Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Budaya Tradisional Punya Kaitan Dengan Perubahan Ekonomi

Metro Bali
single-image

Dr Ketut Sumadi

Denpasar (Metrobali.com)-

Pengamat seni budaya, adat dan agama Dr I Ketut Sumadi mengatakan, budaya tradisional mempunyai keterkaitan dengan proses perubahan ekonomi, sosial dan politik masyarakat pendukungnya.

“Budaya tradisional dapat berperan positif untuk mendorong laju modernisasi, sehingga memiliki ciri yang dinamis dan selalu mengalami perubahan sesuai kekuatan dan tantangan yang dihadapi,” kata Sumadi yang juga Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Sabtu (13/12).

Ia mengatakan, dengan demikian budaya tradisional yang terus berkembang dan menjadi tumpuan untuk berkreativitas dan inovasi.

Dengan demikian kebudayaan Indonesia merupakan satu sosok kebudayaan yang hidup, tumbuh dan terus berkembang dibingkai dengan nuansa sosial religius dan spiritualitas.

Sumadi menambahkan, bingkai sosial tersebut memusatkan perhatian pada tatanan institusi sosial para pendukung kebudayaan melintasi ruang dan waktu. Ada keterkaitan timbal balik antara prilaku pendukung (agen) dengan bentuk struktur budaya suatu masyarakat.

Struktur sosial tersebut menjadi institusi sosial oleh pendukungnya, sehingga memegang peran penting dalam menjaga dan memberdayakan budaya untuk kesejahteraan hidup masyarakat.

Ketut Sumadi menjelaskan, institusi sosial sebagai kumpulan praktik-praktik yang mengedepankan tatanan simbolik, institusi politik, hukum dan ekonomi, disamping memusatkan perhatian terhadap perubahan sosial.

Semua itu memberikan inspirasi tentang fenomena global-lokal yang perlu dicermati dalam menjaga ketahanan peradaban bangsa, menegakkan NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Semua itu memberikan ruang dan waktu kepada seluruh warga negara Indonesia untuk melakukan praktik sosial religius, mengasah spiritualitas, melakukan proses belajar mengajar sehingga menjadi manusia Indonesia seutuhnya, ujar Ketut Sumadi. AN-MB 

activate javascript

Bagikan :
Baca Juga :
Nil Maezar: Kami Bermain Bagus, Finishing Buruk

Leave a Comment

Your email address will not be published.