Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bupati Gde Agung Mendem Pedagingan di Pura Puseh Sekarmukti

Metro Bali
single-image

Mangupura (Metrobali.com)-

Krama Desa Adat Sekarmukti, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Minggu (3/3) kemarin melaksanakan karya melaspas dan mendem pedagingan di Pura Puseh, Desa Adat Sekarmukti. Upacara yang dipuput Ida Pedanda Gede Dangin Gria Gede Carangsari tersebut dihadiri Bupati Badung A.A. Gde Agung bersama Ketua DPRD Badung I Nyoman Giri Prasta. Bupati Gde Agung mengikuti rangkaian karya dengan mendem pedagingan disalah satu pelinggih. Upacara tersebut disaksikan oleh pemangku Pura Pucak Mangu dan Pura Pucak Bon, Camat Petang I Nyoman Warta, Bendesa Adat Sekarmukti I Nyoman Suada, Perbekel Belok Sidan Nyoman Warta serta para kelian adat/dinas se Desa Belok Sidan.

Bupati Gde Agung menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung selalu mendukung pelaksanaan yadnya yang dilaksanakan krama Badung. Menurut Bupati pelaksanaan yadnya harus didasari oleh hati yang suci dan tulus iklas serta rasa kebersamaan, saling asah, asih, asuh salunglung sabayantaka diantara krama. “Kami harapkan karya ini dapat berjalan dengan baik dan semoga ida bhatara senantiasa melindungi dan meberikan keselamatan bagi kita semua,” tambah Bupati. Pada kesempatan tersebut Bupati menghaturkan dana punia sebesar Rp. 50 juta, Ketua DPRD Badung medana punia Rp. 25 juta yang diterima pemucuk karya I Nyoman Sudiana.

            Pemucuk Karya Nyoman Sudiana mengatakan, karya melaspas dan mendem pegadingan ini merupakan rangkaian dari Karya Memungkah, Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, Mepedanan, Mepeselang, Medasar Tawur Balik Sumpah Madya yang puncaknya dilaksanakan pada buda umanis julungwangi 13 Maret mendatang. Karya ini dilaksanakan juga serangkaian telah selesainya pembangungan pelinggih pura termasuk bale lantang dan bale kulkul. “Pembanguan dilakukan secara bertahap dimulai tahun 2009 lalu. Biaya yang dihabiskan mencapai Rp. 400 juta. Sementara biaya upakara diperkirakan mencapai Rp. 600 juta,” terangnya.

Baca Juga :
Perdana Menteri Armenia positif terjangkit COVID-19

Nyoman Sudiana menambahkan, sumber dana yang dapat dikumpulkan dari bantuan Pemeritah Provinsi Bali, Pemkab Badung, Desa Adat, serta urunan krama desa pengarep berjumlah 26 KK masing-masing mengeluarkan urunan Rp. 2 juta ditambah urunan krama desa adat berjumlah 186 KK dimana masing-masing dikenai biaya Rp. 1 juta, juga dari punia dapat terkumpul Rp. 45 juta. Mengenai dudonan karya, kata Sudiana, setelah melaspas akan dilanjutkan dengan melasti ke segara batu bolong pada 6 Maret 2013, Tawur Balik Sumpah lan Pedanan pada 11 Maret 2013 dan Puncak Karya 13 Maret 2013. GUNG-MB

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.