat sosial untuk kepentingan publik dalam rangka menyosialisasikan gerakan kampanye antikekerasan terhadap kaum perempuan dan anak. Untuk itulah, sejumlah karya fotografi saya yang dipajang dalam pameran bersama ini siap untuk dilelang dan hasilnya langsung disumbangkan. “Semoga saja hasil lelang dari fotografi saya ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia BWCC ke depannya,” harapnya, demi mewujudkan kesetaraan dan keadilan hukum bagi para korban kekerasan. Terutama kaum perempuan dan anak. <strong>WB-MB</strong></p>
<p class="yiv1900177527MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_8010" style="margin-bottom: 0.0001pt;text-align: justify">
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/04/26/women-in-action-seni-untuk-donasi-antikekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GUBERNUR  TANGKIL KE PURA SAMUAN TIGA</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/04/26/gubernur-tangkil-ke-pura-samuan-tiga/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/04/26/gubernur-tangkil-ke-pura-samuan-tiga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 11:10:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=26255</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com)- Bertepatan puncak karya Mapadudusan Alit Kahyangan Jagat di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta Ny. Ayu Pastika dan kepala SKPD Provinsi Bali pedek tangkil ngaturang sembah bakti guna berdoa memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk jagat Bali, Kamis (25/4) Purnama Sasih Jiyestha.  Pada kesempatan itu Gubernur juga diberikan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3363" style="font-size: 12pt">Gianyar (</span><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3366" style="font-size: 12pt">Metrobali.com)-</span></strong></p>
<p><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3366" style="font-size: 12.0pt">Bertepatan puncak karya Mapadudusan Alit Kahyangan Jagat di Pura Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta Ny. Ayu Pastika dan kepala SKPD Provinsi Bali<i id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3367"> pedek tangkil ngaturang sembah bakti </i>guna berdoa memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk <i id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3380">jagat</i> Bali, Kamis (25/4) Purnama Sasih Jiyestha.</span></p>
<p class="yiv5897014121MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3369" style="margin-bottom: .0001pt;line-height: normal"><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3370" style="font-size: 12.0pt"> Pada kesempatan itu Gubernur juga diberikan kehormatan secara simbolis menyerahkan polis asuransi bagi pengempon Pura Samuan Tiga. Polis asuransi tersebut diselenggarakan oleh LPD Desa Bedulu, Gianyar. Gubernur bahkan bergabung dalam asuransi tersebut bersama istri dan ketiga anaknya dengan menyerahkan iuran kepada Jro Bendesa Adat Bedulu.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="yiv5897014121MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3372" style="margin-bottom: .0001pt;line-height: normal"><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3373" style="font-size: 12.0pt"> Pura Samuan Tiga sendiri merupakan tempat yang bersejarah bagi Pastika dimana tahun 2004 ia mengukuhkan terbentuknya MUDP Provinsi Bali.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="yiv5897014121MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3375" style="margin-bottom: .0001pt;line-height: normal"><span id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3376" style="font-size: 12.0pt"> Setelah Puncak Karya tanggal 25 April 2013, rangkaian piodalan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan seperti Odalan Batara Dalem Puri tanggal 3 Mei kemudian ada pula Melasti Ngubeng tanggal 6 Mei 2013 dan diakhiri dengan Nyepiang Karya tanggal 10 Mei 2013<strong>. DP-MB</strong><br />
</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p class="yiv5897014121MsoNormal" id="yui_3_7_2_1_1366967744443_3377" style="margin-bottom: .0001pt;line-height: normal"><span style="font-size: 12.0pt"> </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/04/26/gubernur-tangkil-ke-pura-samuan-tiga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mangku Rata: Jelang Pilgub Bali, Jangan Tunjukkan Arogansi Berlebihan</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/04/19/mangku-rata-jelang-pilgub-bali-jangan-tunjukkan-arogansi-berlebihan/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/04/19/mangku-rata-jelang-pilgub-bali-jangan-tunjukkan-arogansi-berlebihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 10:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=25786</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com) -  Pemilihan kepala daerah cendrung menimbulkan gesekan antar pendukung masing-masing pasangan, Karena itulah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komisi Nasional Penyelamatan Aset Negara (DKD Komnaspan) Gianyar, Pande Mangku Rata, mengajak semua masyarakat untuk ikut menjaga keamanan. Menurut Mangku Rata, Aset yang perlu masyarakat Bali selamatkan adalah Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan atau penyamabrayaan. Karena merupakan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv1799269414">
