Bupati Artha Bantah Jembrana Dapat Shortcut

Metro Bali
single-image

Bupati Jembrana I Putu Artha (5)

Bupati Jembrana I Putu Artha
Jembrana (Metrobali.com)-

Memperlancar arus lalu lintas di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, di Kabupaten Jembrana akan dibangun shortcut (jalan pintas).

Dari tujuh shortcut yang diusulkan, Pemprov Bali hanya mendapat lima. Satu diantaranya rencananya akan dibangun di Kabupaten Jembrana tahun 2016 ini. Sedangkan empat lainnya akan dibangun di dua kabupaten yakni Buleleng dan Tabanan.

Rencana pembangunan shortcut sempat dilontarkan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta kepada sejumlah awak media saat meninjau jembatan Dangin Tukadaya di Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, yang putus, Senin (25/1) lalu.

Pernyataan Wagub Bali tersebut dibantah Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Sekda Jembrana Gede Gunadnya dan sejumlah SKPD, Jumat (29/1).

Kepada awak media Bupati Artha mengatakan kalau Kabupaten Jembrana tidak mendapat jatah pembangunan shortcut.

“Dari hasil koordinasi, Bali mendapat 10 shortcut, tapi semuanya dibangun di kabupaten lain di Bali. Jembrana tidak mendapat jatah shourtcut” tandas Artha.

Justru yang akan dibangun pihak Balai di Jembrana menurut Artha, dua jembatan penghubung di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, yakni Jembatan Tukadaya di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya dan Jembatan Bilukpoh di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

“Rencananya tahun 2016 ini, saya harap bisa terlaksana” ungkapnya. MT-MB

Bagikan :
Baca Juga :
Catatan Kinerja Kejaksaan Penanganan Korupsi Sampai 2015 : Progresnya Bagus, Tapi Tebang Pilih Masih Terasa

Leave a Comment

Your email address will not be published.