Caleg Denpasar Sepakat Wujudkan Pemilu Damai

Metro Bali
single-image

12-partai-peserta-pemilu-2014

Denpasar (Metrobali.com)-

Sebanyak 15 perwakilan calon legilatif dari 12 partai politik di Kecamatan Denpasar Selatan yang ikut bertarung dalam Pemilihan Umum Legislatif 2014 sepakat untuk mewujudkan pemilu damai.

“Kesepakatan ini merupakan upaya polisi dan TNI bersama sejumlah pihak terkait untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dalam Pemilu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Denpasar Selatan Komisaris Nanang Pri Hasmoko, Kamis (13/3).

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung di Markas Polsek Denpasar Selatan yang disaksikan Kapolsek Denpasar Selatan, Komandan Rayon Militer 1611-02 Denpasar Selatan Kapten Infantri Budianto dan Camat Denpasar Selatan Anak Agung Gede Risnawan.

Selain itu penyelenggara Pemilu tingkat kecamatan juga turut menyaksikan penandatanganan kesepakatan itu di antaranya Ketua Panitia Penyelenggara Kecamatan Ida Bagus Arwata, Ketua Pengawas Kecamatan Denpasar Selatan, I Ketut Suandi, dan Majelis Alit Desa Pekraman Kecamatan Denpasar Selatan, I Made Sutamba.

Kesepakatan tersebut berisi lima butir di antaranya para perwakilan partai politik peserta pemilu legislatif itu sepakat untuk menaati segala ketentuan hukum dan menjunjung etika politik damai, menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran, sanggup mengendalikan dan mengawasi massa pendukung parpol.

Selain itu juga disepakati untuk menaati proses hukum yang dilakukan polisi dan proses peradilan serta proses admistrasi Panwas dan KPU jika terjadi pelanggaran baik Pemilu maupun pidana.

Terakhir, mereka juga sepakat untuk menerima segala keputusan KPUD Denpasar terkait hasil penghitungan suara Pemilu Legislatif di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan.

Nanang mengharapkan para caleg dan parpol menaati dan memahami kesepakatan tersebut untuk mewujudkan pesta demokrasi yang damai dan lancar.

Apabila mereka melanggar kesepakatan, kata dia, pihaknya akan menindak tegas jika ada unsur pidana.

“Kami akan tindak tegas jika ada unsur pidana. Kalau mereka melanggar, pastinya melanggar etika dan moral di masyarakat,” ucapnya.

Bagikan :
Baca Juga :
Disdik Kota Makassar Gandeng IWO Sulsel Perangi Berita Hoax

Leave a Comment

Your email address will not be published.