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11608">
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11607" style="color: #000;background-color: #fff;font-family: times new roman, new york, times, serif;font-size: 12pt">
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11606">
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11612"><strong><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11613" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Gianyar (Metrobali.com) - </span></strong></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11615" style="color: #000000;font-size: 16px;font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif;background-color: transparent;font-style: normal"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11614" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Pemilihan kepala daerah cendrung menimbulkan gesekan antar pendukung masing-masing pasangan, Karena itulah Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komisi Nasional Penyelamatan Aset Negara (DKD Komnaspan) Gianyar, Pande Mangku Rata, mengajak semua masyarakat untuk ikut menjaga keamanan.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11617"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11616" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Menurut Mangku Rata, Aset yang perlu masyarakat Bali selamatkan adalah Keamanan, Ketertiban dan Kenyamanan atau penyamabrayaan. Karena merupakan salah satu aset penompang pariwisata di Bali.  Karena itulah, dirinya berharap kepada masyarakat Bali untuk cerdas memilih pemimpin, utamanaya pemimpin yang mampu menjaga aset Bali tersebut. “Pemilih harus berpikir cerdas, jangan sekedar memilih saja. tetapi pilihlah pemimpin yang bisa mnjaga aset Bali, demi kelancaran pariwisata di Bali,” tegasnya.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11619"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11618" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Begitu juga dengan tim pemenangan, jangan menghalalkan segala cara untuk mencapai kemenanagan kandidat yang diusungnya, tanpa mempertimbangkan kerukunan, ketertiban dan penyamabrayaan. “tim kampanye dan kandidat jangan menunjukan arogansin yang berlebihan, seperti saling pitnah atau saling menjelekkan yang dampaknya bisa merusak penyamabrayaan di Bali. Apalagi membuat isu yang tidak jelas,” ungkapnya.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11621"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11620" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Sebagai orang Bali, harus sadar kalau Bali adalah milik orang Bali, Bali bukan milik partai tertentu, karena itu sebagai masyarakat Bali jangan mau didikte oleh partai-partai tertentu. “Kita jangan mau didikte oleh partai tertentu, tetapi mari kita bersama-sama menjaga penyamabrayaan. Partai dan pilihan boleh beda, tetapi sikap penyamabrayaan harus dikedepankan,” terangnya.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11623"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11622" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Begitu juga dengan pejabat politik dan jugabirokrasi, termasuk Perbekel agar menjaga netralitas dalam pilgub mendatang. “Pejabat politik dan birokrasi, lebih-lebih Perbekel yang dilih langsung oleh masyarakt agar menjaga independensinya, sehinggga tidak merusak tatanan yang sudah berjalan dengan baik,” ujar pria asal Beng, Gianyar ini.</span></div>
<div id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11625"><span id="yui_3_7_2_1_1366364431929_11624" style="font-family: times new roman,new york,times,serif">Begitu juga dengan KPU sebagai penyelenggara Pilgub dan juga Panwaslu agar melaksanakan tugas sesuai aturan, sehingga Pilgub Bali bisa berjalan dengan aman, tertib dan damai tanpa adanya gesekan dari kedua belah pihak. “Jangan karena Pilgub, masyarakat Bali terpecah belah,” tegasnya. <strong>TRA-MB</strong></span></div>
</div>
</div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/04/19/mangku-rata-jelang-pilgub-bali-jangan-tunjukkan-arogansi-berlebihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pawai Budaya “Taksu” Gianyar Diikuti 4.000 Seniman</title>
