Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Besok, 1800 Peserta dari 36 Negara Memeriahkan GFNY Bali 2020

Metro Bali
single-image

 

Denpasar, (Metrobali.com)-

Jalan aspal mulus di pinggir pantai Klungkung, teriakan monyet, keteduhan dan indahnya panorama gunung dan danau Batur, kelokan bukit di Kintamani, hingga jalan flat Bypass, akan menjadi rekam jejak kayuhan pedal 1800 peserta GFNY Bali, 23 Februari 2020.

Menempuh jarak 134 kilometr untuk Long Distance dan 100 kilometer untuk Medium Distance, para peserta akan merasakan atmosfer menjadi atlet sepeda professional tatkala mengikuti tour-tour klasik dunia. Ya, sesuai tagline GFNY, para hobiis akan menikmati pengalaman “Be A Pro For A Day”

Bukan hanya kesenangan bersepeda, mulai hari ini, Sabtu, 22 Pebruari 2020, peserta juga dapat menyaksikan inovasi dan tekhnologi sepeda terkini, berburu barang – barang incaran di Bike Expo, sekaligus melakukan registrasi ulang. Registrasi dimulai hari ini pukul 10.00 hingga 21.00 Wita.

Menurut Orgaizer  GFNY Indonesia, Axel Moeller, GFNY Bali adalah cycling marathon yang termasuk dalam agenda GFNY World yang berpusat di New York, Amerika Serikat. “Mengapa Bali? Sebagai Destinasi wisata unggulan, Bali selalu memiliki magnet kuat bagi para pecinta olahraga bersepeda jarak jauh untuk dating kembali, baik pesepeda local maupun Internasional,” kata Axel.

Jalan yang relative mulus, panorama alam cantik nan luar biasa, seni budaya dan keramahtamahan masyarakat Bali, memang terlalu indah jika diabaikan. Dan itulah yang membuat GFNY Bali menjadi salah satu GFNY paling popular.

GFNY Bali, seperti halnya GFNY Indonesia, menjadi bagian dari event – event GFNY yang diselengggarakan sejak 2010 di New York City dan di 17 negara dunia.

Sementara itu, Ketua B2W Indonesia Poetoet Soedarjanto mengatakan, event kali ini mengajak masyarakat untuk mencintai sepeda. ‘’Mari kita tingkatkan kualitas hidup dengan sering mengayuh sepeda baik sebagai alat olah raga maupun dipakai alat transportai,’’ kata Poetoet.

Baca Juga :
Di Desa Tinga-Tinga, 13 Orang Keracunan Ikan Tongkol

Ia menambahkan, kegiatan ini lebih mengedepankan sport tourism. Di mana para peserta selain menyalurkan hoby bersepeda, juga untuk memperkenalkan pariwisisata Bali khususnya dan Indonesia umumnya kepada para peserta dari luar negeri.  ‘’Kita mengajak mereka melihat Bali secara langsung. Ini lho Bali, aman dan nyaman, dan layak untuk dikunjungi,’’ katanya.

Selebihnya, kata dia, event ini juga punya target dalam penggunaan sepeda bagi warga masyarakat. Penggunaan sepeda baik sebagai alat olah raga maupun transportasi bisa terus bertambah. Sehingga, nanti diharapkan 60 persen masyarakat Indonesia menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dan alat olah raga dalam kehidupan sehari-hari.

Editor : Hana Sutiawan

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.