BNPB : Penanganan Bencana Jadi “Soft Diplomacy” Indonesia

Metro Bali
single-image

Sutopo Purwo Nugroho 2

Jakarta (Metrobali.com)-

Pengalaman dan kepiawaian dalam menangani berbagai bencana menjadi bagian dari andalan “soft diplomacy” Indonesia dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara yang rawan bencana, kata seorang pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Ada hal-hal yang sifatnya ‘hard policy’ sering tidak bisa diputuskan, tapi begitu urusan bencana bisa. Ini menyangkut urusan kemanusiaan,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Jumat (19/9)

Diplomasi lunak melalui kerja sama mitigasi bencana itu menonjol di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam upaya Indonesia meningkatkan hubungan luar negerinya dengan banyak negara di kawasan Asia Pasifik, katanya.

“Negara-negara di Asia Pasifik seperti Timor Leste, Fiji, Samoa, dan Papua New Guinea, misalnya, sering berkoordinasi dengan kita untuk penanganan bencana karena menghadapi tipe bencana yang serupa,” kata Sutopo.

Menurutnya, penanganan bencana bisa dengan mudah menjadi dasar bagi sejumlah negara untuk menjalin kerja sama, memperbaiki hubungan diplomasi, dan menyelesaikan masalah yang tidak bisa diatasi melalui jalur lobi politik konvensional.

Dalam kasus Indonesia, katanya, negara seperti Israel dan Fiji di Kepulauan Pasifik Selatan menjadi negara yang pernah “bersentuhan” ketika terlibat dalam penanganan bencana yang terjadi di dalam dan luar negeri.

“Saat Tsunami 2004 kita tidak punya hubungan diplomasi dengan Israel, tapi mereka memberi bantuan. Begitu juga saat gempa di Fiji, kita ikut membantu dan mereka juga belajar ke kita,” katanya. AN-MB 

Bagikan :
Baca Juga :
Budaya Pop Jepang, Digemari dan Lekat di Hati

Leave a Comment

Your email address will not be published.