		<link>http://metrobali.com/2013/04/18/pawai-budaya-taksu-gianyar-diikuti-4-000-seniman/</link>
		<comments>http://metrobali.com/2013/04/18/pawai-budaya-taksu-gianyar-diikuti-4-000-seniman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 14:29:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sutiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali Region]]></category>
		<category><![CDATA[Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[Metro Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Top News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://metrobali.com/?p=25738</guid>
		<description><![CDATA[Gianyar (Metrobali.com) -  Pawai Budaya serangkaian Hari Jadi Kota Gianyar ke- 242 dibuka Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata, disambut antusias masyarakat di Depan Open Stage Balai Budaya Gianyar, Kamis (18/4). Pawai yang dilaksanakan di Pusat Kota Gianyar membuat panggung terbuka Balai Budaya sesak oleh seniman dan warga yang mengikuti pelaksanaan pawai. Bupati Agung Bharata [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar (Metrobali.com) - </strong><br />
Pawai Budaya serangkaian Hari Jadi Kota Gianyar ke- 242 dibuka Bupati Gianyar AA Gde Agung Bharata, disambut antusias masyarakat di Depan Open Stage Balai Budaya Gianyar, Kamis (18/4).<br />
Pawai yang dilaksanakan di Pusat Kota Gianyar membuat panggung terbuka Balai Budaya sesak oleh seniman dan warga yang mengikuti pelaksanaan pawai.<br />
Bupati Agung Bharata menyatakan bahwa tema parade budaya “Taksu” memiliki arti penting bagi Seniman dan masyarakat Gianyar.<br />
Tema Taksu diharapkan bisa mengembalikan jati diri Gianyar sebagai Bumi Seni. Sebagai bangsa yang besar selalu mengakui sejarah masa lalunya dan tidak akan pernah melupakan sejarah. Maka peringatan ini wajib dilaksanakan dan nantinya diharapkan sebagai momentum menuju Gianyar Bagus ( Bersih, Alami, Giat, Berbudaya dan Sejahtra). Agung Bharata juga apresiasi seniman dan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pawai. Terbukti saat pawai budaya dilaksanakan diikuti lebih dari 4.000 seniman.<br />
Plt Sekda Kab. Gianyar, Ida Bagus Gaga Adisaputra menyatakan pentingnya menunjukkan jati diri dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat dalam membagun daerah dan desanya yang tentunya berlandaskan Tri Hita Karana. Bumi Seni yang didukung ribuan seniman menjadikan Gianyar semakin terkenal tidak hanya di dalam negeri, bahkan sampai ke luar negeri. Pawai yang menampilkan potensi masing-masing kecamatan, diikuti semua kecamatan dan peserta partisipasi lainnya.<br />
Partisipasi warga diharapakan bisa memotivasi masyarakat dalam memahami dan memaknai sejarah lahirnya Kota Gianyar dan turut berbuat bersama dan berperan setara dalam membangun Gianyar. Generasi muda juga diharapkan mulai giat dalam pelestarian dan pengembangan Budaya.<br />
Banyaknya kegiatan merupakan upaya pemerintah dalam menyerap segala potensi yang ada di masyarakat. Masyarakat diharapkan mengembangkan kreativitas guna menunjang Bumi Seni Gianyar.<br />
Pawai yang dilaksanakan pukul 14:00 wita dimulai dari jalan di sebelah selatan Lapangan Astina menuju panggung kehormatan Balai Budaya dan pawai berakhir di Terminal Kebo Iwa Gianyar.<br />
Pawai diawali dengan iringan Marching Band dari Universitas Udayana sebagai pembuka, selanjutnya akan diikuti partisipasi dari Perhimpunan Olah Raga Baru Bedulu, diikuti SMK N 3 Sukawati dengan membawakan Indra Cakra Bhuwana. Selanjutnya Kecamatan Payangan dengan tema Nyaum di urutan keempat. Kecamatan Tegallalang dan Ubud dengan tema Markandeya Purana. Selanjutnya di utrutan ke tujuh Kecmatan Tampaksiring dengan tema pawai Calonarang. Kecamatan Sukawati di Urutan ke Delapan dengan tema Ki Pasung Grigis. Gianyar dengan Karamen I Katulikup. Blahbatuh dengan Pesraman Yogadiparama Guhya. Dan pawai ditutup dengan penampilan Adi Merdangga dari komunitas Seniman Muda Gianyar.<br />
Pawai berlangsung tertib dan penuh kreativitas tanpa mengurangi arti makna pawai, bahkan banyak potensi yang terpendam bisa ditampilkan dalam pawai. Hal ini bisa terujud akibat peranan Listibiya di semua kecamatan. Salah satu bentuk partisipasi dari Universitas Udayana menampilkan Marching Band yang dibawakan lebih dari 80 orang, dan diberikan kesempatan paling awal dalam mengikuti pawai. dan ditutup oleh Komunitas Seniman Muda Gianyar yang menampilkan Adimerdangga. Konsep pawai seluruhnya memiliki konsep kolosal, atraktif, dinamis, serta mengandung unsur estetika. <strong>TRA-MB</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://metrobali.com/2013/04/18/pawai-budaya-taksu-gianyar-diikuti-4-000-seniman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
