Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bonceng Anak Tabrak Mobil Parkir, Seorang Anak Tewas

Metro Bali
single-image

Tabanan (Metrobali.com ) –

Jika anda membonceng anak sebaiknya  harus berhati-hati karena bisa kehilangan keseimbangan seperti yang dialami salah seorang pengendara sepeda motor  Gusti  Agung Ayu Made  Mariani (31) asal  Batuaji, Kerambitan, Tabanan, menabrak mobil yang sedang parkir di depan Toko Mebel Kharisma Perkasa  di Jalan Gajah Mada,Tabanan.

Peristiwa ini terjadi Minggu (1/12) saat  ibu muda ini  mengendarai sepeda motor Yamaha  Mio Nomer Polisi DK 5426 HK  memboceng  tiga anaknya  I Gusti  Agung Made  Bagus Pradipta Wibawa (3 tahun)   Gusti  Agung Ayu Putu  Dila Maharani (9 tahun)  dan  Gusti Ayu Made  Cindi  Oktaviani (14 tahun). 

Keterangan  Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Utariani, bahwa pengendara motor Yamaha Mio kehilangan keseimbangan dan kurang hati-hatinya dan  menabrak mobil  bagian belakang mobil Pick Up nomer polisi DK 9840 GV yang sedang parkir.

Pengendara sepeda motor  Yamaha Mio mengalami luka robek pada bagian  dagu sedangkan  yang dibonceng anaknya  I Gusti  Agung  Made  Bagus Pradipta Wibawa (3 tahun) mengalami luka memar pada dada dan tewas di Rumah Sakit Umum Tabanan. Kasus kecelakaan ini masih di tangani jajaran lalu lintas Polres Tabanan. EB-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana WN AS
1 Comment
  1. Avatar
    Nang Kiyul 6 years ago
    Reply

    Turut prihatin, mungkin Ibu itu berniat membahagiakan anak2nya, tapi diluar hal tsb semoga jadi pelajaran bagi siapapun bahwa anak2 berhak atas keamanan dirinya di jalan raya. Bonceng 3 itu sudah jelas menyulitkan apalagi anak-anak. Pak Polisi, ke depan hentikan saja para orang tua yang tidak memperhatikan keselamatan anak2 mereka.Jangan banci dan lembek di jalan. Jika mereka tidak sadar, maka gunakan wewenang Anda untuk menyelamatkan mereka. Tilang saja setingginya, itu lebih baik daripada anak bangsa kehilangan nyawa yang tak terbayarkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.