Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Belasan Siswa SDN 8 Bunutan Terpaksa Belajar Digudang

Metro Bali
single-image

Karangasem, (Metrobali.com) 

 

Potret memilukan kembali muncul dari Bumi Lahar, kali ini belasan siswa yang bersekolah di SD Negeri 8 Bunutan, Abang, Karangasem rela belajar didalam gudang lantaran kondisi ruangan kelas yang mengalami kerusakan.

Sejak dibangun pada tahun 1980 silam, sekolah yang kini hanya memiliki 47 orang siswa disamping akses jalan rusak parah, gedung sekolah tersebut nyaris belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan dari pemerintah.

Beberapa bagiam gedung kinu kondisinya mulai rapuh terutama pada bagian atapnya hingga dipastikan bocor pada saat turun hujan, selain itu dengan kondisi yang rapuh juga dikhawatirkan akan membahayakan siswa jika belajr diruangan tersebut. Tak hanya bagain atap, bagian plafon juga nampak jebol dibeberapa titik.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komite SDN 8 Bunutan, I Wayan Sumadia kepada awak media beberapa waktu lalu,  bahwa memang benar sejauh ini masih ada siswa yang terpaksa belajar digudang.

Kondisi ini dikarenakan kekurangan ruang belajar pasca gedung sekolah mengalami kerusakan dimana saat ini ruangan yang ada hnya empat ruang kelas saja, sisanya yaitu dua ruangan rusak parah pada bagian atapnya.

“Ruangan kelas ada yang rusak, demi keamanan siswa kelas dua terpaksa melaksankan aktivitas belajar di gudang,” terangnya.

Menjadikan gudang sebagai tempat belajar seperti tidak akan bertahan lama, pasalnya kondisi gudang yang berukuran tidak terlalu luas tersebut juga dalam keadaan tidak layak, beberapa bagian seperti kusen dan pintu sudah hancur termakan rayap termasuk bangku belajarnya juga.

Rasa prihatin juga datang dari Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana hingga datang langsung ke sekolah tersebut beberapa waktu lalu. Ia berkata, seharusnya sekolah seperti ini bisa diprioritaskan untuk  perbaikan gedungnya oleh pemerintah.

Baca Juga :
Ekspor Kerajinan Bali 2,4 Juta Dolar

“Kasihan anak-anak ini belajar dalam keadaan seperti itu, mestinya ini menjadi prioritas untuk rehab,” kata Gede Dana.

Pihaknya juga mengtakan bahwa tahun ini sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 150 Juta untuk rehab, hanya saja pihaknya belum mengetahui apakah anggaran tersebut untuk rehab saja atau untuk pengadaan mubelair sekaligus. (Sua)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published.