Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

BNNK Buleleng Unjuk Gigi Lakukan Test Urine Pejabat di Buleleng

Metro Bali
single-image

Keterangan foto: Kamis (1/11) di ruang kerja Wakil Ketua II DPRD Buleleng, BNNK Buleleng melakukan test urine kepada Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka, Wakil Ketua DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya dan Dandim 1609/Buleleng, Letkol. Inf. Verdy de Irawan, dan Kepala BNNK Buleleng, AKBP. Gede Astawa/MB

Buleleng, (Metrobali.com) –

Keberadaan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng tampaknya akan menjadi momok tersendiri bagi penggiat narkoba. Bagaimana tidak, pasalnya setelah sebelumnya melakukan sosialisasi terhadap bahaya laten yang ditimbulkan narkoba, kini BNNK melakukan aksi test urine dengan menyasar para pejabat di Kabupaten Buleleng.

Seperti yang terlihat pada Kamis (1/11) di ruang kerja Wakil Ketua II DPRD Buleleng, BNNK Buleleng melakukan test urine kepada Sekda Buleleng Dewa Ketut Puspaka, Wakil Ketua DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya dan Dandim 1609/Buleleng, Letkol. Inf. Verdy de Irawan, dan Kepala BNNK Buleleng, AKBP. Gede Astawa.

Kronologis dilakukannya test urine narkoba diruang kerja Wakil Ketua II DPRD Buleleng, berawal dengan adanya rapat anggota DPRD Buleleng dengan pihak eksekutif guna membahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2019. Sebelum dilaksanakannya rapat, mereka ini membahas usulan dari BNNK Buleleng ke Pemkab Buleleng terhadap sarana dan prasarana yang kini diperlukan BNNK Buleleng. Sedangkan dari Dandim, membahas mengenai rencana TMMD yang bakal digelar nanti di Kabupaten Buleleng.

Selanjutnya disela-sela perbincangan tersebut, muncul beberapa petugas BNNK Buleleng dengan membawa sejumlah peralatan test urine. Sontak saja para pejabat itu terkesan terkejut, mengingat mereka itu langsung di test urine. Patut disyukuri, bahwa dari test dadakan itu tidak ada yang positive narkoba karena hasilnya di nyatakan negatif narkoba. Tampaknya orang nomor satu di jajaran birokrat Pemkab Buleleng yakni Sekda Buleleng membuat kejutan juga dengan memanggil sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemkab Buleleng dan pimpinan BUMD yang bakal mengikuti rapat dengan anggota DPRD Buleleng. Ternyata dari 8 pimpinan SKPD dan BUMD yang melakukan test urine, hasilnya juga negatif narkoba.

Usai pelaksanaan test urine terhadap beberapa pejabat tinggi itu, Sekda Dewa Puspaka mengatakan untuk memerangi narkoba, Pemkab Buleleng wajib memberikan dukungan agar BNNK Buleleng bisa menjalankan tugas dengan baik. “Bentuk dukungan Pemkab, salah satu diantaranya dengan membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dinilai standar dalam melaksanakan tugasnya. “Test urine secara spontanitas ini cukup bagus, sebagai bentuk dukungan terhadap BNNK” ujarnya.”Semua pihak bersinergi untuk ikut memberantas narkoba di Kabupaten Buleleng,” ucap tegas Dewa Puspaka.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Buleleng, Made Adi Purnawijaya menegaskan bahwa test urine dilakukan secara spontanitas. Artinya test urine dengan menyasar para pejabat, sebagai wujud percontohan dimana sebagai pejabat bersih dan tidak terlibat narkoba.”Selaku unsur pimpinan di dewan, kami patut mensyukuri test urine spontanitas ini, tidak ada yang positive narkoba. Hal ini pertanda bersih narkoba dan pantas bagi pejabat sebagai percontohan ditest urine narkoba” tandasnya.

Ungkapan tegas disampaikan  Dandim Verdy de Irawan. Menurutnya test urine ini perlu dilakukan kepada seluruh anggota TNI yang bertugas di Kabupaten Buleleng,”Jika terbukti ada anggota yang positif narkoba, maka mendapat hukuman, bila perlu dipecat,” ujarnya.

Lantas seperti apa komentar Kepala BNNK Buleleng, AKBP. Astawa terhadap test urine secara spontanitas dengan menyasar para pejabat ini?

Menurutnya sangat mensyukuri tidak ada pejabat saat ditest urine yang positive narkoba. Iapun mengatakan bagi mereka yang terkontaminasi dengan narkoba agar melapor ke BNNK, sehingga bisa dilakukan rehabilitasi ke Bangli. Seperti yang sudah melapor webanyak 3 orang, mereka itu direhabilitasi ke Bangli. “Pada umumnya masyarakàt masih  merasa enggan untuk melapor kalau memang terkontaminasi dengan narkoba. Kalau mau melapor, maka dengan cepat tertangani untuk dilakukan rehabilitasi. Sedangkan bagi mereka yang berurusan hukum, maka setelah terbebas akan dilakukan  rehabilitasi” jelas Astawa.

Iapun mengatakan selama jni pihaknha telah melakukan sosialisasi terkait dengan narkoba. Sehingba nantinya diharapkan Buleleng bisa terbebas dari narkoba. “Memerangi narkoba ini, secara bersama-sama dengan masyarakat serta bersinergi juga dengan instansi terkait” tandas Astawa.

Pewarta: Gus Sadarsana
Editor: Hana Sutiawati

</a

Leave a Comment

Your email address will not be published.

</a
</a