BOM JAKARTA – Afif pendiam dan pernah ditangkap

Metro Bali
single-image

teroris bom jkt

Salah satu pelaku serangan teror di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), yang kemudian diketahui bernama Afif. (XINHUA/Veri Sanovri)
 
Subang, Jawa Barat (Metrobali.com)-
Afif alias Sunakim, warga Desa Kalensari, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang dinyatakan sebagai terduga pelaku serangan teror di Jl. Thamrin, Jakarta Pusat, dikenal tetangga-tetangganya sebagai orang yang pendiam.  Sedangkan kepala desa di sini mengakui pernah menerima surat dari polisi bahwa Afif ditangkap karena bergabung dengan pelatihan teroris di Aceh.

Sejumlah tetangga Afif di sekitar Dusun Krajan 1, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, menyebut Afif berkepribadian baik.

“Afif itu anak yang baik. Tetapi saya tidak tahu setelah lulus SMP. Ia sekolah di luar daerah,” kata Jejen, tetangga Afif.

Afif adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Jenal dan Mur. Ia menjalani pendidikan dasar hingga SMP di kampung halamannya.

Kemudian melanjutkan pendidikan ke STT Texmaco, Cipeundeuy, Subang. Selama bersekolah di STT Texmaco, Afif tidak pulang ke Subang, melainkan ke rumah kakeknya di Karawang.

Warga Dusun Krajan I lainnya, Sarwita, menyatakan sejak sekolah di STT Texmaco Afif jarang pulang ke kampung halamannya sampai menikah pada 2007.

“Pada awalnya kita ragu kalau Afif itu terlibat dalam peristiwa peledakan bom di Jakarta, karena tidak ada gelagat yang mencurigakan dari sosok Afif,” kata Sarwita.

Tetapi setelah polisi mengumumkan Afif terlibat dalam serangan teror itu, mereka baru percaya. Itu pun banyak warga yang tidak menyangka seorang rekan sekampung mereka terlibat teror di Jakarta.

Kapolsek Klari Kompol A Mulyana menyatakan Afif pernah ber-KTP dengan alamat Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang.

Ia mengakui polisi-polisi dari Polres Karawang dan Densus 88 mendatangi daerah sekitar Desa Duren pada Kamis malam atau beberapa jam setelah serangan Teror Thamrin.

Baca Juga :
Presiden: Masa Saya Baru Berumur 4 Tahun Dituduh PKI?

Sementara itu, Kepala Desa Duren Abdul Halim mengakui Afif memang pernah tinggal di daerahnya, tetapi sejak 2010, Afif dan keluarganya menghilang.

Pindahnya Afif dan keluarga itu diketahui setelah Halim mendapatkan surat dari kepolisian Aceh yang menyatakan Afif ditangkap karena bergabung dalam pelatihan kelompok teroris di Aceh.

“Saat itu saya hendak mengantarkan surat itu ke rumah Afif, untuk disampaikan ke keluarganya. Tetapi ketika itu rumahnya sudah sepi,” kata dia. Sumber : Antara

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.