Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BPR Kanti Raih Dua Penghargaan di Indonesia Human Capital Award V 2019, Satu-Satunya BPR Terapkan HRIS

Metro Bali
single-image

Foto: Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba S.E.,M.M., (nomor dua dari kiri) saat menerima penghargaan Indonesia Human Capital Award V 2019 di Jakarta belum lama ini.

Gianyar (Metrobali.com)-

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kanti terus banjir prestasi dan apresiasi tingkat nasional yang membuktikan BPR ini tidak lelah berinovasi dan siap menghadapi berbagai tantangan di era Revolusi Industri 4.0.

Yang teranyar BPR yang berkantor pusat di Jl. Batuyang, Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar ini menyabet dua kategori penghargaan sekaligus di ajang “Indonesia Human Capital Award V 2019”.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri Kamis, 16 Mei 2019 bertempat di  Balai Kartini, Jakarta Selatan. Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba S.E.,M.M., hadir langsung menerima penghargaan ini bersama sejumlah penerima penghargaan lainnya dari sejumlah perusahaan di seluruh Indonesia.

Dua kategori penghargaan yang berhasil diraih BPR Kanti  yang bernaung di bawah PT BPR Sukawati Panca Kanti ini yakni “Best Human Capital in Enterpreneurial 2019” dan “Best Human Capital for Finance Industry” dalam kategori Rural’s Bank Company dengan aset Rp 250 miliar hingga Rp 500 miliar.

Human Capital Award 2019 ( IHCA-V-2019) diprakarsai oleh Economic Review. Penghargaan diberikan kepada beberapa perusahaan terbaik dalam negeri yang telah mampu mempertahankan pengembangan SDM/HC-nya untuk siap menghadap era 4.0

Acara ini terselenggara bekerja sama dengan Perbanas Institute, IPMI International Business School, NABI Group, Thomas lnternational, Indonesia Asia Institute serta ldeku Group.

Human Capital Award 2019 merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada perusahaan di Indonesia dengan tujuan mendorong praktik pengembangan SDM guna meningkatkan Human Capital Index secara global.

Dengan mengusung tema “Entering Future Human Capital with Digital & Strategic Proposition on Industry 4.0”, penghargaan Indonesia Human Capital Award 2019 ( IHCA-V-2019) memaparkan strategi SDM/HC dalam meningkatkan kinerja perusahaan akibat dampak Revolusi lndustri 4.0”.

Baca Juga :
Yunnan Jajaki Peluang Kerjasama Dengan Bali

Hal ini sejalan dengan Program Kementerian Ketenagakerjaan terkait “Gerakan SDM Indonesia Kompeten 2019” yakni untuk mencetak 900 ribu SDM kompeten.

Di era 4.0 yang dibutuhkan kecepatan, sesuatu yang costumize, lebih khusus, spesiflk. Oleh karenannya untuk menjawab kebutuhan SDM di era 4.0 mengedukasi SDM menjadi hal penting. Lalu disertai oleh peningkatan soft skill dengan salah satu fokusnya adalah leadership dan membangun reIationship.

Berhasil Terapkan HRIS Hadapi Revolusi Industri 4.0

Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba S.E.,M.M., mengatakan pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM di BPR yang hingga kini sudah punya 10 kantor cabang di seluruh Bali itu.

Dua penghargaan yang diraih BPR Kanti dalam ajang “Indonesia Human Capital Award V 2019” tidak terlepas dari berbagai inovasi dalam pengelolaan SDM yang juga mengikuti dinamika kemajuan teknologi di tengah era VUCA (Voltality, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).

Salah satunya yang menonjol adalah BPR Kanti telah menerapkan Human Resource Information System (HRIS). “Bahkan kami satu-satunya BPR yang punya HRIS, BPR lain belum. Ini kami lakukan agar siap hadapi Revolusi Industri 4.0,” ungkap Amitaba ditemui Senin (3/6/2019).

Human Resource Information System (HRIS) ini semacam sistem informasi untuk pengelolaan  SDM dengan juga berbasis IT namun dilakukan sendiri oleh para karyawan (self input). Misalnya terkait data karyawan baik yang berkaitan dengan data personal maupun data harian seperti jumlah hari kerja, cuti, termasuk data training karyawan.

Di dalam HRIS juga ada KPI (Key Performance Index) yang mampu mengukur kinerja karyawan berdasarkan data-data yang diinput. Namu juga telah disiapkan sistem untuk cross check (mengecek validasi data yang dimasukkan karyawan) sehingga semua menjadi valid, transparan dan akuntabel.

Baca Juga :
Bali Lakukan Penanganan Penyakit "Zoonosis" Dengan Pencegahan

“HRIS ini mempermudah manajemen SDM. Data karyawan pindah ke teknologi, jadi kami juga punya big data,” imbuh Amitaba.

Hingga saat ini BPR Kanti total mempunyai 160 orang karyawan yang tersebar di satu kantor pusat dan 10 kantor cabang. Bahkan rencananya tahun ini akan ditambah 100 karyawan baru lagi yang sebagian besar juga untuk menempati posisi tenaga marketing atau pemasaran. (wid)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.